Pengobatan ala Rasul (Nabi Muhammad Saw), akhir-akhir ini mulai ramai dibicarakan. Tren ini semakin menggejala di saat semakin mahalnya biaya perawatan medis di rumah sakit dewasa ini, sehingga lebih banyak orang mulai beralih ke pengobatan alternatif secara alami. Sebenarnya yang dimaksud dengan pengobatan ala Rasul, tak lain adalah cara pengobatan ala naturopathy (penyembuhan penyakit menggunakan sayur mayur, buah-buahan dan rempah-rempah alami) yang sudah banyak dilakukan di Eropa, Amerika dan Australia. Nabi Muhammad Saw selain sebagai Rasul Tuhan, penyebar agama Islam, pemimpin umat, politikus, negarawan, juga merupakan seorang ilmuwan dan juga pemerhati ilmu naturopathy (penyembuhan penyakit melalui cara alami terapi tanaman herba, buah dan sayur mayur). Bahkan dalam beberapa buku hadist nabi (dalam ajaran agama Islam), juga banyak ditemukan sabda-sabda Nabi Muhammad Saw yang membahas tentang berbagai masalah kesehatan, kebugaran, cara hidup sehat (healthy life style), dan berbagai cara penyembuhan penyakit. Bahkan kalau kita mau lebih banyak belajar, kitab suci Al-Quran sendiri tak lain juga berfungsi ganda, karena juga merupakan ensiklopedia obat-obatan yang menyuarakan hukum Tuhan dalam mengatasi berbagai macam penyakit, baik penyakit badaniah maupun penyakit mental/kejiwaan (psikologis). Nabi Muhammad Saw sendiri pernah bersabda bahwa semua jenis penyakit pastilah ada obatnya, dan untuk menemukan obat yang tepat, manusia haruslah benar-benar mau berpikir dan berusaha, karena Tuhan telah menyediakan semua bahan-bahan obat-obatan penyembuh itu di alam sekitar kita.
Dari berbagai kumpulan hadist Nabi Muhammad Saw, terungkap bahwa ada demikian banyak fakta mengenai pengobatan ala naturopathy yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw yang ternyata dari hasil penelitian medis di jaman modern ini baru terungkap kajian dari segi ilmiah/medisnya. Beberapa pakar kedokteran Barat pun banyak yang mulai menulis tentang pengobatan ala Nabi Muhammad Saw ini, walau jumlahnya tidaklah sebanyak kitab-kitab ilmu pengobatan berbahasa Arab. Beberapa sarjana Barat juga mengakui bahwa cikal bakal ilmu kedokteran modern sekarang ini tak lain adalah bersumber dari ilmu pengobatan Islam yang telah cukup populer di era jaman Nabi Muhammad Saw dan menyebar hingga ke seluruh jazirah Arab, Eropa dan seluruh dunia. Keistimewaan dari ilmu pengobatan ala Islam (pengobatan ala Rasul), adalah selain tidak menimbulkan efek samping karena memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh di alam, juga cukup mudah untuk dilakukan. Beberapa tips kebugaran dan juga tips pengobatan ala naturopathy yang diajarkan oleh Nabi Muhammad terbukti cukup manjur dan tidak kalah dengan pengobatan ilmu kedokteran modern yang biasa mengandalkan obat-obatan kimiawi buatan. Bahkan kalau dihitung-hitung, biaya pengobatan yang dikeluarkan bisa lebih murah daripada pengobatan medis modern. Berikut disajikan beberapa alternatif penyembuhan penyakit dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh dari alam.
Delima (Punica granatum).
Dalam bahasa Inggris, delima juga dikenal dengan nama pomegranate. Dalam ilmu pengobatan Islam, buah delima dikenal dengan nama rumman. Jus buah delima berkhasiat menyegarkan dan mendinginkan, memperkuat jantung, menambah selera makan, dan menyehatkan saluran pencernaan. Jus buah delima mengandung gula sukrosa, vitamin C, dan juga zat besi sehingga juga sangat baik bagi kesuburan. Kulit buah delima bermanfaat untuk mengobati diare dan disentri. Kulit buah delima yang mengandung asam tannik dan zat tannin, bisa dimanfaatkan pula untuk keperluan bahan penyamak kulit binatang. Air rebusan bunga delima sangat baik untuk mengobati penyakit bronkhitis. Kulit pohon delima mengandung alkaloid pelletierine, sementara akarnya bersifat astringent and anthelmintic sehingga sangat efektif untuk mengobati penyakit cacing pita. Itulah sebabnya, Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “Buah delima dan kulitnya memperkuat pencernaan pada perut.” (hadist riwayat Abu Nu’aim dan Al-Jauzi).
Anggur (Vitis vinifera).
Dalam ilmu pengobatan Islam, buah anggur dikenal dengan nama inab atau karam, maupun zabib (kismis). Buah anggur berkhasiat sebagai pencahar (pelancar buang air), peluruh kencing, perangsang selera makan, meringankan dan menyembuhkan berbagai penyakit, mengobati sakit tenggorokan/serak, dan bersifat dingin sehingga sangat baik dikonsumsi bila kita sedang panas dalam atau sariawan. Sari buah anggur atau air anggur bila diperas sangat baik untuk diminum atau pun untuk mandi bagi orang yang menderita berbagai jenis penyakit kulit. Daun anggur juga berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit diare, baik dengan cara direbus dan diminum airnya, atau langsung bisa juga dimakan. Di negara-negara Eropa, daun anggur juga dimanfaatkan untuk campuran bahan masakan daging. Daging sapi has dalam setelah dibumbui dengan berbagai macam bahan pencelup (kecap, minyak zaitun, saus tomat), dan rempah-rempah (merica, garam, gula, bubuk pala) biasanya dibungkus dengan daun anggur yang telah dicuci bersih dan kemudian dimasak menggunakan sari buah anggur atau pun dioven. Cita rasa masakan daging akan lebih lezat dan bercitarasa manis asam. Tanaman anggur (daun dan buahnya) mengandung oxalic acid (asam oksalat), malic acid (asam malat), tartaric acid (asam tartarik), recemic acid (asam resemik), enzim invertase, enzim peroridase, ascorbic acid oxidase (vitamin C / asam askorbat oksidase), kandungan gula sukrosa dalam buahnya, maupun kandungan vitamin B, karotin, maupun vitamin P. Vitamin P berkhasiat untuk menghentikan pendarahan pada luka (membantu keringnya luka dan kesembuhan luka). Sebenarnya masih banyak kandungan vitamin dan zat gizi yang terkandung dalam buah dan daun anggur yang sangat baik untuk kesehatan dan penyembuhan berbagai macam penyakit.
Buah jeruk (Citrus aurantifolia, Citrus limon, Citrus reticulata, Citrus sinensis).
Segala jenis buah jeruk yang dalam bahasa Arab dikenal dengan sebutan utraj, atruj, turanj, burtaqal, limun, kabad, barjumad, atau pun naffasy, merupakan sumber terbaik untuk vitamin C, mengandung banyak antioksidan, sehingga sangat baik untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, khususnya penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus, karena seperti halnya buah kurma, buah zaitun dan buah tin, kandungan antioksidan serta vitamin C dalam buah jeruk juga berkhasiat untuk memperkuat DNA sehingga infeksi oleh virus dapat segera diredam dan kemudian disembuhkan. Selain bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit sariawan, influenza, defisiensi vitamin C, buah jeruk ternyata juga sangat baik untuk menyehatkan dan menyembuhkan penyakit jantung. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad Saw, “Buah jeruk sangat bermanfaat. Ia merupakan stimulan dan berguna bagi jantung.” (hadist riwayat Ad Dalimi).
Buah semangka (Citrullus vulgaris).
Dalam bahasa Arab dikenal dengan nama baththikh atau biththikh. Buah semangka mengandung gula mannitol yang sangat baik untuk vitalitas dan menambah tenaga. Jus semangka bersifat mendinginkan tubuh dan merupakan tonik yang baik untuk kesehatan. Jus semangka juga dapat diolah menjadi sirup yang manis. Buah semangka mengandung pektin, karotin, sitrulin, vitamin C, niasin, riboflavin, thiamin, mineral-mineral, asam amino esensial (arginin, asam glutamat, glysin, leusin, dan valin) yang sangat baik untuk ketahanan tubuh (imunitas) karena membantu regenerasi sel-sel, ketahanan DNA, menyehatkan saluran pencernaan, menolak infeksi penyakit (terutama yang disebabkan oleh virus), menyehatkan kandung kemih, memperbaiki daya tahan dan stamina, serta juga berkhasiat untuk kebugaran dan meningkatkan gairah seks. Nabi Muhammad Saw biasa mengkonsumsi buah semangka bersama-sama dengan kurma atau anggur segar untuk kebugaran dan kesehatan. Beliau juga pernah bersabda, “Semangka merupakan makanan sebelum makan, semangka juga mencuci perut dan membuang penyakit.” (hadist riwayat Ibnu ‘Asakir). “Semangka adalah makanan dan minuman. Semangka mencuci kandung kemih dan membantu meningkatkan gairah seksual.” (hadist riwayat Adz Dzahabi dan Firdaus).
Mentimun (Cucumis sativus).
Dalam ilmu pengobatan Islam dikenal dengan nama Qitstsa’ atau khiyar. Mentimun sangat baik digunakan sebagai tonik. Jus mentimun bersifat mendinginkan badan dan menurunkan panas pada saat demam, menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi, serta menyehatkan saluran pencernaan/mencegah panas dalam. Kombinasi antara konsumsi mentimun dan kurma segar berkhasiat meningkatkan berat badan dan mengubah bentuk tubuh yang semula kurus ceking menjadi atletis ataupun seksi, seperti halnya bila kita rajin mengkonsumsi ketela pohon atau singkong rebus. Kurma dan mentimun bila dikonsumsi secara teratur juga bisa memperbesar ukuran payudara bagi kaum wanita. Mentimun merupakan peluruh kencing yang baik, sementara irisan mentimun yang dikompreskan pada kelopak mata saat terpejam, dapat menghilangkan noda hitam pada kantung mata akibat kurang tidur. Masker wajah dengan mentimun yang dihaluskan merupakan ramuan alami untuk meremajakan sel-sel kulit wajah agar tetap awet muda dan mencegah keriput, sementara bila secara teratur dioleskan/dibalurkan pada pangkal paha atau bagian pantat, bisa berkhasiat menghilangkan selulit. Beberapa khasiat lain dari mentimun juga dibahas dalam beberapa hadist nabi maupun dalam Al-Quran yang pada dasarnya berkhasiat untuk kesehatan, kebugaran, dan kecantikan.
Labu (Lagenaria siceraria).
Dalam kitab pengobatan maupun literatur berbahasa Arab, dikenal dengan nama qar’, dubba’, atau yaqthin. Buah labu merupakan sumber vitamin B dan vitamin C, bersifat mendinginkan sehingga cocok digunakan sebagai tonik, berkhasiat sebagai peluruh kencing, mengobati sakit empedu, merangsang pertumbuhan sel-sel otak dan mencerdaskan otak, menyehatkan dan memperkuat jantung, mengusir rasa was-was/berdebar atau perasaan bersedih pada jantung yang tertekan (terutama pada orang yang sedang mengalami stres berat akibat problema hidup), dan juga berkhasiat untuk menyehatkan saluran pencernaan. Biji labu menghasilkan minyak yang berkhasiat sebagai pencahar alami, menyehatkan saluran pencernaan, membunuh cacing perut (bersifat anthelmintik) serta untuk mengobati sakit kepala. Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “Biarkan mereka memakan labu, karena labu merangsang akal dan otak.” (hadist riwayat Muslim dan As Suyuthi). “Tambahkan lebih banyak labu untuk obat, karena labu memperkuat jantung yang tertekan.” (hadist riwayat Al Jauzi).
Buah Tin (Ficus carica).
Bangsa Inggris mengenal buah tin dengan nama fig. Di Indonesia kita biasa menjumpai buah tin dalam kemasan kaleng, sangat sulit untuk menemukan buah yang masih dalam kondisi segar (bukan buah dalam kaleng). Citarasa buah tin sangatlah lezat, baik disantap dalam keadaan mentah maupun matang, buah ini tetap memiliki nilai nutrisi yang tinggi, karena kandungan karbohidrat dalam bentuk gula sukrosa dalam persentase yang cukup tinggi, asam sitrat, asam malat, mineral garam anorganik, serta mengandung enzim ficin sehingga mudah dicerna, di samping begitu banyak khasiat dan manfaatnya seperti untuk mengobati penyakit wasir, encok, ginjal, kandung kemih, gangguan liver, limpa maupun kasus-kasus penyakit dalam lainnya. Buah tin mengandung begitu banyak zat penyembuh yang masih dalam proses penelitian karena buah ini konon sangat mujarab untuk mengobati berbagai macam penyakit. Bahkan Nabi Muhammad Saw, pernah bersabda bahwa buah tin adalah salah satu buah yang berasal dari sorga dan memiliki banyak khasiat untuk menyembuhkan penyakit.
Zaitun (Olea europaea).
Selain dikenal sebagai buah zaitun, buah ini juga dikenal dengan nama olive dalam bahasa Inggris. Tanaman zaitun mempunyai banyak sekali khasiat bagi kesehatan dan penyembuhan penyakit. Buah zaitun yang telah matang benar, dapat langsung dimakan dan berkhasiat untuk mencegah kanker maupun untuk terapi penyembuhan kanker, meremajakan sel-sel tubuh, membuat kulit lebih halus mulus dan bercahaya, mengandung antioksidan yang sangat tinggi sehingga sangat baik dikonsumsi agar tetap awet muda. Kandungan serat yang cukup tinggi dalam buah zaitun sangat baik untuk kesehatan saluran pencernaan khususnya usus. Minyak zaitun yang diperoleh dari ekstrak buahnya sangat baik untuk mengolah dan menggoreng masakan, karena tidak menimbulkan kolesterol, berkhasiat mencegah kanker, mencegah penuaan dini, menyehatkan usus dan saluran pencernaan. Minyak zaitun juga bisa digunakan sebagai bahan baku kosmetik maupun dioleskan langsung di bagian wajah maupun kulit sebagai lotion karena khasiatnya yang sangat baik untuk menghaluskan dan meremajakan sel-sel kulit.Bahkan minyak zaitun yang dioleskan secara teratur pada permukaan kulit bisa menyembuhkan penyakit lepra yang paling akut sekalipun. Bila diminum secara langsung, minyak zaitun berkhasiat sebagai obat pencahar yang lembut, serta mencegah penyebaran infeksi oleh virus, terutama bila kita mengalami gejala seperti hendak terkena penyakit flu. Bila segera minum minyak zaitun sebanyak 1 – 2 sendok makan maka tidak jadi terinfeksi virus flu maupun dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kronis, bahkan penyakit lepra sekalipun. Itulah sebabnya minyak zaitun banyak digunakan sebagai campuran hidangan salad sayuran maupun digunakan untuk menggoreng penganan pada hidangan-hidangan ala barat maupun Italia. Minyak zaitun juga bisa digunakan sebagai bahan bakar lampu minyak, konon bila menggunakan minyak zaitun lampu minyak tidak akan meninggalkan lengas atau jelaga hitam, karena minyak zaitun bila digunakan untuk lampu minyak tidak menghasilkan asap. Daun pohon zaitun bermanfaat untuk mengobati demam, lemah lesu, maupun untuk mengobati penyakit kelamin gonorrhoea. Kulit pohon zaitun mempunyai khasiat yang sama dengan kulit pohon kina yaitu dapat direbus dan diminum airnya untuk menyembuhkan penyakit malaria. Maka tak heran, bila Nabi Muhammad Saw pernah bersabda mengenai khasiat minyak zaitun, “Gunakanlah minyak zaitun dan berbalurlah dengannya karena zaitun bermanfaat dalam mengobati tujuh puluh penyakit, salah satunya adalah lepra.” (hadist riwayat Abu Nu’aim).
Kurma (Phoenix dactylifera).
Dalam ilmu pengobatan Islam, kurma dikenal dengan nama lain seperti tamr, ruthb, ajwah, balh dan nakhl. Kata kurma berasal dari kata khurma dari bahasa Persia dan bahasa daerah Punjab di India. Konon Nabi Muhammad Saw selalu rajin minum jus buah kurma setiap pagi untuk menjaga kesehatan dan stamina. Menurut Nabi Muhammad Saw dalam beberapa hadist, disebutkan bahwa kurma jenis Al-Burni berkhasiat dapat menyembuhkan atau mengusir berbagai macam penyakit, sementara kurma jenis Ajwah berkhasiat sebagai penawar racun, memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi (sehingga bila kita menyantapnya dengan mentega, maka akan lengkaplah kebutuhan gizi yang kita perlukan dalam 1 hari terpenuhi oleh kandungan gizi yang terdapat dalam kurma Ajwah), dan diduga memiliki kandungan antioksidan dalam prosentase tinggi sehingga sangat baik bagi kesehatan. Itulah sebabnya harga kurma Ajwah sangatlah mahal di pasaran. Dituturkan oleh Nabi Muhammad Saw dalam beberapa hadist yang lain, bahwa bila seseorang mengkonsumsi 7 buah kurma antara pagi hari hingga sebelum senja, maka ia akan terhindar dari bahaya tenung dan ilmu sihir jahat. Dalam ilmu metafisika, ilmu tenung atau sihir jahat merupakan energi negatif yang menyerang dan bersifat merusak DNA tubuh, sedangkan kurma dengan kandungan antioksidan maupun kandungan zat gizi yang tinggi, berkhasiat untuk memberikan kekebalan dan ketahanan DNA dalam menangkal segala bentuk energi negatif maupun radikal bebas yang bersifat merusak. Para ibu yang sedang menjalani diet terkadang melewatkan makan malam dengan harapan agar berat badan cepat turun, namun tidak pernah disadari bahwa seseorang yang sering tidak makan malam justru akan mengalami penuaan lebih cepat daripada seharusnya. Hal ini pernah disabdakan oleh Nabi Muhammad dalam salah satu hadist, yaitu “Janganlah bepergian tanpa makan malam, walaupun hanya dengan segenggam kurma, karena bepergian tanpa makan malam akan mempercepat penuaan.” (hadist riwayat Ibnu Majah dan Tirmidzi). Kurma mengandung lebih dari 60% pengganti gula, berikut sejumlah kecil sukrosa selain kandungan protein, pektin, tannin, sellulosa, tajin, dan lemak serta kandungan vitamin A, B dan C dalam kadar yang cukup tinggi. Selain itu kurma juga kaya akan kandungan mineral seperti zat besi, sodium, kalsium, sulfur, klorin, dan fosfor. Secara medis, kurma berkhasiat pula sebagai pencahar perut, pengusir gejala flu, pengencer dahak saat batuk, mengobati berbagai penyakit pernapasan, bermanfaat sebagai penurun panas saat demam, menyembuhkan penyakit jantung, meningkatkan kesuburan pada wanita maupun pria (mempercepat mempunyai keturunan), membunuh cacing perut, dan juga mencegah kanker. Hal ini sangat sesuai dengan beberapa hadist di mana Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “Kaum wanita kalian sebaiknya memakan kurma. Orang yang menjadikan kurma sebagai makanannya, akan menghasilkan anak dengan mudah.” (hadist riwayat As Suyuthi). “Kurma terbaik adalah kurma Al-Burni yang dapat mengusir penyakit.” (hadist riwayat As Suyuthi). “Kurma Ajwah berasal dari Surga. Di dalamnya terkandung penawar racun.” (hadist riwayat At Tirmidzi). Makanlah kurma kering (tamr) pada pagi hari. Itu akan membunuh cacing-cacing.” (hadist riwayat Firdaus). “Memakan kurma segar (ruthb) dapat mencegah sakit perut.” (hadist riwayat Abu Nu’aim). Diriwayatkan pula, bahwa buah kurma konon juga berkhasiat bagi kaum wanita yaitu untuk memperbesar ukuran payudara dan meningkatkan berat badan agar tubuh lebih padat berisi. Hal ini dibenarkan oleh salah satu istri Nabi Muhammad, yaitu Aisyah r.a. yang pernah berkata, “Memakan kurma segar dengan mentimun, berat badanku menjadi bertambah (menjadi lebih montok).” (hadist riwayat Bukhari, Muslim, An-Nasa’I dan Ibnu Majah). Al-Harits bin Khaldah, seorang dokter ahli pengobatan Islami di jaman Nabi Muhammad Saw pernah menolong salah seorang sahabat Nabi yang mengalami sakit jantung dengan memberikan resep 7 buah kurma yang dihaluskan untuk dikonsumsi setiap pagi, dan secara mujarab penyakit jantung itu bisa sembuh. (hadist riwayat Abu Dawud, Ahmad, dan Abu Nu’aim).
Terong (Solanum melongena).
Dalam ilmu pengobatan Islam dikenal dengan nama badzinjan. Terong memiliki kandungan vitamin B2 yang jauh lebih banyak dibanding sayuran lain. Buah terong berkhasiat untuk menyehatkan liver dan meningkatkan metabolisme kolesterol. Bila diekstrak, ekstrak cairnya membatasi aktivitas choline esterase pada plasma manusia. Jus terong berkhasiat untuk mengobati autis, sementara akar tanaman terong bila ditumbuk halus dan direbus, air rebusannya berkhasiat sebagai obat anti asma, dan stimulan. Akar tanaman terong yang ditumbuk dan dibalurkan pada luka borok akan berkhasiat mempercepat mengeringnya luka dan mengobati penyakit borok. Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “Terong bermanfaat untuk keperluan apa pun, baik sebagai makanan ataupun sebagai obat.” (hadist riwayat Al Jauzi).
Akar bit (Beta vulgaris).
Tanaman bit adalah semacam lobak. Di Arab dikenal dengan nama silq. Akar bit yang biasa dimanfaatkan produsen gula untuk menghasilkan gula sukrosa, ternyata juga dapat dijadikan sayuran dan diolah menjadi acar, karena kaya akan vitamin C, vitamin B dan vitamin A. Kombinasi konsumsi akar bit dan sereal/gandum berkhasiat untuk menambah daya tahan tubuh dan memulihkan kondisi tubuh saat sedang sakit sehingga lekas sembuh. Bijinya bersifat mendinginkan sehingga baik untuk dijadikan tonik dan juga berkhasiat untuk meningkatkan cairan tubuh, sangat cocok untuk mengatasi masalah dehidrasi pada tubuh. Daun bit berkhasiat untuk menyembuhkan luka bakar maupun luka memar. Tanaman ini biasa dijumpai di jazirah Arab, daerah mediterania, maupun berbagai wilayah di Eropa dan Amerika latin.
Jamur truffle (Tirmania sp, Terfezia tuber, Phaeangium sp, Agaricus campestris).
Jamur jenis ini banyak tumbuh di jazirah Arab, Yunani, Irak, dan Israel. Dalam ilmu pengobatan Islam dikenal dengan nama al-kam’, faghiyah, al-kama, ghibbah, khalari, zubaidi, hober atau al-kam’ah. Jamur jenis ini cukup unik karena tumbuh di bawah tanah dan setelah dewasa baru muncul ke permukaan tanah. Air ekstrak jamur truffle maupun jus jamur truffle bila diminum akan berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit mata. Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “Jamur truffle adalah sejenis manna. Air ekstraknya menyembuhkan penyakit mata.” (hadist riwayat Bukhari dan An Nasa’i).
Jahe (Zingiber officinale).
Dalam ilmu pengobatan Islam, dikenal dengan nama zanjabil atau janzabil. Akar jahe bila diekstrak akan menghasilkan minyak esensial yang mengandung camphene, B-phellanderne, zingiberene, cineol, borneol, citral dan gingerol yang berkhasiat mengobati berbagai macam penyakit. Air rebusan akar jahe atau pun jus jahe bermanfaat untuk mengobati diare, sakit perut, menghangatkan tubuh sehingga dapat mengusir rasa dingin akibat cuaca buruk, mengobati penyakit batuk, influenza, penyakit diabetes serta penyakit liver stadium awal. Akar jahe merupakan peluruh kentut yang sangat efektif, dan juga berkhasiat untuk merangsang gairah seksual.
Jewawut atau sereal/sejenis gandum (Hordeum vulgare).
Dalam ilmu pengobatan Islam dikenal dengan nama sya’ir atau talbina. Di Arab, jewawut yang konon sangat mudah dicerna, lazim diolah menjadi roti, bubur atau pun sup dengan dikombinasikan dengan kurma maupun akar bit (silq) untuk menjaga kebugaran tubuh, memulihkan stamina dan imunitas tubuh saat dalam keadaan sakit agar lekas sembuh, menurunkan panas akibat demam, menyembuhkan influenza, mengusir rasa sedih dan jantung berdebar karena keresahan, sangat tepat untuk para wanita yang sedang berdiet karena kaya akan serat, sangat baik dikonsumsi oleh pasien penyakit jantung (maupun yang baru saja selesai menjalani operasi jantung) karena bersifat menenangkan dan memperkuat jantung, dan juga berkhasiat untuk mengobati sakit perut maupun gangguan pencernaan. Nabi Muhammad Saw, pernah bersabda, “Sup talbina (jewawut) memenuhi bagian dalam tubuh orang sakit dan mendorong keluar penderitaan.” (hadist riwayat Bukhari).
Beras (Oriza sativa).
Dalam ilmu pengobatan Islam, dikenal dengan nama aruzz. Beras yang diolah sebagai nasi merupakan sumber karbohidrat dan sangat baik untuk stamina tubuh. Beras yang diolah menjadi nasi atau bubur juga sangat baik bagi pencernaan karena kaya akan serat, serta dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Nasi yang direndam dalam air dingin selama semalaman, kemudian diminum airnya berkhasiat sebagai penurun panas saat demam, maupun menyembuhkan penyakit sariawan atau panas dalam. Makan nasi dalam jumlah yang cukup (tidak berlebihan) akan meningkatkan imunitas tubuh dan mengusir berbagai macam penyakit. Itulah sebabnya saat kita sedang sakit flu, sebaiknya makan nasi hingga kenyang (tapi jangan berlebihan) agar segera sembuh. Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “Beras mempunyai daya penyembuh.” (hadist riwayat As Suyuthi). Beras ataupun beras ketan yang dibacakan doa-doa Al Maul Husna (Nama-nama Tuhan dalam agama Islam), kemudian disebar di setiap sudut rumah akan berkhasiat mengusir berbagai penyakit yang diakibatkan oleh ilmu hitam atau pun mengamankan rumah dan penghuninya dari gangguan makhluk halus yang terkadang membawa energi negatif penyebab penyakit.
Adas (Lens culinaris).
Dalam ilmu pengobatan Islam, dikenal dengan nama adas, sementara dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama lentil. Adas adalah makanan para Nabi sejak dahulu kala, karena dipercaya dapat mengusir berbagai macam penyakit maupun meningkatkan stamina dan imunitas tubuh. Adas berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, terutama mengobati penyakit mata dan penyakit jantung. Mengkonsumsi adas secara rutin akan dapat meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh. Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “Kesucian adas telah digambarkan oleh tujuh puluh Nabi.” (hadist riwayat Al Jauzi).
Madu.
Dalam bahasa Arab dikenal dengan nama asal atau asalunnahl. Madu mengandung kombinasi antara glukosa dan fruktosa sebagai sumber energi bagi manusia dan juga meningkatkan kadar gula darah yang aman bagi pasien pengidap diabetes. Madu juga sangat baik untuk menjaga ketahanan tubuh dan imunitas karena bila dikonsumsi, sari pati madu dalam tubuh kemudian akan disimpan di dalam liver (hati). Madu berkhasiat untuk mengobati batuk, penyakit tenggorokan, peluruh kencing, menyehatkan saluran pencernaan, mencegah dan mengobati sariawan dan panas dalam, mencuci perut, menyembuhkan TBC, mengobati gangguan syaraf, menyerap racun dalam tubuh, menetralisir racun, menyembuhkan penyakit yang diakibatkan oleh virus, mengurangi rasa sakit akibat infeksi, bila dioleskan pada bagian tubuh yang luka akan membantu mencegah infeksi, juga dapat berfungsi sebagai masker wajah atau pun salep untuk mengobati sakit mata, trakhoma dan katarak. Bila diminum, madu juga berkhasiat untuk menyembuhkan luka atau infeksi pada organ dalam. Madu juga dapat digunakan sebagai tonik atau cem-ceman untuk kesuburan rambut, minuman suplemen penambah energi yang kaya multivitamin dan mineral, serta mengobati berbagai macam penyakit mulai yang ringan hingga yang berat.
Kunyit (Crocus sativus).
Dalam bahasa Inggris biasa dikenal dengan nama saffron, sementara dalam ilmu pengobatan Islam dikenal dengan nama za’faran. Kunyit yang tergolong sebagai rempah-rempah, mengandung minyak violative dan juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna masakan, minuman maupun pewarna pakaian. Bunga kunyit (stigma) mengandung crocin, crocetin, picrocrocin, dan B-carotene-crocin yang merupakan zat pewarna utama alami yang biasa digunakan dalam industri makanan, industri minuman, maupun sebagai pewarna pakaian. Air rebusan kunyit bila diminum berkhasiat sebagai stimulan, pengharum, anti sesak napas, mengobati asma, batuk, sakit kepala, mengobati perut kembung, khlorosis, mengatasi gangguan menstruasi, menyembuhkan luka pada vagina, mengobati rematik, terapi yang baik bagi penyakit syaraf, menurunkan panas saat demam, menyembuhkan penyakit lever/hepatitis, mengobati infeksi pada rahim/kandungan, bagi kaum pria dapat meningkatkan kualitas sperma dan juga memperkuat sperma/kesuburan. Kunyit yang diparut atau dihaluskan bila digunakan sebagai salep yang dioleskan, berkhasiat untuk menyembuhkan dan mengeringkan bintik-bintik akibat sakit campak/cacar, mengobati luka memar, sakit kepala, serta menyembuhkan berbagai penyakit kulit.
Kunyit semu (Flemingia grahamiana, Moghania grahamiana).
Dalam ilmu pengobatan Islam, kunyit semu dikenal dengan nama warus atau waras. Nabi Muhammad Saw menyarankan penggunaan minyak zaitun dan kunyit semu untuk mengobati radang tenggorokan. (hadist riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad). Pada masa itu, para ibu sehabis melahirkan biasanya berendam dalam air kunyit semu selama 40 hari untuk mencegah infeksi, karena mempunyai khasiat antiseptik. Pada masa itu, air kunyit semu juga sering dimanfaatkan untuk mencuci wajah dan mandi agar terhindar dari bintik-bintik jamur kulit atau pun panu. Selain manfaatnya bagi kesehatan, kunyit semu juga bisa dimanfaatkan untuk bahan pewarna pakaian, khususnya untuk memperoleh warna kuning cerah.
Lidah buaya (Aloe vera, Aloe barbadensis, Aloe perryi, Aloe ferox).
Dalam ilmu pengobatan Islam, lidah buaya dikenal dengan nama allawa, sabir atau musabbar. Lidah buaya berkhasiat sebagai pencahar (pelancar buang air), peningkat gairah seksual, membunuh cacing perut, mengobati penyakit mata dan radang mata, mengobati tumor, menyembuhkan pembengkakan limpa, menyembuhkan liver, menghentikan muntah-muntah, menyembuhkan batuk rejan (bronkhitis), mengobati penyakit kulit, menyembuhkan luka bakar, wasir, asma, kram otot, kelenjar empedu, menekan menstruasi, menyembuhkan penyakit kelamin gonorrhoea, sebagai salep kulit, krim wajah atau lotion, dan dapat dimanfaatkan sebagai penyubur rambut (cem-ceman) maupun shampo. Pengkombinasian antara daun lidah buaya dengan seledri dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit baik dengan cara diminum atau pun sebagai obat oles. Beberapa spesies lidah buaya juga digunakan sebagai bahan baku kosmetik, maupun parfum karena mengandung minyak esensial yang aromanya wangi.
Kemangi (Ocimun basilicum).
Dalam bahasa Inggris, daun kemangi biasa dikenal dengan nama basil, sementara dalam ilmu pengobatan Islam, daun ini dikenal dengan nama raihan, huk, habaq, syahasfaram, atau raihan sulaiman. Di Indonesia, daun kemangi biasa digunakan sebagai lalapan untuk mendampingi sambal, sementara di dunia barat, daun kemangi biasa digunakan sebagai bumbu/rempah campuran masakan maupun sebagai taburan pada salad buah atau salad sayur. Di Italia, kemangi juga digunakan sebagai taburan pada kue pizza atau pun masakan daging. Apa pun penggunaannya dalam masakan, yang jelas daun kemangi memiliki banyak khasiat bagi kesehatan dan penyembuhan penyakit. Khasiatnya antara lain sebagai stimulan, obat penasak darah, peluruh kencing, peluruh kentut, penenang syaraf, menyembuhkan penyakit syaraf ringan dan histeria, menyembuhkan berbagai macam penyakit perut serta berbagai macam penyakit kulit, serta menurunkan kolesterol. Air jus daun kemangi yang encer bila dihirup melalui hidung akan menyebabkan bersin dan sekaligus menjernihkan otak karena menyehatkan syaraf otak dan merangsang keluarnya racun dan partikel asing agar keluar melalui hidung saat kita bersin. Akar tanaman kemangi biasa digunakan pula dalam industri pembuatan balsem, sementara biji kemangi yang ditumbuk dan diseduh atau direbus dengan air panas, bila airnya diminum berkhasiat untuk obat susut perut, dan juga pencahar alami. Sebenarnya masih banyak lagi khasiatnya bagi penyembuhan dan juga untuk kesehatan tubuh.
Thyme (Thymus vulgaris, Thymus serpyllum).
Tanaman thyme yang tergolong sebagai tanaman aromatik, dalam ilmu pengobatan Islami dikenal dengan nama sa’tar atau zatar. Daun thyme biasa digunakan sebagai bumbu atau rempah-rempah dalam masakan barat, namun sesungguhnya fungsi daun maupun minyak thyme ini sangatlah banyak, khususnya untuk penyembuhan dan kesehatan. Minyak thyme yang diperoleh dari destilasi daun dan pucuk bunga tanaman thyme memiliki aroma yang sangat wangi dan mudah menguap. Minyak thyme mengandung phenols, cyeme, terpenes, zingiberine dan terpene alkohol, sehingga sangat baik pula sebagai antioksidan karena sifatnya yang menolak radikal bebas agar tidak meracuni sel-sel tubuh. Thyme merupakan tanaman yang memiliki kandungan antioksidan cukup tinggi, karena kandungan phenol dalam thyme bisa mencapai 50% – 70%, sehingga sangat baik digunakan untuk menolak racun, maupun menolak dan menetralisir partikel-partikel radikal bebas sehingga bahaya ancaman kanker dapat dicegah dan dihindari. Daun dan minyak thyme mempunyai khasiat melancarkan haid, mengobati sesak napas, asma, mengobati penyakit batuk, mengobati epilepsi/ayan, mengobati diare, penyakit kelamin gonorrhoea, menyembuhkan luka pada vagina serta mengatasi gangguan pencernaan. Minyak thyme bila dicampur dengan minyak zaitun dapat digunakan untuk mengobati bagian tubuh yang terkilir/keseleo, menyembuhkan luka memar, maupun mengatasi sakit persendian, dan masih banyak lagi khasiat positifnya bagi kesehatan dan penyembuhan.
Tanaman seledri.
Tanaman seledri ternyata ada banyak macamnya, walau bentuknya mirip satu sama lain. Secara umum tanaman seledri berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Berikut ini beberapa jenis tanaman seledri yang umum digunakan untuk keperluan pengobatan.
a. Seledri (Lepidium sativum) atau biasa disebut kayu cacing (wormwood).
Dalam ilmu pengobatan Islam, tanaman seledri dikenal dengan nama tsafa’, hurf, atau habb ar-risyad. Daun seledri berkhasiat sebagai peluruh kencing, mengobati sariawan dan bibir pecah-pecah, mengatasi penyakit lever/hati, berkhasiat melancarkan air susu ibu, sebagai tonik, dapat dimanfaatkan sebagai obat pencahar, mengatasi demam akibat luka infeksi atau keseleo, mengobati penyakit sifilis sekunder dan tenesmus, menyembuhkan iritasi usus akibat diare atau disentri, serta dapat dimanfaatkan sebagai untuk meningkatkan gairah seksual. Pemanfaatan seledri yang dikombinasikan dengan tanaman lidah buaya konon berkhasiat untuk dapat menyembuhkan semua jenis penyakit. Hal ini sempat terucap oleh Nabi Muhammad Saw yang pernah bersabda, “Dua obat dasar (yang manjur) adalah lidah buaya dan seledri.” (hadist riwayat Abu Daud). Sementara pada kesempatan yang lain, Nabi Muhammad Saw juga pernah menekankan pentingnya pemanfaatan seledri untuk pengobatan, “Kalian mempunyai biji seledri. Allah SWT menciptakannya sebagai obat penyembuh untuk semua penyakit.” (hadist riwayat Abu Daud). Itulah sebabnya, maka dalam tradisi kuliner bangsa Arab, daun seledri sering digunakan sebagai lalapan dan hiasan saat menyajikan hidangan nasi gule.
b. Daun seledri air (Eruca sativa).
Dalam ilmu pengobatan Islam, seledri air dikenal dengan nama jarjir. Nabi Muhammad Saw pernah bersabda bahwa tanaman seledri air yang berasal dari Ethiopia (negeri Habasyah), rasanya sangat pahit dan terbukti berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, “Jarjir adalah tanaman obat yang menyakitkan, seolah-olah diciptakan dari api neraka.” (hadist riwayat Adz Dzahabi). Tanaman obat ini biasanya direbus dan airnya diminum atau cukup dikunyah dan ditelan.
c. Daun seledri (Apium graveolens).
Dalam ilmu pengobatan Islam, seledri dikenal dengan nama karafs. Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “Seledri bermanfaat untuk mengobati sakit gigi.” (hadist riwayat Al Jauzi). Buah seledri berkhasiat sebagai peluruh kentut, antiseptik, obat penenang, dan pengurang rasa sakit. Air rebusan buah seledri berkhasiat untuk menyembuhkan rematik serta gangguan liver maupun limpa, serta digunakan pada terapi penyakit jiwa maupun penyakit epilepsi karena khasiatnya sebagai obat penenang. Minyak buah seledri dapat digunakan sebagai obat anti sesak napas maupun stimulan syaraf. Akar seledri dapat dimanfaatkan sebagai peluruh kencing serta mengobati penyakit mulas. Buah dan biji seledri mengandung bahan baku pembuatan obat-obatan, seperti apium, apigenin, asam coffice, asam klorogenis, rutertin, apiumetin, bergaptin, serelin, osthenol, oleic, linoleic, petroselinic dan beberapa asam resin.
Daun Sana (Cassia angustifolia & Cassia senna).
Dalam ilmu pengobatan Islam, menurut hadist Nabi Muhammad Saw, daun sana adalah obat bagi semua penyakit. Bahkan karena kemanjuran dan khasiat daun sana untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, Nabi Muhammad Saw sempat bersabda, “Seandainya ada obat penawar kematian, ia adalah sana, sesuatu yang menyenangkan, sesuatu yang lembut”. (hadist riwayat As-Suyuthi). Daun sana mengandung kampherin, asam chrysophanic, kaemferol, serta sennoside A & B yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan obat. Pemanfaatan daun sana dalam dosis kecil sangat baik dan berkhasiat sebagai obat pencahar yang aman bagi kesehatan, mengobati sembelit, wasir, mengobati encok, mengobati demam, menyembuhkan rematik, serta berkhasiat sebagai peluruh kentut yang baik untuk mengurangi kembung pada perut, meningkatkan gerakan peristaltik dan sekresi pada usus. Bagi kaum wanita, daun sana berkhasiat untuk melancarkan menstruasi. Namun, daun sana tidak boleh diberikan pada penderita radang saluran makanan karena justru dapat menimbulkan iritasi pada saluran pencernaan, dan juga tidak boleh diberikan pada ibu hamil karena dapat menyebabkan keguguran dan turunnya uterus atau hernia. Pemanfaatan daun sana bersama daun pohon pinang, ketumbar atau adas sangat baik untuk bahan aromatik dan berkhasiat untuk kesehatan.
Dill (Anenthum graveolens).
Dalam ilmu pengobatan Islam, tanaman ini dikenal dengan nama sanut. Tanaman sanut biasanya dimanfaatkan daunnya untuk obat maupun sebagai bumbu masakan, mempunyai khasiat sebagai peluruh kentut, memiliki kandungan minyak esensial yang dapat merangsang nafsu makan dan melancarkan kencing. Minyak esensial terbanyak biasanya diperoleh dari ekstrak buahnya yang banyak digunakan dalam industri obat. Selain sebagai peluruh kentut dan perangsang nafsu makan, tanaman ini juga dipercaya berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit, seperti yang sabda Nabi Muhammad Saw, “Sana dan sanut (dill) adalah anugerah untuk kalian karena pada keduanya terdapat obat bagi segala penyakit kecuali kematian.” (hadist riwayat Ibnu Majah).
Bunga bakung (Narcissus tazetta).
Dalam ilmu pengobatan Islam, tanaman bunga bakung dikenal dengan nama narjis atau nirjis. Tanaman ini memiliki kandungan zat-zat yang sangat berkhasiat sebagai obat penyembuh berbagai macam penyakit. Bunganya memiliki kandungan minyak aromatik yang sangat penting bagi pengobatan medis. Umbi tanaman ini dari hasil penelitian juga diketahui dapat melancarkan kencing dan mengeluarkan racun serta infeksi dari tubuh, serta masih banyak manfaat lainnya bagi kesehatan dan penyembuhan. Maka tak heran, bila Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “Kalian dapat menggunakan umbi-umbian bunga bakung untuk pengobatan sakit gila, lepra dan penyakit bercak putih pada kulit.” (hadist riwayat As Suyuthi). Benar saja, serangkaian penelitian medis di jaman modern telah membuktikan kebenaran perkataan Nabi Muhammad bahwa umbi bunga bakung dapat berkhasiat menyembuhkan penyakit gila, lepra maupun penyakit bercak putih pada kulit (vitiligo).
Caper (Capparis spinosa).
Dalam ilmu pengobatan Islam, dikenal dengan nama kabr, kabar atau kabur. Tanaman ini cukup banyak memiliki khasiat untuk keperluan penyembuhan berbagai macam penyakit. Pucuk bunga caper berkhasiat untuk menyembuhkan kudis, dan juga biasa dimasak dijadikan campuran acar. Kulit pohon caper berkhasiat sebagai peluruh kencing, mengencerkan dahak, baik untuk perawatan liver, rematik, kelenjar tuberkolosis maupun menyembuhkan kelumpuhan.
Jinten hitam (Nigella sativa).
Khasiat jinten hitam sudah dikenal sejak jaman dahulu kala. Manfaat jinten hitam selain sebagai bumbu masakan, juga berkhasiat untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Hal ini sudah terbukti baik secara ilmiah maupun tercatat dalam sejarah peradaban Islam. Bahkan beberapa kitab hadist agama Islam menyebutkan dan mencatat bahwa jinten hitam (yang dikenal dengan nama Al-habbat as-sauda’, Syuniz dan Habb al-barkah) adalah obat bagi segala penyakit. Beberapa buku lain tentang kehidupan dan tauladan Nabi Muhammad Saw juga menjelaskan bahwa Rasulullah sering mengkonsumsi jinten hitam yang dicampur dengan madu secara teratur. Seperti telah diketahui, bahwa selain sebagai pemimpin agama Islam, Nabi Muhammad Saw juga dikenal sebagai seorang ilmuwan, peneliti, dan pakar ahli obat obatan maupun perintis ilmu kedokteran dalam peradaban Islam. Dalam buku hadist juga sempat diceritakan bahwa salah seorang sahabat Nabi Muhammad Saw, yaitu Ghalib bin Al-Jabr yang sedang sakit keras akibat menempuh perjalanan jauh akhirnya berhasil disembuhkan dengan jinten hitam yang ditumbuk dan dicampur dengan minyak zaitun, kemudian diteteskan ke kedua lubang hidungnya. Semua ini atas petunjuk dari Nabi Muhammad Saw yang mempunyai pengetahuan cukup luas di bidang pengobatan kedokteran menggunakan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh di alam. Jinten hitam sangat manjur digunakan sebagai peluruh kentut, sebagai obat pencahar, peluruh kencing, mengobati diare dan gangguan pencernaan, perangsang nafsu makan, penurun panas demam setelah melahirkan, mengobati haid yang tidak teratur, mengatasi rasa sakit pada saat haid, serta sangat baik untuk perawatan dan kecantikan kulit, mengobati batuk dan asma, maupun untuk merangsang dan melancarkan keluarnya air susu ibu. Hal ini tidaklah mengherankan karena jinten hitam mengandung saponin, memiliki khasiat antibakteri, serta mengandung minyak esensial dan lemak jenuh yang sangat baik untuk kesehatan, terutama untuk mengobati berbagai macam penyakit.
Kayu cendana (Saussurea costus).
Dalam ilmu pengobatan Islam yang ditauladankan oleh Nabi Muhammad Saw, kayu cendana yang diketahui berasal dari India, dikenal dengan nama kusth, qusth al-hindi, qusth al-bahri dan ‘ud al-hindi. Menurut beberapa buku hadist yang mentauladankan tentang kehidupan Nabi Muhammad Saw, dikisahkan bahwa Nabi Muhammad pernah menyarankan terapi pengobatan penyakit amandel pada anak-anak, maupun pengobatan penyakit tenggorokan, batuk, sesak napas dan gangguan pada selaput dada dengan memanfaatkan kayu cendana. Kayu cendana juga sangat baik untuk mengobati penyakit sesak napas, batuk, asma, kolera, dan gangguan pencernaan. Menurut sabda Nabi Muhammad Saw, kayu cendana sangat baik digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit, “Cendana India adalah obat untuk tujuh macam penyakit. Jika dihisap asapnya, itu bagus untuk mengobati batuk sesak (ghudzrah). Cendana juga manjur untuk mengobati sakit radang tenggorokan dan selaput dada”. (hadist riwayat HR Bukhari). “Lakukanlah pengobatan dengan asap cendana India untuk penyembuhan tujuh macam penyakit. Asap itu dihisap melalui hidung oleh orang yang menderita gangguan tenggorokan dan melalui mulut oleh orang yang menderita batuk sesak”. (hadist riwayat HR Bukhari). Pada hadist yang lain juga disebutkan bahwa air rebusan campuran kayu cendana dan kunyit yang dicampur dengan minyak esensial kayu cendana juga sangat baik digunakan oleh para wanita untuk mandi junub (mandi untuk mensucikan diri setelah hubungan suami istri) karena sifatnya yang antiseptik dan khasiatnya untuk memberikan aroma wangi bagi tubuh. Untuk pengobatan dari luar (bukan untuk diminum), pasta dari kayu cendana yang dibuat dengan air mawar juga sangat baik untuk obat oles karena berkhasiat mengobati tangan dan kaki bengkak serta untuk sangat baik untuk terapi susut perut dengan cara dioleskan. Salep tradisional yang dibuat dari kayu cendana juga terbukti sangat baik untuk pengobatan luka karena bersifat antiseptik. Kayu cendana sangat kaya akan berbagai zat penyembuh seperti minyak esensial (minyak esensial kayu cendana mengandung 60% serquiterpene), alkaloid saussurin, kusthin, dan resin pahit. Akar cendana sering pula digunakan untuk dupa dan pewangi maupun untuk melindungi pakaian dari serangan ngengat atau kutu maupun serangan serangga lain.
Biji dan akar Chicory (Cichorium intybus).
Dalam ilmu pengobatan Islam, tanaman ini dikenal dengan nama Hindiba atau Syikuria. Karena khasiatnya yang sangat baik bagi kesehatan dan penyembuhan, Nabi Muhammad Saw sempat bersabda, “Kamu mempunyai hindiba. Tidak ada satu hari pun terlewat ketika air menetes di atasnya.” (hadist riwayat Abu Nu’aim). Biji hindiba atau biji chicory berkhasiat sebagai peluruh kentut dan bersifat dingin sehingga juga sangat baik untuk menurunkan demam, meringankan gangguan pencernaan, mengobati sakit empedu, meningkatkan sekresi isi perut (pencahar), dan peluruh kencing karena meningkatkan kinerja ginjal. Air rebusan biji chicory berkhasiat menyembuhkan penyakit lever, mengobati pembengkakan limpa, dan mengatasi nyeri buang air (wasir). Pemanfaatan akar biji chicory bersama tepung biji adas dan buah melon yang dicampur sedemikian rupa dan dihancurkan hingga lumat sebagai minuman jus, sangat berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit batu ginjal. Akar tanaman chicory yang dibakar dan ditumbuk hingga halus kemudian diseduh dengan air mendidih, juga berkhasiat sebagai minuman kesehatan dan cukup nikmat karena citarasanya mirip dengan minuman kopi.
Fenugreek (Trigonella foenum graecum).
Dalam ilmu pengobatan Islam dikenal dengan nama hulbah atau syimlat. Nabi Muhammad sering bersabda tentang khasiat tanaman ini bagi kesehatan, “Seandainya umatku mengetahui kandungan hulbah, mereka akan membelinya dan berani membayarnya seberat emas.” (hadist riwayat Abu Dzabi). “Gunakanlah hulbah sebagai obat.” (hadist riwayat Al Jauzi). Beberapa penyakit yang parah di masa lalu pun terbukti dapat disembuhkan dengan ramuan kurma, jewawut, dan fenugreek yang direbus bersama-sama dan diminum airnya setiap pagi dengan dicampur madu. Ramuan air rebusan ini konon berkhasiat sebagai tonik kesehatan dan penyembuh berbagai macam penyakit. Di negara-negara Eropa, Arab, India dan Australia, fenugreek lazim digunakan sebagai bumbu rempah-rempah masakan. Biji fenugreek mengandung galactomannan, vitamin A, alkaloid trigonelline, serta mengandung banyak getah yang berkhasiat sebagai penyembuh baik sebagai obat oles maupun ramuan untuk diminum. Biji fenugreek yang ditumbuk serta direbus dengan air mendidih kemudian diminum, bersifat aromatik dan berkhasiat sebagai peluruh kentut, pelancar haid, terapi bagi wanita sehabis melahirkan, mengobati diabetes, gangguan pencernaan, menyehatkan usus, rematik, melangsingkan tubuh, peluruh kencing, mengobati batuk kronis, batuk rejan/bronkhitis, diare, disentri, penurun panas pada demam, menyembuhkan kusta, menyembuhkan penyakit jantung, menyembuhkan luka dan iritasi pada vagina, dapat meningkatkan gairah seksual, serta dapat dimanfaatkan sebagai obat oles untuk borok dan bisul.
Marjoram (Majorana hortensis, Origanum vulgare).
Majorana hortensis yang bercitarasa manis adalah versi tanaman budidaya dari tanaman Origanum vulgare yang banyak dijumpai tumbuh liar. Keduanya sama-sama bisa digunakan untuk pengobatan. Dalam ilmu pengobatan Islam, tanaman marjoram dikenal dengan nama marzanjusy, mardaqusy atau mirzanjusy. Khasiat tanaman ini konon sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu, bahkan sudah dikenal dalam banyak kitab-kitab pengobatan di jaman Yunani kuno.Hippocratus dan Galen yang hidup di era Yunani kuno juga memberikan testimoni bahwa tanaman ini merupakan salah satu tanaman obat yang penting. Di Iran, tanaman ini pun dikenal sebagai tanaman obat dan sering digunakan secara luas untuk pengobatan tradisional. Nabi Muhammad Saw bahkan pernah bersabda, “Kalian mempunyai marzanjusy. Itu adalah obat yang sangat efektif untuk batuk.” (hadist riwayat Adz-Dzahbi, Al-Jauzi, Ibnussani). Selain berkhasiat untuk menyembuhkan batuk, tanaman ini juga berkhasiat sebagai peluruh kentut, pelancar haid, stimulan dan bahkan sebagai obat kuat. Minyak marjoram yaitu minyak menthol bermanfaat untuk obat oles khususnya untuk mengobati perut mulas, dan rematik sendi.
Samak atau sumach (Rhus coriaria).
Dalam ilmu pengobatan Islam, tanaman ini dikenal dengan nama sumaq, tamtim atau timtim. Buah, daun dan kulit pohon tanaman ini semuanya berkhasiat dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “Delima dan samak adalah obat yang manjur untuk sakit empedu.” (hadist riwayat Al Jauzi). Hasil penelitian medis di jaman modern juga menemukan bahwa kulit delima dan kulit pohon samak adalah juga merupakan obat yang manjur untuk menanggulangi penyakit cacing pita karena kandungan zat tannin yang terdapat pada keduanya. Dari penelitian juga diketahui bahwa tanaman samak ini memiliki kandungan beragam zat antibiotik yang berkhasiat untuk penyembuhan penyakit sehingga banyak juga digunakan sebagai bahan industri obat-obatan.
Sebenarnya masih ada begitu banyak tanaman dedaunan, aneka jenis rumput-rumputan serta rempah-rempah yang menurut Nabi Muhammad Saw dapat berkhasiat untuk kesehatan dan penyembuhan berbagai penyakit serta cukup manjur, karena dari hasil penelitian medis modern, beberapa tanaman herba, rumput-rumputan dan rempah-rempah yang tertera dalam kitab-kitab pengobatan ala Islam efek kemanjurannya setara dengan obat-obatan kimia buatan yang biasa dipakai dalam dunia medis modern dewasa ini. Hanya saja beberapa jenis tanaman herba, rumput-rumputan, dan aneka tanaman rempah lainnya yang banyak disebut dalam kitab-kitab pengobatan berbahasa Arab yang membahas tentang pengetahuan pengobatan ala Rasul (Nabi Muhammad Saw) agak sulit didapati di Indonesia, karena tanaman-tanaman tersebut umumnya banyak tumbuh di jazirah Arab, maupun di benua Eropa.
Yang unik dalam pengobatan ala Rasul ini adalah bahwa seratus persen bahan yang digunakan adalah menggunakan bahan alami yang diperoleh dari alam, serta menggabungkan antara metode pengobatan naturopathy dengan terapi doa kepada Tuhan.Ada pula yang menggabungkannya dengan terapi energi murni tenaga dalam untuk mengalirkan energi positif ke dalam tubuh pasien yang menderita sakit. Biasanya yang sering dilakukan adalah pasien selain menjalani pengobatan dengan mengkonsumsi buah, sayur atau rempah-rempah dan jamu tradisional alami juga disarankan banyak berdzikir, membaca doa-doa dan ayat-ayat Al-Quran serta digabung dengan terapi sholat Tahajud saat menjelang dinihari. Terapi pengobatan ala Rasul yang digabung dengan terapi sholat Tahajud sudah terbukti banyak menyembuhkan penyakit-penyakit yang menurut dunia medis modern sudah tidak memiliki harapan untuk disembuhkan, namun berkat ijin Tuhan akhirnya ada harapan untuk bisa sembuh walau memang membutuhkan waktu dan proses. Bahkan yang unik adalah bahwa pengobatan ala Rasul tidak hanya dapat menyembuhkan penyakit badaniah saja namun juga dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit mental dan kejiwaan, karena sering berdoa sebagai salah satu usaha untuk mencapai kesembuhan adalah juga dapat menyehatkan jiwa dan pikiran, bebas dari semua beban stres yang biasanya menjadi akar permasalahan timbulnya penyakit badaniah. Terapi pengobatan ala Rasul ternyata juga dapat menyembuhkan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh ilmu hitam atau energi negatif. Beberapa buah ada yang wajib untuk dikonsumsi pasien yang mengidap penyakit aneh karena ilmu hitam atau tenung, misalnya buah kurma, buah tin dan buah zaitun, serta mengkonsumsi madu murni. Hal ini karena buah-buahan tersebut maupun madu memang mengandung khasiat gizi dan antioksidan yang sangat baik untuk memperkuat ketahanan DNA agar terlepas dari pengaruh energi negatif yang diakibatkan oleh tenung dan ilmu hitam. Buah-buahan tersebut juga berulang kali disebut dalam Al-Quran sebagai penegas bahwa buah-buahan tersebut memiliki khasiat lebih daripada bahan-bahan pengobatan yang lain. Pasien yang sedang menjalani pengobatan ala Rasul juga disarankan banyak-banyak minum air agar racun penyakit bisa dengan mudah keluar terbawa dengan air seni maupun feses (kotoran). Percaya tidak percaya, sudah banyak terbukti bahwa efek pengobatan ala Rasul tidak kalah dengan pengobatan ala modern, di samping keistimewaan utamanya adalah tidak memiliki efek samping yang merugikan, selain tentu saja biaya yang dikeluarkan relatif lebih murah.