Archive for Maret, 2008

Potensi Bunga Mawar

Tinjauan Tentang Mawar Dari Segi Historis
“Katakanlah dengan bunga”, begitulah ungkapan yang sering kita dengar. Bunga yang biasanya dijumpai dalam bentuk rangkaian sering digunakan sebagai sarana untuk berkomunikasi antar manusia baik sebagai ungkapan rasa terima kasih, rasa sayang atau cinta, penyesalan atau permintaan maaf dan bahkan untuk merayakan suatu momen penting dalam kehidupan seperti ulang tahun, pernikahan, pindah rumah atau kantor maupun hanya sebagai asesoris penghias interior ruangan karena nilai estetisnya.
Tiap jenis bunga dan juga warnanya memiliki suatu pesan tersirat yang bisa dipahami oleh tiap orang menyesuaikan dengan kepentingan, momen acara atau peristiwa. Sebagai contoh, bunga lily putih memberikan kesan suci, damai dan kasih sayang sehingga banyak dipakai sebagai penghias interior gereja. Bunga anggrek berkesan elegan, aristokrat, meramaikan suasana sehingga banyak dijumpai dalam rangkaian bunga bercampur dengan bunga lain. Bunga mawar yang terdiri dari berbagai macam warna juga mempunyai pesan-pesan khusus yang tersirat. Misalnya, bunga mawar merah tua mengisyaratkan cinta yang membara, hasrat, nafsu dan berani. Itulah sebabnya bunga mawar merah tua banyak digemari dan dipakai untuk merayakan hari Valentine di bulan Februari (14 Februari), khususnya untuk kawula muda yang sedang jatuh cinta. Bunga mawar merah muda mengisyaratkan cinta dan kasih sayang yang lembut dan penuh penantian. Bunga mawar kuning mengisyaratkan persahabatan, kasih sayang, dan permohonan maaf, sedangkan bunga mawar putih mengisyaratkan kesucian, perdamaian, ketulusan hati dan persahabatan murni.
Banyak diantara kita yang tidak menyadari bahwa sebenarnya bunga mawar sudah ada sejak lama, bahkan jauh sebelum manusia membudidayakannya atau memperbanyaknya secara komersial. Fosil bunga mawar yang ditemukan di Colorado dan Oregon (Amerika Serikat) membuktikan bahwa bunga mawar liar sudah ada sejak empat puluh juta tahun yang lalu. Beberapa kelompok ilmuwan percaya bahwa bunga mawar berasal dari Asia Tengah dan menyebar melalui belahan bumi bagian utara. Namun ada pula yang berpedapat bahwa bunga mawar berasal dari belahan bumi bagian selatan, dari Amerika Selatan menyebar sampai Eropa, Cina, dan Jepang.
Bunga mawar liar dapat tumbuh hampir di semua tempat, bahkan di kondisi yang sulit sekali pun seperti iklim Arktik yang dingin di Alaska dan Siberia maupun di daerah yang beriklim panas seperti di India dan Afrika Utara. Bunga mawar bisa ditemukan hampir di semua negara di seluruh dunia, sehingga ia dijuluki sebagai “Ratu segala Bunga (Queen of Flower)”.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa mawar liar dibawa dan dikembangbiakkan di Cina sekitar 5000 tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan bahwa pada masa dinasti Han di Cina (sebelum era Kristiani), taman bunga mawar menjadi sangat popular pada jaman itu dan sebagian besar taman di kerajaan Cina pada jaman itu adalah taman bunga mawar, tetapi karena lahan untuk pertanian pangan semakin terbatas maka Kaisar Cina (Emperor) akhirnya memerintahkan untuk merombak sebagian taman bunga mawar untuk dijadikan menjadi lahan pertanian tanaman pangan. Pada masa yang sama, bangsa Mesir kuno telah menanam mawar untuk kepentingan bangsa Romawi (jaman kekaisaran Nero) yang dibuktikan dengan beberapa catatan sejarah bahwa bangsa Mesir kuno telah mempelopori pengiriman bunga mawar potong ke Roma (ibukota kerajaan Romawi kuno yang sekarang adalah Italia). Bangsa Romawi kuno yang terkesan dengan keindahan mawar kemudian mendukung pendirian sejumlah rumah pembibitan mawar (nursery) di Italia Selatan khususnya di daerah Paestum (pada masa sekarang adalah dekat dengan kota Salerno). Berbeda dengan bangsa-bangsa lain pada masa itu, bangsa Yunani kuno lebih suka memanfaatkan bunga mawar bukan untuk dinikmati keindahannya tetapi untuk dimanfaatkan sebagai obat dalam pengobatan tradisional (ramuan tradisional).
Pada masa sekarang ini, bunga mawar dapat diproduksi sepanjang tahun di mana produsen terbesarnya adalah negara Belanda, Italia, Spanyol, Perancis dan Columbia. Beberapa negara di dunia bahkan ada yang menjadikan bunga mawar sebagai lambang kebanggaan atau identitas seperti Bulgaria, Cekoslowakia, Inggris, Irak, Iran, Korea dan Luxembourg. Bose (1989), mengemukakan bahwa perdagangan bunga potong ternyata mencapai 45% dari total perdagangan produk florikultura (bunga) di pasaran internasional. Bunga potong yang paling banyak digemari dalam perdagangan adalah mawar, anggrek, carnation, krisan (Chrysanthemum sp) dan gladiol, di mana bunga-bunga potong tersebut umumnya digunakan sebagai hiasan atau dekorasi rumah yang telah menyatu dengan keseharian kehidupan manusia di banyak negara.

Manfaat Bunga Mawar
Menurut manfaat penggunaannya, tanaman mawar sebagai salah satu komoditi hortikultura (florikultura) dapat dikelompokkan dalam enam manfaat penggunaan, antara lain :
1.Mawar untuk tanaman hias kebun atau taman (outdoor). Tanaman mawar untuk keperluan ini lebih diutamakan bau bunganya, bentuk bunga, warna serta bentuk kanopi pohonnya, dan untuk itu harus rajin dipangkas untuk mempertahankan keindahan bentuk pohonnya, selain juga untuk merangsang pembentukan bunga. Contohnya : beberapa kelompok dari mawar kuno (Old Roses), mawar pagar (Climbing Roses), mawar Hybrid Perpetual (Hybrid Perpetual Roses), mawar teh (Tea Roses), dan mawar semak (Shrub Roses).
2.Mawar untuk tanaman hias pot (outdoor and indoor). Tanaman mawar untuk keperluan ini umumnya lebih mengutamakan ukuran pohonnya yang tidak terlalu tinggi (sehingga bisa dipakai di dalam ruangan maupun di luar ruangan), bau bunganya, bentuk bunga dan warnanya serta ukuran besar bunganya. Contohnya : kelompok mawar Polyantha (Baby Roses), beberapa kelompok dari mawar kuno (Old Roses), mawar pohon (Tree Roses) dan mawar mini atau biasa disebut sebagai mawar bonsai (Miniature Roses).
3.Mawar sebagai bunga potong. Tanaman mawar untuk keperluan ini umumnya lebih diutamakan yang memiliki tangkai panjang dan tidak mudah patah, bentuk bunganya indah, ukuran bunga proporsional, helai mahkota bunganya rangkap (sehingga helai bunga atau petal tidak mudah rontok dan tahan lama kesegarannya), bunganya tidak terlalu cepat mekar (biasanya dipanen saat bunga setengah mekar dan bukan pada saat bunga sedang mekar penuh), frekuensi berbunga dalam satu tahun tinggi atau berbunga sepanjang tahun, warna bunga serta bau bunganya. Contohnya : kelompok mawar Holland (Rosa indica fragrans hybrids) atau mawar Hybrid Tea, kelompok mawar Floribunda, dan kelompok mawar Grandiflora. Beberapa ahli ada pula yang menganggap bahwa kelompok mawar Polyantha masih bisa dianggap sebagai bunga potong, namun ada pula yang beranggapan bahwa kelompok bunga tersebut tidak memenuhi syarat sebagai bunga potong.
4.Mawar sebagai bunga tabur. Semua kelompok tanaman mawar bisa digunakan sebagai bunga tabur asalkan memenuhi kriteria syarat utama, yaitu bunganya haruslah wangi dan berwarna indah atau cerah. Sebagai bunga tabur tidaklah diperlukan tangkai bunga. Seringkali dijumpai bahwa bunga mawar tabur sudah berupa helai-helai bunga saja (petal) dan tidak lagi berbentuk bunga utuh. Contohnya : kelompok mawar Polyantha, mawar pagar, mawar Hybrid Perpetual, mawar teh, kelompok mawar kuno (Old Roses), mawar pohon (Tree Roses), mawar semak (Shrub Roses), dan bahkan mawar mini (Miniature Roses).
5.Mawar sebagai bahan baku parfum dan bahan baku obat. Hampir semua kelompok tanaman mawar bisa digunakan untuk keperluan bahan baku parfum (yaitu dengan mengekstraksi minyak mawar) maupun untuk bahan baku obat, asalkan memenuhi syarat harus berbau wangi cukup kuat (untuk bahan baku parfum) dan mengandung zat antibiotika atau senyawa kimia penting yang dibutuhkan seperti sitral, sitronelol, geraniol, linalol, nerol, eugenol, fenil etil alkohol, farnesol, dan nonilaldehid (untuk bahan baku obat ataupun jamu tradisional). Untuk bahan baku parfum biasanya digunakan mawar jenis mawar teh (Tea Roses), sedangkan untuk bahan baku obat hampir semua jenis mawar bisa digunakan.
6.Mawar sebagai bahan makanan, miuman ataupun zat aditif bagi makanan olahan. Karena kandungan vitamin C-nya yang tidak kalah dengan kandungan vitamin C pada buah jeruk, kelopak atau helai bunga mawar (petal) bisa diolah menjadi sirup, selai ataupun unsur vitamin tambahan yang ditambahkan pada makanan olahan.

Daerah Penghasil Mawar di Indonesia
Pemerintah mulai memberikan perhatian yang lebih besar terhadap tanaman hias sejak tahun 1990 dalam rangka menyambut “Tahun Kunjungan Wisata Indonesia 1991”, sehingga konsumsi bunga dimaksudkan untuk meningkatkan daya tarik kepariwisataan di Indonesia. Bahkan untuk keperluan ini dalam bebrapa kali kesempatan bangsa Indonesia telah beberapa kali turut meramaikan pawai bunga “Tournament of Roses” di Pasadena, Amerika, dengan float atau mobil pawai yang dihias dengan bunga mawar, anggrek dan bunga-bunga lain yang mencerminkan corak budaya Indonesia. Walaupun sejak krisis moneter melanda Indonesia, Indonesia tidak lagi ikut berpartisipasi dalam pawai bunga di Pasadena tersebut, namun bisnis bunga potong di Indonesia tetap saja ramai dan menjadi primadona, terutama untuk merayakan momen-momen penting negara, hari-hari besar keagamaan maupun perayaan-perayaan yang diselenggarakan di negeri ini.
Sentra produksi bunga mawar potong di Indonesia terdapat di beberapa daerah produsen bunga-bungaan seperti Cipanas, Lembang (Jawa Barat), Brastagi (Sumatera Utara), Bandungan (Jawa Tengah), Kecamatan Bumiaji di wilayah Batu dan Kecamatan Pujon (Malang – Jawa Timur). Sementara bunga mawar tabur banyak diusahakan di daerah Ambarawa, Boyolali (Jawa Tengah), Bangil (Jawa Timur), Kebun Jeruk (Jakarta), Tangerang dan Bogor (Jawa Barat). Mawar pot banyak dikembangkan dan dibudidayakan di Bandung (Jawa Barat) dan Kecamatan Batu serta Kecamatan Pujon (Malang – Jawa Timur). Dari daerah-daerah sentra produksi bunga potong mawar kemudian menular dan ditiru oleh daerah-daerah lain yang cocok kondisi alamnya serta turut pula mengusahakan bisnis bunga potong. Sasaran pemasarannya terutama adalah kota-kota besar dan juga daerah-daerah wisata di Indonesia.

Comments (8) »

Seni Batik, Sebuah Warisan Kekayaan Budaya Bangsa

Asal Mula Batik
Kata batik berasal dari sebuah kata dalam bahasa Jawa yaitu ambatik yang artinya kurang lebih yaitu menuliskan atau menorehkan titik-titik.  Dalam proses pembuatan kain batik, seorang pengrajin batik menorehkan motif-motif indah ke selembar kain mori dengan menggunakan canthing yang berisi lilin panas. Proses membatik ini dilakukan secara hati-hati dan sering kali seorang pengrajin batik harus menorehkan serangkaian titik-titik demi memperoleh sebuah motif batik yang rumit. Alat untuk membatik ialah canting. Sebuah alat yang berbentuk seperti pulpen dan terbuat dari bambu, berkepala tembaga serta bermulut sempit pada bagian ujungnya. Canting ini dipakai untuk menyendok lilin cair yang panas, yang dipakai sebagai bahan penutup atau pelindung terhadap zat warna pada saat pewarnaan.  Pada proses awal pembuatan batik, seorang pembatik menorehkan lilin di kain putih dengan menggunakan canthing. Namun sebelum dilakukan penggambaran motif dengan menorehkan lilin panas, kain mori yang akan digunakan haruslah dicelup lebih dahulu ke dalam minyak tumbuh-tumbuhan serta larutan soda, guna memudahkan lilin melekat dan agar kain bisa lebih mudah menyerap zat warna. Setiap kali kain hendak diberi warna lain, bagian-bagian yang tidak boleh kena zat warna ditutup dengan lilin, sehingga makin banyak warna yang dipakai untuk menghias kain batik, makin lama juga pekerjaan menutup itu.  Pada taraf yang terakhir, lapisan lilin yang menutupi kain mori dihilangkan dengan merebus kain dalam air mendidih setelah sebelumnya direndam dalam larutan soda abu (sodium silikat) untuk mengekalkan warna pada batik.  Sebagai hasil akhir adalah selembar kain batik dengan motif-motif indah yang mempesona.
Tehnik membatik sebenarnya sudah berumur ribuan tahun.  Beberapa orang ahli bahkan menyebut bahwa tehnik membatik mungkin berasal dari kebudayaan kuno bangsa-bangsa di Afrika, Timur Tengah (bangsa Sumeria kuno) dan beberapa bangsa kuno di Asia yang  terus menyebar hingga sampai ke Indonesia. Penyebaran tehnik dan budaya membatik ini bisa sampai ke Indonesia, rupanya berkat jasa para pedagang dari India yang sempat mengunjungi daerah-daerah di Indonesia pada beberapa abad silam.  Pada awalnya kain batik hanya dikenal sebatas lingkungan keraton atau kerajaan di mana kain batik semula hanya dipakai oleh kalangan bangsawan dan raja-raja.  Namun seiring dengan perkembangan, maka kain batik selanjutnya dikenal luas di kalangan rakyat dan terus berkembang hingga masa sekarang.  Jumlah dan jenis motif kain batik yang mencapai ribuan jenis ini mempunyai ciri khas pada masing-masing daerah di Indonesia. Walaupun terdapat jenis batik cap, namun kain batik tulis yang dibuat dan dilukis dengan menggunakan canthing masih menduduki tingkat preferensi teratas dan masih begitu diminati oleh konsumen dalam negeri maupun luar negeri. Tingkat kesulitan dan kerumitan serta jenis kain yang digunakan turut mempengaruhi harga jual. Dewasa ini kain batik tidak saja berbahan kain mori, namun juga sudah banyak dijumpai kain batik yang berbahan kain poliester, rayon, hingga sutra. Bahkan kain batik yang terbuat dari bahan sutra harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

Penyebaran Tehnik Membatik dan Seni Membatik
Kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal secara luas sejak jaman kerajaan Majapahit dan tampaknya terus berkembang dan menular kepada kerajaan-kerajaan lain di nusantara. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-20 dan batik cap dikenal baru setelah selesainya perang dunia I atau sekitar tahun 1920-an. Bahan yang digunakan dalam pembuatan kain batik secara tradisional antara lain bahan-bahan pewarna yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri seperti kayu pohon mengkudu, pace, kunyit, tinggi, soga, nila, sementara bahan sodanya dibuat dari soda abu, dan  garamnya dibuat dari tanah lumpur.
Batik yang telah menjadi kebudayaan di kerajaan Majahit, dapat ditelusuri di daerah Mojokerto dan Tulung Agung. Mojokerto adalah daerah yang erat hubungannya dengan kerajaan Majapahit semasa dahulu dan asal nama Mojokerto ada hubungannya dengan Majapahit. Pusat kerajinan batik di Mojokerto terdapat di Kwali, Mojosari, Betero dan Sidomulyo. Daerah kerajinan batik yang terdekat dengan Mojokerto adalah di Jombang. Pada sekitar akhir abad ke-19 di Mojokerto, sudah dipakai bahan-bahan utama kerajinan batik seperti, kain putih yang ditenun sendiri dan obat-obat batik dari soga jambal, mengkudu, nila tom, tinggi dan sebagainya. Bahan kimia impor untuk pewarna batik baru dikenal setelah masa perang dunia I yang umumnya dijual oleh para pedagang Cina di Mojokerto. Batik cap kemudian dikenal bersamaan dengan masuknya obat-obat batik buatan luar negeri. Cap atau stempel motif batik (pada jenis batik cap) dulu dibuat di Bangil dan pengusaha-pengusaha batik Mojokerto dapat membelinya di pasar Porong Sidoarjo. Pasar Porong dahulu dikenal sebagai pasar yang ramai, dimana hasil-hasil produksi batik Kedung cangkring dan Jetis Sidoarjo banyak dijual. Saat terjadi krisis ekonomi dunia sebelum jaman Jepang dan saat penjajahan Jepang, pengusaha batik Mojoketo ikut lumpuh. Kegiatan pembatikan muncul lagi sesudah revolusi dimana Mojokerto sudah menjadi daerah pendudukan Jepang. Ciri khas dari batik Kalangbret dari Mojokerto adalah hampir sama dengan batik-batik keluaran Yogyakarta, yaitu dasarnya putih dan warna coraknya coklat muda dan biru tua. Sentra kerajinan batik yang dikenal sejak lebih dari seabad lalu adalah di desa Majan dan Simo.
Meskipun pembatikan dikenal sejak jaman Majapahit namun perkembangan seni batik mulai menyebar pesat di daerah Jawa Tengah Surakarta dan Yogyakarta. Hal itu tampak bahwa perkembangan batik di Mojokerto dan Tulung Agung berikutnya lebih dipengaruhi corak batik Solo dan Yogyakarta. Pembuatan batik Majan ini merupakan warisan seni sejak jaman perang Diponegoro. Warna babaran batik Majan dan Simo adalah unik karena warna babarannya merah menyala (terbuat dari kulit mengkudu) dan warna lainnya dari tom. Salah satu sentra batik sejak dahulu ada di daerah desa Sembung, dimana pada akhir abad ke-19 para pengusaha batik kebanyakan berasal dari Solo yang datang di Tulungagung. Hingga sekarang masih terdapat beberapa keluarga pengrajin batik dari Solo yang menetap di daerah Sembung. Terdapat pula daerah kerajinan batik di Trenggalek dan beberapa di Kediri, walau  sebagian berskala kerajinan rumah tangga dan termasuk kerajinan batik tulis.
Di wilayah Jawa Timur, riwayat seni batik di daerah Ponorogo erat hubungannya dengan perkembangan agama Islam. Di daerah Tegalsari, Ponorogo, ada sebuah pesantren yang diasuh Kyai Hasan Basri atau yang dikenal dengan sebutan Kyai Agung Tegalsari. Kyai Hasan Basri ini diambil menjadi menantu oleh raja Kraton Solo. Seni batik mulai menyebar ke Tegalsari seiring dengan diboyongnya putri kraton Solo ke Tegalsari oleh Kyai Hasan Basri. Di masa itu  banyak keluarga kraton Solo belajar di pesantren tersebut. Peristiwa inilah yang membawa seni batik keluar dari kraton menuju ke Ponorogo. Daerah perbatikan di Ponorogo yang bisa kita lihat hingga sekarang ialah daerah Kauman yaitu Kepatihan Wetan sekarang dan dari sini meluas ke desa-desa Ronowijoyo, Mangunsuman, Kertosari, Setono, Cokromenggalan, Kadipaten, Nologaten, Bangunsari, Cekok, Banyudono dan Ngunut. Waktu itu bahan kain batik masih memakai buatan sendiri dari tenunan gendong. Kain putih impor baru dikenal di Indonesia sekitar akhir abad ke-19. Pembuatan batik cap di Ponorogo baru dikenal setelah perang dunia pertama yang dibawa oleh seorang Cina bernama Kwee Seng dari Banyumas.
Daerah Ponorogo awal abad ke-20 terkenal batiknya dalam pewarnaan nila yang tidak luntur dan itulah sebabnya pengusaha-pengusaha batik dari Banyumas dan Solo banyak memberikan pekerjaan kepada pengusaha-pengusaha batik di Ponorogo. Akibat dikenalnya batik cap maka produksi Ponorogo setelah perang dunia pertama sampai pecahnya perang dunia kedua terkenal dengan batik kasarnya yaitu batik cap mori biru. Pasaran batik cap kasar Ponorogo kemudian terkenal seluruh Indonesia. Batik Solo dan Yogyakarta pada sekitar abad 17,18 dan 19, semakin berkembang luas, khususnya di wilayah Pulau Jawa. Bahan-bahan yang dipergunakan untuk pewarnaan batik pada masa dahulu, masih memakai bahan-bahan dalam negeri seperti soga Jawa. Polanya tetap antara lain terkenal dengan “Sidomukti” dan “Sidoluruh”.
Asal-usul batik di daerah Yogyakarta dikenal semenjak kerajaan Mataram ke-I dengan rajanya Panembahan Senopati. Daerah sentra batik pertama ialah di desa Plered. Kerajinan batik pada masa itu terbatas dalam lingkungan keluarga kraton yang dikerjakan oleh wanita-wanita pembantu ratu dan kemudian meluas diikuti oleh istri dari abdi dalem dan tentara-tentara. Pada upacara resmi kerajaan keluarga kraton baik pria maupun wanita memakai pakaian dengan kombinasi batik dan lurik. Akibat dari peperangan pada jaman penjajahan Belanda, maka banyak keluarga-keluarga raja yang mengungsi dan menetap di daerah baru seperti Banyumas, Pekalongan, dan ke daerah timur Ponorogo, Tulungagung dan sebagainya. Keluarga-keluarga kraton yang mengungsi inilah yang mengembangkan pembatikan ke seluruh pelosok pulau Jawa yang ada sekarang dan terus berkembang menurut kreativitas dan kekhasan budaya lokal.
Kain batik khas Solo dan Yogyakarta yang mulai merambah wilayah Jawa Timur selanjutnya menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulung Agung. Terus menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Di wilayah Jawa Barat, batik berkembang di Banyumas, Pekalongan, Tegal, Cirebon. Perkembangan batik di Banyumas berpusat di daerah Sokaraja dibawa oleh pengikut-pengikut Pangeran Diponegoro setelah selesainya peperangan tahun 1830 yang kemudian  mengembangkan batik celup di Sokaraja. Bahan mori yang dipakai hasil tenunan sendiri dan obat pewarna dipakai pohon tom, pohon pace dan mengkudu yang memberi warna merah bersemu kuning. Tehnik membatik kemudian ditularkan pada rakyat Sokaraja dan pada sekitar akhir abad ke-19 para pembatik di wilayah ini sudah menjalin hubungan dagang dengan para pembatik dari daerah Solo dan Ponorogo. Setelah perang dunia kesatu pembatikan mulai pula dikerjakan oleh warga keturunan Cina yang juga berdagang batik. Selanjutnya seni batik mulai berkembang di daerah pesisir pantai, selain di daerah Pekalongan sendiri, yaitu tumbuh pesat di Buawaran, Pekajangan dan Wonopringgo. Adanya pembatikan di daerah-daerah ini hampir bersamaan dengan pembatikan daerah-daerah lainnya yaitu sekitar abad ke-19.
Perkembangan seni dan tehnik membatik keluar dari wilayah Yogyakarta dan Solo selanjutnya semakin meluas. Sampai awal abad ke-20 kegiatan seni batik yang dikenal ialah batik tulis dengan bahan morinya buatan dalam negeri dan juga sebagian impor. Batik cap baru dikenal setelah masa perang dunia I dan mulai banyak dipakai obat dan bahan kimia untuk batik buatan Jerman dan Inggris.
Pada sekitar awal abad ke-20, di Pekajangan terdapat usaha tenun yang menghasilkan stagen dan benangnya dipintal sendiri secara sederhana. Tak lama kemudian seni batik pun mulai dikerjakan oleh para pekerja yang semula bekerja  di sektor kerajinan tenun ini. Banyak tenaga kerja pabrik gula di Wonopringgo dan Tirto beralih pekerjaan ke perusahaan-perusahaan batik, karena upahnya lebih tinggi dari pabrik gula.  Seni batik mulai dikenal di Tegal pada akhir abad ke-19. Pewarna yang dipakai waktu itu buatan sendiri yang diambil dari tumbuh-tumbuhan pace/mengkudu, nila, soga kayu dan kainnya adalah hasil tenunan sendiri. Warna batik Tegal pertama kali ialah sogan dan babaran abu-abu setelah dikenal nila pabrik, dan kemudian berkembang menjadi warna merah-biru. Batik asal Tegal saat itu sudah mulai merambah Jawa Barat dan para pedagang inilah yang konon mengembangkan kerajinan batik di Tasik dan Ciamis. Pada awal abad ke-20 sudah dikenal mori impor dan bahan kimia impor untuk pembuatan batik.
Pengusaha-pengusaha batik di Tegal masa itu lemah dalam permodalan dan bahan baku didapat dari pedagang keturunan Cina di Pekalongan dengan cara kredit dan batiknya dijual pada yang memberikan kredit bahan baku tersebut. Perkembangan kerajinan batik di Kebumen lebih cepat daripada di Purworejo. Produksinya sama pula dengan Yogya dan daerah Banyumas lainnya. Sedangkan di daerah Bayat, Kecamatan Tembayat Kebumen, yang letaknya lebih kurang 21 Km sebelah Timur kota Klaten. Seni batik di desa Bayat sudah ada sejak jaman dahulu. Pengusaha-pengusaha batik di Bayat tadinya kebanyakan dari kerajinan dan buruh batik di Solo. Seni batik di Kebumen dikenal sekitar abad ke-19 dengan dibawa oleh pedagang Islam dari Yogya yang mengembangkan batik di Kebumen. Proses batik pertama di Kebumen dinamakan tengabang atau blambangan dan selanjutnya proses terakhir dikerjakan di Banyumas/Solo. Sekitar awal abad ke-20 untuk membuat polanya digunakan kunyit yang capnya terbuat dari kayu. Motif-motif Kebumen ialah pohon-pohon, burung-burungan. Bahan pewarna yang digunakan berasal dari pohon   mengkudu dan nila tom. Pemakaian bahan kimia impor untuk pembuatan batik di Kebumen dikenal sekitar tahun 1920 yang diperkenalkan oleh pegawai Bank Rakyat Indonesia. Pemakaian cap dari tembaga dikenal sekitar tahun 1930 yang dibawa oleh Purnomo dari Yogyakarta. Daerah pembatikan di Kebumen ialah desa: Watugarut, Tanurekso yang banyak dan ada beberapa desa lainnya.
Seni batik di daerah Tasikmalaya diduga dikenal sejak jaman kerajaan  “Tarumanagara” dimana peninggalan yang ada sekarang ialah banyaknya pohon tarum di sana yang berguna untuk pembuatan batik waktu itu. Desa peninggalan yang sekarang masih ada pembatikan ialah Wurug terkenal dengan batik kerajinannya, Sukapura, Mangunraja, Maronjaya dan Tasikmalaya kota. Dahulu pusat dari pemerintahan dan keramaian yang terkenal ialah desa Sukapura, Indihiang yang terletak di pinggir kota Tasikmalaya sekarang. Produksi batik Tasikmalaya sekarang adalah campuran dari batik-batik asal Pekalongan, Tegal, Banyumas, Kudus yang beraneka pola dan warna. Pembatikan dikenal di Ciamis sekitar abad ke-19 setelah selesainya peperangan Diponegoro, dimana pengikut-pengikut Diponegoro banyak yang meninggalkan Yogyakarta, menuju ke selatan. Sebagian ada yang menetap didaerah Banyumas dan sebagian ada yang meneruskan perjalanan ke selatan dan menetap di Ciamis dan Tasikmalaya sekarang.  Motif batik Ciamis adalah campuran dari batik Jawa Tengah dan pengaruh motif dan warna dari Garut. Sampai awal-awal abad ke-20 pembatikan di Ciamis berkembang sedikit demi sedikit, dari kebutuhan sendiri menjadi produksi pasaran. Sedang di daerah Cirebon batik ada kaitannya dengan kerajaan yang ada di daerah ini, yaitu Kanoman, Kasepuhan dan Keprabonan. Ciri khas batik Cirebon sebagaian besar bermotifkan gambar lambang hutan dan margasatwa. Motif laut yang kemudian muncul banyak dipengaruhi oleh budaya Cina, dimana kesultanan Cirebon dahulu pernah menyunting putri Cina. Batik Cirebonan yang bergambar garuda banyak dipengaruhi oleh motif batik Yogya dan Solo.
Di Jakarta, seni batik dikenal dan berkembang bersamaan dengan daerah-daerah sentra batik lainnya yaitu kira-kira akhir abad ke-19. Seni batik dibawa oleh pendatang-pendatang dari Jawa Tengah dan mereka bertempat tinggal di daerah sentra batik. Daerah sentra batik di Jakarta tersebar dekat Tanah Abang yaitu: Karet, Bendungan Hilir dan Udik, Kebayoran Lama, dan daerah Mampang Prapatan serta Tebet.  Jakarta sejak jaman sebelum perang dunia kesatu telah menjadi pusat perdagangan antar daerah Indonesia dengan pelabuhan Pasar Ikan sekarang. Setelah perang dunia kesatu selesai, produksi batik meningkat dan pedagang-pedagang batik mencari daerah pemasaran baru. Pedagang-pedagang batik yang banyak ialah bangsa warga keturunan Cina dan Arab, selain sejumlah kecil penduduk lokal. Batik Jakarta sebelum perang terkenal dengan batik kasarnya, dengan warnanya yang sama dengan batik Banyumas.
Batik kemudian berkembang ke seluruh penjuru kota-kota besar di Indonesia yang ada di luar Jawa, seperti daerah Sumatera Barat misalnya, khususnya daerah Padang. Sumatera Barat termasuk daerah konsumen batik sejak zaman sebelum perang dunia kesatu, terutama batik-batik produksi Pekalongan dan Solo serta Yogya. Di Sumatera Barat yang berkembang terlebih dahulu adalah industri tenun tangan yang terkenal “tenun Silungkang” dan “tenun plekat”. Batik cap mulai berkembang di jaman penjajahan Belanda saat jumlah permintaan akan batik tulis semakin meningkat dan cenderung kewalahan untuk dipenuhi. Bahan pewarna batik umumnya dari tumbuh-tumbuhan seperti mengkudu, kunyit, gambir, damar dan sebagainya. Bahan kain putihnya diambilkan dari kain putih bekas dan hasil tenun tangan. Perusahaan batik pertama muncul yaitu daerah Sampan Kabupaten Padang Pariaman tahun 1946 antara lain: Bagindo Idris, Sidi Ali, Sidi Zakaria, Sutan Salim, Sutan Sjamsudin dan di Payakumbuh sekitar 1948, yaitu Waslim (asal Pekalongan) dan Sutan Razab.  Warna batik tulis dari Padang kebanyakan hitam, kuning dan merah ungu serta polanya Banyumasan, Indramayu-an, Solo dan Yogya. Sekarang batik produksi Padang sudah berkembang lebih maju walau masih belum bersaing sebaik kain batik buatan Jawa. Batik cap yang ada kebanyakan berupa sarung. Seni batik dari waktu ke waktu terus menyebar ke berbagai pelosok daerah di Indonesia seperti Bali, dan banyak daerah lain dengan warna-warna beragam mulai dari warna hijau, kuning, merah, biru, putih dan coklat.

Melestarikan Seni Budaya Batik di Indonesia
Kain batik merupakan kekayaan budaya Indonesia yang tidak boleh ditinggalkan begitu saja.  Sebenarnya sangat disayangkan bahwa saat ini batik tradisional khas Indonesia masih sulit untuk dipatenkan, padahal jumlah dan jenis kain batik dari tiap daerah di Indonesia kalau dihitung bisa mencapai ribuan jenis. Ragam dan corak motif yang khas dari tiap daerah merupakan sebuah kekayaan budaya yang patut senantiasa dilestarikan.  Sebagai contoh, batik pesisir umumnya memiliki corak maskulin seperti pada corak “Mega Mendung”, karena di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.  Ragam corak dan warna batik sedikit banyak juga dipengaruhi pula oleh berbagai pengaruh asing. Misalnya saja pada daerah-daerah pesisir pantai, corak kain batik menyerap berbagai pengaruh budaya luar yang dibawa  para pedagang asing. Warna-warna cerah seperti merah yang mulanya dipopulerkan oleh orang Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak burung phoenix, akhirnya juga diadaptasi ke dalam motif dan corak batik pesisir, misalnya saja batik Madura, yang sering kali diwarnai dengan warna merah, hitam, hijau, dan putih serta dihiasi oleh berbagai motif bunga-bungaan dan motif gambar burung. Batik khas Madura umumnya banyak digunakan sebagai sarung, walaupun ada beberapa yang khusus didesain untuk kemeja resmi pesta. Pusat-pusat kerajinan batik dan perdagangan batik di Madura adalah di Pamekasan dan Bangkalan.  Pedagang batik di Madura umumnya adalah warga keturunan Arab selain warga lokal yang memegang teguh budaya Madura dalam kehidupan sehari-hari.
Bangsa penjajah Eropa yang juga mengambil minat kepada batik, memberikan pengaruh besar dalam motif dan corak batik khas Indonesia, seperti motif bunga-bungaan (bunga tulip) dan aneka motif benda lain, termasuk pula warna-warna asing seperti warna biru yang mulai banyak dijumpai dalam batik-batik Indonesia. Berbagai corak batik kuno khas era penjajahan Belanda maupun batik modern buatan Indonesia bisa disaksikan di Tropenmuseum, Amsterdam, Belanda. Tampaknya kekayaan intelektual bangsa Indonesia berupa motif-motif batik tradisional, yang ribuan macam dan jenisnya ini, hari demi hari semakin  banyak dijiplak dan ditiru oleh para pengrajin dari negara-negara lain demi kepentingan ekonomi.  Bila pemerintah dan para pengrajin batik mau berusaha bersama-sama untuk berusaha lebih keras mendaftar setiap jenis motif dan kekhasan batik tradisional untuk dipatenkan secara internasional, maka hal ini jelas akan merupakan sebuah peluang yang baik bagi berkembangnya bisnis batik berpangsa pasar internasional.
Museum batik yang ada di Belanda, yaitu Tropenmuseum yang mengkoleksi ribuan jenis kain batik, selalu saja dipadati oleh pengunjung, dan ini juga berarti sarana promosi yang efektif dalam mempopulerkan tradisi busana batik khas Indonesia di tingkat internasional. Pameran batik di luar negeri, terutama di negeri Belanda senantiasa banyak diminati pengunjung.  Bahkan publikasi pameran batik di Belanda sering dimuat di majalah-majalah seperti majalah Round About dan majalah Moesson, yang tidak hanya terbit di Belanda, namun juga terbit di seluruh Eropa, Amerika, dan Australia. Batik khas Indonesia bahkan pernah diliput oleh majalah Island, Amerika. Acara peragaan busana batik Indonesia juga pernah ditayangkan oleh Fashion TV, sebuah televisi Perancis yang mengkhususkan diri pada penayangan peragaan busana dari berbagai negara.  Sungguh sayang bila berbagai kesempatan yang ada kita lewatkan begitu saja. Mari kita giatkan industri batik di tanah air!

Comments (15) »

MEREDAKAN BATUK DENGAN PEMANFAATAN BUNGA SEPATU

Di balik keindahan bunga sepatu ternyata tersimpan pula khasiatnya sebagai obat, yaitu sebagai obat batuk.  Bunga sepatu (Hibiscus rosa sinensis) yang indah dan berwarna cerah, umumnya banyak digunakan sebagai tanaman hias taman.  Hampir seluruh bagian tubuh tanaman bunga sepatu mengandung zat mucin (lender) yang bersifat menyejukkan kerongkongan dan rongga dada.  Selain itu, mucin juga bermanfaat untuk memacu lendir dalam saluran pernapasan, agar keluar bersama batuk.  Dalam bunganya, juga terdapat hebiscetin yang dapat meluruhkan lendir.  Pemanfaatan bunga sepatu sebagai obat batuk dapat dilakukan dengan dua macam cara, yaitu dengan cara panas dan dengan cara dingin.  Dengan cara panas, yaitu dengan merebus 20 gram bunga sepatu selama 15 – 20 menit, kemudian airnya disaring dan diminum setelah dingin.  Untuk menghilangkan rasa pahit, bisa ditambahkan gula atau madu.  Larutan bunga sepatu ini sebaiknya diminum sebanyak 2 sendok makan, dengan frekuensi 4 – 5 kali sehari.  Dengan cara dingin, yaitu dengan melumatkan bunga sepatu dengan penggilingan atau cobek (mortar).  Kemudian ditambahkan air secukupnya (kurang lebih setengah gelas air masak) dan diangin-anginkan selama semalaman.  Setelah itu keesokan harinya baru dapat disaring, dan ditambahkan dengan madu atau gula batu dan diminum 3 kali sehari.  Dalam waktu tidak lama, Anda akan segera sembuh dari penyakit batuk.

Comments (1) »

MAKANAN BERSERAT PENCEGAH KANKER USUS

Sebuah studi terhadap 725.000 orang selama 20 tahun telah menunjukkan bahwa seseorang akan mudah terserang penyakit kanker usus bilamana makanan yang dikonsumsinya mengandung serat kurang dari 20 gram per hari.  Untuk mencegah terkena penyakit kanker usus, seseorang setiap harinya sekurang-kurangnya harus mengkonsumsi minimal 20 gram makanan berserat.  Makanan berserat yang dianjurkan tidak hanya sayur dan buah-buahan saja, melainkan juga sereal, gandum, nasi dan biji-bijian.  Jadi tidak cukup hanya mengkonsumsi makanan berserat saja, namun jumlah minimal yang harus dikonsumsi perlu juga untuk diperhatikan agar kesehatan senantiasa terjaga dengan baik.  Seperti kata pepatah kuno,”Semua penyakit berasal dari perut”, jadi berhati-hatilah!

Tepung Ghol, Tepung Biji Teratai Putih  – Alternatif Pengganti Tepung Terigu
Oleh:  Haryo Bagus Handoko

Biji teratai putih, atau yang biasa disebut ghol, juga dapat berpotensi sebagai makanan alternatif pengganti beras, karena kandungan gizinya yang cukup tinggi.  Dalam bentuk tepung, ghol memiliki kandungan gizi yang setara dengan tepung beras, terigu dan jagung.  Pemanfaatan ghol, tentu merupakan angin segar dalam hal pemenuhan kebutuhan tepung untuk bahan olahan roti atau cake.  Mengingat selama ini kebutuhan bahan baku ketiga tepung diatas di Indonesia, masih harus dipasok dari luar negeri.
Jika diamati lebih jauh, terutama unsur kimianya, kandungan abu yang terdapat dalam ghol mencapai 0,4 persen, sedang amilosa-nya sekitar 27 persen.  Kedua unsur ini, sangat sesuai untuk proses produksi roti atau cake.  Begitu pula unsur proteinnya, yang mencapai 10,2 persen.  Angka tersebut akan menghasilkan adonan yang baik jika dibuat menjadi berbagai jenis penganan.  Selanjutnya, kandungan lemaknya yang cukup tinggi, yaitu 2,5 persen, akan berfungsi bagus sebagai penghantar panas, emulsifier, pemberi cita rasa, meningkatkan kerenyahan, serta menentukan kemampuan menahan sel-sel udara jika lemak yang terkandung di dalamnya dikocok kuat-kuat, terutama saat dicampur dengan bahan adonan kue yang lain, seperti misalnya gula dan telur.
Berdasarkan unsur-unsur di atas, tepung ghol berpengaruh mencolok jika dibuat cake.  Dalam hal warna misalnya, tepung ghol yang selama hidupnya banyak terendam air, mengakibatkan warna cake menjadi kecoklatan.  Ini cukup menguntungkan dari segi kesehatan, karena untuk mendapatkan warna coklat pada cake, produsen kue tidak lagi memerlukan zat pewarna tambahan.  Seperti yang marak terjadi penambahan zat warna tambahan yang tidak sesuai pada makanan bisa menimbulkan efek keracunan yang dapat membahayakan konsumen. Dalam hal aroma atau bau, tepung ghol ini akan memberikan aroma khas dan lebih mencolok bila dibandingkan dengan pemakaian tepung terigu dalam pembuatan kue.  Aroma khas pada cake, setidaknya dapat menambah selera makan bagi para penikmat cake.  Dari segi tekstur, kelebihan khusus dari tepung ghol adalah hamper tidak adanya perbedaan antara tepung ghol dengan terigu sehingga tidak ada alasan untuk menolak penggunaan jenis tepung ini karena alasan tekstur kue misalnya.  Tekstur kue yang dihasilkan oleh tepung ghol cukup baik terutama bila digunakan untuk pembuatan cake.  Dalam hal rasa, keunggulan tepung ghol tiada tandingannya, karena memiliki rasa yang alami dan khas.  Kedudukan inilah yang tidak dapat digantikan oleh tepung dari bahan lainnya.
Buah ghol, merupakan putik bunga teratai putih yang membesar dan berbiji.  Setelah dikupas, akan diperoleh biji-biji berwarna hijau.  Bentuknya bulat menyerupai kacang hijau, tapi ukurannya lebih kecil.  Sebelum digunakan sebagai bahan penganan, biji ghol harus disortir.  Cara yang umum adalah dengan cara ditampi/disosoh dengan menggunakan tampah.  Tujuannya untuk menghilangkan sekam yang membalut biji-biji ghol.  Rendemen biji ghol setelah terpisah dengan sekam, ternyata cukup tinggi, yaitu dapat mencapai 78 persen.
Sebelum ditampi atau disosoh, biji ghol berwarna kehitam-hitaman.  Namun secara alami akan berubah kuning setelah melalui proses penyosohan.  Permukaannya akan halus dan rata.  Teksturnya menyerupai butiran pasir (sandy), yang panjangnya antara 0,7 – 1 mm dengan lebar 0,5 – 0,7 mm.  Berat bijinya setelah disosoh berkisar 1,5 – 1,7 gram per 1000 biji.  Dengan ukuran biji yang kecil tersebut, akan memudahkan proses penepungan dan pengolahan sebagai campuran beras.
Nilai pH tepung ghol sebesar 6,2.  Sementara untuk pembuatan cake dengan hasil bagus dibutuhkan tepung yang ber-pH sekitar 5,5 – 6,5, agar tidak terlalu asam. Dengan demikian, ghol sangat tepat menjadi pilihannya.  Andai pH tepung di bawah 5 atau terlalu asam, tentu saja sangat berpengaruh dalam proses pembuatan cake.
Pemanfaatan tepung ghol sebagai pencampur tepung terigu juga cukup masuk akal.  Untuk bahan kue, perbandingan pencampuran antara tepung ghol dan tepung terigu bisa berbanding 30% : 70%, sementara untuk bahan baku cake, tepung ghol bisa digunakan hingga 60%  berbanding 30% tepung terigu.  Ini membuktikan bahwa tepung ghol merupakan sumber pangan yang potensial khususnya untuk diversifikasi pangan dan bahan baku makanan terutama dalam efisiensi penggunaan bahan dalam industri skala kecil ataupun besar.

Leave a comment »

Makanan Sehat Tanpa Daging

Banyak alasan yang menyebabkan orang ingin mengurangi atau pun sama sekali tidak mau menggunakan daging dalam pola makanan mereka sehari-hari. Ada yang mengambil keputusan ini berdasarkan alasan-alasan keuangan, ada pula yang bertolak dari motivasi etis dan ada pula yang memakai alasan keduanya.
Di negara-negara Barat telah lama ada industri pengadaan daging, di mana untuk memperoleh produksi yang besar maka hewan diperlakukan dengan cara sangat bertentangan dengan alam.  Dalam industri ini hewan hanya memiliki ruang gerak yang sangat sempit dan hampir tidak dapat meliha ataupun menghirup udara bebas.  Para penentang bio industri ini tidak dapat menolak total adanya daging dalam pola makanan mereka.  Mereka umumnya hanya menghendaki pengurangan daging yang dimakan oleh manusia  dan cara yang lebih alamiah dalam memperlakukan hewan yang diperuntukkan untuk konsumsi manusia tersebut.
Untuk produksi daging banyak diperlukan makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.  Untuk ini juga dipergunakan makanan yang sebenarnya dapat dimakan oleh manusia seperti jagung dan kacang kedelai misalnya.  Hanya sebagian saja dari zat putih telur nabati yang sangat berharga itu akan berubah menjadi zat putih telur hewani yang kemudian dapat dimakan oleh manusia.  Oleh karena itu, mengingat keadaan pangan dunia, maka banyak orang menolak makan daging yang berlebihan.
Di samping itu masih banyak jenis keyakinan yang menyebabkan orang tidak mau makan daging. Untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi orang maupun bagi hewan makan cara-cara bertani harus digiatkan, antara lain dengan pupuk buatan dan obat-obat anti hama.  Keduanya dapat merupakan bahaya bagi kebersihatan lingkungan.  Dan ada yang berpendapat bahwa manusia tidak berhak untuk membunuh makhluk lainnya.  Barang siapa yang menganut paham vegetarisme yang moderat tidak akan makan daging, ikan atau ayam misalnya karena untuk ini hewan harus dibunuh.  Susu dan olahannya, telur dan madu tidak pantang bagi mereka.  Golongan ini disebut golongan laktovegetaris (lacto= susu).  Seringkali golongan laktovegetaris ini mau juga makan keju, meskipun pada umumnya keju dibuat dengan menggunakan zat yang berasal dari lambung sapi muda yang telah disembelih.  Kaum veganis, yang hanya berjumlah kecil saja, mengikuti pola vegetarisme yang paling ketat.  Mereka tidak mau mempergunakan bagian manapun yang berasal dari hewan, baik untuk dikonsumsi maupun sekedar untuk bahan pakaian, seperti juga misalnya, susu, telur, madu, wol dan kulit.
Bagaimana bisa hidup tanpa mengkonsumsi daging?
Pola makan yang hanya mempergunakan makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan saja tidak dapat dianjurkan oleh karena besar kemungkinan akan kekurangan zat-zat makanan yang diperlukan. Suatu pola makanan dimana tidak terdapat daging, ikan atau ayam akan tetapi dimana ada susu serta olahannya serta telur, dapat memenuhi semua syarat yang telah ditentukan oleh ilmu pengetahuan modern di bidang makanan.
Daging, ikan dan ayam mengandung zat-zat makanan yang diperlukan oleh setiap manusia.  Jika jenis-jenis makanan ini hilang dari pola makanan maka zat-zat makanan tersebut harus diganti oleh zat-zat makanan lainnya.  Yang dipersoalkan disini ialah: zat putih telur kadar tinggi, zat besi dan vitamin-vitamin dari B kompleks.
Zat putih telur yang berasal dari hewan memiliki nilai biologis yang tinggi.  Manusia hanya memerlukan sedikit saja dari zat putih telur ini untuk membuat zat putih telur tubuh daripadanya.  Zat putih telur yang berasal dari daging, ikan dan ayam dapat diganti dengan zat putih telur yang berasal dari telur, susu dan keju.  Zat putih telur nabati yang berasal dari kacang-kacangan dan biji-bijian memiliki nilai biologis yang lebih rendah.  Meskipun demikian maka zat putih telur yang berasal dari kacang-kacangan dan biji-bijian dapat dengan baik sekali saling mengisi.  Jika kedua macam sumber nabati tersebut dimakan bersama maka kedua macam zat putih telur itu bersama akan memiliki nilai tinggi.
Daging merupakan sumber penting daripada besi dan vitamin B1 serta B2.  Siapa yang tidak mau makan daging oleh karena itu harus makan banyak sayuran dan kacang-kacangan seperti kacang kedelai dan olahannya atau kacang merah serta beras merah atau beras tumbuk untuk dapat memenuhi kebutuhannya akan besi dan vitamin-vitamin B ini.  Susu dan keju hampir tidak mengandung besi. Hendaknya tetap menjadi perhatian bahwa telur sebaiknya dimakan 1 atau 2 kali seminggu saja, meskipun telur memang mengandung zat putih telur yang bernilai tinggi dan besi dalam jumlah yang lumayan.  Anjuran ini didasarkan atas kenyataan bahwa telur di samping mengandung zat-zat yang diperlukan juga mengandung banyak kolesterol yang merupakan salah satu unsur yang kurang menguntungkan bagi kesehatan terutama bagi mereka yang menderita penyakit jantung.
Jenis-jenis makanan yang dapat menggantikan daging.
Telur dapat direbus, digoreng atau dibuat dadar. Telur yang telah direbus atau digoreng masih dapat diolah menjadi berbagai lauk pendamping makanan pokok (nasi).  Kacang-kacangan dapat juga dimasak dengan beberapa macam cara seperti misalnya sop kacang merah, sayur asam kacang merah, sayur bayam dengan kacang hijau serta semua masakan yang terbuat dari tempe dan tahu.  Kecap dan tauco juga mengandung banyak zat-zat yang bergizi, walau kita hanya perlu mengkonsumsi dalam jumlah yang sedikit saja, yaitu sebagai bahan tambahan pelezat makanan dan bukannya sebagai sumber zat-zat makanan.     Roti, pasta, macaroni, havermut dan makanan yang terbuat dari tepung terigu juga merupakan sumber zat putih telur nabati yang baik sekali dimanfaatkan untuk melengkapi zat putih telur yang berasal dari kacang-kacangan.
Jumlah sayuran dan buah-buahan yang cukup diperlukan antara lain untuk melengkapi zat besi dalam makanan.  Seseorang setidaknya membutuhkan 200-400 gr sayuran dalam sehari, tergantung jenis sayuran yang dipilih.  Jika memilih sayuran mentah maka diperlukan kurang dari jumlah yang diberikan di atas.  Suatu kebiasaan yang baik sekali bila seseorang mau mengkonsumsi buah-buahan setiap hari.
Jumlah makanan sehari-hari yang sebaiknya dikonsumsi oleh seorang dewasa yang mengikuti pola makan vegetarian adalah sebagai berikut:
250 gr beras (sebagian dapat diganti dengan roti, kentang atau makaroni)
Sayuran secukupnya
1 potong buah segar (150 gr)
375 cc (1,75 gelas) susu
1 kerat keju (25 gr)
Makanan pengganti 90 gr daging (ikan atau ayam)
2-3 butir telur seminggu
Minyak serta margarin atau mentega seperlunya
Untuk menggantikan daging sebanyak 90 gram, maka Anda dapat makan:
Kacang-kacangan sebanyak 45 gram ditambah 4 potong roti
2 butir telur dan 1 kerat keju
75 gr keju
500 cc (2,5 gelas) susu skim
100 gr tempe
200 gr tahu
50 gr kacang kedelai
Pola makan vegetaris (vegetarian) adalah pola makanan yang sehat jika semua saran yang telah diberikan di atas mendapat perhatian sepenuhnya.

Leave a comment »

Kopi untuk Obat Sakit Kepala

Dari hasil riset penelitian terhadap 301 pasien sakit kepala yang dilakukan oleh  Dr Seymour Diamond, pendiri Diamond Headache Clinic di Chicago, terbukti bahwa kafein dalam dosis tertentu yang dikombinasikan dengan ibuprofen bisa berfungsi sebagai obat sakit kepala maupun pereda rasa sakit.  Seorang pasien sakit kepala yang diberikan sebuah pil yang didalamnya mengandung kombinasi kafein dan ibuprofen terbukti bisa sembuh satu jam lebih awal daripada pasien yang hanya mengkonsumsi pil yang mengandung ibuprofen saja. Ternyata dari hasil penelitian, diketahui bahwa kafein dapat meningkatkan kinerja dan efek dari ibuprofen.  Keunggulannya, kafein ternyata tidak harus selalu berupa pil atau kapsul, kafein juga dikonsumsi dalam wujudnya sebagai minuman kopi. Secangkir besar kopi terbukti dapat menyembuhkan rasa sakit kepala dan bahkan mengurangi efek sakit kepala akibat mabuk bila seseorang baru saja banyak menenggak minuman keras.

Comments (3) »

Kesehatan Jantung Dilihat Dari Ukuran Lingkar Perut

Para pria tengah baya dengan ukuran lingkar perut 90 cm atau lebih patut khawatir akan resiko terkena penyakit jantung koroner, “ demikian menurut Jean Pierre Despres, kepala riset institut jantung di Quebec, Kanada (Quebec Heart Institute) yang sekaligus seorang dosen bidang obat-obatan dan nutrisi yang mengajar di Laval University di Quebec City, Kanada. Menurut pakar ahli jantung ini, disebutkan bahwa tingginya konsentrasi lemak trigliserida membuat pria dengan perut besar yang tercermin dari ukuran lingkar perut tergolong beresiko tinggi menderita penyakit jantung cardiovascular yang banyak berujung kematian.  Para pakar jantung sebaiknya lebih berkonsentrasi untuk melakukan tindakan pencegahan demi mencegah terjadinya kasus penyakit jantung daripada melakukan pengobatan. Caranya tentu saja dengan memberikan penyuluhan dan penerangan kepada masyarakat bahwa salah satu cara mendeteksi resiko terkena penyakit jantung adalah dengan mengukur lingkar perut seseorang. Faktor kegemukan (obesitas) yang tercermin dari ukuran lingkar perut sangat tinggi korelasinya dengan resiko terkena penyakit jantung.

Leave a comment »

WANITA LEBIH RENTAN TERHADAP PENYAKIT ASMA

Asma dapat menyerang siapa saja pada berbagai tingkatan umur, tua maupun muda. Namun asma lebih banyak dan lebih mudah menyerang kaum wanita.  Gejala asma pada kaum wanita biasanya mulai tampak di usia awal 20-an. Namun demikian, penyakit asma bisa juga menyerang orang-orang dewasa yang sering merokok, menghirup asap rokok (perokok pasif), maupun orang-orang yang biasa bekerja di lingkungan yang udaranya terkontaminasi oleh zat-zat kimia (misalnya di perusahaan kimia, dan industri lainnya).  Begitu banyak pengidap asma yang bahkan tidak tahu bahwa dirinya mengidap asma. Oleh karena itu sebaiknya Anda mengetahui beberapa gejala tanda-tanda seorang pengidap asma. Siapa tahu Anda adalah salah satu diantaranya? Simak beberapa tanda-tanda gejala seseorang yang mengidap asma:
Sering menggigil kedinginan di daerah seputar bagian dada.
Sering terbangun di malam hari dalam keadaan sesak napas.
Sering mengalami berbagai gejala seperti sering bersin, sesak napas, dada sesak, napas pendek, batuk, rasa tersedak di tenggorokan
Temukan pemicu penyebab semua gejala tersebut, seperti apakah Anda mempunyai hewan peliharaan yang berbulu seperti kucing dan anjing, apakah Anda sering merokok, ataukah Anda sering menghirup udara terpolusi oleh asap, asap rokok, serbuk sari (bagi pekerja perkebunan), udara lembab dan berkabut, dan masih banyak lagi.
Mempunyai sejarah silsilah penyakit asma menurun dalam keluarga.
Bila semua gejala dan tanda-tanda tersebut di atas sangat sesuai dengan apa yang selama ini selalu Anda rasakan, maka sebaiknya segera bergegas ke dokter untuk memastikan apakah Anda termasuk orang sehat ataukah pengidap asma.
Penyakit asma sering dianggap sebagai penyakit yang umum menyerang anak-anak, khususnya anak laki-laki. Padahal, dalam kenyataannya, wanita lebih rentan terkena penyakit asma daripada pria.  Sebuah riset penelitian di Kanada menyebutkan bahwa 8,5% wanita di Kanada mengidap penyakit asma, sementara hanya 7,5% pria saja yang mengidap asma. Pada permulaan tahun 1990-an, para peneliti di seluruh dunia baru menyadari adanya pengaruh jender dalam hal ketahanan terhadap penyakit. Sebagai contoh, misalnya penyakit asma yang ternyata lebih rentan diidap oleh kaum wanita daripada pria. Selama ini terapi maupun teknik pengobatan yang ada terhadap segala jenis penyakit (termasuk asma) hanya bersifat secara umum dengan perlakuan pengobatan yang sama antara pasien pria maupun pasien wanita. Padahal, ternyata ditemukan bahwa faktor hormonal turut berpengaruh dalam pemilihan jenis terapi dan pengobatan yang seharusnya dijalani.  Menurut Dr. Anna Day, pakar respirologist (dokter ahli bidang organ pernapasan) yang juga merupakan pendiri dari Pusat Studi Kesehatan Wanita di Toronto (Toronto’s Sunnybrook & Women College Health Sciences Centre), dokter sering kali keliru dalam melakukan diagnose terhadap kasus-kasus penyakit karena menyamaratakan perlakuan terhadap pasien pria maupun pasien wanita.
Sebelumnya, dalam pengobatan setiap penyakit hampir tidak pernah dilakukan pertimbangan pengaruh hormonal wanita dalam hubungannya dengan efek pengobatan ataupun seberapa efektif pengobatan bisa dilakukan. Padahal secara biologis, efek yang ditimbulkan oleh suatu jenis pengobatan sangat berbeda hasilnya pada kasus pasien pria dan pasien wanita. Bahkan beberapa peneliti, dewasa ini tidak hanya menganggap faktor jender turut menentukan dalam keberhasilan pengobatan dan pemilihan jenis obat, namun juga faktor karakter DNA masing-masing manusia. Bahkan dua pasien yang memiliki jenis kelamin yang sama, umur yang sama, berat badan yang sama, bisa berbeda dalam hal teknik pengobatan maupun jenis obat yang dipilih, belum lagi bila turut mempertimbangkan masalah alergi yang mungkin dimiliki seorang pasien terhadap suatu jenis obat atau bahan kimia tertentu.
Serangan asma yang diidap wanita sering kali justru lebih parah bila dibanding dengan asma yang menimpa pria. Sebuah studi di tahun 1998 di Amerika dan Kanada menunjukkan bahwa kaum wanita pengidap asma memiliki peluang dirawat inap tiga kali lebih besar daripada kaum pria yang mengidap asma. Bahkan sebuah studi di Amerika dan Kanada di  tahun 1999 menyebutkan bahwa kaum wanita dua kali lipat lebih besar berpeluang masuk unit gawat darurat akibat asma akut yang diidapnya.  Gejala asma yang menyerang kaum wanita biasanya justru lebih parah sehingga menyebabkan penderitaan bagi pasien wanita pengidapnya, daripada gejala asma yang menyerang pria. Sebuah penelitian terhadap lebih dari 900 orang  yang dilakukan oleh American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine pada tahun 1998 menemukan bahwa kaum wanita terbukti mengalami gejala yang lebih parah, serta rasa sakit yang lebih parah daripada yang dialami oleh pasien pria pengidap asma.  Oleh adanya fakta ini, maka tidak mengherankan bahwa sebagian besar pasien yang berobat ke dokter akibat penyakit asma dan rasa sakit berlebihan yang timbul, adalah kaum wanita. Pemicu serangan asma pun cukup bervariasi. Sebagian besar asma akut yang menyerang kaum wanita dipicu oleh kebiasaan merokok, sementara pada pria, kebiasaan merokok tidak banyak berpengaruh terhadap timbulnya serangan asma.
Ternyata faktor hormonal dalam siklus bulanan menstruasi wanita turut berpengaruh dalam memicu seberapa parah asma yang diidap pasien.  Dari hasil riset terhadap para penderita asma di Amerika, diperoleh data bahwa 30% – 40% kasus asma yang terjadi pada kaum wanita adalah termasuk Pre-menstrual asthma (PMA). Pre-menstrual asthma (PMA) adalah serangan asma yang terjadi sebelum fase menstruasi.  Sebuah tulisan riset di tahun 1997 yang dimuat dalam majalah jurnal kesehatan Amerika, “Pharmacotherapy”, menyebutkan hasil penelitian Mary H.H. Ensom, seorang pakar bidang obat (farmasi), dari Universitas British Columbia yang telah meneliti sebanyak 14 orang pasien wanita yang menderita serangan asma. Dari hasil penelitian tersebut terungkap bahwa rasa sakit yang timbul dan tingkat keparahan asma yang menimpa wanita ternyata 20% lebih parah terjadi saat sebelum masa menstruasi.  Para pasien wanita yang diberikan suplemen hormon estrogen sebelum masa menstruasi dilaporkan bahwa fungsi pernapasan dan paru-paru mereka bekerja dengan lebih baik dan tidak mengalami gangguan asma yang berarti. Bahkan pada beberapa pasien, serangan asma sama sekali tidak terjadi, bila seorang pasien wanita pengidap asma menerima suplemen hormon estrogen secara teratur sebelum tiba masa menstruasinya.  Kasus yang sama juga terjadi pada para wanita yang mengkonsumsi pil kontrasepsi sebelum masa menstruasi. Dari hal ini bisa disimpulkan bahwa pengaruh hormonal (kecukupan ketersediaan hormon estrogen) sangat berpengaruh terhadap muncul tidaknya serangan asma pada kaum wanita.
Walau masih banyak kontroversi mengenai teori ini, namun banyak pakar kedokteran dan pakar farmasi di Amerika dan Kanada yang sebenarnya telah mengetahui sejak lama bahwa kasus kehamilan bisa cukup banyak berpengaruh terhadap seberapa parah serangan asma yang terjadi pada pasien wanita pengidap asma. Sebuah penelitian mengenai asma terhadap sejumlah wanita hamil yang sempat dimuat di majalah British Medical Journal di Inggris menyebutkan bahwa wanita hamil yang mengandung janin berjenis kelamin pria lebih tahan terhadap serangan asma, daripada wanita hamil yang mengandung janin berjenis kelamin perempuan.  Beberapa wanita hamil yang kebetulan mengandung janin berjenis kelamin perempuan mengaku bahwa rasa sakit yang dirasakan akibat serangan asma yang mereka idap jauh lebih parah dan lebih buruk daripada para wanita hamil yang kebetulan mengandung janin berjenis kelamin laki-laki.  Ternyata dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa hormon fetus janin berjenis kelamin laki-laki terbukti banyak membantu sang ibu dalam menghadapi serangan asma. Dalam banyak kasus, fase menopause pada wanita justru menguntungkan, karena serangan asma menjadi semakin jarang terjadi dan bahkan dalam beberapa kasus, seorang penderita bisa jadi tidak lagi mendapat serangan asma. Sebagai gantinya justru yang sering dialami adalah seringnya gejala bersin dan batuk-batuk.
Pengobatan asma pada kaum wanita sering kali menghadapi beberapa masalah. Penggunaan obat asma yang mengandung corticosteroid terkadang menimbulkan efek samping yang mengkhawatirkan. Pasien wanita pengidap asma yang secara rutin meminum pil tablet yang mengandung corticosteroid terbukti mengalami efek samping berupa keropos tulang sehingga sering dijumpai banyak kasus osteoporosis yang terjadi pada wanita pengidap asma ini.  Beberapa dokter ahli berusaha sedapat mungkin tidak terlalu sering meresepkan berbagai pil obat asma yang mengandung corticosteroid demi menghindarkan efek samping keropos tulang, namun demikian beberapa lainnya masih tetap meresepkan pil dengan kandungan zat tersebut khususnya untuk pasien-pasien asma yang cukup akut.  Mungkin alternatif lain yang bisa ditempuh oleh para dokter adalah meresepkan obat sedot (inhaler) untuk hidung yang mengandung corticosteroid bagi pengidap penyakit asma akut, karena efek samping yang ditimbulkan tidak sebesar bila mengkonsumsi pil yang mengandung zat ini. Ini terbukti pada kasus seorang wanita pengajar dari Toronto, Kanada, yang sudah mengidap asma sejak lama. Wanita ini menggunakan inhaler dengan dosis corticosteroid yang cukup tinggi yang digunakannya dengan periode pemakaian dua kali dalam sehari selama 15 tahun terakhir. Kini di usianya yang ke-53 tahun, dari hasil tes diketahui bahwa tingkat pengeroposan tulang yang terjadi tidaklah sebesar pada kasus-kasus pasien asma yang mengkonsumsi pil corticosteroid.  Dr. Kenneth Chapman, direktur rumah sakit Asthma Centre of Toronto Western Hospital (Kanada), menulis dalam majalah Journal of Allergy and Clinical Immunology bahwa ternyata terdapat korelasi positif (adanya hubungan) antara dosis steroid yang dihirup dari inhaler dengan berkurangnya resiko pengeroposan tulang (berkurangnya kerapatan partikel tulang), sehingga dapat disimpulkan bahwa mengurangi dosis pemakaian dapat menghindarkan seorang pasien asma dari resiko keropos tulang akut.
Serangan asma pada wanita hamil seringkali menimbulkan kekhawatiran dalam hal pengobatan. Banyak wanita yang khawatir bila pengobatan rutin terhadap penyakit asma yang diidapnya berpengaruh terhadap bayi yang akan dilahirkan. Beberapa bahkan sangat ketakutan bayinya akan lahir cacat akibat pengkonsumsian obat secara rutin.  “Anggapan ini sama sekali salah,” demikian menurut Dr. Caroline Despard, pendiri organisasi Family Physician Asthma Group of Canada (Persatuan Dokter Asma Kanada).  “Serangan asma selama masa kehamilan dapat menyebabkan berkurangnya asupan oksigen bagi sang jabang bayi, dimana hal ini tentu saja akan menimbulkan masalah dalam pertumbuhan janin, seringnya terjadi kasus kelahiran prematur dan segala konsekuensinya. Bila sang ibu membiarkan saja serangan asma menimpa dirinya tanpa pengobatan apapun, itu berarti sama saja dengan membiarkan bayinya lahir dengan tidak normal. Memang sebaiknya juga harus bijaksana dalam memilih dosis yang tepat sesuai dengan resep dokter. Gunakan seperlunya saja, sesuai dengan tingkat keparahan serangan asma yang terjadi. Sedapat mungkin tidak menggunakan dosis yang berlebihan bila serangan tidak terlalu parah. Untuk pasien asma yang sedang hamil disarankan untuk sering-sering berkonsultasi dengan dokter ahli mengenai langkah-langkah spesifik apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat. Tiap-tiap kasus berbeda antara satu pasien dengan pasien yang lain.”
Bagi para wanita pengidap asma memang sangat dianjurkan untuk selalu membawa obat hirup (inhaler) dengan takaran sesuai resep dokter ke mana pun ia pergi.  Selain itu hendaknya juga selalu rutin berolahraga minimal tiga kali seminggu dengan durasi kurang lebih 30 menit demi menguatkan fungsi organ jantung dan paru-paru. Olah raga yang dipilih sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter. Senam pernapasan, atau berbagai jenis senam seperti taichi, dan aneka senam sejenisnya perlu dilakukan, karena selain tidak terlalu banyak menguras tenaga dan pernapasan, senam jenis ini baik untuk kesehatan.

Comments (3) »

MENGANTISIPASI SIRKULASI UDARA BURUK DI GEDUNG PERKANTORAN

Sirkulasi udara yang jelek di gedung-gedung bertingkat menjadi sumber racun bagi penghuninya.  Ini menjadi masalah. Solusinya sederhana, tempatkan tanaman hias di dalam gedung.
Bermula dari keinginan manusia untuk menciptakan kenyamanan kerja dengan membangun gedung bertingkat yang serba tertutup dan dilengkapi dengan segala alat-alat perkantoran.  Ternyata alat-alat perkantoran terkadang juga mengandung gas beracun yang membahayakan kesehatan penghuni gedung.  Apalagi jika gedung itu serba tertutup dan tanpa dilengkapi sistem sirkulasi yang baik.  Penempatan tanaman hias pada dasarnya untuk menambah nilai estetika dan menetralisir kejenuhan maupun rutinitas keseharian yang terkadang membosankan.  Pada umumnya tanaman hias yang dikembangkan masyarakat adalah tanaman hias di luar ruangan, tapi kini tanaman hias dalam ruangan mulai disukai.  Tanaman hias dalam ruangan kerja mampu menyegarkan suasana kerja para karyawan.
Penempatan tanaman hias dalam ruangan tertutup di samping menambah keindahan juga mampu menjadi penetralisir beberapa bahan beracun dalam ruangan.  Hal ini merupakan salah satu kegunaan tanaman hias yang masih baru bagi masyarakat kita.
Dari hasil penelitian Badan Antariksa Amerika Serikat – NASA, terungkap bahwa tanaman hias ternyata mampu berfungsi sebagai pembersih udara.  Penelitian ini berawal dari munculnya “Sick Building Syndrome” atau biasa disebut SBS.  Gejala ini muncul di daerah perkotaan terutama kota besar yang banyak memiliki gedung bertingkat dan tertutup.  Akibat dari gedung yang tertutup itu menyebabkan sirkulasi udara yang buruk sehingga membahayakan kesehatan.
Udara kotor hasil pernapasan dan racun yang dikeluarkan peralatan gedung kantor tidak mampu keluar sehingga terhisap oleh penghuninya.  Belum lagi jika udara pernapasan itu mengandung bakteri patogen.  Udara yang mengandung bakteri ini, menyebabkan terjangkitnya beberapa gangguan pernapasan.  Cara paling efektif untuk membersihkan udara yang kotor itu adalah memadukan metode teknologi tinggi dan metode alami.
Metode berteknologi tinggi ini adalah penggunaan AC sentral lengkap beserta filter anti debu dan anti virus.  Sedangkan metode alami yaitu dengan menggunakan tanaman hias tertentu yang ternyata mampu menghisap racun dan membersihkan udara kotor.
Mekanisme pembersihan udara secara alami yaitu dengan memanfaatkan aktivitas fotosintesa, penghisapan racun oleh stomata (mulut daun), dan pengikatan partikel oleh media tanaman.  Sebagaimana diketahui, bahwa aktivitas fotosintesa tanaman berhijau daun membutuhkan gas CO2 dan menghasilkan gas O2.  Kebutuhan gas karbondioksida diperoleh dari lingkungannya, di mana aktivitas itu menyebabkan ruangan kerja mempunyai kandungan gas CO2 yang kecil dan kandungan O2 yang besar. Kondisi demikian diperlukan oleh penghuni gedung sebagai kebutuhan untuk hidup sehat.
Ativitas fotosintesa dapat berlangsung selama ada pasokan bahan baku yaitu CO2 dan H2O serta ketersediaan cahaya, terutama cahaya hijau.  Cahaya bisa bersumber dan diperoleh dari sinar matahari langsung atau sinar lampu.  Lampu yang bisa digunakan adalah lampu yang mampu mengeluarkan sinar hijau, antara lain: lampu pijar atau bohlamp, lampu tabung atau TL neon, lampu mercuri, metal halide, dan sodium.  Diantara lampu-lampu tersebut yang terbaik adalah lampu tabung karena cahayanya lembut dan tidak membakar daun tanaman dalam ruangan.
Stomata yang ada pada seluruh permukaan tanaman merupakan jalan untuk pertukaran gas CO2 dan O2 serta H2O (uap air berupa gas) dalam proses transpirasi.  Di samping fungsi tersebut stomata juga mampu menyerap partikel-partikel toksik (racun) dari udara sekelilingnya.  Partikel itu bisa berupa partikel gas beracun atau partikel debu.  Tetapi partikel logam berat seperti Ag (argentum), Pb (plumbum – timah hitam), dan Hg  (hidrarginum – air raksa) tidak mampu dihisap stomata.
Tanaman hias yang tumbuh dalam media tanam karbon juga mempunyai peran yang tak kalah penting dibanding tanaman hias yang ditanam dengan menggunakan media tanam tanah. Beberapa zat beracun mampu diserap oleh media tanaman karbon dan selanjutnya akan diuraikan secara perlahan-lahan.
Dari hasil penelitian, diketahui bahwa beberapa tanaman hias mampu menyerap udara beracun.  Tanaman-tanaman tersebut antara lain adalah Sri Rejeki (Aglaonema), Sirih Belanda (Scindapsus), Dracaena, Palem (Chamaedorea), Krisan (Chrysanthemum morifolium), Philodendron, Daun laba-laba, dan Gerbera (gerbera jamesonii).
Serangkaian penelitian telah membuktikan bahwa tanaman hias yang terefektif menyerap racun dari golongan formaldehida adalah Philodendron, Daun laba-laba, dan Sirih Belanda.  Sedangkan gas-gas golongan benzena mampu diserap dengan baik oleh gerbera, krisan dan Sirih Belanda.  Secara garis besar gas beracun yang biasa terdapat pada ruangan kerja antara lain adalah:
1.Golongan benzena, berasal dari bensin, tinta, cat, plastik, karet, deterjen, peledak, obat-obatan, dan bahan pencelup tekstil.  Golongan racun ini bisa menyebabkan iritasi kulit dan mata, mutasi gen sel-sel bakteri, membunuh janin, menyebabkan leukimia, dan kontak dengan kulit menyebabkan kulit melepuh dan kering.  Menghirup secara akut menyebabkan kepala pusing, lemah, sakit kepala, euforia, mual, pandangan kabur, dan gangguan pernapasan.
2.Golongan formaldehida, berasal dari busa insuli ruangan, papan partikel, produk kayu pres, produk kertas dengan resin urea formaldehida, kantung belanja, kertas lilin, bahan pembersih rumah tangga, kertas tissu, obat anti serangga, karpet, dan bahan bakar.  Racun-racun itu menyebabkan iritasi membran hidung, mata, dan tenggorokan, sakit kepala, dan bila berkombinasi dengan protein akan menyebabkan gangguan kulit atau alergi, menyebabkan asma dan kanker tenggorokan.
3.Trichloro etilen, berasal dari industri logam, binatu, tinta cetak, cat, furnish (pernis), dan bahan perekat.  Zat ini dapat menyebabkan kanker hepato seluler pada hati.
4.Xeon, karbon monoklorida, dan karbon dioksida merupakan gas-gas beracun yang banyak dijumpai pada gedung-gedung yang memiliki ruang bawah tanah, seperti parkir bawah tanah, ruang arsip bawah tanah, atau ruang apapun yang terletak di bawah permukaan tanah.  Semakin dalam suatu ruangan terletak di bawah tanah, maka kandungan gas-gas beracun semacam xeon, CO dan CO2 akan semakin tinggi.  Untuk mengantisipasinya sebaiknya dibuatkan saluran-saluran sirkulasi udara yang dilengkapi dengan kipas-kipas angin bertenaga besar, yang diimbangi dengan meletakkan banyak tanaman pot yang memiliki daun berwarna hijau.  Semua tanaman yang memiliki daun berwarna hijau sangat baik menyerap gas beracun ini.  Akan lebih baik bila dipilih jenis tanaman yang memiliki daun yang cukup lebar dan besar agar daya menyerap gas beracun juga semakin baik.
Dengan ditemukannya fungsi tanaman hias sebagai penghisap racun dalam ruang, terutama ruangan kerja, diharapkan masyarakat akan semakin sadar akan arti penting tanaman hias.

Leave a comment »

JAMUR – MAKANAN BERKHASIAT BAGI KESEHATAN

Sudah banyak hasil penelitian yang membuktikan bahwa pemanfaatan bahan makanan tertentu dapat meningkatkan derajad kesehatan manusia, membentuk tubuh yang indah, menjaga tubuh agar tetap awet muda, dan bahkan bisa memperpanjang umur manusia.  Menurut hasil penelitian, beberapa jenis jamur mempunyai khasiat memperpanjang umur hidup seseorang.  Mungkin ada benarnya bila Anda menyimak ulasan berikut ini.
Diantara kita tentunya sudah banyak yang mengenal bahan makanan yang satu ini.  Apalagi kalau bukan jamur yang sudah dikenal umat manusia sejak ribuan tahun lalu sebagai makanan lezat nan mewah para raja.  Sepanjang sejarah, jamur sudah dikenal oleh peradaban manusia, mulai dari jamur yang tumbuh di atas kayu yang lapuk, hingga jamur yang dibudidayakan oleh manusia.  Jamur banyak dimanfaatkan sebagai sayuran yang berkalori rendah, sedikit lemak namun kaya akan protein, karbohidrat, serat, vitamin, garam mineral dan asam amino.  Sementara itu dari 8 macam asam amino yang dibutuhkan manusia, 6 – 7 macam diantaranya dikandung oleh jamur.
Sampai saat ini konsumsi jamur masih terbatas pada kalangan menengah ke atas.  Umumnya jamur yang berkualitas tinggi ditemui di supermarket-supermarket yang ada di kota-kota besar.  Ada begitu banyak jenis jamur yang bisa dimakan, namun umumnya hanya beberapa jenis yang dikenal luas di Indonesia, diantaranya adalah jamur tiram (Pleurotus sayor caju  dan Pleurotus obalonus), jamur kuping (Auricularia polytricha), dan jamur Champignon (Agaricus bisporus).  Di Indonesia, tampaknya tidak banyak perusahaan yang bergerak di bidang usaha budidaya jamur, mengingat komoditi yang satu ini tidak bisa disimpan terlalu lama, sehingga membutuhkan jalur distribusi yang cepat dan baik selain ruang penyimpanan (cool storage) yang baik agar komoditi ini tidak cepat busuk.  Selain itu kendala yang lain yang biasa dihadapi pengusaha budidaya jamur adalah bahwa tidak semua jenis serbuk kayu bisa dijadikan sebagai media tumbuh bagi jamur.  Yang paling baik adalah serbuk kayu yang diperoleh dari jenis kayu sengon laut (Albizzia falcataria) dan kayu randu (dari pohon kapuk randu).  Dengan menggunakan serbuk kayu dari jenis kayu tersebut maka hasil dan kualitas jamur yang dihasilkan juga akan lebih baik.
Budidaya jamur sendiri sebenarnya tidaklah terlalu rumit.  Serbuk kayu (serbuk gergaji) dilapukkan selama kurang lebih satu bulan, kemudian ditambahkan dengan unsur hara yang diperoleh dari pemberian pupuk dasar NPK lengkap.  Dengan perbandingan urea, SP36 dan KCl  sebanyak 1 : 1 : 1.  Serbuk kayu dimasukkan ke dalam polybag untuk dikukus atau dimasak selama 8 jam nonstop pada suhu 100 derajat celsius, kemudian diinokulasikan agar keluar miseliumnya.  Jika miselium sudah terbentuk ¾ bagian, maka berarti sudah siap unuk dimasukkan ke dalam ruang tanam.  Suhu ruang tanam diatur agar tetap konstan 25 – 26 derajat celsius.  Kelembaban dipertahankan pada kisaran 80 – 90%.  Penyiraman dilakukan 3 kali sehari, yaitu pagi, siang dan malam.  Sebaiknya gunakan air sumber atau air pegunungan setiap kali penyiraman agar bebas dari bahan kimia.  Bibit jamur biasanya didatangkan dari Taiwan atau Jepang.
Seorang pakar jamur, Roy Gender, dalam bukunya “Mushroom Growing for Every One” menyebutkan khasiat jamur.  Di Amerika misalnya jamur digunakan untuk pengobatan kekurangan darah (anemia), karena mengandung folic acid yang lebih tinggi daripada sayur bayam dan hati sapi.  Orang Perancis mengkonsumsi jamur untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan juga agar terhindar dari penyakit kanker.  Di Perancis, jamur biasa dikonsumsi seperti layaknya sayur mayur.
Yu Hsuen Yu, spesialis jamur dari Taiwan sempat menyebutkan beberapa jenis jamur yang dapat dimakan yaitu jamur Champignon, jamur tiram, jamur kuping dan jamur Shitake.  Dalam jamur, terkandung komposisi beraneka zat yang baik untuk kesehatan.  Sebagai contoh, jamur Champignon mengandung air,  protein,  lemak,  gula,  abu,  kalsium, fosfor, kalium, zat besi, tembaga, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, Niacin, dan Panthotenic acid.  Sementara pada jamur tiram mengandung air, protein murni, lemak kasar, nitrogen terlarut, gula reduksi, pentose, methyl pentose, gula rangkap, hexose, serat kasar, abu dan zat-zat terlarut lainnya.
Selain meningkatkan kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari resiko serangan penyakit kanker, mengkonsumsi jamur juga dipercaya dapat memperhalus kulit wajah dan kulit tubuh, sehingga semakin banyak kaum wanita yang mengkonsumsi jamur untuk kesehatan dan kecantikan.  Sebenarnya masih banyak khasiat jamur bila dikonsumsi secara rutin, yaitu antara lain dapat mengatasi kolesterol, diabetes, hipertensi dan avitaminosis (kurang vitamin).  Bagi penderita ginjal, mengkonsumsi jamur diyakini dapat memperlancar proses metabolisme tubuh karena kandungan kalorinya cukup tinggi (200 kal/100 gr bahan segar).  Dengan mengkonsumsi jamur secara rutin dalam menu makanan, semoga bisa semakin meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.

Leave a comment »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.