<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Seni Batik, Sebuah Warisan Kekayaan Budaya Bangsa</title>
	<atom:link href="http://haryobagushandokonews.wordpress.com/2008/03/02/seni-batik-sebuah-warisan-kekayaan-budaya-bangsa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://haryobagushandokonews.wordpress.com/2008/03/02/seni-batik-sebuah-warisan-kekayaan-budaya-bangsa/</link>
	<description>Kumpulan Artikel Tulisanku - Archives of my writings</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Dec 2009 04:37:35 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: mistararam</title>
		<link>http://haryobagushandokonews.wordpress.com/2008/03/02/seni-batik-sebuah-warisan-kekayaan-budaya-bangsa/#comment-180</link>
		<dc:creator>mistararam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 17:48:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://haryobagushandokonews.wordpress.com/?p=24#comment-180</guid>
		<description>Batik Pesisiran yang tumbuh dan berkembang di daerah Jawa Timur mempunyai motif hias yang berbeda antara daerah satu dengan lainnya. Keberadaannya batik Pesisiran didasari atas kebutuhan sandang di daerah itu, yang digemari oleh masyarakat sekitarnya. Masyarakat pendukung keberadaan batik pesisiran adalah para perajin batik di daerah yang merupakan suatu kreasi dari daerah itu sendiri. Kebradaan batik Pesisiran di latar bekakngi faktor kebudayaan setempat, yang merupakan integrasi dari kehidupan di masyarakat daerah. Dengan perbedaan budaya daerah tersebut muncullah motif hias yang berciri khas daerah. Pacitan mempunyai batik Bledak Sembagen, di Trenggalek ada batik Truntumsulurcengkeh, di Banyuwangi ada batik Gajah Oling, di Tulungagung ada batik Gajah Mada, di Jember ada batik Kembangbako, di Malang ada batik Malangan. Malang yang merupakan pusat pertumbuhan Kerajaan Kanjuruhan (abad 8), Singasari (abad 12-13), Majapahit (abad 13-14) merupakan pusat perkembangan batik di zaman itu. Bukti fisik adalah peninggalan Candi dan patung-patung Dewa serta Raja, menunjukkan bahwa pakaiannya sudah bermotif batik. mistarampunya kreasi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Batik Pesisiran yang tumbuh dan berkembang di daerah Jawa Timur mempunyai motif hias yang berbeda antara daerah satu dengan lainnya. Keberadaannya batik Pesisiran didasari atas kebutuhan sandang di daerah itu, yang digemari oleh masyarakat sekitarnya. Masyarakat pendukung keberadaan batik pesisiran adalah para perajin batik di daerah yang merupakan suatu kreasi dari daerah itu sendiri. Kebradaan batik Pesisiran di latar bekakngi faktor kebudayaan setempat, yang merupakan integrasi dari kehidupan di masyarakat daerah. Dengan perbedaan budaya daerah tersebut muncullah motif hias yang berciri khas daerah. Pacitan mempunyai batik Bledak Sembagen, di Trenggalek ada batik Truntumsulurcengkeh, di Banyuwangi ada batik Gajah Oling, di Tulungagung ada batik Gajah Mada, di Jember ada batik Kembangbako, di Malang ada batik Malangan. Malang yang merupakan pusat pertumbuhan Kerajaan Kanjuruhan (abad 8), Singasari (abad 12-13), Majapahit (abad 13-14) merupakan pusat perkembangan batik di zaman itu. Bukti fisik adalah peninggalan Candi dan patung-patung Dewa serta Raja, menunjukkan bahwa pakaiannya sudah bermotif batik. mistarampunya kreasi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mistararam</title>
		<link>http://haryobagushandokonews.wordpress.com/2008/03/02/seni-batik-sebuah-warisan-kekayaan-budaya-bangsa/#comment-179</link>
		<dc:creator>mistararam</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 17:35:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://haryobagushandokonews.wordpress.com/?p=24#comment-179</guid>
		<description>The existence of Batik in Indonesia has begun since the history period. The historical inheritance shows that there is decorative motive of batik, in clothes of the historical inheritance of statues. In 7-8 centuries AD in Malang there is a temple, that is Badut Temple, the inheritance of Kanjuruhan kingdom, it is located in dusun Badut, in the village of Karangbesuki Malang. In the body of the temple there are the motives of ceplok, which is the stylization of decorative motive of melati of jasmine flower, and decorative motive of kenanga. The interpretation of decorative motive of ceplok on the body of the temple, because Badut temple is predicted as a temple of storing the ass of the dead body after cremation and simultaneously as a temple of worship. As a temple of cremation, it can be identified with the veil of the dead body on each of dead person, who are always covered by batik, and above of the lying body there are reroncean of jasmine flowers and kenanga flower. Those flowers are one of the materials for worships, which company the dead body to meet the Most Glorious God. On the body of Badut Temple there are decorative motives of ceplok. Those motives are the styles of jasmine flowers and kenanga flowers. mistarampunyakreasi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>The existence of Batik in Indonesia has begun since the history period. The historical inheritance shows that there is decorative motive of batik, in clothes of the historical inheritance of statues. In 7-8 centuries AD in Malang there is a temple, that is Badut Temple, the inheritance of Kanjuruhan kingdom, it is located in dusun Badut, in the village of Karangbesuki Malang. In the body of the temple there are the motives of ceplok, which is the stylization of decorative motive of melati of jasmine flower, and decorative motive of kenanga. The interpretation of decorative motive of ceplok on the body of the temple, because Badut temple is predicted as a temple of storing the ass of the dead body after cremation and simultaneously as a temple of worship. As a temple of cremation, it can be identified with the veil of the dead body on each of dead person, who are always covered by batik, and above of the lying body there are reroncean of jasmine flowers and kenanga flower. Those flowers are one of the materials for worships, which company the dead body to meet the Most Glorious God. On the body of Badut Temple there are decorative motives of ceplok. Those motives are the styles of jasmine flowers and kenanga flowers. mistarampunyakreasi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: suliono</title>
		<link>http://haryobagushandokonews.wordpress.com/2008/03/02/seni-batik-sebuah-warisan-kekayaan-budaya-bangsa/#comment-156</link>
		<dc:creator>suliono</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 12:38:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://haryobagushandokonews.wordpress.com/?p=24#comment-156</guid>
		<description>dunia lagi tergila-gila dengan batik karena keunikannya dalam proses pembuatannya perlu ditanamkan warisan leluhur ini kepada generasi kita jangan sampai kita malah belajar membatik ke Eropa,pernacis atau ke belanda walah .... walah !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dunia lagi tergila-gila dengan batik karena keunikannya dalam proses pembuatannya perlu ditanamkan warisan leluhur ini kepada generasi kita jangan sampai kita malah belajar membatik ke Eropa,pernacis atau ke belanda walah &#8230;. walah !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rudy tjedra</title>
		<link>http://haryobagushandokonews.wordpress.com/2008/03/02/seni-batik-sebuah-warisan-kekayaan-budaya-bangsa/#comment-138</link>
		<dc:creator>rudy tjedra</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 08:17:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://haryobagushandokonews.wordpress.com/?p=24#comment-138</guid>
		<description>tulisan anda bagus deh bisa nambah wawasan saya, sebagai org yg gemar batik.tq</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tulisan anda bagus deh bisa nambah wawasan saya, sebagai org yg gemar batik.tq</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Amrullah</title>
		<link>http://haryobagushandokonews.wordpress.com/2008/03/02/seni-batik-sebuah-warisan-kekayaan-budaya-bangsa/#comment-115</link>
		<dc:creator>Amrullah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 02:23:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://haryobagushandokonews.wordpress.com/?p=24#comment-115</guid>
		<description>Saya punya 5 batik Kuno, dari Thn 40-an jaman perjuangan soekarno sampai dengan tahun 60 an.
yang berminat silahkan hub :
hp : 0815 8758479
email : amrullah_r@yahoo.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya punya 5 batik Kuno, dari Thn 40-an jaman perjuangan soekarno sampai dengan tahun 60 an.<br />
yang berminat silahkan hub :<br />
hp : 0815 8758479<br />
email : <a href="mailto:amrullah_r@yahoo.com">amrullah_r@yahoo.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: iponkbadboy</title>
		<link>http://haryobagushandokonews.wordpress.com/2008/03/02/seni-batik-sebuah-warisan-kekayaan-budaya-bangsa/#comment-97</link>
		<dc:creator>iponkbadboy</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 12:59:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://haryobagushandokonews.wordpress.com/?p=24#comment-97</guid>
		<description>ya memang warisan nenek moyang harus kita jaga agar tidak punah/di reboat bangza lain :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya memang warisan nenek moyang harus kita jaga agar tidak punah/di reboat bangza lain <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: erna</title>
		<link>http://haryobagushandokonews.wordpress.com/2008/03/02/seni-batik-sebuah-warisan-kekayaan-budaya-bangsa/#comment-13</link>
		<dc:creator>erna</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 15:24:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://haryobagushandokonews.wordpress.com/?p=24#comment-13</guid>
		<description>kok sama dengan tulisan Halimi (Thursday, 19 July 2007)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kok sama dengan tulisan Halimi (Thursday, 19 July 2007)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: dian</title>
		<link>http://haryobagushandokonews.wordpress.com/2008/03/02/seni-batik-sebuah-warisan-kekayaan-budaya-bangsa/#comment-5</link>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 04:20:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://haryobagushandokonews.wordpress.com/?p=24#comment-5</guid>
		<description>assalamualaikum,
hi HaryO ak seneng baNget mlihat artikel km, kbetulan ak sdng mencari2 artikel mmbatik...
oiya kenalan dlu ya, ak dian guru di sma Bogor. pakabar Haryo?semoga sehat wal afiat, Amien.
Ak lg bingung, apalagi setelah mbaca artikel km, dibawh ini :
 
&quot;Namun sebelum dilakukan penggambaran motif dengan menorehkan lilin panas, kain mori yang akan digunakan haruslah dicelup lebih dahulu ke dalam minyak tumbuh-tumbuhan serta larutan soda, guna memudahkan lilin melekat dan agar kain bisa lebih mudah menyerap zat warna.&quot;

kemarin ak tidak melakukan seperti yg km tulis, jd ak langsung menggambar saja di kain mori, TANPA DICELUP TERLEBIH DAHULU.
boleh ak nanya?km dapat artikel ini drmana?en km memangnya pernah mempraktekkan juga cara membatik?jika iya, dimana dan kapan?

please tolong dijawad yaa...soalnya ak perlu bagaet artikel yang sebaiknya membatik bagaimana, karna disekolah ku skg sedang membuat batik...tapi kok ga sama ya sama artikel km?
ak khawatir aja jd lain karya siswa2 yg ak ajari sebelumnya. mudah2an sih gak gagal...
Trimakasih telah menyempatkan membaca dan mudah2an Haryo mau mencarikan ak artikel yang lainnya tentang membatik....
oiya maaf banget kalau terlalu bnyak pertannyaan....

semoga kamu mjd penulis yg GO INTERNATIONAL YAA,, tapi tidak sombong dan baik hatinya :-) ....AMIEN


WASSALAM. MAY ALLAH BLESS U AMIEN.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum,<br />
hi HaryO ak seneng baNget mlihat artikel km, kbetulan ak sdng mencari2 artikel mmbatik&#8230;<br />
oiya kenalan dlu ya, ak dian guru di sma Bogor. pakabar Haryo?semoga sehat wal afiat, Amien.<br />
Ak lg bingung, apalagi setelah mbaca artikel km, dibawh ini :</p>
<p>&#8220;Namun sebelum dilakukan penggambaran motif dengan menorehkan lilin panas, kain mori yang akan digunakan haruslah dicelup lebih dahulu ke dalam minyak tumbuh-tumbuhan serta larutan soda, guna memudahkan lilin melekat dan agar kain bisa lebih mudah menyerap zat warna.&#8221;</p>
<p>kemarin ak tidak melakukan seperti yg km tulis, jd ak langsung menggambar saja di kain mori, TANPA DICELUP TERLEBIH DAHULU.<br />
boleh ak nanya?km dapat artikel ini drmana?en km memangnya pernah mempraktekkan juga cara membatik?jika iya, dimana dan kapan?</p>
<p>please tolong dijawad yaa&#8230;soalnya ak perlu bagaet artikel yang sebaiknya membatik bagaimana, karna disekolah ku skg sedang membuat batik&#8230;tapi kok ga sama ya sama artikel km?<br />
ak khawatir aja jd lain karya siswa2 yg ak ajari sebelumnya. mudah2an sih gak gagal&#8230;<br />
Trimakasih telah menyempatkan membaca dan mudah2an Haryo mau mencarikan ak artikel yang lainnya tentang membatik&#8230;.<br />
oiya maaf banget kalau terlalu bnyak pertannyaan&#8230;.</p>
<p>semoga kamu mjd penulis yg GO INTERNATIONAL YAA,, tapi tidak sombong dan baik hatinya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  &#8230;.AMIEN</p>
<p>WASSALAM. MAY ALLAH BLESS U AMIEN.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
