Arsip untuk Maret, 2008

MENGANTISIPASI SIRKULASI UDARA BURUK DI GEDUNG PERKANTORAN

Sirkulasi udara yang jelek di gedung-gedung bertingkat menjadi sumber racun bagi penghuninya.  Ini menjadi masalah. Solusinya sederhana, tempatkan tanaman hias di dalam gedung.
Bermula dari keinginan manusia untuk menciptakan kenyamanan kerja dengan membangun gedung bertingkat yang serba tertutup dan dilengkapi dengan segala alat-alat perkantoran.  Ternyata alat-alat perkantoran terkadang juga mengandung gas beracun yang membahayakan kesehatan penghuni gedung.  Apalagi jika gedung itu serba tertutup dan tanpa dilengkapi sistem sirkulasi yang baik.  Penempatan tanaman hias pada dasarnya untuk menambah nilai estetika dan menetralisir kejenuhan maupun rutinitas keseharian yang terkadang membosankan.  Pada umumnya tanaman hias yang dikembangkan masyarakat adalah tanaman hias di luar ruangan, tapi kini tanaman hias dalam ruangan mulai disukai.  Tanaman hias dalam ruangan kerja mampu menyegarkan suasana kerja para karyawan.
Penempatan tanaman hias dalam ruangan tertutup di samping menambah keindahan juga mampu menjadi penetralisir beberapa bahan beracun dalam ruangan.  Hal ini merupakan salah satu kegunaan tanaman hias yang masih baru bagi masyarakat kita.
Dari hasil penelitian Badan Antariksa Amerika Serikat – NASA, terungkap bahwa tanaman hias ternyata mampu berfungsi sebagai pembersih udara.  Penelitian ini berawal dari munculnya “Sick Building Syndrome” atau biasa disebut SBS.  Gejala ini muncul di daerah perkotaan terutama kota besar yang banyak memiliki gedung bertingkat dan tertutup.  Akibat dari gedung yang tertutup itu menyebabkan sirkulasi udara yang buruk sehingga membahayakan kesehatan.
Udara kotor hasil pernapasan dan racun yang dikeluarkan peralatan gedung kantor tidak mampu keluar sehingga terhisap oleh penghuninya.  Belum lagi jika udara pernapasan itu mengandung bakteri patogen.  Udara yang mengandung bakteri ini, menyebabkan terjangkitnya beberapa gangguan pernapasan.  Cara paling efektif untuk membersihkan udara yang kotor itu adalah memadukan metode teknologi tinggi dan metode alami.
Metode berteknologi tinggi ini adalah penggunaan AC sentral lengkap beserta filter anti debu dan anti virus.  Sedangkan metode alami yaitu dengan menggunakan tanaman hias tertentu yang ternyata mampu menghisap racun dan membersihkan udara kotor.
Mekanisme pembersihan udara secara alami yaitu dengan memanfaatkan aktivitas fotosintesa, penghisapan racun oleh stomata (mulut daun), dan pengikatan partikel oleh media tanaman.  Sebagaimana diketahui, bahwa aktivitas fotosintesa tanaman berhijau daun membutuhkan gas CO2 dan menghasilkan gas O2.  Kebutuhan gas karbondioksida diperoleh dari lingkungannya, di mana aktivitas itu menyebabkan ruangan kerja mempunyai kandungan gas CO2 yang kecil dan kandungan O2 yang besar. Kondisi demikian diperlukan oleh penghuni gedung sebagai kebutuhan untuk hidup sehat.
Ativitas fotosintesa dapat berlangsung selama ada pasokan bahan baku yaitu CO2 dan H2O serta ketersediaan cahaya, terutama cahaya hijau.  Cahaya bisa bersumber dan diperoleh dari sinar matahari langsung atau sinar lampu.  Lampu yang bisa digunakan adalah lampu yang mampu mengeluarkan sinar hijau, antara lain: lampu pijar atau bohlamp, lampu tabung atau TL neon, lampu mercuri, metal halide, dan sodium.  Diantara lampu-lampu tersebut yang terbaik adalah lampu tabung karena cahayanya lembut dan tidak membakar daun tanaman dalam ruangan.
Stomata yang ada pada seluruh permukaan tanaman merupakan jalan untuk pertukaran gas CO2 dan O2 serta H2O (uap air berupa gas) dalam proses transpirasi.  Di samping fungsi tersebut stomata juga mampu menyerap partikel-partikel toksik (racun) dari udara sekelilingnya.  Partikel itu bisa berupa partikel gas beracun atau partikel debu.  Tetapi partikel logam berat seperti Ag (argentum), Pb (plumbum – timah hitam), dan Hg  (hidrarginum – air raksa) tidak mampu dihisap stomata.
Tanaman hias yang tumbuh dalam media tanam karbon juga mempunyai peran yang tak kalah penting dibanding tanaman hias yang ditanam dengan menggunakan media tanam tanah. Beberapa zat beracun mampu diserap oleh media tanaman karbon dan selanjutnya akan diuraikan secara perlahan-lahan.
Dari hasil penelitian, diketahui bahwa beberapa tanaman hias mampu menyerap udara beracun.  Tanaman-tanaman tersebut antara lain adalah Sri Rejeki (Aglaonema), Sirih Belanda (Scindapsus), Dracaena, Palem (Chamaedorea), Krisan (Chrysanthemum morifolium), Philodendron, Daun laba-laba, dan Gerbera (gerbera jamesonii).
Serangkaian penelitian telah membuktikan bahwa tanaman hias yang terefektif menyerap racun dari golongan formaldehida adalah Philodendron, Daun laba-laba, dan Sirih Belanda.  Sedangkan gas-gas golongan benzena mampu diserap dengan baik oleh gerbera, krisan dan Sirih Belanda.  Secara garis besar gas beracun yang biasa terdapat pada ruangan kerja antara lain adalah:
1.Golongan benzena, berasal dari bensin, tinta, cat, plastik, karet, deterjen, peledak, obat-obatan, dan bahan pencelup tekstil.  Golongan racun ini bisa menyebabkan iritasi kulit dan mata, mutasi gen sel-sel bakteri, membunuh janin, menyebabkan leukimia, dan kontak dengan kulit menyebabkan kulit melepuh dan kering.  Menghirup secara akut menyebabkan kepala pusing, lemah, sakit kepala, euforia, mual, pandangan kabur, dan gangguan pernapasan.
2.Golongan formaldehida, berasal dari busa insuli ruangan, papan partikel, produk kayu pres, produk kertas dengan resin urea formaldehida, kantung belanja, kertas lilin, bahan pembersih rumah tangga, kertas tissu, obat anti serangga, karpet, dan bahan bakar.  Racun-racun itu menyebabkan iritasi membran hidung, mata, dan tenggorokan, sakit kepala, dan bila berkombinasi dengan protein akan menyebabkan gangguan kulit atau alergi, menyebabkan asma dan kanker tenggorokan.
3.Trichloro etilen, berasal dari industri logam, binatu, tinta cetak, cat, furnish (pernis), dan bahan perekat.  Zat ini dapat menyebabkan kanker hepato seluler pada hati.
4.Xeon, karbon monoklorida, dan karbon dioksida merupakan gas-gas beracun yang banyak dijumpai pada gedung-gedung yang memiliki ruang bawah tanah, seperti parkir bawah tanah, ruang arsip bawah tanah, atau ruang apapun yang terletak di bawah permukaan tanah.  Semakin dalam suatu ruangan terletak di bawah tanah, maka kandungan gas-gas beracun semacam xeon, CO dan CO2 akan semakin tinggi.  Untuk mengantisipasinya sebaiknya dibuatkan saluran-saluran sirkulasi udara yang dilengkapi dengan kipas-kipas angin bertenaga besar, yang diimbangi dengan meletakkan banyak tanaman pot yang memiliki daun berwarna hijau.  Semua tanaman yang memiliki daun berwarna hijau sangat baik menyerap gas beracun ini.  Akan lebih baik bila dipilih jenis tanaman yang memiliki daun yang cukup lebar dan besar agar daya menyerap gas beracun juga semakin baik.
Dengan ditemukannya fungsi tanaman hias sebagai penghisap racun dalam ruang, terutama ruangan kerja, diharapkan masyarakat akan semakin sadar akan arti penting tanaman hias.

Komentar bertahan »

JAMUR – MAKANAN BERKHASIAT BAGI KESEHATAN

Sudah banyak hasil penelitian yang membuktikan bahwa pemanfaatan bahan makanan tertentu dapat meningkatkan derajad kesehatan manusia, membentuk tubuh yang indah, menjaga tubuh agar tetap awet muda, dan bahkan bisa memperpanjang umur manusia.  Menurut hasil penelitian, beberapa jenis jamur mempunyai khasiat memperpanjang umur hidup seseorang.  Mungkin ada benarnya bila Anda menyimak ulasan berikut ini.
Diantara kita tentunya sudah banyak yang mengenal bahan makanan yang satu ini.  Apalagi kalau bukan jamur yang sudah dikenal umat manusia sejak ribuan tahun lalu sebagai makanan lezat nan mewah para raja.  Sepanjang sejarah, jamur sudah dikenal oleh peradaban manusia, mulai dari jamur yang tumbuh di atas kayu yang lapuk, hingga jamur yang dibudidayakan oleh manusia.  Jamur banyak dimanfaatkan sebagai sayuran yang berkalori rendah, sedikit lemak namun kaya akan protein, karbohidrat, serat, vitamin, garam mineral dan asam amino.  Sementara itu dari 8 macam asam amino yang dibutuhkan manusia, 6 – 7 macam diantaranya dikandung oleh jamur.
Sampai saat ini konsumsi jamur masih terbatas pada kalangan menengah ke atas.  Umumnya jamur yang berkualitas tinggi ditemui di supermarket-supermarket yang ada di kota-kota besar.  Ada begitu banyak jenis jamur yang bisa dimakan, namun umumnya hanya beberapa jenis yang dikenal luas di Indonesia, diantaranya adalah jamur tiram (Pleurotus sayor caju  dan Pleurotus obalonus), jamur kuping (Auricularia polytricha), dan jamur Champignon (Agaricus bisporus).  Di Indonesia, tampaknya tidak banyak perusahaan yang bergerak di bidang usaha budidaya jamur, mengingat komoditi yang satu ini tidak bisa disimpan terlalu lama, sehingga membutuhkan jalur distribusi yang cepat dan baik selain ruang penyimpanan (cool storage) yang baik agar komoditi ini tidak cepat busuk.  Selain itu kendala yang lain yang biasa dihadapi pengusaha budidaya jamur adalah bahwa tidak semua jenis serbuk kayu bisa dijadikan sebagai media tumbuh bagi jamur.  Yang paling baik adalah serbuk kayu yang diperoleh dari jenis kayu sengon laut (Albizzia falcataria) dan kayu randu (dari pohon kapuk randu).  Dengan menggunakan serbuk kayu dari jenis kayu tersebut maka hasil dan kualitas jamur yang dihasilkan juga akan lebih baik.
Budidaya jamur sendiri sebenarnya tidaklah terlalu rumit.  Serbuk kayu (serbuk gergaji) dilapukkan selama kurang lebih satu bulan, kemudian ditambahkan dengan unsur hara yang diperoleh dari pemberian pupuk dasar NPK lengkap.  Dengan perbandingan urea, SP36 dan KCl  sebanyak 1 : 1 : 1.  Serbuk kayu dimasukkan ke dalam polybag untuk dikukus atau dimasak selama 8 jam nonstop pada suhu 100 derajat celsius, kemudian diinokulasikan agar keluar miseliumnya.  Jika miselium sudah terbentuk ¾ bagian, maka berarti sudah siap unuk dimasukkan ke dalam ruang tanam.  Suhu ruang tanam diatur agar tetap konstan 25 – 26 derajat celsius.  Kelembaban dipertahankan pada kisaran 80 – 90%.  Penyiraman dilakukan 3 kali sehari, yaitu pagi, siang dan malam.  Sebaiknya gunakan air sumber atau air pegunungan setiap kali penyiraman agar bebas dari bahan kimia.  Bibit jamur biasanya didatangkan dari Taiwan atau Jepang.
Seorang pakar jamur, Roy Gender, dalam bukunya “Mushroom Growing for Every One” menyebutkan khasiat jamur.  Di Amerika misalnya jamur digunakan untuk pengobatan kekurangan darah (anemia), karena mengandung folic acid yang lebih tinggi daripada sayur bayam dan hati sapi.  Orang Perancis mengkonsumsi jamur untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan juga agar terhindar dari penyakit kanker.  Di Perancis, jamur biasa dikonsumsi seperti layaknya sayur mayur.
Yu Hsuen Yu, spesialis jamur dari Taiwan sempat menyebutkan beberapa jenis jamur yang dapat dimakan yaitu jamur Champignon, jamur tiram, jamur kuping dan jamur Shitake.  Dalam jamur, terkandung komposisi beraneka zat yang baik untuk kesehatan.  Sebagai contoh, jamur Champignon mengandung air,  protein,  lemak,  gula,  abu,  kalsium, fosfor, kalium, zat besi, tembaga, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, Niacin, dan Panthotenic acid.  Sementara pada jamur tiram mengandung air, protein murni, lemak kasar, nitrogen terlarut, gula reduksi, pentose, methyl pentose, gula rangkap, hexose, serat kasar, abu dan zat-zat terlarut lainnya.
Selain meningkatkan kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari resiko serangan penyakit kanker, mengkonsumsi jamur juga dipercaya dapat memperhalus kulit wajah dan kulit tubuh, sehingga semakin banyak kaum wanita yang mengkonsumsi jamur untuk kesehatan dan kecantikan.  Sebenarnya masih banyak khasiat jamur bila dikonsumsi secara rutin, yaitu antara lain dapat mengatasi kolesterol, diabetes, hipertensi dan avitaminosis (kurang vitamin).  Bagi penderita ginjal, mengkonsumsi jamur diyakini dapat memperlancar proses metabolisme tubuh karena kandungan kalorinya cukup tinggi (200 kal/100 gr bahan segar).  Dengan mengkonsumsi jamur secara rutin dalam menu makanan, semoga bisa semakin meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.

Komentar bertahan »

TEMPE – MAKANAN UNGGULAN MASA DEPAN

Tempe telah lama dikenal sebagai bahan pangan lauk bagi masyarakat Indonesia.  Walau beberapa kalangan menganggap remeh bahan pangan murah ini sebagai makanan kalangan menengah ke bawah, namun sebetulnya bahan pangan yang satu ini tidak boleh dipandang remeh.
Sebagai bahan pangan yang dibuat dari kedelai melalui proses fermentasi, berbagai perubahan biokimia oleh mikrobia berlangsung pada pembuatan tempe.  Para pakar pangan dan gizi telah berhasil mengungkapkan bahwa perubahan-perubahan tersebut dinilai dari gizi menguntungkan.
Penelusuran dokumen sejarah membuktikan bahwa tempe telah dibuat di Indonesia sejak dahulu.  Tempe diyakini berasal dari Jawa yang selanjutnya menyebar ke berbagai daerah, sejalan dengan penyebaran masyarakat Jawa yang berimigrasi ke wilayah nusantara dan ke mancanegara.  Pengamatan terhadap teknologi pembuatan tempe juga semakin menguatkan asal tempe dari Jawa, khususnya dari Jawa Tengah dan lebih khusus lagi yaitu berasal dari wilayah Yogyakarta dan Solo.
Kata “tempe” bila dikaji lebih lanjut tampaknya berasal dari bahasa Jawa kuno, dan bukannya berasal dari bahasa Cina.  Kisah yang dihimpun dalam Serat Centhini diperkirakan terjadi pada tahun 1600-an.  Saat itu kerajaan Mataram di bawah pimpinan Sultan Agung Anyakrakusuma menaklukkan Giri, mengakibatkan putra-putri Giri melarikan diri dan berkelana ke seluruh pelosok pulau Jawa.  Kata “tempe” ditemukan pada “Serat Centhini” jilid 3 yang menggambarkan perjalanan Mas Cebolang dari Candi Prambanan menuju Pajang dan mampir di dusun Tembayat wilayah Kabupaten Klaten.  Bahwa tempe dibuat dari kedelai dipertegas dalam Surat Centhini jilid 12, yang menggambarkan perjalanan Jayengresmi dan rekan-rekannya, sampai di dusun Bustam   yang termasuk wilayah kerajaan Mataram, Jawa Tengah.  Mereka kemudian dijamu oleh Ki Arsengbudi, dan salah satu hidangan yang disuguhkan adalah tempe kedelai serundeng.  Kenyataan ini menunjukkan bahwa dalam pembuatan tempe terkandung budaya nenek moyang yang memiliki nilai tinggi.
Pengolahan tempe di Indonesia pada dasarnya sangat bervariasi dan belum ada standar yang dapat digunakan secara nasional untuk pengukuran terutama dalam hal kualitasnya.  Pada prinsipnya perlakuan pendahuluan adalah menyiapkan biji kedelai mentah menjadi matang tanpa kulit dan mempunyai kondisi yang cocok untuk pertumbuhan kapang.  Banyaknya variasi proses tersebut, mengakibatkan keragaman dalam produk tempe yang dihasilkan.  Hal ini menimbulkan kesulitan apabila dikembangkan menjadi produk tempe generasi kedua maupun ketiga.  Padahal produk lanjutan ini bisa jadi mempunyai nilai tambah (secara ekonomi) berpuluh kali lipat. Ragi tempe tidak hanya dijualbelikan dalam bentuk usar, tetapi ada pula yang berbentuk tepung atau bubuk.  Ragi tempe jenis ini telah diproduksi oleh LIPI Bandung sejak tahun 1976.  Di luar negeri seperti Jepang dan Eropa, produsen tempe menggunakan biakan murni kapang Rhizopus oligosporus NRRL 2710 yang merupakan strain paling baik untuk tempe.
Penyebaran tempe di luar negeri banyak dipengaruhi oleh kehadiran orang Indonesia khusunya suku Jawa serta warga Belanda yang pernah menetap di Indonesia.  Di Eropa tempe mulai populer melalui orang-orang Belanda, menurut Stahel, pada tahun 1946, tempe mulai diperkenalkan di Amerika.  Tempe juga berkembang di negara Jepang yang dirintis oleh Kiku Murata seorang guru besar di Universitas Osaka yang juga pendiri Japanese Tempeh Society.  William Shurtleff dan Akiko Aoyagi pada tahun 1984 pernah menerbitkan monograf “sejarah tempe” dan telah mengakui asal tempe secara turun temurun berasal dari Jawa (Indonesia).  Temuan rujukan pertama didapatkan tahun 1875.  Sebagai gambaran, yang sempat tercatat oleh Soy-Foods Centre di California (Amerika) terdapat 616 dokumen yang diterbitkan mengenai tempe, dan juga masih ada 247 dokumen arsip yang masih belum diterbitkan.  Sebagian proses telah dipatenkan di Amerika maupun Jepang.  Disamping itu telah diidentifikasi 423 produk komersial tempe.  Pada tahun 1984 tercatat 18 perusahaan tempe di Eropa, dan di Amerika melonjak dari sejumlah 13 perusahaan (di tahun 1975) menjadi 53 perusahaan di tahun 1984.  Sekarang diperkirakan jumlahnya lebih dari 100 perusahaan mengingat banyaknya produk generasi kedua yang dihasilkan.  Bahkan di Jepang, diyakini bahwa tempe dapat menjadi obat bagi penyakit AIDS, walau hal ini masih dalam taraf penelitian, seperti halnya bawang putih yang juga diyakini suatu saat dapat menyembuhkan AIDS.
Sungguh ironis bahwa perkembangan industri tempe di tanah air justru kurang menggembirakan.  Inovasi-inovasi baru produk tempe olahan masih jauh dari yang diharapkan, apalagi bila dibandingkan dengan negara-negara Eropa, Jepang dan Amerika yang sudah lebih dulu mengembangkan produk olahan tempe generasi kedua dan ketiga.  Agaknya di tanah air, potensi tempe masih dimanfaatkan oleh industri-industri rumah tangga yang berskala kecil.  Bahan pangan yang telah mendunia ini tampaknya masih tetap dipandang sebelah mata karena terkait dengan selera masyarakat yang masih menganggap tempe sebagai makanan kelas bawah.
Meski masih sering dipandang sebagai produk makanan kalangan bawah, ternyata tempe memiliki nilai gizi yang tinggi.  Tempe bermanfaat sebagai makanan fungsional yang menambah asam amino, menurunkan dampak kolesterol serta bermanfaat dalam penanggulangan diare, serta masih banyak sederet fungsi positif dari bahan pangan yang satu ini terhadap kesehatan manusia.
Aktivitas mikroorganisme selama proses pengolahan menyebabkan tempe mempunyai nilai gizi lebih daripada sekedar kedelai.  Fermentasi kedelai menjadi tempe telah mengubah aroma kedelai yang langu menjadi aroma khas tempe yang gurih.  Tempe mempunyai beberapa sifat yang berguna bagi kesehatan.  Kandungan proteinnya sangat lengkap, terdiri dari 8 macam asam amino esensial.  Makanan ini pun memiliki kandungan vitamin B12 yang tinggi.  Kolesterol yang selama ini menjadi momok bagi penderita penyakit jantung koroner, konon dapat ditekan setelah mengkonsumsi tempe.  Tempe memiliki tekstur seluler yang unik sehingga mudah dicerna dan diserap oleh usus halus.  Bahkan dalam tempe terdapat zat berkhasiat antibiotik dan stimulasi pertumbuhan yang sangat baik bagi manusia.
Enzim-enzim yang dihasilkan kapang/jamur tempe selama proses fermentasi kedelai menimbulkan perubahan pada protein, lemak maupun karbohidrat.  Kadar protein tidak meningkat, tetapi jumlah nitrogen terlarutnya bertambah 0,5 – 2,5%.  Beberapa asam amino meningkat kadarnya berkisar antara 5 hingga 10 %.  Aktivitas enzim lipolitik menguraikan lemak pada kedelai menjadi asam lemak bebas.  Asam lemak bebas dalam kedelai rebus berjumlah 0,5% meningkat menjadi 21% dalam tempe.  Karbohidrat yang berupa oligosakarida juga diuraikan, sehingga tidak terjadi pembentukan gas dalam perut yang menyebabkan kembung.  Oleh sebab itu, tempe dapat dianjurkan sebagai makanan bergizi tinggi bagi bayi atau anak-anak.  Dalam proses fermentasi kedelai menjadi tempe dihasilkan enzim fitase, lipase, protease dan amilase yang dapat membantu proses pencernaan dan penguraian lemak, protein, dan zat pati yang berasal dari makanan lain yang dikonsumsi.
Tempe bukan hanya sumber protein tetapi juga mengandung mineral makro dan mikro dalam jumlah yang cukup.  Selama proses fermentasi terjadi peningkatan ketersediaan zat besi dan mineral seng.  Proses penuaan dapat dihambat apabila dalam makanan yang dikonsumsi mengandung senyawa antioksidan yang cukup untuk mencegah oksidasi.  Ternyata tempe mengandung alfa dan rho tokoferol yang merupakan antioksidan yang sangat potensial mencegah oksidasi.  Di samping itu, ketersediaan kalsium dan zat besi akan meningkat dengan adanya fermentasi tempe.  Demikian pula ketersediaan mineral seng pada tempe cukup besar.  Oleh karena itu potensi tempe dalam mencegah oksidasi maupun sebagai pembersih radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh, perlu dikembangkan dalam upaya mencegah penuaan secara dini.  Tempe sebagai produk teknologi asli Indonesia yang unggul dalam aspek gizi harus terus dikembangkan.  Pola konsumsi masyarakat yang menganggap tempe sebagai makanan rendahan harus dihilangkan.  Juga perlu ditunjang adanya pengendalian kualitas yang baik sehingga tempe benar-benar dapat dijadikan produk andalan Indonesia.

Komentar bertahan »

KADAR SULFIT YANG MEMBAHAYAKAN DALAM GULA MERAH

Pengolahan bahan pangan seringkali menggunakan bahan tambahan khususnya sulfit untuk pengawetan.  Tetapi sering kali tidak memperhatikan batasan yang telah ditetapkan.  Dalam pengolahan hasil pertanian terutama bahan pangan, saat ini memang perlu adanya penambahan zat aditif dari bahan-bahan tertentu, misalnya bahan pengawet, yang bertujuan untuk mempertahankan bahan pangan dari serangan mikroorganisme.  Namun perlu diingat, bahwa dalam pemberian zat tambahan tersebut haruslah sesuai dengan standard yang telah ditetapkan oleh Departemen Kesehatan maupun Departemen Perindustrian.
Saat ini banyak sekali ditemukan bahan pangan atau bahan pangan olahan yang mengandung residu zat tambahan yang melebihi ambang batas maksimum yang dianjurkan.  Misalnya saja kandungan residu sulfit / SO2 (merupakan zat aditif untuk menghambat pertumbuhan jamur, khamir dan kadang-kadang bakteri selama dalam penyimpanan) yang terkadang melebihi batas maksimum yang telah ditentukan.  Perlu diketahui bahwa zat aditif sulfit mempunyai sifat karsinogenik (stimulan penyebab penyakit kanker).
Karena kurangnya pengetahuan para pengusaha industri rumah tangga sebagai penghasil gula merah terkadang menjadi penyebab penambahan zat aditif secara berlebihan.  Terkadang alasan lain yang sering muncul adalah hasil produk jadi yang kelihatan lebih bagus warna penampilannya bila diberi zat tambahan berupa sulfit, walau terkadang jumlah yang ditambahkan melampaui jumlah yang ditetapkan.  Tampilan yang menarik adalah yang paling sering menjadi alasan mengenai penambahan zat aditif sulfit secara berlebih, padahal secara kualitas, dengan semakin banyak penambahan sulfit pada gula merah, maka semakin tidak layak produk tersebut untuk dikonsumsi.
Sulfit merupakan senyawa kimia yang memiliki sifat korosif dan berbentuk gas, sehingga dapat menempati ruang kosong di mana senyawa tersebut berada.  Ruang kosong ini ada hubungannya dengan mekanisme perusakan struktur protein dalam mikroorganisme.  Penggunaan sulfit dalam bahan pangan biasa dikenal dengan istilah sulfitasi.  Sulfitasi dalam bahan pangan tersebut biasanya menggunakan sodium metabisulfit (Na2SO2O5) teknis.  Untuk memperkecil residu sulfit di dalam bahan pangan maka sodium metabisulfit dapat dikombinasikan dengan senyawa organik lain yang berfungsi mirip dengan sodium metabisulfit, antara lain adalah senyawa tannin yang diekstrak dari bahan kulit kayu nangka, kulit kayu mente, sabut kelapa, dan dari kulit manggis.  Di samping itu juga bisa ditambahkan kurkumin yang diekstrak dari rimpang kunyit.  Senyawa tannin berfungsi membantu sodium metabisulfit untuk menonaktifkan enzim, karena dapat menyebabkan denaturasi protein yang dikandung dalam mikroorganisme.  Sedangkan kurkumin digunakan untuk membunuh mikroorganisme, karena bersifat sebagai antimikroorganisme.  Kedua zat tersebut kemudian dilakukan aktivasi (proofing) sehingga penggunaan zat organik tersebut relatif lebih sedikit, sehingga tidak menimbulkan dampak kadar abu yang tinggi pada makanan hasil olahan.  Sedangkan untuk menstabilkan hasil formulasi, diperlukan penambahan KCl agar pH-nya tidak berubah.  Di samping KCl itu sendiri juga berfungsi sebagai desinfektan terhadap mikroorganisme.  Dengan demikian maka penggunaan sodium metabisulfit relatif lebih sedikit. Dengan formulasi ini, maka residu sulfit pada gula merah atau gula kelapa dapat ditekan hingga 150 – 170 ppm.  Residu sulfit yang ditemukan pada gula merah yang banyak beredar di pasaran, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh universitas maupun lembaga konsumen, mengandung residu sulfit rata-rata di atas 500 ppm, sedangkan batas maksimum yang diperbolehkan adalah 300 ppm.  Oleh karena itu, konsumen perlu lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan olahan produk industri rumah tangga, lebih-lebih yang tidak mempunyai sertifikat yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan.  Dalam jangka panjang, resiko mengkonsumsi produk makanan olahan yang tidak tersertifikasi secara baik ataupun yang lolos dari pengawasan berkala dari Departemen Kesehatan maupun Departemen Perindustrian dapat membahayakan kesehatan masyarakat.  Penyuluhan dan pengawasan secara ketat dari pemerintah sebaiknya perlu terus menerus dilakukan demi terjaganya kualitas serta keamanan bahan pangan dan produk olahan yang beredar secara luas dan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat.

Komentar (1) »

SEKILAS TENTANG ROTI YANG BERKUALITAS

Pada mulanya biji-bijian (beras, jagung, sorgum) digunakan pada pembuatan berbagai hidangan tetapi lama kelamaan juga dipakai untuk membuat kue berikut campuran dengan madu, minyak, arak, aneka padi-padian, buah dan daging.  Sebenarnya penemuan roti fermentasi adalah secara kebetulan saja yaitu oleh orang-orang Mesir yang menggunakan ragi, sisa dari pembuatan roti dan ampas anggur yang kemudian diuleni dengan terigu dan dijemur di bawah sinar matahari.  Pembuatan roti fermentasi ini kemudian menyebar dengan cepat oleh karena pembuatannya tidak menyimpang dari pembuatan roti tradisional yang umum dimakan oleh tentara Romawi.  Pada abad pertengahan, roti tradisional ini dipakai sebagai pengganti piring yang kemudian dimakan atau diberikan kepada fakir miskin.
Pembuatan roti secara komersial.
Terigu yang telah digiling halus dan disimpan paling sedikit 15 hari dimasukkan ke dalam tempat yang cekung lalu tambahkan ragi dan air hangat ke bagian tengah terigu dan campur hingga rata.  Ragi (ragi alkohol dan jamur-jamur sejenis) yang membuat adonan berfermentasi penting pada pemindahan gula ke alkohol dan karbondioksida.  Tinggalkan ulenan ini selama 4-5 jam agar berbentuk adonan biang.  Tambahkan terigu dengan berat yang sama untuk mendapatkan ‘biang pertama’ dan tambahkan tepung terigu lagi akan memberikan ‘biang kedua’.  Pada saat ini roti akan bertambah besar setengah atau sepertiga besar roti semula. Pada ulenan yang terakhir tambahkan sisa terigu dan basahi adonan dengan air garam hangat.  Pekerjaan ini berat bila dilakukan dengan tangan.
Adonan kemudian dibagi-bagi menjadi beberapa bagian kemudian biarkan sejenak agar mengembang, membesar, merekah lalu diuleni menjadi satu kembali.  Pekerjaan ini harus dikerjakan dengan cepat.  Pada perusahaan-perusahaan roti modern, tahap-tahap tersebut dikerjakan dengan mesin.  Bila ulenan sudah lengkap, biarkan dahulu sambil ditutup dengan serbet.  Roti yang diuleni dengan ragi dadak lebih putih dan lebih gurih dibandingkan dengan roti yang diuleni dengna ragi yang sebelumnya harus dilarutkan lebih dahulu.
Melalui kerja ragi, karbondioksida akan terbebaskan. Bila adonan sudah mengembang dua kali dari besar semula, adonan dibagi-bagi lalu ditaburi dengan terigu, tepung beras atau tepung jagung yang sudah dihaluskan kemudian masukkan ke dalam oven.
Panaskan oven antara 220-300°C (425°F-575°F), agar permukaan roti lebih cepat kering sementara sebelah dalamnya melanjutkan fermentasi.  Karbondioksida akan membuat adonan mengembang, membentuk pori-pori di bagian tengah roti sehingga menyebabkan permukaan roti menjadi besar.  Apabila suhu di dalam roti sudah mencapai 60°C (140°F), pati berubah menjadi gumpalan pati. Dan bila suhu sudah mencapai 100°C (212°F), kulit roti menjadi keras disebabkan hilangnya sebagian air karena evaporasi (penguapan).
Bila suhu dalam oven (yang dapat pula turun sementara roti dimasukkan ke dalamnya) telah mencapai 200°C (400°F), pati akan terbakar.  Uap air kemudian ditambahkan ke dalam oven (atau oven disemprot air) untuk menghindari kulit roti terlalu keras.  Waktu pembakaran bermacam-macam tergantung ukuran roti demikian pula halnya dengan jumlah air yang hilang.
Bila fermentasi berlebihan maka karbondioksida akan terbebaskan sebelum dimasukkan ke dalam oven akibatnya roti menjadi lebih berat dan padat dengan rongga-rongga di antara remahan dan kulit roti.  Alkohol yang terbentuk selama fermentasi akan menguap pada waktu pembakaran seperti halnya karbondioksida yang terbebaskan pada waktu pendinginan.  Proses kondensasi dari uap air terjadi pada waktu pendinginan yang menyebabkan roti menjadi berlemak dan mengkilat.
Kualitas roti.
Kualitas roti yang baik haruslah memiliki kulit bawah yang berwarna kuning muda atau coklat muda dan kulit atas yang berwarna kuning tua atau coklat muda yang sebaiknya pula tebal menggelembung dan beresonansi (berbunyi) bila diketuk-ketuk.  Kulit harus kuat melekat pada remahan.  Dan bila mengiris roti maka irisan roti harus cepat kembali ke bentuk semula.  Remahan roti harus homogen tanpa gumpalan putih atau kuning dan tanpa bintik ungu, merah atau hitam.  Sebaiknya tidak melekat di jari (itu berarti adonan jelek) atau terlalu kecil (tandanya fermentasi belum cukup), aroma roti harum, rasanya enak dan gurih.
Bila remahan roti terlalu putih itu menandakan adanya tepung beras, bila remah berwarna coklat keabu-abuan menunjukkan adanya tambahan gandum.  Bila disimpan untuk waktu yang lama, roti akan menjadi tua, remahan akan mengering dan kulit roti melunak.  Ini menyebabkan roti kehilangan banyak air (roti tua hanya mengandung kira-kira 1% air dibandingkan roti segar). Dengan memanaskan roti tua (yang akan menyebabkan roti mengeluarkan kira-kira 3%  air) proses destilasi akan tercapai.  Cairan dari roti akan masuk ke dalam remahan sehingga memberikan kesan bentuk roti segar.
Macam-macam roti.
Di Perancis, roti-roti tradisional (pain ordinaire atau pain de menage) berbentuk silinder dan panjang. Bagian atasnya tawar dan dipotong miring atau paralel.  Roti ‘boulot’ atau ‘bouleau’ berbentuk sama tetapi dengan taburan tepung di atasnya. Roti ‘polka loaf’ panjang atau bulat dengan kulit roti keras, dipotong dengan dekorasi berbentuk lozenge (bulat).  ‘Split loaf’ terbuat dari paduan dua roti yang panjangnya sama, lebih tebal dengan sedikit kulit roti.  ‘Round loaf’ adalah jenis roti tradisional berbentuk menggelembung pada bagian atasnya dan ‘crown loaf’ yang seperti namanya, terdapat bentuk melingkar di bagian tengah roti.
‘Vienna loaf’ adalah jenis roti yang diuleni dengan susu kaleng atau ‘Pan loaf’, berbentuk seperempat dengan kulit roti yang amat tipis.  Di Prancis, roti ini dibakar, dipotong-potong persegi untuk camilan (canapes), sebagai hiasan atau dipotong-potong sampai kering (crouton) ataupun sebagai roti isi.  Adonan yang dibuat antara pembuatan roti dan kue-kue kecil adalah adonan brioche dan roti berbentuk bulan sabit (croissant).   Roti mengandung sedikit atau banyak barn (sejenis gandum) dari sari biji-bijian serta endosperma yang secara teoritis mengandung banyak zat-zat makanan tetapi tidak mudah dicerna oleh usus, sehingga keadaan yang lebih jauh akan menimbulkan kesulitan. ‘Wholemead bread’ mengandung seluruh bagian gandum.  Di beberapa tempat di Jerman, roti hitam (pumpernickel) terbuat dari gandum yang digiling kasar.
Tepung terigu umum digunakan untuk roti jenis baik tetapi di beberapa negara gandum adalah bahan pokok untuk roti.  ‘Barley bread’ adalah roti yang dibuat dari barley (sejenis gandum juga) dan terigu.  Roti ini amat kasar dan biasa disimpan dalam bentuk segar untuk waktu yang lama.  Secara bergurau orang barat kerap mengatakan istilah sindiran seperti misalnya ‘sekasar roti barley’, karena barley memang sukar dikupas.  ‘Gluten bread’ diproduksi untuk penderita diabetes yaitu dengan menambahkan gluten ke dalam adonan.  Roti mengandung 40% pati.  ‘Unleavened bread’ (roti tidak beragi) lebih sedikit dipakai dibandingkan dengan roti-roti tradisional, meskipun demikian di beberapa negara seperti Swedia misalnya roti ini disajikan bersama hors-d’oeuvre’ (makanan pembuka).
Pemalsuan roti.
Cara yang banyak dilakukan orang untuk memalsukan roti (roti berkualitas jelek seakan berkualitas baik) adalah dengan memasukkan air sebanyak mungkin ke dalam adonan roti.  Tetapi ada pula yang memalsukannya dengan cara memasukkan tepung yang jelek ke dalam gluten serta menambahkan pula beberapa bahan lain yang secara kimiawi dapat mempercepat proses pembuatan roti.  Proses ini akan menghancurkan zat-zat makanan sehingga sama sekali tidak menunjang bagi orang yang sedang berdiet.
Roti sulit dicerna.
Di Perancis, dan di banyak negara lain, roti merupakan makanan pokok di mana anak-anak juga diajarkan untuk memakan roti secara rutin sebagai sumber energi bagi tubuh.  Roti dapat pula dimakan bersama aneka penganan lain.  Kulit roti lebih mudah dicerna daripada remah-remahnya, tetapi sebetulnya keduanya sulit dicerna dengan baik.  Perbedaan antara kulit roti dan remah-remah roti terletak pada jumlah kandungan air di dalamnya.  Di antara macam-macam roti yang ada maka roti tawar putih adalah yang paling buruk dan sulit dicerna.  Pada waktu-waktu dahulu roti ini disajikan untuk kalangan atas para bangsawan eropa, walau sekarang sudah umum dikonsumsi oleh semua kalangan di seluruh dunia.  Kejelekan roti tawar putih adalah karena roti ini hanya enak dimakan dalam keadaan segar, dan bila sudah beberapa jam dibiarkan maka roti biasanya akan menjadi alot dan sulit dicerna saat saat dimakan.
Roti untuk diet.
Sebenarnya para ahli gizi tidak sepenuhnya setuju pada kandungan gizi dalam ‘wholemead bread’ tetapi mereka juga tidak sepenuhnya setuju pada roti tawar putih sebagai makanan ideal selama roti tersebut berasal dari gandum yang ditanam di daerah berbatu-batu, diasamkan dengan ragi asli dan dibakar dalam oven dengan bara kayu api.
‘Wholemead brea’ sebenarnya masih merupakan makanan ideal tetapi konsumen hendaknya yakin bahwa roti tersebut benar-benar ‘wholemead bread’ dan bukan roti yang terbuat dari campuran tepung terigu dengan barn ataupun roti yang diperkaya dengan sari gandum atau bahan-bahan lainnya.  Roti yang baik dibuat dari tepung terigu asli, diasamkan dengan ragi asli dan dibakar di atas bara api.  Bagaimana pun tidak semua lambung manusia dapat dengan mudah mencerna ‘wholemead bread’.  Perlu dicatat, bahwa ‘wholemead bread’ tidak sesuai dimakan dengan roti tradisional.  Juga, ‘wholemead bread’ tidak sesuai dimakan dengan roti yang terlalu berempah atau berbumbu maupun minuman beralkohol, karena efek samping yang umum terjadi adalah gejala sakit perut bagi yang lambungnya sensitif.  Menurut para ahli gizi, ‘wholemead bread’ sebenarnya hanya cocok bagi mereka yang benar-benar vegetarian.

Komentar bertahan »

COKLAT SEBAGAI BAHAN MAKANAN OLAHAN BERGIZI

Bubuk coklat dan produk-produk makanan olahan dari coklat yang lain sebenarnya terbuat dari biji buah tanaman yang berasal dari Trinidad (Amerika Selatan).  Di tanah air, pohon tersebut dikenal dengan nama pohon coklat, yang bernama latin Theobroma cacao.  Pohon coklat tumbuh di daerah tropis, pada ketinggian 10 hingga 500 meter di atas permukaan laut.  Di Indonesia, pohon coklat banyak terdapat di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sumatra Utara.  Pohon coklat umumnya dapat mencapai tinggi 5 – 6 meter, dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun sejak umur 4 -5 tahun.  Batangnya merupakan tumbuhan berkambium yang dapat berdiri kokoh berkat adanya akar tunggang yang tumbuh kuat. Daun yang tua berwarna hijau, sedang yang muda berwarna hijau kemerahan.  Bunganya berwarna putih, sedangkan buahnya berwarna ungu atau kuning.  Bentuk dan ukuran buah berbeda, tergantung jenis tanaman coklatnya, yang umumnya biasa tumbuh bergelantungan di pohon dan mempunyai panjang antara 15 – 20 cm.
Pengolahan coklat.
Setiap buah coklat terdiri atas kulit buah, biji coklat dan pembungkus biji coklat (sekam buah).  Kulit buah biasanya dibuang, tetapi kadang-kadang digunakan sebagai makanan ternak setelah diproses lebih dulu.  Sekam buah (pembungkus biji) pada umumnya langsung dibuang atau untuk pupuk, sedangkan biji buahnya diambil dan diolah agar dapat dikonsumsi manusia.
Pengolahan coklat di perkebunan biasanya hanya sampai pada tahap pengeringan biji coklat.  Untuk memperoleh biji coklat yang kering, buah mengalami beberapa proses pengolahan khusus yaitu pengupasan buah, fermentasi, pencucian, pengeringan dan sortasi.  Selanjutnya sebelum dibuat bubuk coklat dan produk olahan lainnya, dilakukan penggarangan biji coklat (disangrai).  Tahap fermentasi dan penggarangan, pada pengolahan di atas, merupakan tahap pengolahan yang penting, sebab tahap tersebut sangat mempengaruhi sifat organoleptik dan komposisi kimia produk akhir.
Rasa dan aroma khas coklat sebagian besar terbentuk setelah dan selama proses fermentasi yang disempurnakan oleh proses penyangraian (penggarangan).  Rasa coklat dipengaruhi oleh kandungan senyawa-senyawa alkaloid.  Theobromin dan kafein menyebabkan rasa pahit dan rasa kecanduan, sedangkan tanin mengandung rasa yang tajam (astringency).  Selama fermentasi kandungan theobromin dan kafein menurun, sehingga rasa pahit coklat berkurang.  Demikian pula rasanya yang tajam (astringency) juga menurun akibat zat tanin sudah banyak berkurang akibat teroksidasi.  Hal inilah yang menyebabkan sebagian besar harga coklat ditentukan oleh kandungan tanin yang belum teroksidasi.  Aroma khas coklat terbentuk dari bahan-bahan hasil pemisahan senyawa-senyawa semacam glukosida. Glukosida tersebut diuraikan oleh suatu enzim menjadi komponen-komponen penyusunnya, seperti gula, dan senyawa alkohol serta aldehid.  Senyawa aldehid inilah yang menimbulkan aroma coklat karakteristik.
Penyangraian biji coklat.
Penggarangan atau penyangraian juga merupakan tahap yang penting sebab tahap ini berfungsi menyempurnakan aroma dan rasa coklat selama proses.  Panas dari penyangraian menyebabkan zat-zat yang terbentuk selama fermentasi (mempunyai rantai panjang) berubah menjadi molekul rantai pendek dan bersifat mudah menguap.  Zat-zat tersebut (aldehid, asam amino bebas, gula dan sebagainya) menguap pelan-pelan dan menimbulkan bau aroma khas yang dapat ditangkap oleh indra penciuman.  Rasa coklat semakin baik dengan bertambahnya kekerasan biji dan komposisi gula, asam serta alkaloid yang tepat.  Dengan pemanasan dalam penyangraian, warna coklat lebih baik dan tidak berubah lagi sehingga lebih sedap bila dilihat.
Biji-biji yang telah disangrai, sebelum dikonsumsi, biasanya diolah lebih lanjut sesuai dengan tujuan penggunaan coklat.  Pengolahan tersebut biasanya berupa penghancuran sehingga diperoleh bubuk coklat, lalu diikuti dengan pencampuran berbagai bahan tambahan lain, seperti gula, susu, dan sebagainya (tergantung selera yang memasak).  Bubuk coklat dapat dibuat minuman seperti lazimnya orang membuat kopi atau teh.  Minuman dari coklat tergolong dalam minuman yang tidak beralkohol (non alkoholic beverages).  Dari coklat selain dapat dibuat minuman, dapat juga digunakan sebagai bahan makanan seperti manisan coklat, atau gula-gula coklat dan aneka kue coklat.  Pengolahan lebih lanjut biji coklat dapat menghasilkan minyak coklat dan mentega coklat.  Dalam penyajian makanan, coklat selain sebagai bahan dasar, dapat juga digunakan sebagai penghias makanan bergizi.  Hiasan tersebut dapat berupa kombinasi warna, aroma, maupun bentuk.  Partisipasinya sebagai penghias makanan bergizi tidak dapat dipungkiri lagi.

Komentar bertahan »

MENGKONSUMSI HIDANGAN LAUT DEMI KESEHATAN

Ikan laut atau ikan air tawar memang lebih murah daripada daging.  Namun kandungan atau nilai gizinya tak kalah dengan daging.  Ikan sangat baik untuk anak-anak maupun remaja yang sedang tumbuh, juga untuk orang dewasa.  Sebagai sumber gizi keluarga, ikan sebaiknya paling sedikit sekali dalam seminggu dihidangkan.
Menurut Daftar Komposisi Bahan Makanan, 100 gram ikan segar mengandung 113 kalori, 19 gram protein atau zat putih telur, 4,5 gram lemak, 20 miligram kalsium, 200 miligram fosfor, 1 miligram besi, 150 S.I. vitamin A dan 1,05 miligram vitamin B1.  Bagian ikan yang terbuang atau tidak dapat dimakan diperkirakan sebanyak 30% pada ikan besar dan 50% pada ikan berukuran kecil.  Hal ini tidak berlaku pada ikan kecil yang memang biasa kita makan seluruhnya, seperti misalnya ikan teri.
Bagian ikan yang biasa dimakan adalah jaringan ototnya.  Antara jaringan otot daging dan jaringan otot ikan terdapat perbedaan yang menonjol.  Pada ikan, jaringan otot diliputi oleh selaput-selaput tipis terdiri dari jaringan ikat.  Sedangkan jaringan otot daging dibungkus oleh selaput jaringan ikat yang lebih tebal.  Itulah sebabnya ikan hanya memerlukan waktu sebentar saja jika dimasak.  Dalam saluran pencernaan kita, jaringan otot ikan akan cepat terpisah menjadi bagian-bagian kecil yang menyebabkan pembesaran permukaan, sehingga bagian-bagian sel jaringan otot ikan dapat mudah dicapai oleh getah-getah lambung pada proses pencernaan makanan.
Ikan tidak banyak mengandung lemak, sebaliknya dalam daging ikan terkandung protein sementara lemak hanya dijumpai dalam jumlah yang sedikit.  Kandungan air adalah yang terbanyak dalam daging ikan bila dibanding dengan daging sapi yang tidak berlemak misalnya.  Oleh karena tidak banyak mengandung lemak dan jaringan ikat yang dimiliki lebih tipis, maka ikan yang tidak banyak berlemak dapat lebih mudah dicerna daripada daging yang tidak berlemak sekalipun.  Jadi bagi seseorang yang memerlukan makanan yang mudah cerna, dianjurkan untuk menggunakan ikan sebagai pengganti daging.
Oleh karena ikan mudah dicerna, dan karena ikan tidak banyak mengandung zat-zat ekstraktif maka lain halnya dengan daging, ikan hanya memiliki daya kenyang yang rendah, sehingga tidak beberapa lama setelah makan ikan maka seseorang akan merasa lapar lagi.  Hal ini sangat menguntungkan dalam keadaan tiada nafsu makan, sedangkan seseorang harus banyak makan.  Sebaliknya daya kenyang yang rendah ini akan menjadi halangan bagi orang yang harus melakukan kegiatan fisik yang keras.  Kegiatannya akan menambah kegiatan saluran pencernaan sehingga makanan akan lebih cepat meninggalkan lambung dan rasa lapar akan lebih cepat dirasakan.  Dalam keadaan seperti ini, sebaiknya dipilih ikan yang mengandung lebih banyak lemak.  Jalan lain yang dapat ditempuh ialah, menggunakan lemak dalam bentuk lain.  Misalnya minyak goreng untuk memasak ikan tersebut.
Ikan baik untuk pertumbuhan.
Nilai biologis protein ikan tinggi.  Ini berarti, ikan sangat baik untuk anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan ataupun bagi orang yang sedang dalam masa penyembuhan setelah sakit.  Lemak ikan berkisar antara 0 dan 27%.  0% untuk ikan beunteur, 13% untuk ikan tawes dan 27% untuk ikan belut.  Lemak ikan lebih mudah cerna karena tidak berselaput jaringan ikat dan karena memiliki titik leleh yang rendah.  Ikan mengandung banyak yodium dan fosfor. Lemak ikan banyak mengandung vitamin A dan vitamin D.  Juga jenis-jenis ikan yang murah mengandung vitamin-vitamin ini dalam jumlah yang menggembirakan.  Vitamin D ditemukan pada hati ikan dan pada daging ikan itu sendiri.  Hati dan telur ikan pun kaya akan vitamin B.
Ikan kurang baik bila direbus.
Seperti diketahui, vitamin-vitamin dan mineral kebanyakan larut dalam air.  Hal ini akan terjadi juga jika kita memasak ikan dengan air atau merebusnya.  Semakin lama dimasak, semakin banyak zat-zat berharga ini akan masuk dalam air pemasak.  Oleh karena itu, sebaiknya ikan dikukus, dipepes atau digoreng, agar zat-zat berharga ini tidak hilang begitu saja.  Tentu lain halnya jika kita masak gulai ikan atau sop ikan dimana air kuahnya juga kita konsumsi.  Mengingat bahwa ikan mengandung zat makanan yang berharga, maka sebaiknya kita mengkonsumsi ikan paling sedikit sekali seminggu.
Memilih ikan yang baik.
Dengan cara mencium, menjamah dan melihat, kita harus memeriksa ikan pada waktu membelinya.  Ikan yang segar seharusnya juga harus berbau segar, memiliki kulit yang mengkilap, warna insang harus merah segar, mata ikan harus bening, serta daging ikan yang kenyal, jika ditekan dengan jari makan daging harus segera kembali ke keadaan semula.  Pada hewan laut bercangkang seperti jenis udang dan kepiting, maka sebaiknya dibeli dalam keadaan hidup dan masih segar agar kualitasnya terjaga dengan baik.
Oleh karena jauhnya jarak antara tempat penangkapan ikan dan tempat penjualan untuk konsumsi, maka cara lama yang dipakai untuk mengawetkan ikan ialah dengan cara menjemur, tanpa atau dengan penambahan garam.  Ikan dapat diawetkan dengan tambahan sedikit garam saja, sehingga tidak rusak selama 1 atau 2 hari.  Akan tetapi ikan dapat juga dijemur dan diberi garam banyak agar bertahan lebih lama bila disimpan.  Cara pengawetan lain adalah dengan dibuat menjadi pindang ikan, yaitu ikan dimasak dengan garam dan bumbu.  Penambahan garam seringkali tidak harus diikuti dengan tindakan penjemuran.  Maka terkadang dijumpai ikan pindang asin (diberi garam namun tidak dijemur) yang berbeda dengan ikan asin (yang diberi garam lalu dijemur).
Cara pengawetan ikan yang umum adalah dengan cara pembekuan. Dengan cara ini, ikan segar dalam waktu singkat akan menjadi beku dengan bantuan penurunan suhu jauh di bawah nol derajat celcius.  Dalam keadaan tetap beku, ikan konon bahkan bisa disimpan selama 6 bulan!
Terasi dan kerupuk ikan bukanlah sumber protein.
Terasi merupakan hasil olahan ikan atau udang.  Kerupuk udang atau kerupuk ikan juga merupakan olahan ikan atau udang yang sering digunakan sebagai teman makan atau pun teman minum teh. Baik terasi dan kerupuk sebagai olahan ikan atau udang, keduanya bukanlah sumber protein. Terasi bukan sumber protein oleh karena pemakaiannya sedikit sekali, hanya sebagai penyedap saja, dan kerupuk bukan pula sumber protein karena bahan campurannya jauh melebihi jumlah ikan atau udang yang digunakan dalam proses pembuatannya.

Komentar bertahan »

PENTINGNYA SARAPAN PAGI

Lebih kurang empat puluh macam zat gizi yang diperlukan seseorang untuk mempertahankan tubuh yang sehat.  Jika seseorang itu kurang memperhatikan susunan makanan yang dikonsumsinya, maka ia akan mengalami berbagai macam kekurangan zat gizi.  Misalnya saja, jika kekurangan zat gula atau karbohidrat selama beberapa jam saja, maka sepanjang hari badang akan terasa kurang sehat dan Anda kurang gesit dalam beraktivitas pada hari itu.
Pemilihan makanan.
Anda sendirilah yang menentukan bagaimana keadaan kondisi tubuh Anda sehari-hari.  Hal ini tergantung dari cara Anda memilih makanan, terutama pada menu sarapan.  Anda dapat menjadi penyebab dari efisiensi dan produktivitas diri Anda dengan cara makan terlalu sedikit atau dengan memilih terlalu banyak makanan yang kurang baik jika dipandang dari sudut gizi.  Sarapan Anda menentukan kesiapan tubuh Anda bagi jumlah energi yang tersedia pada suatu hari tertentu atau dengan kata lain: kadar gula darah Anda.
Produksi energi oleh tubuh Anda erat berhubungan dengan kadar gula yang tersedia, yang selanjutnya akan menentukan bagaimana Anda berpikir, berlaku dan merasa.  Energi itu dihasilkan tubuh Anda dengan jalan pembakaran atau oksidasi gula dan lemak secara simultan. Dan hanya jika plasma darah mengandung cukup gula, maka setiap sel dapat memilih jumlah yang ia perlukan.  Kadar gula darah merupakan indeks dari sejumlah banyak yang tersedia bagi setiap sel.  Kadar darah seorang dewasa sehat yang telah berpuasa selama 12 jam akan mengandung 80-120 mg gula setiap 100 ml darah.  Angka ini, yang dinamakan kadar darah puasa, tergantung tingginya dari jumlah makanan yang telah dimakan sebelumnya.  Rata-rata tingginya sekitar 90-95 mg. Pada titik ini energi dapat dihasilkan dengan baik.  Jika persedian gula telah terpakai, produksi  energi akan menurun dan rasa lesu tiba.  Jika kadar gula darah turun hingga mencapai 70 mg, maka akan terasa lapar dan rasa lesu lambat laun akan akan menjadi rasa letih.  Jika kadar gula turun sampai pada tingkat 65 mg, kita akan ingin sekali makan yang manis-manis.  Dan jika kadar gula darah masih terus menurun juga, badan akan terasa lemas sekali, kepala pusing, jantung mulai berdebar, kaki menjadi lemas, semua ini kerap kali disertai dengan rasa mual bahkan muntah.
Seseorang yang kadar gula darahnya rendah akan merasa kesal, tertekan dan ingin marah saja.  Sementara itu, jika makanan Anda cukup untuk menyebabkan meningkatnya kadar gula darah diatas kadar puasa, maka energi akan mudah dihasilkan dan Anda akan merasa sehat dan bersemangat.  Anda pun dapat berpikir jelas dan cepat. Anda tidak lagi berkeinginan untuk makan. Anda berada pada keadaan terbaik, sikap Anda ramah, gembira dan bersahabat. Pada tingkat ini, hidup rasanya tanpa kesukaran yang berarti.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar gula darah.
Banyak penelitian telah dilakukan mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kadar gula darah itu.  Pada salah satu penelitian E.Orent Keiles & L.F. Hallman, yang berjudul ‘The Breakfast Meal in Relation to Blood Sugar Values’ terhadap 200 sukarelawan, telah diberikan berbagai macam sarapan.  Kadar gula darah setiap orang ditentukan sebelum makan pagi dan setiap jam setelah makan pagi itu.
Jika mereka hanya diberi minum kopi hitam saja, ternyata kadar gula darah akan menurun dan para sukarelawan menjadi lesu, cepat marah, dan gelisah.  Mereka merasa lapar, lelah, pusing kepala, dan kehabisan tenaga.  Semua gejala ini semakin lama semakin memburuk.
Jika kemudian diberikan 2 potong kue donat kepada mereka disertai kopi dengan susu dan gula, kadar gula darah mereka ternyata meningkat dengan cepatnya, akan tetapi setelah 1 jam berlangsung, kadar gula darah menurun kembali menjadi rendah.  Para sukarelawan kembali berada dalam keadaan lelah dan kurang efisien.
Kemudian diambil sebagai sarapan pilihan yang telah menjadi kebiasaan orang Amerika untuk makan pagi (selanjutnya disebut sarapan dasar) yaitu segelas jus jeruk, 2 potong bacon, roti bakar, selai dan kopi dengan susu dan gula.  Setelah makan sarapan ini, ternyata gula darah tampak cepat melonjak tinggi, tetapi kemudian jatuh kembali jauh di bawah kadar sebelum sarapan dalam waktu 1 jam saja.  Kadar gula darah ini tetap di tingkat di bawah normal sampai pada waktu makan siang.
Selanjutnya dipilih makan pagi yang sama seperti di atas dengan tambahan menu sarapan berupa sereal.  Ternyata terulang lagi, kadar gula darah meningkat dan jatuh kembali dengan cepat serta berada di bawah normal sampai waktu makan siang tiba.
Sementara pada menu sarapan yang lain, yaitu sarapan dasar ditambah bubur havermut dengan gula dan susu, kadar gula relawan ternyata meningkat dengan cepat, tetapi dalam waktu yang lebih singkat daripada yang terdahulu, jatuh kembali sampai pada tingkat yang lebih rendah lagi daripada sebelumnya.
Setelah itu, maka pada sarapan dasar ditambahkan 250 ml susu yang diperkuat (fortified) dengan 2,5 sdm bubuk susu skim tanpa lemak.  Sebagai hasil sarapan ini kelihatan kadar gula darah meningkat sampai di atas normal dan tetap pada tingkat itu sepanjang pagi (kira-kira 120 mg).
Jika 2 butir telur ditambahkan kepada sarapan dasar untuk menggantikan susu yang telah diperkuat, sekali lagi ketepatgunaan yang tinggi dapat dipertahankan.  Menu sarapan percobaan terakhir terdiri dari sarapan dasar ditambah dengan telur atau susu kuat, kemudian ditambah pula dengan roti bakar dan selai.  Di sini ketepatangunaan (efisiensi sarapan) juga tetap pada tingkat yang tinggi.
Setelah itu, maka diperiksa juga pengaruh berbagai macam sarapan itu terhadap rasa sejahtera para sukarelawan sepanjang siang dan sore hari.  Mereka yang telah makan sarapan yang berlainan diberi makan siang yang sama, terdiri dari roti dan keju dengan segelas susu.  Contoh darah diambil setiap jam.  Pada semua sukarelawan ternyata kadar gula darah akan meningkat segera setelah makan siang.  Mereka yang makan telur atau susu kuat sebagai sarapan menunjukkan kadar gula darah yang tinggi sepanjang siang dan sore hari.
Jika sarapan mereka telah menyebabkan kadar gula darah yang rendah sepanjang pagi hari, ternyata kenaikan setelah makan siang terlihat meningkat sampai pada tingkat gembira dan tepat guna (efisien) hanya untuk beberapa menit saja setelah makan siang.  Setelah itu kadar gula darah akan menurun sampai pada tingkat rendah di mana ia akan berada sepanjang siang dan sore hari.
Oleh karena itu, pilihan makanan yang dikonsumsi sebagai sarapan ternyata dapat mencegah atau menghasilkan rasa lelah sepanjang hari.  Setelah kita mengetahui betapa pentingnya makan pagi itu bagi kegiatan kita sepanjang hari, sebaiknyalah kita lebih memperhatikan menu sarapan pagi yang kita pilih.  Sebenarnya sarapan pagi itu tidak harus berlebihan ataupun terlampau mewah, asalkan terdiri dari sejumlah makanan yang mengandung cukup satuan protein serta sejumlah satuan karbohidrat dan lemak.  Seperti terlihat dari ilustrasi sebelumnya, sebenarnya yang berperan dalam meningkatnya atau menurunnya kadar gula darah bukanlah gula ataupun karbohidrat, melainkan protein.  Protein yang pada contoh sarapan tadi untuk sebagian besar diperoleh dari telur dan susu.
Jika ada yang mengatakan, “Ah, tapi saya tidak mempunyai nafsu makan di pagi hari,” itu berarti bahwa ia telah makan terlalu banyak pada malam sebelumnya.  Lapar baru akan terasa jika kadar gula darah menurun hingga 70 mg.  Sedangkan 12 jam setelah makan malam yang terlalu banyak, kadar gula darah akan berada pada tingkat 95 mg. Oleh karena itu harus diusahakan agar Anda makan malam tidak terlalu banyak.  Benarlah kiranya pepatah yang mengatakan, “Makanlah di pagi hari seperti raja, di tengah hari seperti seorang pangeran dan di malam hari seperti seorang pengemis!” Jadi bersikap bijaksanalah dalam memilih menu makanan untuk sarapan pagi Anda.

Komentar bertahan »

MAKANAN SEHAT UNTUK KESEHATAN TUBUH

Sebagai manusia pastilah kita pernah mengalami kondisi kesehatan yang tidak begitu baik.  Mungkin kondisi kesehatan kita yang buruk diakibatkan oleh pola makan kita yang tidak sehat.  Kita tentu tidak merasa nyaman saat harus meminum obat resep dokter demi kesembuhan kita, namun tentu kita tidak akan menolak saat obat penyembuh itu bukan berupa pil, namun berupa makanan berkhasiat yang bisa menyembuhkan dan memulihkan kesehatan tubuh kita.  Alangkah baiknya apabila kita tidak perlu harus sampai menderita sakit untuk kemudian sadar bahwa kita perlu mengubah pola makanan yang sehari-hari kita jalani.  Alangkah baiknya bila kita sejak awal melakukan tindakan pencegahan agar tubuh kita selalu sehat dan tidak beresiko terjangkit suatu penyakit.  Seperti sebuah pepatah dari Barat, “You Are What You Eat”, kamu adalah apa yang kamu makan, maka bersikap bijaksanalah dalam menerapkan pola makanan sehat dalam kehidupan kita.  Namun, bila kita sudah terlanjur sakit, mungkin ada baiknya kita mencoba beberapa alternatif penyembuhan alami berikut ini.

Pengobatan dengan Nutriceuticals
Pengobatan dengan cara mengkonsumsi suatu resep masakan atau minuman tertentu di dalam dunia kedokteran disebut sebagai nutriceuticals.  Salah satu ahli dalam bidang ini di Indonesia adalah Dokter Hembing yang terkenal bisa meramu berbagai bahan tanaman dan bahan makanan dalam suatu resep masakan dan minuman sehat yang bercita rasa enak namun terbukti bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan memberikan khasiat yang baik bagi kesehatan, stamina, imunitas dan kebugaran tubuh.
Banyak bahan makanan di sekitar kita yang dapat menjadi “obat” penyembuh dan pemulih stamina tubuh kita.  Misalnya saja, sup ayam.  Sup ayam telah dikenal sebagai pemulih kekuatan dan stamina serta penyembuh bila kondisi tubuh kita begitu lemah atau dalam keadaan sakit.  Dalam resep kuno bangsa Cina, sup ayam dikenal sebagai “obat mujarab” bagi pemulihan kondisi dan stamina wanita yang baru saja melahirkan dan berada dalam kondisi lemah, bahkan dalam beberapa kasus operasi, sup ayam yang dicampurkan dengan air rebusan tanduk kijang, kemudian dikonsumsi (dimakan) secara teratur oleh orang yang sakit atau si pasien, dipercaya bisa memulihkan stamina dan mempercepat pemulihan luka operasi.
Dalam kebudayaan yang lain, seperti kebudayaan Yahudi kuno, sup ayam dipercaya dapat mengobati berbagai penyakit yang diakibatkan oleh virus, misalnya saja penyakit flu.  Bahkan beberapa orang ahli dari Amerika, biasa menyebut sup ayam sebagai antihistamine alami dan beberapa orang ahli yang lain  bahkan menyebut bahwa sup ayam mempunyai fungsi yang sama dengan zat antibiotika penicillin.  Selain meningkatkan kekebalan dan imunitas tubuh, sup ayam juga dipercaya bisa “membunuh” penyakit yang menyerang kekebalan tubuh kita.
Dalam pengobatan modern, sup ayam bisa juga terbukti secara ampuh menyembuhkan atau mengurangi rasa sakit akibat penyakit rematik atau pun cedera otot atau persendian (rheumatoid arthritis).  Dalam sebuah penelitian di Amerika, seorang dokter bernama David E. Trentham dan tim risetnya dari Harvard Medical School mengadakan percobaan terhadap 30 orang pasien penderita penyakit radang persendian (arthritis) atau pun rematik dengan memberikan mereka makanan berupa sup ayam setiap hari.  Setelah 3 bulan lamanya para pasien secara teratur mengkonsumsi sup ayam, 25-30% dari pasien penderita tersebut merasakan berkurangnya rasa sakit pada persendian mereka.
Berikut ini disajikan beberapa deret daftar bahan makanan sehat yang “dipercaya” bisa memulihkan stamina tubuh dengan cepat dan juga menyembuhkan tubuh dari serangan penyakit, yaitu :  bawang putih, kacang kedele, ubi/ketela merah, buah kiwi, pisang, kacang hijau, dan aneka kacang-kacangan lain, brokoli, ikan tuna segar yang dikukus dan aneka ikan laut lainnya, daging ayam, daging kalkun bebas lemak (sudah dikuliti), gandum (oat meal), kentang panggang atau dikukus, paprika hijau dan merah, wortel, pepaya, nasi, ketan hitam, bayam, turnip, bawang bombay, yoghurt (tidak berlemak), aprikot, jeruk, tomat, daging kambing, pasta (misalnya spageti, atau aneka jenis pasta yang lain).
Dengan mengetahui bahan makanan apa saja yang dipercaya dapat menyembuhkan dan memulihkan stamina tubuh kita, maka kita bisa meracik sendiri bahan-bahan makanan tersebut menjadi suatu resep makanan yang juga berkhasiat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh kita.
Tidak hanya makanan saja yang bisa membantu kita memperoleh tubuh yang sehat, bugar dan stamina tubuh yang prima.  Minuman yang tepat juga terbukti bisa membantu kita memperoleh kesehatan dan kebugaran.  Sejumlah penelitian menunjukkan hasil bahwa minuman teh yang biasa kita minum terbukti dapat mengurangi resiko tubuh kita terkena penyakit kanker, serangan jantung, penyakit stroke maupun membantu kita menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.  Rahasia keampuhan khasiat dari minuman teh ternyata terkandung dalam daun teh yang mengandung zat yang bernama flavonoid, sebuah zat antioksidan yang dapat menghindarkan tubuh kita dari kerusakan sel akibat adanya radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh (baik lewat pernapasan, makanan, atau minuman yang terkontaminasi oleh zat-zat polutan, zat beracun yang tidak sengaja bisa masuk ke dalam tubuh kita).
Sangat disarankan memilih varietas daun teh seperti misalnya teh hitam, teh hijau, atau pun teh bunga chrysanthemum dan varietas teh sejenis.  Minuman teh yang dikemas dalam bentuk botolan, es teh atau minuman teh kemasan yang siap minum biasanya mengandung lebih sedikit flavonoid, sementara minuman teh herbal tidak mengandung flavonoid.  Jadi kita harus pintar-pintar memilih jenis teh yang akan kita konsumsi, bila kita khusus tertarik pada khasiat flavonoidnya.
Saat kita membuat atau menyeduh teh, sebaiknya biarkan dulu selama lima menit, barulah kita bisa meminumnya.  Hal ini untuk memberikan waktu agar air panas yang kita seduhkan pada daun-daun teh benar-benar bisa melarutkan flavonoid sehingga benar-benar terlarut dalam air teh yang nantinya akan kita minum.
Menurut hasil penelitian di Inggris, disarankan agar kita paling tidak meminum sekurang-kurangnya 8 cangkir teh (1.89 liter teh) per hari sehingga antioksidan dalam minuman teh (flavonoid)  yang masuk ke dalam tubuh kita sama kadarnya dengan 6 buah apel yang idealnya kita makan dalam sehari.  Namun bila kita termasuk orang yang sensitif terhadap zat seperti kafein yang terkandung juga dalam minuman teh, maka sebaiknya kita bisa mengurangi sendiri jumlah konsumsi minuman teh yang kita minum dalam sehari.
Untuk manfaat serta khasiat yang lebih kompleks, kita bisa mencampurkan minuman teh yang kita minum dengan madu untuk menambah kadar zat antioksidan yang masuk ke dalam tubuh kita, perasan air jeruk nipis (yang berfungsi untuk memacu pelepasan flavonoid dalam daun teh agar semakin banyak yang terlarut dalam air teh seduhan yang nantinya akan kita minum), atau pun kita bisa juga mencampurkan sedikit susu ke dalam minuman teh kita untuk menambahkan kalsium yang terkandung di dalamnya, sehingga minuman yang kita minum benar-benar mengandung berbagai zat penting yang berguna untuk peningkatan daya tahan dan stamina tubuh kita.

Pengobatan dengan Phytochemicals
Phytochemicals adalah sebutan terhadap tumbuhan, sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan yang mengandung zat kimia alami yang dapat berfungsi sebagai bahan untuk pengobatan.  Di Indonesia, istilah ini juga dikenal sebagai tanaman TOGA (Tanaman Obat Keluarga).  Bila bahan makanan ini dikonsumsi secara teratur maka akan bisa meningkatkan stamina, imunitas, kekebalan tubuh, sehingga kita bisa terhindar dari penyakit dan juga bisa memulihkan kondisi tubuh kita agar sehat dan bugar kembali saat kita sedang sakit dan berada dalam kondisi dan stamina tubuh yang lemah.
Chris Beecher, PhD, seorang peneliti dalam bidang kimia obat-obatan di Universitas Illinois Chicago, Amerika Serikat, telah membuat katalog mengenai 900 macam tumbuhan, sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan yang dapat digolongkan sebagai Phytochemicals (Tanaman Obat).  Diantaranya adalah sterol yang bisa dijumpai dalam mentimun.  Sterol dipercaya bisa meluruhkan atau menghilangkan kolesterol dari dalam tubuh.  Jadi dengan mengkonsumsi mentimun secara teratur, kolesterol dalam tubuh kita bisa kita kurangi.  Bahkan mentimun cukup cocok dikonsumsi oleh para pasien tekanan darah tinggi, karena mentimun bisa menurunkan tekanan darah.  Zat kimia alami lain yang bisa dijumpai dalam tumbuhan misalnya, polyacetylene, yang terkandung dalam tanaman parsley, yang bila dikonsumsi secara teratur bisa menghindarkan kita dari resiko terkena penyakit kanker, karena polyacetylene yang terkandung dalam tanaman parsley, berfungsi sebagai buffer (penyeimbang) terhadap zat asing dan bahan asing (misalnya zat karsinogenik) yang masuk ke dalam tubuh kita yang bisa berpotensi menyebabkan kanker.  Zat alami lain seperti quinone yang bisa dijumpai dalam tanaman rosemary, berfungsi untuk menstimulasi tubuh kita agar memproduksi lebih banyak enzim penolak racun (detoxifying enzymes), dan zat-zat kimia seperti indole (yang bisa dijumpai dalam cabe atau lombok) yang  terbukti bisa memerangi gejala kanker dengan cara mendeaktivasi hormon estrogen.  Jadi bila kita yang terbiasa memakan lalapan mentimun dan sambal saat makan siang, secara teratur, berarti kita sudah menghindarkan tubuh kita dari resiko terserang penyakit kanker.  Juga sangat disarankan agar mengurangi konsumsi bahan makanan daging yang dimasak dengan cara dibakar atau dipanggang, karena bila kita terlalu sering memakan daging panggang (terutama yang dipanggang atau dibakar hingga agak gosong), resiko tubuh terkena penyakit kanker juga semakin besar karena dalam daging bakar yang agak gosong (terlalu matang) berpotensi mengandung zat karsinogenik yang memicu pertumbuhan sel-sel kanker dalam tubuh kita.  Jadi biasakanlah makan lebih banyak sayur dan buah-buahan bila ingin tubuh kita senantiasa sehat dan bugar.
Sebenarnya masih ada ratusan jenis bahan makanan (sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan) yang termasuk dalam kategori phytochemicals.  Phytochemicals atau tanaman obat bisa melindungi tubuh kita dari kerentanan akan serangan penyakit melalui berbagai cara, mulai dari melindungi DNA kita dari kerusakan, mengatur kerja hormon tubuh kita secara simultan, dan menstimulasi produksi bahan-bahan kimia dalam tubuh yang berfungsi membantu kerja syaraf tubuh kita (neurotransmitters).
Seorang pakar tanaman obat (naturopathy) dari Australia, Alison Johnson pernah berkata bahwa halaman kebun belakang rumah bisa merupakan lahan yang cukup baik untuk menanam berbagai jenis tanaman obat-obatan yang pada suatu saat mungkin bisa cukup berguna bagi kita.  Beberapa jenis tanaman yang dia sarankan untuk ditanam di kebun belakang rumah kita antara lain :
Lidah buaya (Aloe vera), cukup  berkhasiat untuk mengatasi gangguan pencernaan, tanaman ini bisa dipotong kecil-kecil kemudian dicampurkan dalam minuman sirup yang selanjutnya bisa kita minum untuk menjaga kesehatan pencernaan kita.  Untuk manfaat yang lain, ternyata getah dan gel dari tanaman ini bisa bermanfaat untuk mengobati luka bakar, menyembuhkan jerawat yang membandel, dan juga menyembuhkan luka akibat tersayat atau karena jatuh, tentu saja cara pemakaiannya dengan dioleskan pada bagian anggota tubuh yang dimaksud.
German chamomile, merupakan tanaman tahunan dengan bunga berwarna putih dengan warna kuning di bagian pusatnya.  Tanaman bunga ini bisa dimanfaatkan sebagai minuman teh yang berkhasiat, caranya dengan dimasukkan dalam air mendidih dan dididihkan hingga 20 menit kemudian airnya diminum.  Cukup berkhasiat mengatasi gangguan pencernaan dan masuk angin (bila diminum bisa menstimulasi perut kita agar bisa mengeluarkan gas / kentut), selain itu dengan minum teh chamomile secara teratur bisa mengatasi gejala insomnia (susah tidur) karena efek dari teh chamomile ini bisa membantu kita agar bisa tidur nyenyak.
Lavender.  Minuman teh dari seduhan bunga lavender berkhasiat mengatasi sakit kepala, sulit tidur (insomnia), penyakit rematik dan gangguan pencernaan.  Minyak lavender dapat digunakan mengusir demam, mengobati luka bakar, dan bisa mengobati penyakit batuk bila dioleskan di bagian dada si pasien sesaat  sebelum tidur.  Bunga lavender dapat ditanam di tanah ataupun di pot, serta bisa juga berfungsi ganda sebagai tanaman hias nan cantik.  Sebaiknya ditanam di bagian kebun yang memiliki penyinaran sinar matahari yang cukup.
Parsley, tanaman rempah ini berkhasiat untuk menyegarkan pernapasan dan bau mulut bila dikunyah secara teratur.  Daun Parsley juga bisa dimanfaatkan sebagai tonik untuk kita yang berjenis kulit kering, dapat pula digunakan untuk tonik rambut.  Parsley bisa ditanam di pot atau bisa juga ditanam sebagai tanaman pagar.
Rosemary, tidak hanya berguna sebagai bumbu masak, namun juga dapat berkhasiat sebagai obat keramas atau pun tonik untuk mengatasi rambut berketombe.  Caranya dengan mencampurkan Rosemary dengan air secukupnya dan kemudian memblendernya hingga hancur, kemudian baru bisa dipakai untuk keramas atau juga sebagai tonik rambut.  Rosemary bisa juga dibuat sebagai minuman teh yang ternyata cukup berkhasiat untuk mengobati “penyakit pikun”, mengobati sakit kepala, melegakan hidung tersumbat saat pilek dan juga  mengatasi gangguan pencernaan serta meredakan rasa sakit akibat penyakit rematik.
Salvia atau Sage, termasuk tanaman jenis herba.  Salvia (nama botani) karena mempunyai arti  “sehat”.  Tanaman ini bila dibuat sebagai minuman teh (dengan menggunakan 4 helai daun dengan dididihkan di air mendidih) bisa mengatasi gangguan pencernaan, mengobati sakit tenggorokan atau batuk dan juga  dapat mengurangi jumlah keringat yang keluar dari tubuh (bagi orang yang bermasalah karena terlalu banyak mengeluarkan keringat sehingga menimbulkan bau badan yang tidak enak).
Thyme, tidak hanya bermanfaat sebagai bumbu masak, namun bisa juga dibuat sebagai minuman teh yang berkhasiat untuk mengobati sakit tenggorokan, dapat pula air teh yang dibuat dari thyme bisa digunakan untuk merendam kaki yang bengkak akibat terlalu capek berjalan atau berlari (biasanya banyak terjadi pada para olahragawan).
Bay leaves, tidak hanya berfungsi sebagai bumbu masak namun juga bisa bermanfaat untuk meredakan rasa sakit bila diremas-remas dan digosok-gosokkan pada bagian tubuh yang ngilu akibat rematik atau arthritis (gangguan atau radang persendian).

Di Indonesia sendiri, sebenarnya ahli dalam bidang tanaman obat juga sudah ada, dan bahkan sudah cukup dikenal, yaitu Dr. Hembing yang sering muncul dalam acara-acara televisi dan bahkan telah menerbitkan buku-buku mengenai tanaman obat yang berkhasiat bagi kesehatan tubuh manusia.

Berikut ini juga dibahas mengenai beberapa jenis bahan makanan lainnya yang berkhasiat baik bagi kesehatan tubuh kita, yaitu antara lain :
Ubi/Ketela Merah
Mungkin kita selama ini memandang sebelah mata terhadap bahan makanan yang satu ini.  Banyak yang beranggapan bahwa ketela merah / ubi (orang Jawa menyebutnya dengan istilah “telo”) adalah makanan orang pedesaan, makanan udik, atau makanan kalangan ekonomi lemah.  Kita mungkin tidak pernah menyadari bahwa dari bahan makanan yang murah ini mempunyai manfaat dan khasiat yang tidak bisa diremehkan begitu saja.
Ubi / ketela merah mengandung lebih banyak beta-carotene daripada wortel, mengandung vitamin C dan E, berkhasiat secara ampuh menghindarkan tubuh dari resiko terserang penyakit kanker.  Berkhasiat pula untuk mengatasi gejala menopause pada wanita usia lanjut dan juga mencegah kaum wanita dari terserang osteoporosis, karena ubi/ketela merah terbukti mengandung hormon progesteron yang bisa membantu pembentukan tulang secara sehat sehingga kaum wanita bisa terhindar dari terserang osteoporosis.  Bagi kaum pria, mengkonsumsi ubi/ketela merah juga bisa berkhasiat memberikan “bentuk tubuh yang bagus” karena ubi/ketela merah mengandung berbagai macam tipe karbohidrat serta mineral yang berguna bagi pertumbuhan dan pembentukan otot dan tubuh.  Dalam industri obat-obatan, bahkan ubi/ketela merah banyak digunakan sebagai bahan dalam pembuatan pil KB atau pil kontrasepsi.
Bagi kita yang bertubuh kerempeng atau terlalu kurus, tentulah kita menginginkan memiliki badan yang bagus, padat berisi (bagi kaum wanita) atau sehat berotot (bagi kaum pria).  Selain disarankan mengkonsumsi makanan yang mengandung protein (untuk pembentukan tubuh), kita juga disarankan pula mengkonsumsi karbohidrat dan juga mineral-mineral yang diperlukan oleh tubuh.  Ketela merah atau ubi memiliki zat-zat yang dibutuhkan untuk pembentukan dan pembangunan tubuh kita seperti karbohidrat, kandungan karbohidrat dalam jumlah yang kompleks yang terkandung dalam ubi / ketela merah terbukti dapat membantu pembentukan jaringan otot, serta tubuh yang padat dan berisi.  Semakin banyak atlit maupun para binaragawan yang memperbanyak konsumsi ubi / ketela merah dalam menu makanan mereka setiap harinya.  Semakin banyak atlit, olahragawan dan binaragawan yang beralih dari menu makanan nasi, kentang, atau roti ke pengkonsumsian ubi / ketela merah sebagai makanan pokok.  Hal ini karena ubi / ketela merah atau yam dipercaya sebagai makanan yang bebas kandungan lemak, maupun bebas kolesterol, namun sarat mineral dan vitamin yang berguna bagi pembentukan tubuh yang padat berisi namun bebas lemak.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa ubi atau ketela merah (orang barat biasa menyebutnya dengan sebutan Yam), sekarang banyak dikonsumsi oleh para atlet binaraga, pesenam hingga balerina yang menginginkan tubuh yang sehat kuat, padat berisi dan bebas lemak.  Bahkan sudah banyak hidangan vegetarian ala barat yang memasukkan bahan makanan ubi / ketela merah dalam menu hidangan tersebut.  Ubi / ketela merah bisa dimasak dengan cara ditumis atau dipanggang  bersama sayur mayur hijau seperti bayam, wortel, kacang-kacangan, bawang putih, kacang kedele, kentang, brokoli, tomat, pasta, spageti, hingga dimasak bersama daging kambing.  Ada pula yang memasak ubi / ketela merah kukus bersama keju dan susu, serta daging asap yang kemudian dipanggang dalam oven untuk kemudian disantap saat matang.
Jadi sekarang jangan pernah menganggap remeh lagi bahan makanan sederhana yaitu ubi / ketela merah yang selama ini biasa dipandang sebelah mata.  Sangat banyak khasiat dan manfaat yang terkandung dalam bahan makanan murah namun berguna bagi kesehatan dan kebugaran ini.  Mari mulai kembali ke gaya hidup pedesaan dengan mengkonsumsi makanan sehat yang alami demi kesehatan dan kebugaran tubuh kita.
Bawang Putih
Sudah terbukti sejak ribuan tahun yang lalu, bahwa bawang putih banyak memiliki khasiat bagi kesehatan dan penyembuhan, karena mengandung zat anti bakteri dan anti virus.  Misalnya saja bawang putih turut berperan dalam penyembuhan terhadap sekian banyak manusia yang terserang wabah disentri dalam perang dunia I.  Bawang putih juga terbukti menyembuhkan dan menyelamatkan begitu banyak nyawa saat wabah penyakit aneh yang menyerang kerajaan Romawi dan Mesir kuno ribuan tahun silam menyerang para penduduk negeri tersebut.  Dalam masa itu, penyakit aneh tersebut telah menyerang banyak korban dengan ganasnya sehingga dalam waktu satu atau beberapa hari saja sudah begitu banyak nyawa yang melayang.  Untunglah saat itu seseorang tanpa sengaja mengunyah dan memakan bawang putih dan segera saja ia bisa sembuh secara “misterius”.  Pengetahuan ini selanjutnya menyebar dari mulut ke mulut sehingga wabah penyakit misterius yang semula begitu ganas menyerang dan tak tertangani bisa segera teratasi dan begitu banyak  nyawa yang terselamatkan oleh khasiat bawang putih ini.  Hingga saat ini, penyakit misterius apa yang sempat menyerang kerajaan Romawi dan Mesir kuno itu belum juga terpecahkan dan belum diketahui jenisnya.  Namun satu hal yang pasti bisa menyembuhkan penyakit ganas misterius itu, hanyalah “bawang putih”.
Memang sudah sejak ribuan tahun yang lalu, bawang putih dipercaya dapat menjaga dan memulihkan stamina serta daya tahan dan imunitas atau kekebalan tubuh.  Bangsa Mesir kuno dan Romawi kuno sudah sejak lama menggunakan dan mengkonsumsi bawang putih untuk kebugaran dan daya tahan imunitas tubuh sehingga tidak mudah terserang oleh penyakit.  Mulai dari penyakit flu, desentri, hingga berbagai penyakit yang berhubungan dengan infeksi saluran pernapasan, dan banyak penyakit lainnya bisa disembuhkan hanya dengan banyak mengkonsumsi bawang putih.
Bawang putih terbukti mengandung berbagai zat  seperti potassium, fluorine, sulfur, phosphorus, serta vitamin A dan C.  Bawang putih juga terbukti mengandung bioflavonoid quercetin yang bisa menghambat atau menghentikan reaksi alergi maupun reaksi pembengkakan jaringan tubuh.  Zat kimia yang terkandung dalam bawang putih juga terbukti dapat melindungi hati atau liver dari kerusakan akibat penggunaan dosis tinggi dari zat kimia seperti Acetaminophen yang banyak terkandung dalam obat-obatan penghilang rasa sakit maupun obat-obatan atau pil dan tablet penyembuh penyakit flu atau influenza.  Berbagai studi mengenai penyakit kanker juga membuktikan bahwa pengkonsumsian bawang putih segar (tanpa dimasak lebih dulu) secara rutin bisa menghindarkan kita dari resiko terkena berbagai macam penyakit kanker, termasuk pula di dalamnya terhindar dari resiko terkena penyakit kanker perut.  Bawang putih juga bisa menghindarkan kita dari resiko anemia atau kurang darah.  Bahkan ada yang beranggapan bahwa bawang putih bisa pula membantu para pasien AIDS atau HIV untuk bisa bertahan hidup lebih lama karena bawang putih terbukti bisa meningkatkan daya tahan tubuh atau antibodi.  Jadi mulailah mengkonsumsi bawang putih mulai dari sekarang baik untuk dijadikan semacam sayur lalapan ataupun dicincang kecil-kecil dan kemudian diminum bersama segelas air putih secara rutin tiga kali dalam sehari.
Ikan Laut dan Kerang-Kerangan (Makanan Laut atau Seafood)
Bahan makanan dari laut, terutama jenis kerang-kerangan sangat kaya akan stimulan kekebalan tubuh, khususnya mineral seng (zinc).  Mineral seng sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan jaringan otot, pembentukan dan perkembangan tulang dan organ seksual.  Bahkan para ahli ada yang menganggap bahwa kerang adalah salah satu jenis aphrodiziac (bahan makanan yang bisa menstimulir libido atau hasrat seksual).  Bahan makanan lain yang mengandung mineral seng, antara lain adalah jeroan (organ dalam sapi),  daging sapi segar, biji-bijian dan kacang-kacangan, kacang polong, wortel, kacang panjang, kacang hijau dan kentang.
Makanan laut, terutama ikan juga dipercaya untuk memperlambat penuaan karena ikan banyak mengandung  koenzim Q10 (coenzyme Q10 atau biasa disebut ubiquinone), suatu zat kimia antioksidan yang fungsinya menyerupai vitamin E.    Koenzim Q10 berperan aktif dalam meningkatkan kekebalan tubuh (sistem imunitas), serta memperlambat proses penuaan.  Pengkonsumsian ikan secara teratur dalam menu makanan sehat cukup menampakkan hasil pada pasien yang mengidap penyakit jantung, dimana kemampuan pompa jantung meningkat pesat setelah si pasien mengkonsumsi makanan berbahan dasar ikan laut secara teratur selama satu tahun, pasien bisa lebih bernafas lega dan napasnya tidak lagi tersengal-sengal setelah banyak mengkonsumsi makanan berbahan dasar ikan laut.
Ikan laut bila dikonsumsi dalam porsi yang cukup dan dikonsumsi secara teratur terbukti bisa meningkatkan kemampuan dan kekuatan otot.  Oleh karena itu semakin banyak olahragawan dan binaragawan yang mengkonsumsi ikan laut daripada daging hewan darat, hal ini karena ikan laut dipercaya lebih bisa menyediakan protein yang dibutuhkan untuk pembentukan dan perkembangan otot dalam jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh.
Mengkonsumsi ikan laut juga bisa mengatasi gangguan pencernaan lambung (sakit maag), dan juga baik untuk kesehatan usus dua belas jari yang ada dalam perut manusia.  Pengkonsumsian ikan laut dan bahan makanan dari laut juga sangat baik bagi para  penderita asma, dan juga para penderita alergi terhadap histamine, karena ikan laut terbukti cukup ampuh untuk mengimbangi efek histamine yang masuk ke dalam tubuh.
Kacang-Kacangan
Bahan makanan dari kacang-kacangan sangat kaya akan zat besi.  Zat besi dibutuhkan oleh tubuh untuk mengangkut oksigen ke dalam setiap sel tubuh dan juga membantu dalam penggunaan oksigen sehingga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh sel tubuh.  Zat besi sangat banyak terkandung dalam darah manusia.  Oleh karena itu bila seseorang banyak kehilangan darah, misalnya karena kecelakaan atau karena sehabis melahirkan, maka biasanya orang tersebut juga sangat membutuhkan asupan zat besi dalam jumlah banyak yang seharusnya dipasok dari bahan makanan yang dimakannya.  Kekurangan zat besi biasanya ditandai dengan gejala mudah capek, badan selalu lemas dan lemah.  Orang yang kekurangan zat besi dianjurkan lebih banyak makan makanan yang banyak mengandung zat besi, seperti telur, ikan, hati, daging sapi, daging unggas, sayuran berwarna hijau, gandum, roti, sereal, kacang almond, alpukat, parsley, buah pir, waluh, kismis, nasi, ketan, kedele, dan kacang lentil.
Bahan Makanan yang Mengandung Kalsium
Makanan berbahan dasar susu, seperti aneka keju (keju parmesan, keju mozzarella, keju ricotta), susu skim,  krim, susu segar, maupun yoghurt bebas lemak adalah sangat kaya akan kalsium.  Kalsium sangat dibutuhkan dalam pembentukan dan perkembangan tulang dan gigi.  Kalsium juga dapat mencegah serangan penyakit jantung, karena kalsium berperan dalam menstabilkan denyut jantung.  Di samping itu mengkonsumsi kalsium dalam jumlah yang cukup dapat memperbaiki kegiatan transmisi ransangan syaraf tubuh (impuls syaraf), mencegah kanker usus, serta mencegah osteoporosis.  Kalsium juga sangat dibutuhkan untuk perkembangan, pertumbuhan serta kontraksi otot dalam rangka mencegah terjadinya kram otot.  Kalsium juga memasok energi dan berpartisipasi dalam pembentukan protein RNA dan DNA.
Bahan makanan lainnya yang mengandung kalsium antara lain ikan salmon, ikan sardin, sayuran berwarna hijau, brokolo, asparagus, kobis, tahu, mustard, dan kacang almond.
Sayur dan Buah yang Mengandung Vitamin
Vitamin A, C dan E adalah merupakan antioksidan penting bagi tubuh.  Vitamin C berperan dalam mencegah dan mengobati serangan jantung, kanker, serta membangun kekebalan tubuh saat tubuh terserang infeksi, misalnya saat tubuh terserang penyakit influenza.
Vitamin A berpartisipasi dalam pembentukan dan kesehatan kulit, rambut dan selaput atau membran mukus (selaput yang menyelubungi organ dalam kita, misalnya saja selaput pipi).  Vitamin A juga turut berperan dalam pertumbuhan tulang, perkembangan gigi, dan proses reproduksi.  Vitamin A juga berkhasiat mencegah serangan penyakit kanker dan mengatasi penuaan pada kulit.  Prekursor Vitamin A, yaitu Beta-Carotene, dapat mencegah terjadinya kanker dan mencegah serangan penyakit jantung serta mencegah terjadinya serangan penyakit katarak pada mata.  Vitamin A dapat diperoleh dari bahan makanan seperti waluh, wortel, bayam, paprika, lombok merah, aprikot, brokolo, kuning telur dan hati sapi.
Vitamin C mempercepat proses penyembuhan dan pemulihan stamina tubuh, menstimulasi tubuh untuk melepaskan energi dengan cara memecah karbohidrat yang tersimpan dalam tubuh melalui proses metabolisme (pernapasan) serta mempunyai andil dan peran yang cukup penting dalam  kinerja sistem syaraf tubuh. Vitamin C mudah diperoleh dengan cara mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran seperti jeruk, paprika, buah kiwi, strawberi, melon, brokoli, parsley, dan kobis.
Vitamin E dibutuhkan tubuh untuk kesehatan hati dan otot-otot yang melekat pada tulang.  Vitamin E juga dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah dan melindungi serta menghindarkan kita dari serangan penyakit jantung dan kanker.  Vitamin E juga turut berperan dan berkhasiat untuk mengobati radang persendian (arthritis) dan  juga aneka macam permasalahan pada kulit (kulit sensitif).  Vitamin E sangat mudah dijumpai pada minyak kulit ari, biji bunga matahari, minyak sayur, kacang almond, kacang tanah, mentega kacang, serta buah pir.
Bahan Makanan Berserat Yang Lain
Bahan makanan berserat bila dikonsumsi secara teratur terbukti bisa mencegah serangan kanker, serangan penyakit jantung, dan kelainan serta penyakit lainnya.  Makanan berserat dibedakan menjadi dua, yaitu serat yang tidak larut dalam air (Insoluble Fibers atau biasa disebut Roughage) dan serat yang larut dalam air (Soluble Fibers).
Bahan makanan yang seratnya tidak larut dalam air berfungsi membersihkan saluran pencernaan hingga benar-benar bersih, serta menyerap zat-zat racun yang tersisa di dinding saluran pencernaan maupun usus dua belas jari.  Bahan makanan yang seratnya tidak larut dalam air bisa diperoleh dengan mengkonsumsi sayuran, nasi, jagung dan gandum.
Bahan makanan yang seratnya larut dalam air (misalnya pektin), berpartisipasi dalam kegiatan mencerna dan menyerap sari-sari makanan.  Bahan makanan yang seratnya larut dalam air bisa diperoleh dengan mengkonsumsi gandum dan barley,  kacang-kacangan, buah jeruk, serta buah-buahan yang lain.
Demikianlah, ternyata bahan makanan yang melimpah ruah di sekitar kita juga bisa berfungsi untuk menghindarkan kita dari serangan penyakit, meningkatkan stamina dan ketahanan tubuh kita dan bahkan menyembuhkan kita dari suatu penyakit.

Berhati-hatilah dalam mengkonsumsi bahan makanan olahan
Dengan mengkonsumsi makanan sehat dan alami setidaknya kita bisa menghindarkan diri kita dari resiko terjangkit berbagai penyakit atau pun malnutrisi.  Dengan membiasakan mengkonsumsi makanan yang sehat dan dalam kondisi segar, berarti kita setidaknya telah menjauhkan tubuh kita dari masuknya zat-zat berbahaya yang mungkin terdapat dalam makanan olahan yang banyak dijumpai dewasa ini.  Beberapa jenis makanan olahan yang beredar luas di pasaran telah banyak terbukti mengandung zat tambahan maupun zat pengawet yang tidak semuanya memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, bahkan sebagian besar di antaranya mempunyai tingkat toksisitas (kadar racun) yang cukup membahayakan kesehatan dan sama sekali tidak higienis.  Berbeda dengan bahan makanan olahan yang produk impor (umumnya dari Amerika Serikat dan negara maju lainnya), di Indonesia, bahan makanan olahan produk dalam negeri tidak semuanya dilengkapi dengan label halal maupun “label ingridients ataupun nutrition facts”, padahal label ini penting sekali untuk mengetahui “bermutu tidaknya” atau “berbahaya tidaknya” suatu makanan olahan produk industri bagi kesehatan kita.  Sehingga dengan kata lain, produk makanan olahan produk dalam negeri yang tidak dilengkapi dengan label “nutrition facts” bisa dikategorikan berbahaya karena kita sama sekali tidak tahu secara jelas apa yang telah masuk ke dalam perut kita.  Kalau produk makanan impor yang sudah dilengkapi dengan label kemasan (yang bertuliskan bahan apa saja yang terkandung dalam produk makanan olahan tersebut) masih beresiko tidak layak konsumsi, apalagi produk makanan olahan dalam negeri yang biasanya sama sekali tidak dilengkapi dengan label kemasan. Bukankah itu jauh lebih berbahaya ? Sama seperti pepatah membeli kucing dalam karung ?
Dengan melihat label pada kemasan saja, kita akan bisa menilai apakah suatu makanan olahan tersebut layak kita konsumsi, apakah suatu produk makanan olahan sesuai dengan program diet kita (bagi yang berdiet atau mempunyai pantangan/alergi terhadap suatu bahan makanan tertentu).  Bahkan dalam label tersebut biasanya disajikan pula berapa kalori yang akan kita dapat bila kita mengkonsumsi bahan makanan olahan tersebut.  Jadi dengan membaca label pada kemasan saja, kita sudah bisa memperkirakan apakah bahan makanan tersebut layak untuk kita konsumsi atau tidak.  Walau pun bahan makanan olahan yang sudah dilengkapi dengan label pun, sering kali masih juga harus kita waspadai, bila kita tidak hati-hati dalam menafsirkan apa yang tertulis atau tersirat dalam kata-kata yang tercantum dalam label kemasan tersebut, bisa-bisa kita masih beresiko salah dalam mengkonsumsi suatu jenis makanan olahan tertentu.
Beberapa industri makanan sering tidak jujur dalam mencantumkan keterangan pada kemasan produknya.  Ini juga sering dijumpai dalam beberapa jenis bahan makanan olahan produk negara-negara maju yang walau dengan standar kualitas ketat (yang ditetapkan oleh departemen kesehatan dan perlindungan konsumen negara asal produk), masih saja ada beberapa produk “tidak bermutu” yang lolos dari pengawasan dan beredar luas di pasaran.  Sering kali kita melihat ada tulisan “….enriched with ….”, “un-saturated……”, atau “….non-hydrogenated…” atau yang lainnya pada label kemasan produk makanan impor.  Kalau kita cermati, sebenarnya bahan makanan yang bertuliskan “…enriched with…” adalah bahan makanan yang sama sekali tidak berguna bagi tubuh kita dan biasanya bahan makanan tersebut adalah dari jenis / golongan makanan ringan kudapan (snack) yang sama sekali tidak bergizi, yang pada beberapa kasus “dilengkapi” dengan jenis-jenis tertentu bahan pengawet makanan yang tidak semua orang memiliki ketahanan atau imunitas tubuh yang baik dalam merespon zat-zat atau bahan pengawet tersebut, saat makanan produk olahan tersebut masuk ke dalam tubuh.  Embel-embel kata “…enriched with….” dalam label kemasan dalam banyak kasus adalah tidak jujur, dan bahkan dalam banyak penelitian atau pengujian laboratorium oleh para ahli nutrisi, produk-produk makanan olahan yang bertuliskan “….enriched with….(diperkaya dengan …..) sering kali membohongi para konsumen karena zat-zat tambahan (seperti vitamin, mineral, dsb) yang “dijanjikan” ada dalam bahan makanan produk tersebut adalah bohong belaka.  Jadi berhati-hatilah bila menjumpai bahan makanan yang pada label kemasannya tertera “…..enriched with……”
Dalam kasus yang lain, kita juga perlu berhati-hati bila kita menjumpai produk makanan olahan yang berlabel kemasan dengan tulisan “…..un-saturated…..” atau “…..non-hydrogenated……” karena kata-kata tersebut sudah memberikan informasi pada kita bahwa makanan olahan tersebut mengandung kadar lemak dan kolesterol yang biasanya cukup tinggi dan bila sering-sering dikonsumsi tentunya akan berakibat tidak baik bagi kesehatan tubuh kita.      Jadi bersikaplah bijaksana dalam memilih makanan apa saja yang bakal masuk ke dalam tubuh kita.  Utamakan untuk selalu mengkonsumsi bahan makanan alami yang berada dalam kondisi segar, karena selain harganya biasanya lebih murah daripada makanan olahan, bahan makanan alami juga sangat baik bagi kesehatan.  Jumlah bahan makanan alami tersedia melimpah ruah di sekitar kita, jadi untuk apa sering-sering mengkonsumsi bahan makanan olahan yang sering kali tidak jelas kualitasnya dan bahkan beresiko membahayakan kesehatan tubuh kita.  Walau dengan alasan praktis dan siap saji, namun kita sebaiknya lebih berhati-hati dalam memilih bahan makanan olahan yang akan kita konsumsi.  Ingat tidak semua produk yang berharga mahal selalu disertai dengan kualitas yang bagus, dan tidak semua bahan makanan yang berharga murah itu selalu berkualitas rendah.  Sering kali bahan makanan yang murah namun alami justru jauh lebih bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita daripada bahan makanan olahan berharga mahal.

Komentar bertahan »

Kabar dari kota Malang

ANEKA BLOG UNIK
Oleh: Haryo Bagus Handoko – http://haryobagushandoko.multiply.comPARABOLAKU – BLOG UNTUK PENGGEMAR SIARAN TELEVISI SATELIT
Dewasa ini, antena parabola bukan lagi barang mewah. Benda ini bahkan semakin banyak dijumpai di kampung-kampung dan desa-desa. Hal ini tidak mengherankan karena daya tarik siaran televisi satelit dari hari ke hari semakin merebut hati para pemirsa televisi di tanah air. Terdapat puluhan satelit yang bisa diakses dari tanah nusantara ini, di mana masing-masing satelit memiliki puluhan saluran televisi yang bisa didownlink (diunduh) ke alat yang bernama receiver sehingga bisa ditonton oleh seluruh anggota keluarga di rumah. Dengan semakin banyaknya penggemar siaran televisi satelit melalui antena parabola, maka semakin dibutuhkan wadah untuk saling berbagi info seputar hobi yang satu ini, sehingga banyak bermunculan situs dan milis yang membahas mengenai hal ini. Blog unik yang berjudul “Parabolaku” berusaha menjembatani berbagai informasi mengenai antena parabola, perlengkapan alat yang dibutuhkan, frekuensi sinyal siaran televisi satelit, dan bahkan majalah yang membahas mengenai hal tersebut. Semua link tersedia di dalam blog dengan tampilan yang sederhana ini. Link yang ada dalam blog ini bukan melulu mengenai parabola saja, namun juga terdapat puluhan link download musik, download video, serta download e-book dari internet yang semuanya gratis. Juga terdapat pula link ke beberapa radio internet, televisi internet, dan banyak lagi. Jadi bagi para penggila dunia hiburan dan informasi, blog ini sedikit banyak bisa membantu mengatasi rasa penasaran atau sekedar membunuh kejenuhan setelah seharian beraktivitas. http://parabolaku.blogspot.com

PACHYPODIUM INDONESIA – BLOG PECINTA TANAMAN HIAS PURBA
Aneka ragam tanaman hias semakin banyak saja dijumpai di tanah air. Setelah marak booming trend tanaman hias adenium dan tanaman hias anthurium, kini giliran Pachypodium – tanaman hias langka yang merupakan sisa-sisa tanaman purba yang masih lestari hidup hingga saat ini. Walau harganya tidak murah, namun para hobiis tanaman hias bahkan rela merogoh kocek dalam-dalam demi melengkapi koleksi tanaman hiasnya dengan tanaman yang satu ini. Tanaman hias yang berasal dari Afrika dan Madagaskar ini, konon dipercaya sudah ada sejak 230 juta tahun yang lalu dan hingga kini masih menjadi komoditi yang diperdagangkan, walau beberapa spesies langka sudah banyak yang terancam punah dan dilindungi secara ketat oleh undang-undang internasional. Namun demikian, tanaman ini masih banyak dijumpai di Indonesia. Entah karena berhasil lolos diselundupkan keluar Afrika dan Madagaskar dan sampai ke Indonesia melalui Thailand atau entah bagaimana, yang jelas tanaman ini semakin banyak digemari di tanah air.
Sebuah blog forum pecinta tanaman hias Pachypodium baru saja diluncurkan di internet. Blog ini berfungsi untuk menjembatani para pecinta tanaman hias dengan para pedagang tanaman langka ini selain juga sebagai sarana bertukar informasi mengenai tanaman yang satu ini. Bagi Anda yang merupakan pecinta tanaman hias langka atau kolektor, sebaiknya tidak melewatkan informasi penting yang terdapat dalam blog sederhana ini.

http://pachypodium-indonesia.blogspot.com

BLOG ANEKA RESEP MASAKAN
Seni masak-memasak sudah banyak kita saksikan sehari-hari di televisi, namun sebenarnya bila kita mau berburu resep masakan di internet, terdapat begitu banyak situs dan blog yang menampilkan aneka resep masakan. Hanya saja, biasanya resep tersebut tertulis dalam bahasa Inggris. Bagi Anda pecinta dunia kuliner yang gemar memasak, mungkin akan sangat menyenangkan bila mengunjungi blog yang dipenuhi dengan aneka resep masakan lezat yang mengundang selera. Kini sudah terdapat blog sederhana yang memuat begitu banyak resep masakan dari seluruh dunia, dan semuanya tertulis dalam bahasa Indonesia. Masakan-masakan mahal yang dahulunya hanya terdapat di restoran-restoran mahal, kini bisa Anda buat sendiri setelah membaca blog ini. Resep masakan yang diulas dalam blog memasak ini bermacam-macam, mulai dari makanan pembuka, hidangan utama, kue-kue hingga makanan pencuci mulut. Jadi bagi yang gemar memasak atau sekedar mengkoleksi resep masakan, blog yang satu ini tidak boleh dilewatkan. http://ayomemasak.blogspot.com

KOMUNITAS PENULIS, FORUM PENULIS KOTA MALANG
Oleh : Haryo Bagus Handoko*)
*) Penulis adalah pengurus komunitas FPKM selaku bagian informasi dan dokumentasi, selain profesinya sebagai penulis kreatif dan penulis fiksi.

Di saat begitu banyak bermunculannya komunitas penulis di negeri ini, kota Malang yang terkenal pula sebagai kota pelajar tidak mau kalah. Pada beberapa bulan yang lalu, tepatnya di bulan Oktober 2006, telah berdiri sebuah komunitas penulis di kota Malang, Jawa Timur, yang bernama FPKM (Forum Penulis Kota Malang). Forum Penulis Kota Malang (FPKM) adalah sebuah komunitas dan wadah aspirasi serta kreativitas para penulis di Kota Malang. Berdiri pada tanggal 8 Oktober 2006, dengan anggota awal sekitar 77 orang, forum penulis ini bertekad untuk terus maju dan berkembang di masa-masa mendatang. Dengan pertemuan rutin yang diselenggarakan dua minggu sekali pada hari Minggu yang bertempat di base camp resmi yaitu di Gedung Perpustakaan Kota Malang – Jl. Raya Ijen 30A – Malang, forum ini aktif dengan berbagai kegiatan dan program kerja yang telah terjadwal dengan baik. Berbagai kegiatan seperti seminar, diskusi, bedah buku, dan banyak lagi kegiatan yang aktif dilakukan setiap bulannya bertujuan untuk terus mengembangkan wawasan, pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan menulis para anggotanya. Forum ini mengundang para penulis dari komunitas lain untuk juga saling bertukar pengalaman, pengetahuan dan ketrampilan serta hasil karya tulisnya melalui forum ini.
Forum ini juga menerima sumbangan buku karya para penulis yang ingin bukunya dibedah dalam diskusi forum ini. Dengan anggota yang beragam yang umumnya berprofesi sebagai penulis, maupun profesi lain (dosen, wartawan, seniman, pelajar SMP hingga mahasiswa), komunitas ini tampil dengan ciri khas tersendiri yang kaya akan ide tanpa batas. Hal ini karena dengan beragamnya latar belakang pendidikan, pengalaman, maupun profesi para anggotanya menjadikan beragam pula daya kreativitas, ide, maupun hasil tulisan yang menghiasi berbagai media cetak dan majalah tanah air. Beberapa karya anggota komunitas ini bahkan sudah berkali-kali terbit dalam bentuk novel fiksi, hingga buku bertema religi. Para anggota komunitas ini secara aktif selalu mengikuti berbagai lomba kepenulisan yang diselenggarakan baik oleh komunitas lain maupun lembaga penerbitan dan lembaga pendidikan di negeri ini.
Forum Penulis Kota Malang juga hadir di dunia maya dengan adanya situs dan blog maupun mailing list. Situs dan blog Forum Penulis Kota Malang bukan hanya melulu diperuntukkan untuk sesama anggota intern FPKM, namun juga diharapkan sebagai sarana tukar menukar informasi antar berbagai komunitas penulis di berbagai daerah di tanah air. Suatu acara atau even kegiatan yang diselenggarakan oleh suatu komunitas penulis di suatu daerah diharapkan bisa diketahui pula oleh komunitas penulis di daerah yang lain. Untuk itulah maka Forum Penulis Kota Malang juga melengkapi dirinya dengan fasilitas mailing list yang diharapkan bisa menampung berbagai informasi dan juga sebagai sarana diskusi interaktif di dunia maya antar berbagai komunitas penulis dan juga sarana pembelajaran dan tukar menukar pikiran di antara sesama penulis.
Interaksi secara korespondensi maupun mengakses berbagai informasi terbaru bisa dilakukan melalui berbagai situs weblog pribadi para anggota dan pengurus komunitas ini. Berbagai link yang akan mengantarkan kita ke berbagai situs (situs stasiun televisi seluruh dunia, situs surat kabar seluruh dunia, situs penerbit seluruh Indonesia, situs tutorial menulis dan dunia perbukuan, resensi buku, hingga situs perpustakaan digital di seluruh dunia dan masih banyak lagi link-link menarik lainnya) bisa kita jumpai dalam halaman situs maupun blog Forum Penulis Kota Malang ini. Dengan adanya situs dan blog resmi Forum Penulis Kota Malang, kita sebagai penulis bisa lebih terbuka wawasan dan juga peluangnya untuk bisa lebih mengembangkan diri dan juga berkreativitas secara produktif demi khasanah bacaan dan tulisan yang turut mewarnai negeri ini.
Forum Penulis Kota Malang (FPKM) juga meluncurkan publikasi digital dalam bentuk majalah digital (e-magazine) yang bisa didownload dari situs resminya di internet. Majalah digital Forum Penulis Kota Malang memakai format PDF, sebuah format yang cukup umum untuk sebuah majalah digital. Berbagai kegiatan seperti seminar, diskusi, bedah buku, dan banyak lagi kegiatan yang aktif dilakukan setiap bulannya yang bertujuan untuk terus mengembangkan wawasan, pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan menulis para anggota forum ini juga diusahakan untuk senantiasa diliput dan ditulis dalam majalah digital ini.
Anda bisa mengunjungi situs resmi dan blog Forum Penulis Kota Malang (FPKM) serta forum diskusi komunitas ini di internet yaitu di alamat berikut :

http://forumpenuliskotamalang.blogspot.com

http://belajarmenulis.tripod.com dan http://panduanmenulis.tripod.com
http://tutorialmenulis.blog.com dan http://mediasedunia.tripod.com
http://klipingfpkm.multiply.com dan http://resensibukufpkm.multiply.com

http://groups.yahoo.com/group/forum_penulis_kota_malang/

Berbagai informasi terkini dunia kepenulisan dapat Anda akses dengan mudah di situs ini. Kesempatan untuk berbagi ilmu dan berdiskusi mengenai berbagai aspek dunia kepenulisan terbuka seluas-luasnya di forum diskusi komunitas penulis ini. Anda bisa bergabung dengan cara mendaftarkan alamat e-mail Anda di Yahoo Group untuk memperoleh fasilitas kemudahan berdiskusi secara online. Cukup ketik link url ini di browser komputer Anda saat Anda terhubung ke internet, dan nikmati kemudahan akses informasi dan tanya jawab dengan sesama anggota komunitas ini.

http://groups.yahoo.com/group/forum_penulis_kota_malang/join

FORUM PELANGI – KOMUNITAS SENI DI KOTA MALANG
Oleh: Haryo Bagus Handoko*
* Penulis adalah anggota Forum Pelangi dan juga pengurus komunitas Forum Penulis Kota Malang, selain aktivitasnya sebagai penulis, penterjemah dan koresponden lepas untuk berbagai media.

“Forum Pelangi”, demikian nama komunitas ini dikenal. Komunitas penulis, sastrawan maupun seniman di kota Malang ini mencoba merangkul semua aspek seni, baik seni tulis menulis, kewartawanan, seni puisi maupun para praktisi dan kritikus seni di kota Malang. Komunitas hasil binaan novelis kenamaan Ratna Indraswari ini para anggotanya terdiri dari berbagai lapisan umur maupun juga berbagai komunitas yang ada di kota Malang. Komunitas yang bermarkas di kediaman Ratna Indraswari Ibrahim di Jalan Diponegoro, Malang, ini juga dilengkapi dengan kehadiran toko buku “Tobuki” yang menyediakan buku-buku bermutu dengan harga yang cukup terjangkau. Sudah menjadi kebiasaan di kota Malang, antar komunitas seni yang satu dengan komunitas seni yang lain saling berkoordinasi dan berinteraksi. Dalam Forum Pelangi ini misalnya, para anggotanya juga merupakan anggota dan pengurus komunitas-komunitas yang ada di kota Malang, seperti para aktivis pers kampus, komunitas wartawan, komunitas penulis “Forum Penulis Kota Malang”, sanggar-sanggar seni (para pelukis, dramawan, seni topeng), toko-toko buku dan penerbit di kota Malang, maupun para penikmat seni secara umum. Tak kenal maka tak sayang, mungkin itulah kata yang tepat untuk komunitas yang satu ini.
Dalam setiap pertemuan, yang biasanya diadakan di akhir bulan, tema yang diangkat senantiasa beragam dan cukup variatif. Mulai dari kiat menulis, aspek pertelevisian, bedah buku, maupun dialog antar komunitas. Pertemuan bulanan ini biasanya dimulai pada sore hari hingga malam hari, dan terkadang hingga tengah malam, karena para anggota komunitas ini sangat tekun untuk saling berbagi dan berdiskusi mengenai banyak hal. “Yang paling sering biasanya kalau kumpul ya foto-fotoan, selain berdiskusi santai sambil makan penganan sekedarnya”, menurut salah satu anggota komunitas ini. Yang menarik, untuk menjadi anggota komunitas ini tidak dipungut biaya, jadi siapa saja, tua maupun muda boleh menjadi anggota, asalkan mempunyai minat dalam hal seni dan juga harus dituntut kreatif untuk terus berkarya.
Dengan didukung oleh toko buku “Tobuki”, toko buku milik Mbak Ratna Indraswari Ibrahim ini, maka biasanya kalau ada buku baru yang dipajang di toko buku tersebut, maka pada setiap pertemuan akan dibahas atau dijadikan bahan diskusi, terutama bila penulisnya adalah penulis yang bersedia hadir dalam acara komunitas ini. Sudah sekian banyak penulis buku turut meramaikan kegiatan bedah buku yang diselenggarakan oleh komunitas ini. Tentu saja, karena dengan kehadiran komunitas ini maka bisa menjadi ajang promosi bagi para penulis berbakat untuk mempromosikan buku tulisannya. Mulai dari buku bertema sastra, hingga yang bertema relijius pernah dibahas di komunitas ini. Biasanya para penulis yang bukunya dibedah di komunitas “Forum Penulis Kota Malang”, juga akan dibedah pula dalam acara diskusi di komunitas “Forum Pelangi” ini. Buku-buku yang dibahas bukan melulu buku-buku terbitan baru, namun juga buku-buku terbitan lama, atau bahkan buku-buku antik jaman Belanda atau era orde lama. Hal ini tidak mengherankan karena anggota komunitas ini ada juga yang mempunyai usaha dagang buku-buku antik, sehingga komunitas ini menjadi sarana yang tepat untuk mempromosikan buku-buku yang dijual di toko-toko buku di kota Malang.
Saking terkenalnya nama Ratna Indraswari Ibrahim dan komunitasnya, maka Mbak Ratna Indraswari bahkan pernah sempat diwawancarai dan diliput oleh kru Trans7 – sebuah televisi swasta nasional. Tentu saja tak ketinggalan acara foto-fotoan bersama kru televisi Trans7. Mas Agung, salah satu pengurus komunitas “Forum Pelangi” biasanya tampil sebagai moderator dalam setiap pertemuan komunitas ini dan juga berperan sebagai secretariat dan informasi bilamana ada yang tertarik untuk turut meramaikan kegiatan komunitas ini.
Sebagai seorang novelis senior tanah air, Mbak Ratna Indraswari Ibrahim dalam setiap pertemuan senantiasa memberikan motivasi dan juga berbagi pengalamannya sebagai seorang penulis pada rekan-rekan komunitas yang masih pemula dalam dunia tulis menulis dan seni. Jadi, dialog dan diskusi sepenuhnya berlangsung secara santai, tanpa ada istilah sungkan dan malu untuk bertanya. Siapapun akan dengan senang hati untuk membantu memecahkan masalah maupun pertanyaan yang dihadapi oleh para penulis pemula. Bahkan rekan-rekan wartawan baik dari komunitas pers kampus maupun wartawan koresponden berbagai surat kabar yang ada di Malang juga turut berbagi ilmu dan saling menimba pengalaman.
“Hidup adalah sebuah proses belajar, jadi tidak ada kata terlambat untuk menimba ilmu dan berbagi pengetahuan dengan orang lain!” Jadi semua orang perlu untuk terus belajar dan terus berkarya, karena dengan berkarya pengetahuan dan wawasan kita akan turut berkembang. Mengenai jadwal pertemuan biasanya diinformasikan dari mulut ke mulut antar para anggota baik lewat sms maupun lewat telepon. Karena para anggota komunitas ini juga merupakan anggota dan pengurus dari berbagai komunitas di Malang, maka setiap kali diadakan pertemuan, maka biasanya anggota komunitas ini yang hadir jumlahnya selalu membludak, bahkan pernah ada yang sampai hanya kebagian duduk di teras rumah karena ruang tamu rumah Mbak Ratna dipenuhi para anggota yang hadir. Tampaknya Mbak Ratna dan kreativitasnya telah mengundang banyak orang untuk turut berbagi dan menimba ilmu. Salut untuk Mbak Ratna!

Buku tentang Tanaman Hias Purba
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Bagi penggemar buku-buku hobi tanaman hias, pada bulan Januari 2008, PT. Gramedia Pustaka Utama akan meluncurkan sebuah buku tentang tanaman hias purba yang masih lestari hingga sekarang. Buku hasil tulisan saya yang berjudul “Pachypodium” ini memuat begitu banyak informasi berharga maupun ilustrasi foto yang menarik untuk dibaca. Bagi para penggemar dan kolektor tanaman hias, kesempatan ini sebaiknya tidak dilewatkan begitu saja, mengingat tanaman hias yang satu ini sudah banyak dijumpai di Indonesia dan harganya cukup bervariasi mulai dari yang murah hingga yang mahal. Bagi yang tertarik untuk memperoleh buku ini, bisa segera bergegas ke toko buku Gramedia yang terdekat, sekaligus juga sambil membeli buku Harry Potter yang terbaru yang juga akan segera beredar sekitar bulan April 2008.

Komik The 99, Komik Kontroversial Best Seller di Eropa, Amerika dan Jazirah Arab
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Sebuah buku komik yang cukup kontroversial hasil kerja bareng para komikus Kuwait, Amerika dan Inggris, baru saja dirilis di bulan September 2007 dan hasil penjualannya cukup mengejutkan. Buku komik dengan tokoh utama para pahlawan (superhero) dengan warna kulit dan ras yang berbeda, ini telah menjadi komik best seller di Arab (Kuwait, Iran, Uni Emirat Arab, dan juga Saudi Arabia), Eropa (Paris dan London), serta Amerika (khususnya New York). Novel ini menjadi kontroversial karena mengangkat tema filosofi Islam dan misi perdamaian serta kasih sayang yang diajarkan oleh agama Islam. Dengan mengambil tema para pahlawan penyelamat dunia yang berusaha menyelamatkan dunia dari peperangan, perpecahan dan kehancuran, komik ini mengangkat isyu/tema seputar 99 kebijaksanaan (wisdom) dibalik 99 nama Tuhan (Allah) – yang biasa dikenal dengan Asmaul Husna (99 Nama Tuhan), yang secara ajaib tiba-tiba terkandung dalam batu-batu mustika yang tersembunyi di dasar sungai Tigris (Irak).
Legenda mengenai 99 batu mustika permata ini menggugah para pemuda-pemudi yang peduli dengan nasib dunia, yang ingin menyelamatkan dunia dari kehancuran akibat perang dan kebencian. Setelah mereka memperoleh 99 batu mustika itu, Tuhan (Allah) memberikan hikmah berupa sifat kebijaksanaan, kasih sayang dan keadilan sehingga para tokoh superhero itu pun mempunyai karomah (kekuatan suci) sehingga kekuatan yang mereka miliki diarahkan demi mengemban misi utama, yaitu mempersatukan dunia, dan menghentikan segala peperangan dan kebencian antar umat beragama di dunia. Komik dengan ide utama cerita hasil pemikiran Naif al-Mutawa (dari Kuwait), serta berkolaborasi dengan para komikus Arab, Amerika, dan Inggris ini benar-benar menghasilkan komik berkualitas yang setara dengan komik-komik buatan DC Comics atau pun Marvell. Maka tak heran, para muda-mudi metropolitan pun dibuat kesengsem dengan indahnya gambar-gambar maupun alur cerita dalam komik pertama yang tokoh-tokohnya bukan orang bule ini. Walau gaya penggambarannya khas Amerika (western) namun tokoh-tokohnya sama sekali bukan bule dan tema ceritanya bersifat universal.
Teshkeel Media, sebagai penerbit utama komik ini di Kuwait, bekerja sama dengan berbagai penerbit di Eropa maupun Amerika berusaha untuk menerbitkan komik ini dalam skala besar dan menyebarkannya ke berbagai negara. Komik yang terbit dalam dua bahasa ini (bahasa Arab dan bahasa Inggris), sampul / kovernya sangat “remaja” dan eye catching – menarik perhatian bagi setiap pecinta buku yang gemar membaca komik. Para tokoh komik ini, seperti Mumita (Si Cepat), Dr. Razem (ahli batu mulia), Rughal (pemilik kekuatan ajaib nan misteri), Jabbar (manusia elastis) and Noora (ahli melihat kebenaran yang akan terjadi di masa depan / hikmah), segera saja menjadi populer di jazirah Arab, Eropa dan Amerika mengalahkan tokoh-tokoh komik bule ala Marvell dan DC Comics. Bahkan banyak generasi muda Amerika maupun Inggris sendiri yang mengakui bahwa komik ini tidak mendewa-dewakan suatu ras tertentu seperti halnya tokoh-tokoh komik khas Amerika lainnya.
Naif al-Mutawa, pencipta komik ini tidak terlalu mempunyai latar belakang dunia komik atau perbukuan (lulusan Universitas Columbia – USA, bidang psikologi klinis), namun merupakan pecinta komik-komik terbitan Amerika seperti komik Archie, dan komik-komik lain. Pria berusia 34 tahun ini menemukan ide pembuatan komik ini saat sedang berada di dalam taksi saat melakukan perjalanan di London dengan sang adik perempuannya yang bernama Samar pada tahun 2003. Mungkin para penulis besar biasa menemukan ide saat dalam perjalanan, seperti halnya JK Rowling yang menemukan ide penulisan Harry Potter saat kereta api yang ditumpanginya baru saja meninggalkan stasiun King’s Cross di London. Begitu banyak tokoh yang bekerja keras di balik pembuatan komik ini, sebut saja Tom DiFalco, mantan editor Marvel Comics, Neil Adams – juga tokoh dari Marvel Comics, Tarek Hosni – pimpinan editor di Teshkel Media, Mirna Dakik – editor gambar, Hasaan Kanaan dan Mohamed Azab – desainer gambar dan layout, Ilustrator komik – Dan Panosian and penulis naskah komik – Fabian Nicieza (keduanya sudah banyak menggarap proyek-proyek komik keluaran Marvel), Vivian Salameh (penterjemah naskah komik), Saad Al-Bitar – supervisor produksi, Sven Larsen – manajer operasional, maupun Frankie Shum – President urusan finansial Teshkel Media yang telah berjasa mengumpulkan para investor demi memperoleh dana sekitar 7 juta dolar untuk pembuatan dan publikasi komik bergenre Islam ini.
Komik dengan dana pembuatan dan publikasi yang mencapai angka 7 juta dolar ini merupakan hasil kerjasama Teshkeel Media dengan banyak media penerbitan maupun investor di Arab, Eropa maupun di Amerika yang jumlahnya mencapai 54 investor dari berbagai negara.. Walau komik ini bertema sedikit agak Islamisentris, namun pembelinya di Eropa datang dari berbagai kalangan maupun dari pemeluk agama yang beragam. Di London, dan New York, para pembeli sudah antre dan datang berduyun-duyun saat peluncuran perdana komik ini di toko-toko buku ternama di sana. Bahkan ada yang sampai rela harus tidur di depan toko buku demi memperoleh kesempatan pertama membeli buku komik yang kontroversial ini. Kontroversial dalam hal yang baik tentunya. Entah kapan komik ini bisa segera terbit di Indonesia, yang mayoritas penduduknya muslim.

RESENSI BUKU KONTROVERSIAL PENGUNGKAPAN FAKTA KEKEJIAN CIA
Liputan oleh: Haryo Bagus Handoko

Sebuah buku yang cukup kontroversial baru saja terbit. Buku hasil tulisan Stephen Grey ini bertema pengungkapan fakta konspirasi politik dunia yang didalangi Amerika dengan agen CIA-nya. Buku ini cukup menarik untuk dibaca sebagai penambah wawasan. Walau cukup banyak mengundang reaksi pro dan kontra, buku ini tampaknya ditulis dengan maksud untuk mengimbangi propaganda anti terorisme yang sebenarnya membawa misi politik tertentu. Buku yang mengkritik secara tajam politik Amerika dan sekutunya dalam memaksakan perang melawan terorisme ini bukan tidak disertai dengan fakta-fakta.
Beberapa narasumber turut dihadirkan kesaksiannya dalam pengungkapan fakta yang sebenarnya terjadi. Bahkan dalam acara bedah buku yang disiarkan secara langsung oleh Press TV di London beberapa waktu lalu, beberapa narasumber korban kekejian CIA turut hadir dan memberikan kesaksian sebagai pengukuh fakta-fakta yang tertulis dalam buku yang cukup kontroversial ini. Dalam buku ini ditulis bagaimana sebuah aksi penculikan dan penangkapan terhadap para penduduk sipil tak berdosa dari berbagai negara telah dilakukan oleh CIA dengan tuduhan perencanaan tindak terorisme. Aksi penculikan dan penangkapan ini tidak hanya menimpa orang-orang yang beragama Islam saja atau orang-orang yang berasal dari negara berpenduduk mayoritas muslim, namun lebih parah lagi terjadi secara acak, dan bahkan bisa menimpa wisatawan asing yang kebetulan sedang berlibur di wilayah netral yang jauh dari medan perang. Bahkan seorang wisatawan asal Inggris yang beragama Islam ditangkap saat sedang berlibur, diculik dan dipaksa CIA untuk mengakui bahwa ia adalah teroris serta mengalami penyiksaan secara keji yang melanggar undang-undang konvensi Jenewa. Setelah akhirnya dibebaskan berkat usaha keras para diplomat Inggris, Martin Mubanga – warga Inggris keturunan Afrika yang mengalami tindak kekejian CIA ini akhirnya mengungkapkan segalanya pada Stephen Grey, sang penulis buku “Ghost Plane – The True Story of The CIA Torture Program”. Dalam wawancara televisi saat peluncuran dan bedah buku “Ghost Plane – The True Story of The CIA Torture Program” di Press TV – London, beberapa waktu yang lalu, Martin Mubanga mengungkapkan panjang lebar mengenai bagaimana aksi penculikan dan penangkapan itu dilakukan CIA secara acak terhadap siapa saja, baik yang beragama Islam atau pun yang beragama selain Islam, walaupun yang bersangkutan sama sekali bukanlah teroris.
Pengungkapan fakta oleh beberapa narasumber lain yang kisahnya ditulis dalam buku ini juga menceritakan pola penangkapan yang sama, dimana ternyata tidak hanya orang-orang kulit berwarna atau yang beragama Islam saja yang diculik, ditangkap, dibawa dengan pesawat milik CIA ke berbagai penjara rahasia milik Amerika yang tersebar di seluruh pelosok dunia. Salah satunya adalah penjara Guantanamo. Dalam buku ini dikisahkan pula bagaimana perlakuan kejam yang diterima para tahanan di berbagai penjara rahasia milik Amerika, termasuk pula penjara Guantanamo.
Bahkan beberapa narasumber dari berbagai negara yang berkulit putih dari jenis ras Kaukasia, beragama Kristen atau Katolik bahkan ada yang diculik dan dipaksa dengan keji melalui serangkaian penyiksaan untuk mengaku bahwa diri mereka adalah anggota dari organisasi teroris, walau pun sebenarnya mereka sama sekali tidak tahu apa-apa. Beberapa narasumber bahkan hanyalah wisatawan yang secara kebetulan sedang berlibur saat mereka ditangkap, diculik dan dijebloskan ke berbagai penjara milik Amerika di berbagai tempat di dunia, dimana salah satu yang terburuk adalah penjara Guantanamo.
Menurut buku ini, pihak Amerika sendiri secara nyata menyangkal aksi penangkapan ini serta menyangkal keberadaan penjara-penjara rahasia tersebut dan bahkan mereka sama sekali tidak memberitahukan atau tidak pula melaporkan ikhwal mengenai penangkapan terhadap orang-orang yang malang ini pada kedutaan besar negara dimana orang-orang ini berasal. Maka sangatlah tepat judul buku ini yang bila diterjemahkan berarti “Pesawat Hantu – Kisah Nyata Program Penyiksaan oleh CIA (badan intelijen Amerika)”. Saat baru saja diluncurkan di Eropa, Amerika dan di negara-negara jazirah Arab, buku ini sempat mendapat protes keras dari pemerintah Amerika, namun di satu sisi telah banyak membuka mata dunia bagaimana politik penjajahan dan genosida (pemusnahan ras etnik atau golongan pemeluk agama tertentu) telah begitu terbungkus rapi oleh sebuah konspirasi yang mengatasnamakan “Perang Melawan Terorisme”.

Buku-Buku Mengenai Soeharto
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Tiga puluh dua tahun masa kepemimpinan Soeharto sudah berlalu, namun pamor mantan orang nomor satu negeri ini masih terabadikan dalam rangkaian kata yang terukir dalam buku-buku baik di era pemerintahannya semasa orde baru maupun di era reformasi sekarang ini. Pro dan kontra mengenai kebijakan selama kepemimpinan beliau dalam memimpin negeri ini tetap menjadi bahan pembicaraan yang menarik, tidak saja di dalam negeri namun juga di luar negeri, baik pemberitaan yang positif hingga pemberitaan yang negatif, kritikan pedas maupun hujatan yang semuanya terangkai dalam kata-kata dan tertulis dalam begitu banyak buku. Ulasan, analisa, dan pembahasan mengenai diri Soeharto tidak hanya seputar dunia politik dan pemerintahan saja, namun bahkan beberapa buku juga mengungkap sisi lain Soeharto yang tidak banyak dibicarakan.
Berbagai tema dan pokok bahasan mengenai Soeharto yang tertuang dalam bentuk buku jumlahnya tak terhitung karena saking banyaknya. Mungkin jumlahnya bisa mencapai ratusan kalau dihitung-hitung, atau bahkan lebih. Hal ini tidak mengherankan, karena selama tiga puluh dua tahun masa pemerintahannya, sepak terjang Soeharto terbukti menjadi komoditi yang menarik untuk diungkap dan dibahas dalam sebuah buku. Baik buku yang berupa biografi, penafsiran, ulasan dan tinjauan dari berbagai segi, hingga pembahasan yang sedikit nyleneh dan nyerempet-nyrempet hingga ke dunia klenik dan mistis. Apa pun sajiannya, buku-buku mengenai Soeharto terbukti laris manis dan bernilai jual. Seperti halnya buku-buku sejarah yang bernilai jual mahal, terutama bila tokoh yang dibahas dalam buku sudah almarhum, fenomena semacam ini tampaknya juga terjadi pada nilai jual buku-buku yang membahas mengenai Soeharto.
Nilai historis sering kali juga ekuivalen dengan nilai ekonomis. Semakin besar pamor dan hubungan seorang tokoh penting dalam sejarah suatu bangsa, semakin besar pula nilai barang yang berhubungan dengan tokoh tersebut. Simak saja buku-buku yang berhubungan dengan mantan presiden Soekarno, nilai ekonominya sangat tinggi, karena selain bernilai historis, buku-buku tersebut juga semakin langka dijumpai di pasaran. Mungkin dalam sepuluh tahun atau dua puluh tahun ke depan, buku-buku yang membahas mengenai mantan presiden Soeharto nilai jualnya bisa berpuluh kali lipat dibanding nilai jual sekarang. Apalagi untuk buku-buku yang cukup fenomenal, kontroversial dan mungkin sedikit tidak umum, karena mengungkap sisi lain yang tidak banyak dibahas.
Simak saja beberapa buku mengenai Soeharto yang saya temukan di Perpustakaan Kota Malang, Jawa Timur. Berbagai tema dan ulasan yang menarik hingga yang aneh mengenai diri Soeharto terbukti cukup menarik perhatian dan mengundang minat kita untuk membacanya. Buku yang ada di perpustakaan kota Malang ini mungkin hanyalah sedemikian kecil koleksi buku mengenai beliau yang bisa ditemukan beredar di pasaran atau bahkan sudah langka dijumpai. Kalau mau sedikit bersusah payah membuat sederet daftar panjang, sebenarnya masih banyak lagi buku-buku yang membahas mengenai diri Soeharto dengan berbagai tinjauan yang menarik, baik buku-buku lama maupun buku-buku terbitan baru. Baiklah, berikut adalah beberapa buku yang mungkin cukup menarik untuk dibaca dan diketahui, walau prosentase keakuratan dan kebenarannya sangat relatif dan bisa juga terlalu subyektif untuk menilai atau pun menghakimi seseorang hanya dengan membaca buku mengenainya.
Beberapa buku biografi Soeharto dengan pembahasan maupun ulasan yang bernilai positif hingga yang netral antara lain bisa dijumpai dalam buku:
- Soeharto – Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya; Otobiografi (tulisan G. Dwipayana, penerbit Citra Lamtoro Gung Persada, xiv bab, 599 halaman)
- Anak Desa: Biografi Presiden Soeharto (tulisan A. Bar Salim, A. Hadi Noor, O.G. Roeder, penerbit Gunung Agung, xvi bab, 416 halaman)
- Soeharto – Bapak Pembangunan Indonesia (tulisan Tjahyadi Nugroho, penerbit Yayasan Telapak, 639 halaman)

Sementara buku-buku ulasan politik sehubungan dengan masa pemerintahan Soeharto, baik yang bernada ulasan positif hingga yang sarkastik maupun yang bernada miring antara lain:
- Pandangan Presiden Soeharto tentang Pancasila (tulisan Krissantono, penerbit Yayasan Proklamasi, dan CSIS, vii bab, 93 halaman)
- Soeharto’s Armed Forces: Problems of Civil Military Relations in Indonesia (tulisan Salim Said, penerbit Pustaka Sinar Harapan, xxiv bab, 298 halaman)
- Soeharto: Mengapa Kekuasaannya Dapat Bertahan Selama 32 Tahun (tulisan Zainuddin Djafar, penerbit FISIP UI Press, xxvii bab, 168 halaman)
- Biografi daripada Soeharto: Dari Kemusuk Hingga “Kudeta Camdessus” (tulisan A.Yogaswara & Tim Media Pressindo, penerbit Media Pressindo, 215 halaman)
- Soeharto File – Sisi Gelap Sejarah Indonesia (tulisan Adam, Asvi Warman, penerbit Ombak, xix bab, 204 halaman)
- Menguak Misteri Kekuasaan Soeharto (tulisan Baskara T, Wardaya SJ, penerbit GalangPress, 296 halaman)
- Tumbangnya Rezim Soeharto (tulisan Haji Suharto, Penerbit Bina Ilmu, xi bab, 147 halaman)
- Soeharto Lengser – Perspektif Luar Negeri (tulisan Wahdiyono, penerbit LKIS, xviii bab, 182 halaman)
- Jalan Transisi Demokrasi Pasca Soeharto (tulisan Gregorius, Sahdan, penerbit Pondok Edukasi, xv bab, 456 halaman)
- Indonesia Pasca Soeharto (tulisan Geoff Forrester, Penterjemah: Abusamah Hamid dan Ismi Silvia, penerbit Tajidu Press, 439 halaman ; judul asli: “Post Soeharto: Renewal or Chaos?”, KITLV Press – The Netherlands Institute of South East Asian Studies – Singapore)
- Harta dan Yayasan Soeharto: Kontroversi tentang Kekayaan dan Dugaan Korupsi Soeharto (tulisan Indra Ismawan & Windy Afiyanti, penerbit Media Pressindo, 7 bab, 239 halaman)
- 10 Penguasa Terkorup Dunia (tulisan M. Yuanda Zara, dkk, penerbit Pustaka Timur, 151 halaman)

Bahkan ada pula beberapa buku yang membahas Soeharto dari kacamata spiritual relijius hingga yang mistis, seperti beberapa buku berikut:
- Presiden Soeharto Ikut Jadwal Allah (tulisan Muhammad, Abuya Syeikh Imam Ashaari, penerbit Al Arqom, xii bab, 136 halaman)
- Rahasia Supranatural Soeharto (tulisan Floriberta Aning & Ki Ageng Pamungkas, penerbit Narasi, 95 halaman)
- Dunia Spiritual Soeharto: Menelusuri Laku Ritual, Tempat-Tempat dan Guru Spiritualnya (tulisan Arwan Tuti Artha & Islah Gusmian, penerbit GalangPress, 198 halaman)
Apapun pembahasannya, Soeharto adalah anak bangsa negeri ini yang telah terbukti berjasa dalam pembangunan negeri, terlepas dari pro dan kontra kebijakan selama pemerintahan beliau. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya, maka sudah sepantasnyalah bahwa jasa-jasa beliau tidak boleh dilupakan begitu saja. Tak ada gading yang tak retak. Selamat jalan Soeharto, kenangan akan dirimu akan terus terukir dalam rangkaian kata!

CERITA DANTE – Sebuah Novel Bertema Kematian

Judul novel : Cerita Dante
Pengarang : Stefani Hid
Tahun Terbit : 2006, Cetakan Pertama
Nama Penerbit : Grasindo – Gramedia Widiasarana Indonesia
Jumlah Halaman : 126 halaman, 12 bab
Peresensi : Haryo Bagus Handoko

Novel dengan judul Cerita Dante ini merupakan novel ketiga buah karya Stefani Hid, setelah sebelumnya menghasilkan novel-novel provokatif yang berjudul “Bukan Saya, Tapi Mereka Yang Gila!” (Penerbit Kata Kita, 2004), dan “Soulmate” (Penerbit Kata Kita, 2004). Buku novel ketiga dengan dua belas bab setebal 126 halaman ini mengisahkan sebuah kisah suram absurditas, suatu hal yang banyak menimpa masyarakat modern dewasa ini. Suatu hal di mana akibat rutinitas dan kerasnya perjuangan hidup membuat banyak orang merasa kehilangan makna dan kebahagiaan hidup.
Diwarnai oleh gaya penceritaan yang unik dengan latar belakang para tokoh dalam novel ini yang lahir dalam kondisi keluarga yang kacau balau akibat perceraian kedua orang tua, kondisi kemiskinan yang memprihatinkan dan sangat membosankan, kediktatoran seorang ayah dalam sebuah potret keluarga kaya, penderitaan seorang sakit jiwa yang berkepribadian ganda, kisah duka seorang keluarga pengedar narkoba di Aceh, hingga sebuah potret suram seorang pengidap gagal ginjal yang putus asa dalam menjalani hidup. Novel ini seakan berusaha merangkum semua realitas pahit dalam kehidupan modern dewasa ini di mana keimanan dan agama tidak lagi banyak bisa menyelamatkan seseorang.
Novel dengan gaya penceritaan yang apa adanya ini berusaha mengungkap semua kenyataan pahit dalam kehidupan dengan akhir cerita yang juga pahit. Bagi Anda yang menyukai novel-novel roman cinta yang berakhir bahagia, mungkin novel ini bukanlah novel yang tepat untuk Anda. Namun bagi Anda yang menyukai sebuah alternatif bacaan lain yang tidak menyuguhkan impian-impian palsu di siang hari bolong, mungkin novel ini adalah bacaan yang tepat untuk membuka mata kita bahwa kehidupan itu tidaklah semudah seperti membalik telapak tangan, dibutuhkan lebih dari sekadar sebuah perjuangan dan keimanan untuk tetap dapat bertahan dalam kondisi yang paling memprihatinkan sekalipun.
Bila dilihat dari judulnya, yaitu “Cerita Dante”, Anda jangan mengharapkan bisa mendengar kisah Dante yang terkenal, karena Dante yang dimaksud di sini adalah seorang remaja pria berumur dua puluh tahunan yang merupakan pengguna dan pengedar ganja di Aceh dengan latar belakang keluarga yang carut marut paska tragedi tsunami. Peran Dante dalam cerita novel ini sesungguhnya tidaklah terlalu banyak, karena sepertinya tokoh Dante dalam kisah ini adalah sebagai pelengkap saja untuk mengakhiri cerita secara tragis. Demikian pula dengan tokoh Djasmin seorang wanita berkepribadian ganda dengan saudara kembar imajinernya yang bernama Lee, semuanya tak lebih dari sekedar tokoh pelengkap novel fiksi ini. Tokoh Djasmin sendiri akhirnya sembuh dari kegilaannya karena secara teratur memeriksakan kondisi kejiwaannya ke klinik dokter jiwa dan menelusuri asal muasal penyebab pecah kepribadiannya itu. Bila dilihat-lihat, tokoh Djasmin bahkan sama sekali tidak berhubungan dengan tokoh manapun dalam novel fiksi ini baik dalam alur cerita maupun dalam kesatuan sebagai sebuah cerita. Tokoh sebenarnya dalam kisah fiksi ini justru adalah Mei Fung, seorang gadis penderita gagal ginjal yang putus asa, di mana secara kebetulan mendapatkan seorang sahabat dan kekasih bernama Peter Chen alias Chen-Chen yang merasa iba kepadanya dan bahkan rela membeli sebuah ginjal milik Angkoso (seorang pemuda miskin dari Surabaya), demi kesembuhan Mei Fung.
Walau akhirnya kisahnya berakhir tragis, namun novel fiksi ini menawarkan sebuah sisi lain kisah carut marutnya kehidupan manusia dilihat dari berbagai sisi, di mana semakin banyak orang yang merasa hampa dalam hidup ini dan cenderung lebih memilih mati daripada berjuang untuk terus hidup. Mungkin itulah sisi moral yang ingin diungkap oleh Stefani Hid dalam novel bertema psikologis dengan begitu banyak obsesi kematian dan absurditas yang diungkap dalam karya ketiganya ini. Secara umum novel ini menarik untuk dibaca karena menyuguhkan sesuatu yang lain, suatu sisi lain dalam hidup ini, sisi gelap manusia yang tidak terlalu sering diungkap dalam novel-novel produksi tanah air.

NOVEL UNIK BERNUANSA ISLAM
Judul Novel : Di Antara Orang-Orang Yang Berthawaf
Pengarang : Haji Ahmad Muhaimin
Penerbit : Pustaka Kayu Tangan, Malang
Tahun Terbit : 2007
Tebal Buku : 225 halaman
Peresensi : Haryo Bagus Handoko

Novel Islami yang satu ini cukup menarik untuk dibaca. Dengan mengambil setting kota Mataram dan obyek-obyek wisata di pulau Lombok yang belum banyak disorot, novel ini mencoba mengetengahkan suasana lain, sebuah romansa cinta bernuansa Islami. Manusia bisa berkehendak, namun Tuhan jugalah yang menentukan perjodohan manusia. Kesucian cinta dua insan manusia dipertemukan kembali oleh Tuhan di sebuah kota suci, Mekah, ribuan mil jauhnya dari tanah air di mana mereka sempat dipisahkan oleh nasib. Walau beberapa tahun telah berlalu, namun akhirnya cinta suci mereka dipersatukan oleh Tuhan saat mereka melaksanakan perjalanan suci ke kota Mekah. Novel indah ini merupakan buku fiksi pertama buah karya Haji Ahmad Muhaimin yang merupakan seorang penulis sekaligus dosen. Novelis ini sebelumnya juga telah menuliskan berbagai buku bertema ilmu teknik kelistrikan sesuai dengan bidang keilmuwan beliau. Haji Ahmad Muhaimin juga merupakan salah satu penulis yang tergabung dalam komunitas penulis Forum Pelangi di kota Malang, di bawah bimbingan novelis kawakan Ratna Indraswari Ibrahim. Dengan mengusung nama penerbit Pustaka Kayutangan yang juga merupakan toko buku milik Ratna Indraswari Ibrahim, buku novel ini jelas telah melewati seleksi kualitas oleh Mbak Ratna Indraswari Ibrahim sendiri yang berperan sebagai penasehat sekaligus penyunting buku novel ini.

Bank BTPN Kota Malang Menyumbang Buku
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Dalam rangka menyambut ulang tahun Bank Tabungan Pensiunan Nasional (Bank BTPN) yang ke-50 yang jatuh pada tanggal 22 Februari 2008, Bank BTPN turut berpartisipasi dalam menyumbang puluhan buku pengetahuan dan pendidikan pada Perpustakaan Umum Kota Malang. Tema gerakan menyumbang buku ini adalah “BTPN Peduli Pendidikan”. Tampaknya niat baik dan perhatian Bank BTPN cabang kota Malang ini pada dunia pendidikan, disambut dengan baik oleh pihak Perpustakaan Umum Kota Malang yang saat ini telah mempunyai koleksi lebih dari 100.000 buku. Bank BTPN juga turut pula berpartisipasi dalam gerakan kebersihan kota Malang, terbukti sebelum dimulainya acara menyumbangkan buku ini, bank nasional yang genap berumur lima puluh tahun ini, pagi harinya sempat mengerahkan segenap karyawan dan pimpinannya untuk memunguti sampah dan membersihkan area pasar besar kota Malang. Acara bersih-bersih ini juga disambut baik oleh Walikota Malang, Drs. Peni Suprapto yang turut hadir dalam acara bersih-bersih pasar besar di kota Malang ini. Memang sejak dahulu, titik berat perhatian pemerintah kotamadya Malang maupun kalangan ekonom kota itu lebih kepada pembangunan sumberdaya manusia yang diwujudkan dalam peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat serta pelestarian lingkungan dan kebersihan. Salut pada Bank BTPN! Selamat hari jadi yang ke-50.

Peluncuran Buku “Kemarin Lusa Sampai Besok Lusa – Antologi Sastra Pelajar” di kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Rumah Budaya Ratna Indraswari Ibrahim yang terletak di Jalan Diponegoro 3 kota Malang, kembali meriah oleh acara peluncuran buku “Kemarin Lusa Sampai Besok Lusa – Antologi Sastra Pelajar” yang diterbitkan oleh SMAK St. Albertus (SMA Dempo) bekerja sama dengan Penerbit Pustaka Kayu Tangan yang dimotori oleh penulis novel legendaris Ratna Indraswari Ibrahim. Acara peluncuran buku yang bertempat di kediaman Mbak Ratna Indraswari Ibrahim ini diselenggarakan pada tanggal 24 Februari 2008 sejak pukul 18.00 WIB ini berlangsung semarak hingga larut malam. Turut hadir pula dalam acara peluncuran buku ini, Romo Paulus Waris, O. Carm. (Pjs. Kepsek Dempo). Sebagai pengulas maupun moderator dalam acara peluncuran buku ini adalah Doniq Pr, seorang cerpenis kota Malang yang juga adalah seorang penterjemah. Hadir pula dalam acara ini, berbagai komunitas penulis yang ada di kota Malang, para praktisi sastra dan budaya kota Malang serta para seniman yang tak mau ketinggalan untuk mengikuti acara peluncuran buku kumpulan puisi karya pelajar ini.

Bedah Buku Novel “Aduh, Kawat Gigi” di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Forum Penulis Kota Malang kembali menyelenggarakan acara bedah naskah buku novel karya salah satu anggotanya, Wahyu Indah Retnowati. Penulis novel yang juga merupakan penulis ide cerita sekaligus penulis skenario sinetron ini memang terbilang cukup aktif dalam setiap kegiatan tulis menulis. Buku novel karyanya yang rencananya akan segera beredar dalam waktu dekat di toko-toko buku di seluruh Indonesia ini berjudul “Aduh, Kawat Gigi”. Buku novel yang gaya penceritaannya cukup unik ini mengangkat topik kawat gigi yang menjadi sumber dari segala permasalahan dan timbulnya cerita maupun konflik dalam novel remaja ini. Sebenarnya judul awal novel ini adalah “Secret Love Lily”, namun akhirnya judul itu diganti oleh sang penulis dengan pertimbangan bahwa semua alur cerita dalam novel ini diawali oleh kawat gigi Lily, sehingga judulnya pun kemudian diubah menjadi “Aduh, Kawat Gigi”.
Dikisahkan, seorang tokoh utama cerita yang bernama Lily yang mempunyai masalah dengan kepercayaan diri (minder), menjadi seorang pribadi yang semakin tertutup saat mendapatkan perawatan gigi yang mengharuskan dirinya memakai kawat gigi. Bahkan tokoh Lily dalam cerita ini akhirnya memutuskan pindah ke kota Malang akibat rasa percaya dirinya yang sangat kurang dalam pergaulannya di kota asal (Bandung). Di kota Malang inilah Lily akhirnya memperoleh kembali kepercayaan dirinya saat ia memperoleh seorang pacar yang benar-benar mencintainya. Akankah cintanya berlanjut atau kandas akibat kawat giginya, dan benarkah kematian sang nenek disebabkan juga oleh kawat gigi Lily?
Untuk mengetahui lebih lanjut cerita unik ini, sebaiknya Anda membaca sendiri kisah Lily dalam buku novel yang berjudul “Aduh, Kawat Gigi”. Buku novel dengan genre teenlit yang diterbitkan oleh Penerbit Citra Media Jakarta ini mungkin baru akan diluncurkan sekitar bulan April 2008, dan bisa diperoleh di Toko Buku Gramedia maupun di toko-toko buku terdekat di kota Anda.

Promosi Buku Boim Lebon di Toko Buku Gramedia Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Toko Buku Gramedia jalan Basuki Rahmad kota Malang, dipadati pengunjung yang ingin sekedar menyaksikan penulis kenamaan Boim Lebon yang sudah banyak menulis karya novel remaja, seperti serial Lupus (terbitan PT. Gramedia Pustaka Utama) dan juga buku novel remaja terbarunya yang berjudul “Badman: Bidin!” yang diterbitkan oleh PT. Lingkar Pena Kreativa. Acara jumpa fans dan promosi buku-buku novel terbaru karya Boim Lebon begitu meriah dengan aneka games, kuis dan juga tanya jawab santai antara penulis buku novel remaja ini dengan para pengunjung Toko Buku Gramedia yang begitu antusias ingin berpartisipasi memeriahkan acara ini. Bahkan beberapa pengunjung banyak yang mengaku jauh-jauh datang dari kota lain, hanya untuk menyempatkan menonton dari dekat presentasi penulis novel Boim Lebon seputar karya-karyanya maupun diskusi seputar dunia kepenulisan dan sastra novel remaja. Sehari sebelumnya, Boim Lebon bahkan juga sempat mengunjungi kota Pasuruan, Jawa Timur, untuk mempromosikan buku novelnya sambil menghadiri peresmian berdirinya komunitas Forum Lingkar Pena Cabang Kota Pasuruan. Antusiasme pengunjung di kota Pasuruan tampaknya begitu besar, sehingga rupanya masih kurang puas ingin berdialog lebih banyak dengan penulis ini. Bahkan banyak para pecinta buku yang ada di kota Pasuruan akhirnya rela jauh-jauh menempuh perjalanan menuju kota Malang untuk sekedar mengikuti kelanjutan tur promosi buku penulis novel remaja yang juga sekaligus aktivis komunitas Forum Lingkar Pena ini. Penulis novel remaja yang saat ini bekerja di salah sebuah televisi swasta nasional di Jakarta ini dengan gayanya yang santai dan kocak banyak mengocok perut para pengunjung Toko Buku Gramedia dengan guyonan-guyonannya yang khas. Tak lupa ada pula acara pembagian hadiah door prize berupa buku-buku novel karya Boim Lebon serta beberapa buah edisi terbaru Tabloid Gaul kepada para pengunjung yang berpartisipasi dalam acara games maupun tanya jawab. Saat acara jumpa penggemar di Toko Buku Gramedia ini selesai sekitar pukul 16.30 WIB, acara jumpa penggemar ternyata masih diteruskan lagi dengan dialog santai yang bertempat di lobi Hotel Regents. Dalam acara dialog santai bersama Boim Lebon ini, dihadiri oleh para antusias sastra, para penulis, dan terutama para anggota dan pengurus komunitas penulis Forum Lingkar Pena cabang Malang serta beberapa anggota dari komunitas penulis di kota Malang yang dengan antusias senantiasa mengikuti jalannya acara. Buku-buku karya Boim Lebon bisa diperoleh dengan mudah di Toko Buku Gramedia maupun toko-toko buku terdekat.

Acara Bedah Buku dan Jumpa Penggemar Penulis Novel – Habiburrahman El Shirazy dan Boim Lebon di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Pada tanggal 23 Februari 2008, Penulis novel Habiburrahman El Shirazy dan Boim Lebon (Penulis novel cerita remaja LUPUS) mengadakan acara jumpa fans dan konferensi pers sehubungan dengan tur promosi buku sekaligus acara bedah buku “Ayat-Ayat Cinta”. Acara fenomenal ini digelar di area lobi gedung perpustakaan kota Malang. Dalam acara tersebut sempat disinggung pula tentang kiat-kiat menulis novel yang baik serta ajakan pada para generasi muda kota Malang untuk tetap kreatif menulis.
Keesokan harinya, tepatnya pada tanggal 24 Februari 2008, kedua penulis ini menghadiri acara talk show/dialog bertema “Remaja Muslim Jatuh Cinta – Asyik Bangets” serta bedah buku novel karya Habiburrahman El Shirazy yang berjudul “Ayat-Ayat Cinta” dan “Ketika Cinta Bertasbih”. Acara yang bertempat di Gedung Aula Skodam Brawijaya – Malang, ini dipadati pengunjung yang sebagian besar merupakan pelajar dan kawula muda kota Malang. Acara yang diprakarsai oleh OSIS SMAN 3 Malang serta komunitas penulis Forum Lingkar Pena cabang Malang ini terbuka untuk umum secara gratis bagi pengguna kartu prabayar Indosat. Untuk memeriahkan acara talkshow ini juga diselenggarakan lomba menulis resensi atau sinopsis novel bertema Islami. Tak ketinggalan disisipkan pula beberapa tips menulis dan cerita pengalaman kedua penulis buku ini terutama mengenai proses kreatif mereka dalam menghasilkan karya. Buku novel “Ayat-Ayat Cinta” dan “Ketika Cinta Bertasbih” saat ini sudah bisa diperoleh di toko buku Gramedia maupun toko-toko buku yang lain di kota Anda.

Bedah Buku Biografi Edgar Allan Poe di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Acara bedah buku “Biografi Edgar Allan Poe” digelar di kota Malang. Edgar Allan Poe yang terkenal dengan karya-karya sastra kanon tulisannya itu begitu fenomenal bahkan hingga kini. Sebagian besar karyanya yang mengupas ketegangan (thriller) itu cukup mengasyikkan untuk dibaca. Buku Biografi Biografi Edgar Allan Poe, sepertinya sebagai pengobat kerinduan para pecinta karya-karyanya. Dengan bertempat di Madrasah Aliyah Negeri Malang (MAN 3), acara yang cukup dibanjiri pengunjung ini berlangsung seru. Apalagi dihadiri pula oleh perwakilan dari pihak penerbit Interlude Yogyakarta yang menerbitkan buku ini sebagai nara sumber, dan juga pembahasan buku yang cukup apik oleh guru pengajar MAN 3. Acara yang disponsori oleh toko buku Poestaka Rakjat (baca: Pustaka Rakyat) ini mencoba menggugah minat baca warga kota Malang agar lebih perhatian pada karya-karya besar dan buku-buku yang mengulas pengalaman penulis besar seperti ini. Minat baca para pelajar maupun warga kota Malang memang tidak boleh dipandang sebelah mata, terbukti setiap acara bedah buku yang diselenggarakan di kota Malang selalu mendapat perhatian dari para pelajar maupun warga masyarakat kota Malang.

Pameran Tunggal Seni Fotografi di Perpustakaan Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Sebuah event kegiatan seni kembali diadakan di kota Malang. Kali ini adalah dengan adanya pameran tunggal seni fotografi karya TP Sasongko yang mengambil tema “Kegalauan di Ambang Batas Ruang & Waktu” yang diselenggarakan pada tanggal 18 Februari 2008 dengan bertempat di ruang galeri seni Ken Arok – Gedung Perpustakaan Kota Malang. Acara ini terbukti menyedot pengunjung, karena begitu besarnya apresiasi seni dan antusiasme warga kota Malang. Hadir pula dalam acara ini, beberapa kalangan seniman, penikmat seni, para penulis, wartawan dan tokoh masyarakat kota Malang.

Bedah Buku Kumpulan Puisi Saut Situmorang
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Pada hari Minggu tepatnya pada tanggal 17 Februari 2008, komunitas penulis dan seniman “Forum Pelangi” menyelenggarakan acara bedah buku Otobiografi Saut Situmorang, seorang penyair yang beraliran paham intertekstualisme, sebuah aliran baru dalam jagat sastra dan puisi. Buku “Otobiografi Saut Situmorang” yang tebalnya 282 halaman dan diterbitkan oleh penerbit SIC – Yogyakarta pada tahun 2007 ini, merupakan kumpulan karya puisi terbaik dengan berbagai tema, mulai yang bertema cinta, kehidupan sosial maupun yang bertema politik. Acara yang bertempat di “Rumah Budaya – Ratna Indraswari Ibrahim” di kota Malang ini terbukti berjalan sukses. Acara didahului dengan kata sambutan dari penulis sekaligus penyair, Saut Situmorang, kemudian dilanjutkan dengan acara nonton bareng rekaman video dokumentasi pementasan puisi karya Saut Situmorang saat sedang berada di Australia, dan beberapa karyanya yang lain seperti puisi keprihatinannya atas gempa Yogyakarta serta proses kreatif penulisan puisi dan esainya. Setelah itu barulah acara inti yaitu bedah buku dan pembacaan puisi segera dimulai dan mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari para hadirin. Dengan begitu besarnya antusiasme seniman dan penulis kota Malang, acara yang digelar sejak pukul 19.00 WIB ini baru berakhir sekitar pukul 23.00 WIB. Para tamu yang hadir dalam acara bedah buku yang berlangsung santai dan penuh kekeluargaan ini sebagian besar adalah para anggota dan pengurus sejumlah komunitas penulis dan pecinta seni kota Malang, dosen dan guru bahasa Indonesia, para penyair kota Malang, serta tak ketinggalan pula beberapa wartawan dari sejumlah media surat kabar dan majalah serta para aktivis pers kampus yang ada di kota Malang.

Peluncuran Buku Walikota Malang di Tahun 2008
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Pada tanggal 15 Februari 2008, walikota Malang, Bpk. Drs. Peni Suparto, M.AP meluncurkan buku hasil tulisannya. Buku terbaru hasil tulisan beliau ini berjudul “Paradigma & Implementasi Pelayanan Publik – Sumbangan Pemikiran Untuk Meningkatkan Pelayanan Publik Menuju Good Governance”. Buku setebal 90 halaman ini yang terdiri dari 5 bab ini diterbitkan oleh Penerbit Kanisius, Yogyakarta dan sempat mendapat tanggapan positif dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, mengingat selama ini belum ada buku yang mengupas mengenai pelayanan publik secara baik. Buku ini juga mendapat dukungan serta pujian dari Bpk. Drs. H. Soekarwo, SH, M.Hum, (sekretaris daerah propinsi Jawa Timur) yang selain memberikan kata pengantar dalam buku ini, juga turut hadir saat peluncuran buku ini pada tanggal 15 Februari 2008 lalu di studio Mahameru TV, kota Malang. Pada acara peluncuran buku tersebut juga dibagikan buku “Paradigma & Implementasi Pelayanan Publik – Sumbangan Pemikiran Untuk Meningkatkan Pelayanan Publik Menuju Good Governance” secara gratis kepada para undangan dan wartawan. Buku ini rencananya akan segera beredar di seluruh Indonesia sehingga bisa dibaca oleh semua orang, dan sudah mulai bisa diperoleh di toko-toko buku terdekat di kota Anda.
Bpk. Drs. Peni Suparto, M.AP yang juga peminat budaya, filsafat serta pelestarian lingkungan hidup ini sampai detik ini terbukti telah berhasil menulis sekian banyak judul buku. Beberapa diantara bukunya berjudul “Wasiat Mpu Tantular, Kumpulan Catatan Budaya” (2006), “Di Balik Ramalan Joyoboyo” (2006), “Mari Menanam & Merawat – Konsep Penghijauan Massal” (2007), “Sekolah Seribu Bunga – Konsep Gerakan Penghijauan di Sekolah” (2007), serta gagasannya perihal menyambut tantangan global yang tertuang dalam bukunya yang berjudul “The Rise of The New Tumapel” (2007). Pecinta budaya Jawa yang menguasai bahasa Sansekerta dan bahasa Inggris secara baik ini memang gemar menulis. Beliau juga sering menulis untuk buletin dan majalah pariwisata kota Malang serta beberapa majalah pemerintahan di lingkungan kotamadya Malang. Editor buku-buku beliau, Mas Liga Alam, yang juga merupakan salah satu pengurus Forum Penulis Kota Malang sempat berkomentar bahwa bagi Bpk. Drs. Peni Suparto, M.AP, tiada hari tanpa membaca dan menulis. “Bahkan beliau sendiri sering menyempatkan diri untuk membalas email-email yang masuk dari masyarakat kota Malang demi meningkatkan pelayanan yang lebih baik terhadap masyarakat,” demikian menurut penuturannya.

Acara Bedah Buku Franz Kafka di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Bedah buku karya Franz Kafka yang berjudul “The Metamorphosis” yang diselenggarakan oleh Forum Penulis Kota Malang pada tanggal 10 Februari 2008 di area lobi gedung Perpustakaan Kota Malang berlangsung cukup meriah. Dengan narasumber yaitu Mbak Nasti Mudita – seorang pecinta buku sekaligus penulis yang saat ini sedang menuntut ilmu di Australia, acara ini terasa hidup oleh diskusi dan tanya jawab seputar karya-karya besar Franz Kafka, penulis berkebangsaan Austria yang telah banyak menelorkan beberapa buku novel beraliran absurditas. Tidak hanya Mbak Nasti Mudita yang jauh-jauh datang dari Australia demi menyempatkan diri membedah buku karya Franz Kafka, acara bedah buku ini selain dihadiri oleh para penulis kota Malang, juga dihadiri pula oleh Wawan Eko Yulianto – penterjemah beberapa buku yang karya terjemahannya sempat diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama dan beberapa penerbit besar lainnya.
Dalam acara bedah buku ini juga sempat disinggung mengenai tulisan resensi Wawan Eko Yulianto yang sempat dibajak habis-habisan oleh seorang dan sempat lolos terbit dalam sebuah surat kabar nasional. Kejadian ini sempat menghebohkan beberapa milis di internet. Protes tidak hanya dilontarkan oleh beberapa penulis asal kota Malang sebagai wujud solidaritas terhadap Wawan Eko Yulianto, namun juga banyak dikemukakan oleh milis komunitas penulis buku di Yogya, Jakarta dan Surabaya. Beberapa milis seperti komunitas Pasar Buku, milis Apresiasi Sastra dan juga milis Forum Penulis Kota Malang sempat ramai oleh tulisan-tulisan bernada protes terhadap fenomena bajak-membajak ini. Wabah pembajakan sinopsis seperti ini mulai marak. Para pembajak biasanya tinggal menyalin karya tulisan sinopsis mengenai buku-buku baru dari internet, terutama blog-blog pribadi para penulis maupun dari blog suatu komunitas penulis di internet. Dalam hal ini rupanya sang pembajak sempat menyalin sinopsis buku novel yang berjudul “Turquoise” yang dipublikasikan dalam blog milik Wawan Eko Yulianto maupun di blog Forum Penulis Kota Malang di http://klipingfpkm.multiply.com dan berhasil lolos terpublikasi secara luas di sebuah surat kabar nasional. Sang pembajak mengganti nama penulis sinopsis asli buku tersebut dengan nama dirinya seakan-akan sinopsis itu adalah hasil tulisannya sendiri. Tampaknya sang pembajak ini bukan kali ini saja berhasil mengelabui media massa, namun sudah berulang kali dan setiap kali melakukan aksinya selalu disertai permintaan maaf kepada yang naskah tulisannya dibajak, namun di kemudian hari ia kerap kali mengulangi perbuatannya dengan selalu meminta maaf dan meminta maaf lagi. Tampaknya budaya minta maaf seakan dijadikan senjata agar si pelaku untuk lolos dari etika moral dan tuntutan hukum. Padahal kalau diamati, sang pembajak ini bahkan pernah menulis endorsement di kaver belakang buku novel “Turquoise” . Kalau sudah begini, siapa yang patut disalahkan, sang pembajak ataukah si penulis resensi buku yang memampang karya tulisannya di blog pribadi. Tampaknya masalah bajak membajak seakan semakin menjadi tren di dunia tulis-menulis negeri ini. Sungguh sebuah fenomena yang memprihatinkan!

Gramedia Book Fair 2008 di Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Sebuah pameran buku fenomenal di awal tahun 2008 yang diprakarsai oleh Toko Buku Gramedia terbukti telah banyak menyita perhatian masyarakat kota Malang. Pameran dan obral buku terbesar yang digelar sejak 1 Februari hingga 17 Februari 2008 bertempat di Plasa Araya kota Malang ini memamerkan begitu banyak koleksi buku terbitan Gramedia dengan harga yang sangat fantastis. Diskon harga yang diberikan benar-benar menggiurkan para pengunjung pameran yang senantiasa memadati pameran buku ini. Bukan Gramedia kalau tidak semeriah ini. Pameran buku dengan koleksi lengkap buku-buku bermutu ini mengundang perhatian masyarakat kota Malang mulai dari kalangan anak-anak, remaja dan dewasa. Tidaklah mengherankan karena buku-buku yang dipamerkan adalah buku-buku bermutu mulai dari buku cerita anak, novel remaja, novel dewasa, buku hobi, aneka majalah, aneka alat tulis lengkap, buku ilmiah, buku pengetahuan, buku tanaman hias, dan banyak lagi. Bahkan terdapat juga aneka buku tips, aneka tabloid dan juga komik yang jumlah dan variasinya benar-benar memukau para pengunjung pameran ini. Toko Buku Gramedia di kota Malang memang tidak hanya menggelar obral diskon di kala pameran saja, namun di hari biasa pun, toko buku favorit warga kota Malang ini juga senantiasa memberikan potongan harga yang cukup menarik setiap harinya. Mulai dari obral aneka majalah hingga obral buku-buku best seller. Tak kenal maka tak sayang, mungkin itulah sebutan yang paling tepat bagi toko buku yang satu ini, karena tak bosan-bosannya selalu memberikan kejutan bagi masyarakat pecinta buku di kota Malang.

Komitmen Universitas Islam Negeri Malang Menerbitkan Buku
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Universitas Islam Negeri (UIN) Malang mulai merambah bisnis buku berbasis Islam. “Setiap judul buku yang diterbitkan rencananya ditargetkan harus laku minimal 1000 eksemplar,” demikian komitmen Universitas Islam Negeri Malang (UIN), menurut Pembantu Rektor I UIN, Prof. Dr. Mudjia Rahardjo. “Buku yang sudah kami terbitkan mengupas tentang ilmu murni dan terapan, tetapi bedanya kupasannya ditinjau dari penelitian, Al-Quran dan Hadis,” tutur Prof. Dr. Mudjia Rahardjo. Pada tahap pertama ini paling sedikit sudah 50 judul buku yang kini sudah diterbitkan, salah satu diantaranya adalah yang berjudul “Memadu Sains dan Agama, Fisika dan Al-Quran”. Untuk tahap kedua nanti rencananya akan diterbitkan 94 judul buku berbeda, yang diantaranya bertema kesehatan mental Islam, hadis-hadis ekonomi serta Islam Jawa. “Untuk merealisasikan hal ini, target utama para pembaca tentu saja adalah para mahasiswa dan pelajar serta masyarakat umum, sementara untuk para penulis bukunya sendiri diharapkan para dosen UIN dapat bertindak sebagai pelopor. Untuk itu setiap dosen dari total 247 dosen UIN Malang, diharapkan dapat terus menerus menelurkan karya pemikiran yang tertulis dalam buku, sehingga mampu mengembangkan kualitas pembelajaran dan keilmuwan yang lebih spesifik dan lebih mendalam lagi. Tentunya setelah melakukan penelitian secara akurat sebelum menulis sebuah buku. UIN ingin menjadi lembaga yang akan mendobrak dikotomi agama dan keilmuwan itu. Satu-satunya cara yang paling efektif adalah dengan melalui penulisan buku, karena buku akan terus digunakan hingga bertahun-tahun,” demikian ungkap Prof. Dr. Mudjia Rahardjo. Hal ini bukanlah sekedar janji belaka, karena beberapa buku filsafat terbitan UIN terbukti telah menjadi best seller di pasaran.

PELUNCURAN BUKU NOVEL FENOMENAL ENDANG AXL
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Mengawali tahun 2008, Endang Axl, penulis pemula yang juga merupakan anggota baru Forum Penulis Kota Malang yang bermukim di Jakarta, baru-baru ini meluncurkan novel fenomenalnya yang berjudul “Berdialog dengan Kematian”. Novel dengan gambar sampul yang demikian indah ini diterbitkan oleh penerbit Aditya Meliawan, Jakarta dan sudah bisa diperoleh di toko buku Gramedia maupun toko-toko buku terdekat di kota Anda. Novel unik dan tidak biasa ini sepertinya berusaha menggabungkan aliran absurditas, post modern, dan aliran klasik sedemikian rupa dengan lika-liku cerita yang enak untuk dibaca. Penggambaran yang sangat detil, dan mudah dicerna merupakan salah satu keunggulan novel anak negeri ini. Membaca novel ini membuat kita selalu penasaran untuk membuka halaman demi halaman berikutnya demi mengetahui bagaimana kisah ini berlanjut. Meski menurut penulisnya sendiri, ia adalah penulis pemula, namun alur dan gaya berceritanya enak untuk diikuti. Endang Axl berhasil membedah karakter tokoh-tokohnya, dengan bahasa yang mengalir lancar sehingga tidak membuat jenuh para pembacanya. Novel yang unik ini seakan mencoba mengkombinasikan tema klenik dan teknokrat futuristiknya Jules Verne, kehidupan purba dengan Lost World-nya Sir Arthur Conan Doyle, serta cerita horornya Alfred Hitchcock dan Stephen King. Benar-benar novel yang tidak biasa dan membangkitkan imajinasi para pembacanya. Bila Anda pembaca setia novel yang bosan dengan kisah-kisah klise percintaan, mungkin novel ini bisa menjadi alternatif untuk melengkapi koleksi buku Anda.

ACARA BEDAH BUKU “NOLI ME TANGERE”
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Pada 13 Januari 2008, Forum Penulis Kota Malang mengadakan acara bedah novel “Noli Me Tangere” (bahasa tagalog/Filipina = jangan sentuh aku) karya Jose Rizal dengan pembicara Trias Pratiwi, dan pokok bahasan dalam acara ini cukup menarik. Acara bedah buku ini bertempat di ruang lobi gedung Perpustakaan Kota Malang. Jose Rizal dikenal sebagai seorang penulis dan pejuang HAM Filipina yang sekaligus pahlawan nasional Filipina dalam memberontak terhadap bangsa Spanyol sebagai kaum penjajah yang saat itu memakai tameng pihak gereja demi mengukuhkan kekuasaannya di tanah jajahan. Karya besar buku Noli Me Tangere merupakan sebuah pengungkapan fakta kelam di masa lalu tentang kekejaman sebuah doktrin agama yang disalahgunakan sebagai alat pengukuhan penjajahan bangsa Spanyol di Filipina untuk menindas rakyat sekaligus kemanusiaan.
Trias Pratiwi berhasil mengangkat isu kemanusiaan di balik penulisan karya besar Jose Rizal ini. Bedah buku ini dihadiri oleh segenap anggota dan pengurus FPKM yang turut prihatin bahwa sudah sejak lama doktrin agama di berbagai peradaban bangsa di berbagai belahan bumi ini sering kali disalahgunakan demi pembenaran sebuah upaya penindasan dan penjajahan oleh suatu bangsa terhadap bangsa lainnya atau suatu golongan terhadap golongan lainnya. Dalam sejarah manusia sejak ribuan tahun lalu, sering kali agama disalahgunakan dan disalahartikan untuk membenarkan tindak kekejian pembunuhan terhadap sesama manusia. Untuk itulah demi alasan kemanusiaan, sudah seharusnya umat manusia belajar bersikap toleran terhadap agama dan kepercayaan yang berbeda-beda. Sesungguhnya ajaran Tuhan dalam agama mana pun adalah supaya saling mencintai dan kasih terhadap sesama umat manusia dan menerima segala perbedaannya demi kemanusiaan dan majunya peradaban, dan bukannya demi menebar bibit kebencian, permusuhan atau pun keangkaramurkaan yang pada akhirnya akan mengarah kepada kehancuran peradaban. Itulah intisari hikmah yang dapat dipetik dari bedah buku “Noli Me Tangere” karya Jose Rizal – seorang pejuang HAM dan sekaligus penulis dari Filipina yang akhirnya konon harus mati di tiang gantungan demi sebuah upaya kemanusiaan mengungkap ketidakadilan penjajahan bangsa Spanyol di Filipina yang menyalahgunakan ajaran agama demi mencapai tujuan-tujuannya.

ACARA BEDAH BUKU “VITA BREVIS”
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Pada tanggal 27 Januari 2008, Forum Penulis Kota Malang kembali mengadakan acara bedah buku novel fiksi bertema reliji yang berjudul “Vita Brevis – Pengakuan” karya Jostein Gaarder dengan pembicara Carolina Neolen. Bedah buku ini digelar di ruang lobi gedung Perpustakaan Kota Malang. Dalam buku novel fiksi tersebut dikisahkan bagaimana manusia ternyata senantiasa membutuhkan pengakuan dari sesamanya demi rasa percaya diri dan eksistensinya dalam menjalani kehidupan dan dalam berinteraksi sosial kemasyarakatan. Bagaimana dosa masa lalu dapat demikian menghantui kehidupan seseorang, bahkan terhadap seorang pemuka agama yang dihormati. Bayangan dosa dapat demikian menyiksa batin dan membawa seseorang pada penyesalan tanpa akhir yang akhirnya membawa penderitaan dan kematian. Pengakuan sesama manusia dan pemaafan diri setidaknya bisa menjadi obat untuk melupakan dosa masa lalu dan memulai lembaran baru kehidupan yang lebih baik dan lebih bijak. Mungkin itulah hikmah yang dapat dipetik dari buku yang berjudul “Vita Brevis” ini. Bedah buku novel ini dihadiri oleh para anggota dan pengurus Forum Penulis Kota Malang yang pada kesempatan tersebut banyak berdiskusi mengenai pro dan kontra pentingnya sebuah pengakuan dari sesama manusia demi rasa percaya diri dan juga demi bertumbuhnya semangat untuk terus berkarya dan berkreasi dalam setiap aspek kehidupan.

REKOR PENERBITAN MAJALAH “THE BULLETIN”
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Majalah berita dan hiburan terbitan Australia, “The Bulletin” akhirnya mengakhiri perjalanan panjangnya sebagai salah satu media cetak dengan rekor terbit yang cukup lama sejak pertama kali terbit pada tahun 1880. Edisi terakhir majalah ini terbit pada 8 Januari 2008 lalu. Banyak pihak yang menyayangkan penutupan majalah yang sudah terbit lebih dari seratus tahun ini, namun tampaknya alasan pembiayaan dan pangsa pasar yang semakin menurun telah memaksa majalah ini gulung tikar. Pada saat pertama kali terbit di tahun 1880, sesuai namanya, majalah ini hanyalah sekedar buletin berita dan hiburan yang tampil dengan tampilan sangat sederhana dengan bahan kertas murahan dan ilustrasi berupa gambar coretan sederhana, sangat berbeda jauh dengan penampilan edisi terakhir yang terbit pada 8 Januari 2008 lalu dengan bahan kertas bertekstur halus dengan kualitas prima, kaver (sampul) yang elegan serta isi yang berbobot dan menarik.
Seperti halnya krisis media cetak yang melanda pasar Amerika akibat banyak konsumen yang beralih pada informasi yang berbasis internet, tampaknya hal ini juga mulai melanda Australia, walau dampaknya tidaklah separah seperti yang dialami oleh Amerika. Di Amerika konon bahkan kabarnya sudah puluhan media surat kabar dan majalah yang gulung tikar akibat banyak para konsumen pembaca yang beralih pada teknologi internet yang lebih murah. Beberapa media surat kabar dan majalah lainnya sebagian besar banyak yang beralih format dari versi cetak menjadi versi online di internet. Hal ini tidak mengherankan, mengingat pengguna teknologi internet di Amerika jumlahnya meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Renovasi Perluasan Ruang Baca Perpustakaan Kota Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Minat baca warga kota Malang semakin besar. Perpustakaan Kota Malang sebagai wahana wisata baca telah terbukti menarik minat sebagian besar warga kota Malang, bukan hanya kawula mudanya, namun juga anak-anak, hingga kaum dewasa. Setiap harinya, perpustakaan yang terletak di Jalan Raya Ijen kota Malang ini senantiasa dibanjiri pengunjung yang jumlahnya sekitar 1500 orang, dan jumlah ini senantiasa meningkat, padahal di desa-desa juga sudah disediakan perpustakaan desa maupun mobil perpustakaan keliling. Ini berarti rasa haus akan ilmu pengetahuan di kalangan warga kota maupun desa di wilayah Malang raya seakan terobati. Namun demikian demi meningkatkan kenyamanan baca dan kapasitas tampung pengunjung, maka pihak perpustakaan kota Malang telah melakukan renovasi perluasan ruang di lantai dua sehingga ruang baca maupun ruang untuk koleksi buku lebih terasa lapang dan nyaman. Belum lagi, terdapat juga ketersediaan fasilitas internet wi-fi maupun begitu banyak colokan listrik yang bisa digunakan oleh para pengunjung yang membawa laptop guna berselancar di dunia maya secara gratis. Dengan adanya fasilitas yang nyaman, maka diharapkan para pengunjung perpustakaan akan betah berlama-lama membaca dan menimba ilmu di perpustakaan yang terkesan bersih dan rapi ini.
“Sampai awal tahun 2008 ini, koleksi buku di perpustakaan umum dan arsip kota Malang ini telah mencapai 100 ribu eksemplar lebih, yang terdiri dari 70 ribu judul buku, mulai dari buku fiksi dan non fiksi. Khusus untuk buku anak-anak di perpustakaan ini tercatat terdapat sekitar 10 ribu eksemplar buku. Koleksi buku yang sudah mencapai puluhan ribu dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas ini, membuat perpustakaan umum kota Malang menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia. Jumlah pengunjung yang mencapai ribuan setiap harinya ini diharapkan akan terus meningkat, mengingat kami juga telah membuka layanan kunjungan pada malam hari, serta pada hari Sabtu dan Minggu, karena perpustakaan merupakan media rekreasi edukatif,” demikian tutur Bapak Drs. Jemianto, Kepala Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang.

FORUM PENULIS KOTA MALANG MERAMBAH DUNIA
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Komunitas penulis di kota Malang, Forum Penulis Kota Malang (FPKM) yang baru saja berulang tahun yang pertama di bulan Oktober 2007 yang baru lalu, kini sedikit demi sedikit mulai membentangkan semangat menulis tidak hanya pada para penulis yang berdomisili di Indonesia, namun juga bahkan mulai merambah mancanegara. Para TKI dan TKW yang bekerja di Hong Kong demi mengais dolar, juga mulai ketularan semangat menulis. Bahkan persatuan TKI dan TKW asal Indonesia yang bermukim di Hong Kong juga senantiasa berkomunikasi dan bertukar pikiran serta pengalaman dalam hal kesusasteraan khususnya tulis menulis fiksi dengan anggota dan pengurus FPKM. Tak jarang bahkan para TKI dan TKW asal Indonesia di Hong Kong juga menyumbangkan tulisan baik fiksi maupun puisi melalui milis FPKM. Kehadiran FPKM juga berfungsi ganda sebagai sarana bersilaturahmi antar negara. Tidak hanya dengan warga perantauan asal Indonesia yang bermukim di luar negeri, namun juga dengan warga negeri jiran, Malaysia yang juga mengenal FPKM lewat blog dan milis di internet. FPKM juga mulai dikenal di Kanada, Australia dan Jerman. Umumnya yang menjadi anggota FPKM di luar negeri adalah mahasiswa dan juga penterjemah bahasa. Bahkan baru-baru ini, salah satu anggota baru FPKM yang bermukim dan menuntut ilmu di Australia menyempatkan diri bersilaturahmi dan hadir dalam pertemuan dua mingguan komunitas penulis asal kota Malang ini. “Mumpung masih liburan semester, Mas, jadi saya sempatkan ikut pertemuan FPKM di kota Malang”, demikian komentar Dita, mahasiswi sebuah universitas ternama di Sydney Australia. Mumpung bertemu langsung dengan anggota baru yang bermukim di luar negeri, maka kesempatan ini tidak disia-siakan oleh FPKM untuk mencari peluang menerbitkan buku di luar negeri, seperti halnya di Australia, mengingat untuk menerbitkan buku novel atau non fiksi di luar negeri biasanya harus melalui agen perantara. Jadi tidak bisa langsung antara penulis dan penerbit, harus ada perantaranya. Untuk itulah FPKM sempat minta tolong pada Dita untuk mencoba menggali informasi lebih banyak mengenai bagaimana prosedur dan persyaratan bagi warga Indonesia untuk dapat menerbitkan bukunya di luar negeri seperti Australia misalnya. “Saya usahakan untuk mencari informasi mengenai hal itu,” demikian janji Dita. Semoga di masa mendatang akan semakin banyak penulis Indonesia yang bisa go internasional dan menghasilkan karya sastra yang tidak hanya kondang di negeri sendiri namun juga bisa merambah manca negara. Tidak ada hal yang mustahil tentunya bila kita mau berusaha.

Pameran Buku Awal Tahun 2008
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Beberapa penerbit buku ternama turut berpartisipasi dalam ajang pameran buku Islam yang digelar mulai 1 Januari hingga 7 Januari 2008. Bertempat di halaman parkir Gedung Perpustakaan Kota Malang, Jawa Timur, acara pameran buku ini dimeriahkan pula dengan berbagai acara bedah buku, diskon super murah dan juga stand busana maupun mainan anak bertema Islam. Acara pameran yang dibuka mulai pagi hingga malam hari ini terbukti mengundang perhatian sebagian besar masyarakat kota Malang terlihat dari jumlah pengunjung yang datang. Jumlah pengunjung perpustakaan kota Malang yang dalam sehari bisa mencapai 1500 orang dengan adanya event khusus seperti pameran buku ini jumlah pengunjung bisa bertambah berkali lipat. Walau sempat diguyur hujan pada hari pertama pembukaan pameran, namun antusiasme warga kota Malang telah membuktikan bahwa minat baca dan tulis di kota ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Apalagi harga buku dewasa ini semakin terjangkau dengan hadirnya banjir diskon seperti yang digelar dalam pameran buku kali ini.

PELUNCURAN BLOG BARU FORUM PENULIS KOTA MALANG
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Berganti tahun berarti berganti pula penampilan dan desain. Blog komunitas penulis Forum Penulis Kota Malang (FPKM) yang baru saja genap berulang tahun yang pertama, kini memiliki alamat situs url yang baru, yaitu di http://forumpenuliskotamalang.blogspot.com . Perpindahan ini bukan tanpa alasan, selain untuk mengubah penampilan desain blog, juga terjadi perpindahan server dari server lama ke server baru. Tampilan yang baru kini lebih informatif karena memuat berbagai informasi terbaru di bidang dunia kepenulisan maupun dunia perbukuan di Indonesia.

PESTA TAHUN BARU FORUM PENULIS KOTA MALANG
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Mengakhiri tahun 2008, komunitas penulis Forum Penulis Kota Malang menggelar acara renungan dan sekaligus pesta tahun baru menyambut pergantian tahun 2008. Acara pesta kecil-kecilan berlangsung di Gedung Perpustakaan Kota Malang. Acara ini dimeriahkan dengan berbagai permainan games khas penulis seperti permainan scrable bahasa Indonesia serta aneka permainan lainnya. Tak ketinggalan pula acara nonton bareng pesta kembang api tahunan yang berlangsung di sepanjang Jalan Raya Ijen Kota Malang. Juga acara foto bersama dan kilas balik kegiatan komunitas penulis serta aneka informasi penting dunia kepenulisan.

LOMBA CERPEN SISWA SMU
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Perhatian pemerintah kota Malang terhadap minat baca tulis khususnya di kalangan para pelajar ternyata cukup baik. Hal ini terbukti dengan diadakannya lomba penulisan cerpen di kalangan siswa sekolah menengah umum di seluruh Malang (Jawa Timur) yang diadakan oleh Perpustakaan Kota Malang bekerja sama dengan pemerintah kotamadya Malang. Dengan iming-iming hadiah yang menarik dan juga beasiswa, lomba cerpen ini terbukti banyak menarik minat para pelajar kota Malang. Semakin hari memang semangat menulis di kalangan pelajar kota Malang semakin tinggi, ini terbukti bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini saja, bahkan siswa-siswa SMP pun juga sudah banyak yang menelorkan karya berupa novel maupun artikel cerpen yang dimuat di berbagai media massa nasional. Semoga untuk ke depannya semangat membaca dan menulis tetap berkembang pesat demi kekayaan dan keanekaragaman karya anak bangsa negeri ini.

Pameran Buku Akhir Tahun 2007
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Toko buku Gramedia kembali mengadakan pameran buku di kota Malang. Kali ini demi menyambut perayaan akhir Tahun. Pameran buku terbesar dan terlengkap tahun ini diselenggarakan di Plaza Araya mulai 30 November 2007 sampai dengan 9 Desember 2007. Acara pembukaan pameran buku Gramedia kali ini berlangsung cukup meriah. Acara pameran buku ini dibuka secara resmi pada tanggal 30 November 2007 pukul 10.00 WIB pagi dengan dimeriahkan drumband siswa TK Al-Kautsar Malang yang beberapa saat lalu sempat menjuarai “Blast Open Marching Competition Jawa-Bali Tahun 2007” di posisi peringkat teratas. Menyusul dimeriahkan pula oleh Marching Band “Gita Swara” BA Restu – Malang yang beberapa waktu lalu sempat meraih juara II dalam parade marching band se-Malang Raya. Pada 30 November 2007 pukul 19.00 WIB malam, diadakan pula talk show demi memeriahkan pameran buku yang diprakarsai oleh Gramedia ini. Sebagai pembicara dalam acara talkshow tersebut adalah para penulis novel seperti Christian Simamora, Raditya Dika dan Windy Ariestanty. Tidak meriah rasanya sebuah pameran buku bila tidak dibanjiri oleh harga diskon. Dalam pameran buku Gramedia kali ini diskon yang diberikan antara 15% hingga diskon gila-gilaan yang mencapai 80%. Demi menyambut peluncuran buku Harry Potter edisi terbaru versi bahasa Indonesia yang rencananya akan terbit awal Januari 2008, dalam pameran buku kali ini ada juga kesempatan unik bagi para pengunjung pameran buku untuk berfoto dengan mengenakan atribut pakaian ala Harry Potter dari sekolah sihir Hogwarts. Tentu saja kesempatan langka ini langsung mendapat sambutan meriah dari para pengunjung pameran buku akhir tahun Gramedia.

Pameran Foto Peringatan 1 Tahun Gempa Yogya
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Galeri seni Ken Arok yang bertempat di gedung Perpustakaan Kota Malang pada tanggal 20 – 27 November 2007 kembali dipenuhi pengunjung. Maklum saja pada tanggal tersebut digelar pameran foto peringatan 1 tahun musibah gempa Yogyakarta. Foto-foto indah dan ekspresif hasil jepretan Tarko Sudiarno banyak mengundang decak kagum dari para pengunjung pameran. Pembukaan acara pameran foto tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh para seniman, penikmat seni dan juga masyarakat kota Malang. Sastrawan terkenal seperti Sindhunata, dan banyak lagi turut hadir dalam acara ini dan mendapat banyak perhatian dari para penggemar sastra dan para penulis kota Malang. Obrolan santai pun sempat digelar bersama sesama penikmat seni dan seniman kota Malang, dan ini merupakan kesempatan yang cukup langka untuk bisa berdiskusi langsung dengan sastrawan legendaris sekaliber Sindhunata yang banyak diburu para penulis untuk dapat memberikan endorsement bagi buku-buku tulisan mereka. Walau acaranya seputar dunia fotografi, namun cukup banyak wartawan maupun penulis yang antusias untuk berdiskusi seputar dunia fotografi dan juga kepenulisan.

Lomba Penulisan Cerpen Tingkat SMU di Malang
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Minat baca dan tulis warga kota Malang semakin tinggi. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya para pengunjung perpustakaan sekolah, maupun perpustakaan umum di kota Malang, demikian juga membludaknya pengunjung setiap diadakan acara pameran buku maupun acara bedah buku. Dalam rangka menjembatani dan menumbuhkan minat menulis di kalangan generasi muda kota Malang, maka pada tanggal 28 November 2007 yang baru lalu diselenggarakan acara lomba penulisan cerita pendek bagi siswa-siswi SMU se-kota Malang. Dalam acara tersebut diadakan pula acara sarasehan dan demo cara menulis cerita pendek yang baik dan berkualitas yang diselenggarakan di gedung Perpustakaan Pusat Universitas Negeri Malang. Acara yang berlangsung hingga sore hari dan mendapat sambutan yang cukup meriah dari warga kota Malang, khususnya para pelajar, mahasiswa dan pecinta sastra.

Temu Penggemar dan Bedah Buku Novel Karya Penulis Gagas Media
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Suasana Perpustakaan Kota Malang tanggal 30 November 2007, kembali meriah dan gegap gempita dengan kehadiran beberapa penulis novel ternama di kota Malang. Kali ini yang hadir adalah para penulis novel terbitan Penerbit GagasMedia, seperti Raditya Dika, Christian Simamora dan Windy Ariestanty. Ketiganya hadir dalam acara jumpa penulis dan juga acara ngobrol santai yang diadakan di hall ruangan lobi gedung Perpustakaan Kota Malang. Dalam kesempatan dimeriahkan dengan acara bedah buku karya Raditya Dika yang berjudul “Radikus Makan Kakus” dan juga “Cinta Brontosaurus”. Acara ini berlangsung seru dan kocak karena diselingi humor-humor segar dan juga acara tanya jawab serta pembacaan puisi dari partisipan yang hadir. Sebagian besar pengunjung yang hadir dalam acara ini adalah para siswa-siswi SMU mengingat buku novel yang dibahas memang bertema novel teenlit. Di akhir acara ada pembagian doorprize bagi para pembaca puisi yang mengisi acara bedah buku ini, dan tentu saja doorprize yang dibagikan adalah buku-buku novel yang sempat dibedah serta dibahas dalam acara temu penggemar dan bedah buku kali ini.

Festival Buku Malang 2007 – Buku untuk Semua
Diliput oleh : Haryo Bagus Handoko

Festival Buku Malang 2007 yang tahun ini mengambil tema “Buku Untuk Semua” kembali digelar di Gedung perpustakaan Kota Malang. Acara pembukaan festival buku kali ini begitu semarak dengan tarian barongsai yang dibawakan oleh kelompok “Barongsai 5 Benua” dari Malang sebagai atraksi acara pembukaan Festival Buku Malang 2007. Pameran Buku Tahunan kali ketiga ini dibuka secara resmi oleh Walikota Malang, Drs. Peni Suparto, M.AP. Kepala perpustakaan kota Malang, Drs. Jemianto, mengungkapkan bahwa penggemar buku serta pengunjung perpustakaan kota Malang dari tahun ke tahun cenderung meningkat dan diharapkan agar minat baca dan tulis dari warga kota Malang semakin nyata terwujud ke depannya. Festival Buku Malang 2007 yang kali ini mengusung tema “Buku Untuk Semua”, digelar selama tujuh hari berturut-turut mulai tanggal 29 Agustus 2007 hingga 4 September 2007. Kegiatan hari pertama Festival Buku Malang 2007 ini diawali dengan acara bedah buku bertema mistik yang berjudul “Dunia Mistik Orang Jawa” terbitan Penerbit LKIS yang diterjemahkan dari buku berbahasa Belanda. Acara bedah buku ini dipadati oleh para pengunjung yang sudah menunggu-nunggu sejak pagi. Dalam acara bedah buku ini, Walikota Malang, Drs. Peni Suparto, M.AP. yang juga seorang budayawan dan pecinta seni turut menjadi salah satu pembicara dalam acara bedah buku bergaya talkshow ini. Bedah buku yang digelar di ruang lobi Gedung perpustakaan Kota Malang pun segera saja dipadati oleh pengunjung. Sementara di areal stand pameran, para pengunjung bahkan sudah sejak pagi memadati berbagai stand penerbit dan toko buku yang ada. Bahkan sebelum acara pameran itu resmi dibuka, tampak kerumunan pengunjung yang sudah tidak sabar datang untuk melihat-lihat dan membeli beberapa buku yang dijual secara obral.
Beberapa stand penjualan buku bahkan sudah dipadati pengunjung seperti yang terjadi di stand toko buku rabat “Yusuf Agency” yang menjual aneka buku dengan harga super murah. Bayangkan saja, buku novel fiksi trilogi Lord Of The Rings dan The Hobbits terbitan Gramedia hanya dijual seharga Rp 25.000,- , sementara sebuah buku novel fiksi horor berjudul “Drakula” yang bersampul desain gothik hanya dijual seharga Rp 25.000,-. Novel Pramoedya Ananta Toer pun digelar dengan harga super murah yaitu hanya seharga Rp 25.000,-. Bisa dibayangkan bagaimana padatnya pengunjung yang berebut membeli buku dengan harga super murah tersebut. Yang fantastis, novel-novel cinta Harlequin maupun novel bertema horor karangan R.L. Styne terbitan Gramedia pun hanya diobral seharga Rp 5000,-. Bahkan di sela-sela rak yang berderet di stand pameran “Yusuf Agency” terdapat beberapa buah novel terbitan Amerika dalam bahasa Inggris yang diobral hanya seharga Rp 5000,-. Bukan hanya buku bertema fiksi saja yang dijual dengan harga super murah, buku non fiksi seperti halnya buku-buku motivasi, buku bertema kesehatan, agama Islam, filsafat, sejarah, gizi makanan, dan cerita anak hanya dijual dengan kisaran harga antara Rp 5000,- hingga Rp 20.000,- .
Penerbit KPG Gramedia pun tak mau kalah juga menggelar obral besar aneka jenis buku mulai dari buku fiksi, non fiksi seharga Rp 5000,- hingga Rp 20.000,- . Terdapat pula berbagai variasi diskon antara 15% hingga 20% untuk buku-buku baru terbitan Gramedia. Bahkan beberapa novel karya Pramoedya Ananta Toer dijual secara paket terdiri dari beberapa judul dengan harga super murah, bahkan ada sebuah novel karya Pak Pram yang hanya dijual dengan harga Rp 20.000,- sementara harga normalnya tentu saja di atas harga tersebut. Tentu saja hal ini mendapat sambutan yang cukup meriah dari para pengunjung pameran, terutama sekali para pecinta buku novel. Kebetulan salah satu penjaga stan pameran KPG Gramedia adalah juga salah satu pengurus Forum Penulis Kota Malang (http://komunitaspenulisfpkm.tripod.com). Penerbit Agromedia bahkan menggelar obral buku murah untuk beberapa novel hanya seharga Rp 5000,- padahal harga normalnya saja ada yang mencapai kisaran Rp 40.000,-. Masing-masing stand penerbit dan toko buku pada Festival Buku Malang kali ini tampaknya saling berlomba menjual berbagai tema buku dengan harga super murah. Bisa dibayangkan berapa uang yang bisa dihemat para pecinta buku apabila dari harga normal buku yang biasanya sekitar Rp 30.000,- hingga Rp 40.000,- menjadi diturunkan hanya sehingga hanya dijual dengan harga sekitar Rp 5000,- hingga Rp 10.000,- saja. Penerbit Andi dari Yogyakarta juga menggelar diskon buku yang cukup menarik mulai dari 15% hingga 20% untuk aneka buku bertema teknologi informasi dan komputer. Kemasan buku yang memang terlihat demikian menarik semakin banyak diminati karena disertai pula dengan potongan harga di bawah harga normal di pasaran. Penerbit Agromedia Pustaka, Media Kita dan Buku Kita juga menggelar aneka buku mulai dari buku bertema kesehatan, buku resep masakan hingga buku komputer dengan kisaran harga yang menarik dan tentu saja juga potongan harga yang lumayan. Bagi para penggemar buku Harry Potter terbitan Bloomsbury bisa mendapatkan tiga macam versi buku terbitan Inggris tersebut dengan harga spesial di stand toko buku Toga Mas yang posisinya berhadap-hadapan dengan stan toko buku rabat “Yusuf Agency”. Di stan toko buku Toga Mas bahkan digelar obral buku komik yang lumayan banyaknya hanya seharga Rp 4500,-an per judul buku. Aneka buku komik terbitan Elex Media Komputindo dan juga penerbit buku komik lainnya semuanya dipatok dengan harga super murah yaitu Rp 4500,- hingga Rp 10.000,- . Penerbit buku komputer Gava Media juga menggelar potongan harga yang lumayan untuk buku-buku bertema komputer yang dijual. Kebetulan salah satu penjaga stand penerbit Gava Media adalah salah satu pengurus komunitas penulis Forum Penulis Kota Malang yang memang beberapa anggota dan pengurusnya selalu terlibat dalam setiap acara pameran dan bedah buku yang diselenggarakan di Gedung Perpustakaan Kota Malang. Dalam pameran buku ini ada sebuah stand toko buku yang cukup menarik yaitu stand toko buku Poestaka Rakjat (baca = Pustaka Rakyat). Stand toko buku ini menjual beberapa buku kuno jaman kolonial Belanda, serta beberapa buku jaman Orde Lama dengan harga kurang dari Rp 100.000,- , padahal buku-buku yang dijual tergolong buku-buku bermutu dan lumayan tebal-tebal. Stand ini pun ramai dikunjungi oleh para antusias dan pecinta buku. Stand buku “Ar Ruzz” yang menjual aneka buku bertema Islam pun dikunjungi para kolektor dan pecinta buku bernuansa Islam, sementara stand buku “Dioma” yang selain menjual buku-buku bertema Kristen juga menjual buku-buku fiksi dikunjungi pula oleh pengunjung yang sebagian besar adalah para remaja. Penerbit Agromedia Group juga menggelar diskon buku-buku novel fiksi dengan harga Rp 5000,- hingga Rp 10.000,- padahal harga normalnya saja bisa berkisar antara Rp 30.000,- hingga Rp 50.000,-.
Di beberapa stand buku yang lain bahkan juga dijumpai beberapa novel fiksi yang dijual dengan harga hanya Rp 3000,- saja, padahal pada harga normalnya saja bisa mencapai kisaran Rp 20.000,-an hingga Rp 30.000,-an. Benar-benar fantastis!
Secara umum pameran yang diikuti sekitar 99 penerbit buku dan juga toko buku ini cukup meriah karena selain menawarkan aneka kisaran potongan harga atau rabat yang cukup menggiurkan, juga selalu disemarakkan dengan acara pembagian buku gratis sebagai door prize pada saat acara bedah buku. Seperti contohnya yang terjadi dalam acara peluncuran buku kumpulan puisi sekaligus bedah buku “Surat Kepada Poppy” karya M. Fadjroel Rachman pada tanggal 30 Agustus 2007 yang tak kalah gegap gempitanya dengan begitu banyak penonton. Seorang teman yang merupakan ketua Forum Penulis Kota Malang, David Ardy, bahkan memperoleh kenang-kenangan berupa buku kumpulan puisi tersebut yang langsung juga mendapat tanda tangan dari penulisnya sendiri, Mas M. Fadjroel Rachman. Malam harinya pada tanggal 30 Agustus 2007 kembali diadakan acara bedah buku berjudul “Starbuck The Experience” yang digelar juga di ruang lobi Gedung Perpustakaan Kota Malang, dimana dalam acara tersebut diulas tentang pengalaman dan suka duka berbisnis waralaba kedai kopi asal Amerika itu yang telah ditulis dalam buku berjudul “Starbuck The Experience”. Dalam acara bedah buku bertema bisnis waralaba itu dibagikan tiga buah buku gratis bagi tiga penanya pertama saat acara bedah buku tersebut digelar.
Pada hari Jumat, 31 Agustus 2007, kembali terbukti respon para pecinta dunia sastra dan perbukuan di kota Malang yang begitu besar saat digelar acara jumpa penulis bersama novelis kawakan, Ratna Indraswari Ibrahim. Acara ini baru dimulai sekitar pukul 18.30 WIB. Seperti telah diketahui bersama bahwa Ratna Indraswari Ibrahim juga merupakan pengelola komunitas penulis Forum Pelangi di kota Malang dan juga mempunyai sebuah toko buku “Pustaka Kayutangan” di rumahnya yang beralamat di Jl. Diponegoro 3 Malang 65111. Alhasil dalam temu penulis ini menjadi ajang kesempatan bagi masyarakat umum dan juga dua komunitas penulis di kota Malang yaitu Forum Penulis Kota Malang dan Forum Pelangi untuk saling berbagi pengalaman, suka duka dan wawasan seputar dunia kepenulisan. Beberapa idealisme penulis juga sempat diungkap dan didiskusikan di sini. Acara temu penulis ini baru berakhir pada malam hari.
Keesokan harinya pada tanggal 1 September 2007 diadakan acara story telling yang diselenggarakan oleh Penerbit buku “Kanisius” pada pukul 10.00 WIB pagi hingga siang hari. Selanjutnya pada pukul 14.00 WIB digelar acara bedah buku novel fiksi bertema absurditas dan kehampaan hidup yang berjudul “Cerita Dante” karya Stefani Hid, yang dalam dalam buku novel ketiganya kali ini memperoleh endorsement yang cukup bagus dari penulis kawakan Budi Darma dan juga Richard Oh. Buku dengan ketebalan 126 halaman ini diterbitkan oleh penerbit Grasindo – Gramedia Widiasarana Indonesia dengan setting lokasi yang menarik baik di Indonesia maupun di Eropa Timur. Bahkan dalam novel ini juga disinggung setting lokasi dengan latar belakang kehidupan tokoh pelaku pasca musibah tsunami yang pernah melanda Nangroe Aceh Darussalam. Dalam bukunya yang ketiga ini sisi penceritaan Stefani semakin matang setelah dua novelnya yang berjudul “Bukan Saya, Tapi Mereka Yang Gila!” (Penerbit KataKita, 2004), dan “Soulmate” (Penerbit KataKita, 2004) yang konon kabarnya juga mengundang kontroversi akibat tema yang lugas dan cenderung provokatif. Malam harinya, yaitu pada pukul 19.00 WIB hingga selesai diadakan pagelaran musik akustik oleh kelompok seniman “Mas Abi CS” demi semakin memeriahkan acara Festival Buku Malang 2007 ini. Sambutan meriah datang dari para penonton yang menyaksikan acara ini.
Pada tanggal 2 September 2007 diadakan acara hiburan untuk keluarga yaitu “Lomba Menata Foto” untuk Anak-Anak dan Orang Tua, hasil kerja sama Perpustakaan Kota Malang bersama Lulu Album. Acara ini mendapat sambutan yang cukup meriah dari warga kota Malang terbukti begitu banyak peserta yang ikut berpartisipasi dalam acara ini. Kemudian pada pukul 11.00 WIB siang, juga terlaksana sebuah talk show dan dialog interaktif penulis novel teenlit yang juga editor buku-buku Walikota Malang, sekaligus salah satu pengurus Forum Penulis Kota Malang, Mas Liga Alam. Dialog yang berlangsung cukup santai dan informatif ini banyak mendapat perhatian dari kalangan penulis di kota Malang yang ingin memperluas wawasan dan pengetahuan seputar dunia kepenulisan. Selanjutnya pada siang harinya yaitu sekitar pukul 13.00 WIB diselenggarakan acara pelatihan cara berhitung secara mudah untuk anak-anak dengan metode “Jarimatika” dengan dipandu oleh Mbak Aginita Kusumawardani.
Pada tanggal 3 September 2007 festival buku ini kembali dimeriahkan oleh acara lomba menggambar kartun bertema “Buku & Masyarakat” yang terbuka untuk masyarakat umum, diiringi dengan diskusi serta bedah puisi “Menjadi Penyair Lagi” bersama penyair nasional Acep Zamzam Noor.
Hari Selasa, tanggal 4 September yang merupakan hari terakhir sekaligus hari penutupan acara Festival Buku Malang 2007 diwarnai oleh dua kegiatan besar yaitu acara pelatihan dan workshop singkat “Mengerjakan Matematika Secara Cepat Ala Math Flash” yang diselenggarakan oleh penerbit buku Wahyu Media dengan dipandu oleh Mas Drajat Permadi. Selanjutnya pada siang harinya pada sekitar pukul 14.30 WIB hingga sore hari diadakan acara jumpa penulis, penerbit, penyalur buku dan pembaca buku dengan mengambil tema “Strategi Penjualan” yang juga memperoleh sambutan tak kalah meriah.
Seperti biasanya di hari terakhir penutupan Festival Buku Malang seperti halnya tahun-tahun yang lalu, menjelang acara penutupan pameran setiap penerbit dan stand toko buku seperti berlomba memberikan acara diskon dan potongan harga gila-gilaan untuk setiap buku yang dipamerkan. Bahkan untuk buku-buku yang pada hari-hari pameran hanya dipatok dengan potongan harga antara 15% hingga 20% di acara akhir penutupan pameran (biasanya antara pukul 20.30 WIB hingga malam hari menjelang penutupan pameran sekitar pukul 22.00 WIB) diskon yang diberikan bahkan bisa mencapai lebih dari 50% hingga 70%. Tentu saja para pengunjung yang sebagian besar merupakan para pecinta buku dengan setia selalu menanti momen-momen berharga ini demi memperoleh buku-buku bermutu dengan harga murah.

Pameran Kartun 40 Tahun Oom Pasikom di kota Malang
Oleh : Haryo Bagus Handoko

Perpustakaan kota Malang pada hari Senin, 20 Agustus 2007 begitu dipadati pengunjung. Maklum saja, hari itu adalah hari pembukaan Pameran Kartun 40 Tahun Oom Pasikom – Peristiwa dalam Kartun tahun 1967 – 2007. Acara pamerannya sendiri baru dibuka untuk umum pada tanggal 21 Agustus 2007 hingga 29 Agustus 2007. Pada tanggal 22 Agustus 2007 juga dilaksanakan acara diskusi santai bersama GM Sudarta yang terbuka untuk khalayak ramai. Tentu saja seperti biasa acara yang digelar di Gedung Perpustakaan Kota Malang senantiasa mendulang sukses. Pada hari biasa saja, pengunjung rata-rata perpustakaan ini bisa mencapai sekitar 1500 pengunjung, apalagi bila ada momen acara khusus seperti ini. Perpustakaan yang buka mulai pagi pukul 08.00 WIB hingga malam hari pukul 20.00 WIB ini memang selalu dipadati pengunjung yang sebagian besar adalah generasi muda kota Malang.
Sudah sejak pagi para pengunjung menanti-nanti kehadiran kartunis ternama, GM Sudarta yang rencananya bakal hadir dalam pembukaan pameran kartun karyanya tersebut. Seperti telah diketahui, GM Sudarta adalah pria kelahiran Klaten, 20 September 1945. Sekitar tahun 1965-1967, beliau mengenyam pendidikan di ASRI Yogyakarta. Kemudian pada tahun 1967 GM Sudarta bergabung dengan surat kabar Harian Kompas yang memang baru saja lahir. Dalam partisipasinya di harian surat kabar tersebut, GM Sudarta menciptakan tokoh kartun “Oom Pasikom” yang mulai tampil pada bulan April 1967. Kartunis Indonesia ini telah beberapa kali meraih berbagai penghargaan baik di tingkat nasional maupun di kancah internasional, diantaranya adalah Hadiah Jurnalistik Adinegoro dan Tropi dari PWI (1983,1984, 1985, 1986, 1987), Best Cartoon of Nippon (2000), dan Gold Prize Tokyo No Kai (2004).
Para undangan yang datang langsung diberikan sebuah tas plastik berlogo surat kabar “Kompas” yang berisi selembar press release Pameran Kartun Oom Pasikom, sebuah brosur promosi dan selembar kaus T-shirt bergambarkan kartun karya GM Sudarta yang dipersembahkan oleh Cartoon T-Shirt Jangkrik 85 Bali (Istana Kuta Galeria BW2 -09/10, Central Parkir, Kuta – Bali). Acara pameran baru dibuka sekitar pukul dua belas siang, setelah sebelumnya dibacakan beberapa sambutan dan atraksi. Beberapa kata sambutan diantaranya dibawakan oleh kepala perpustakaan kota Malang, Drs. Jemianto, yang diikuti pemberian beberapa patah kata sambutan oleh GM Sudarta sendiri, serta seorang pejabat yang mewakili walikota Malang yang kebetulan berhalangan hadir. Acara ini dihadiri oleh beberapa pejabat di lingkungan pemerintah kotamadya Malang, wakil dari ABRI, wakil dari kepolisian, beberapa wakil dari universitas-universitas yang ada di Malang, para seniman, komunitas penulis (Forum Penulis Kota Malang dan Forum Pelangi), serta penulis kenamaan Ratna Indraswari Ibrahim. Acara diteruskan dengan pementasan musik rakyat oleh seniman kota Malang yang tergabung dalam grup musik rakyat “Isaku Iki” (Keahlianku Hanya Ini). Tampak kemeriahan yang begitu gegap gempita saat penyanyi transjender bernama “Ance” (bukan nama sebenarnya) membawakan beberapa lagu bertemakan isyu sosial. Panitia bahkan sempat melontarkan guyonan bahwa Ance – wanita transjender dari kota Malang ini adalah salah satu bentuk hidup dari karikaturnya GM Sudarta, yang kontan disambut gelak tawa oleh sebagian hadirin. Ance sendiri sempat melontarkan beberapa lawakan khas Malang demi mengomentari berbagai hal termasuk dirinya sendiri. Selanjutnya berlangsung acara tanya jawab singkat bersama GM Sudarta yang dipandu oleh pembawa acara. Setelah acara tanya jawab ini selesai, GM Sudarta sempat melukis kartun di hadapan para hadirin. Kartun yang dilukisnya bergambar tanaman gelombang cinta. Saat ditanya mengapa beliau menggambar tanaman tersebut, kartunis yang satu ini menjawab bahwa sebagai kota bunga dan tanaman hias, kota Malang juga sempat terkenal oleh adanya gerakan penghijauan “Malang Ijo Royo-Royo” sehingga dibawah tulisan “Gelombang Cinta”, beliau menuliskan kata-kata “Gelombang Royo-Royo” dan juga kata-kata “Gelombang Aremania” karena kota Malang selalu semarak oleh para suporter sepak bola Arema. Barulah di bagian paling bawah dari kanvas yang sedang dilukisnya, digambarkan tokoh Oom Pasikom yang legendaris. Lukisan karya GM Sudarta itu disumbangkan kepada Perpustakaan Kota Malang untuk dipajang di ruang lobby menemani berbagai karya lukisan seniman Malang yang memang sejak dulu sudah menghiasi lobby gedung perpustakaan di kota Malang ini.
Pameran yang bertempat di galeri pameran “Anjungan Ken Arok” yang merupakan salah satu bangunan di lingkungan perpustakaan kota Malang ini, disemarakkan oleh tak kurang dari 165 karya karikatur GM Sudarta mulai periode tahun 1967 hingga tahun 2007 yang tidak hanya melukiskan tokoh kartun Oom Pasikom saja namun juga menuangkan berbagai isyu kritik sosial lewat karya-karya kartun. Saat memasuki galeri Ken Arok, GM Sudarta yang diikuti oleh para pejabat pemerintah kotamadya Malang, para undangan serta wartawan surat kabar maupun televisi ini sempat juga berkenan memberikan kesempatan untuk para wartawan media mewawancarainya. Sesekali pula beberapa dari para undangan memperoleh kesempatan berfoto bersama dengan kartunis yang terkenal murah senyum ini. Demikian pula dengan salah satu pengurus Forum Penulis Kota Malang – Haryo Bagus Handoko, yang sempat berfoto bersama beliau dan diabadikan lewat jepretan foto dari wartawan Surabaya Post – Mbak Indah (yang juga merupakan warga kota Malang dan salah satu pengurus Forum Penulis Kota Malang). Tampak beberapa wartawan media surat kabar lainnya, diantaranya adalah Mas Sudharma Adi yang dulu sempat menuliskan profil komunitas penulis Forum Penulis Kota Malang di Harian Surya maupun di Surya Online, salah satu situs surat kabar ini di internet. Beberapa wartawan media televisi lokal juga tampak, mulai dari wartawan Mahameru TV, hingga wartawan televisi lokal lainnya seperti Malang TV, Agropolitan TV, dan juga Batu TV.
Setelah selesai berkeliling di galeri pameran Anjungan Ken Arok, GM Sudarta memberikan kesempatan “temu penggemar” dan acara pemberian tanda tangan pada lembaran “Press Release” para undangan maupun pemberian tanda tangan di buku kumpulan kartun karya beliau yang tampak begitu indah bergambarkan beberapa kartun karyanya dan biografi singkat profil GM Sudarta. Buku kumpulan karya GM Sudarta itu memang sempat dibagikan kepada beberapa seniman senior kota Malang dan juga kepada penulis ternama Ratna Idraswari Ibrahim. Acara temu penggemar itu diiringi oleh senandung lagu yang kembali dibawakan oleh grup seniman rakyat “Isaku Iki”. Sambil mengobrol santai, hadirin berkesempatan menikmati hidangan rakyat secara gratis yang telah disediakan oleh panitia, diantaranya adalah lontong soto khas Malang, lontong sayur khas Malang, serta aneka jajanan Malang seperti pisang goreng dan tempe mendoan. Pameran kartun karya GM Sudarta di Perpustakaan Kota Malang ini adalah salah satu dari rangkaian tur pameran karya GM Sudarta, setelah sebelumnya sempat mengadakan pameran yang sama di Jakarta (Bentara Budaya, 4-12 Juli 2007), dan Yogyakarta (Bentara Budaya Yogyakarta, 4-10 Agustus 2007). Tur pameran karya ini juga akan dilanjutkan di berbagai kota lain seperti Surabaya (Balai Pemuda, 8-14 September 2007), Denpasar Bali (Danes Art Veranda, 19-28 Oktober 2007), Semarang (Galeri Semarang, 4-14 November 2007), dan Bandung (Galeri Soemardja, 18-27 Januari 2008). GM Sudarta juga pernah mengadakan pameran dan seminar kartun bertaraf internasional seperti yang pernah diselenggarakan Kyoto Internasional Cartoonist Congress di Kyoto, Jepang (1990, 1992, 1994, 1996, 1998, 2002, 2004, 2006). Hingga kini beliau masih menjadi kontributor untuk C&WS (Cartoonist & Writer Syndicate) dan beberapa media massa di Jepang. Mulai tahun 2008 nanti, rencananya beliau akan mengajar kartun di Cartoon Departement Seika University, Kyoto, Jepang.

Pameran Buku Gramedia di kota Malang
Oleh : Haryo Bagus Handoko

Di awal bulan Agustus 2007 ini di kota Malang diadakan acara pameran buku dan obral buku yang diselenggarakan oleh Toko Buku Gramedia. Dimulai dari tanggal 7 Agustus – 9 Agustus 2007, pameran dan obral buku dilaksanakan di Malang Town Square yang terbukti semarak dan dipadati para pengunjung. Selanjutnya pada tanggal 10 Agustus – 13 Agustus 2007, pameran dan obral buku Gramedia bertempat di Plasa Araya, kota Malang. Diskon harga yang diberikan terbukti cukup bervariasi dan menarik perhatian pengunjung. Berbagai buku, majalah, dan tabloid, dijual dengan harga super murah. Beberapa majalah maupun tabloid komputer edisi lama yang biasanya dipatok dengan harga beberapa puluh ribu rupiah, dalam pameran ini hanya dijual dalam kisaran harga antara Rp 2500,- hingga Rp 10.000,- . Bahkan beberapa komik manga khas Jepang yang harganya belasan ribu hingga puluhan ribu, hanya dijual dengan harga Rp 2500,- hingga Rp 4000,-. Selain itu ada pula beberapa buku best seller seperti buku Harry Potter seri pertama hingga seri keenam terbitan Gramedia, buku trilogi Lord Of The Rings, The Hobbit yang juga diterbitkan oleh penerbit Gramedia, hingga aneka buku Disney tampak menghiasi beberapa sudut rak yang dipajang dalam pameran buku tersebut. Aneka buku resep masakan dan majalah kuliner juga diobral dengan harga super murah antara Rp 5000,- hingga Rp 10.000,-. Alhasil setiap harinya pameran buku Gramedia ini selalu dipadati pengunjung mulai dari pagi hingga malam hari.
Dalam acara pameran buku ini juga diadakan workshop sehari cara mudah menggambar komik yang dipandu oleh Elex Media Komputindo, salah satu penerbit buku komik yang juga merupakan grup penerbit Gramedia. Hanya dengan membayar beberapa puluh ribu, maka para peserta akan diberikan kesempatan mengikuti workshop tehnik menggambar komik yang dibawakan secara jelas dan gamblang. Terdapat pula lomba anak-anak yang digelar dalam pameran ini, yaitu lomba mewarnai gantungan kunci dengan menggunakan bahan pewarna timbul yang juga bisa diperoleh di stan hasta karya. Tampak beberapa bahan hasta karya untuk anak-anak dijual pula dalam pameran buku ini. Mulai dari aneka krayon, spidol berisi cairan kental bahan pewarna timbul, hingga aneka jenis clay (tanah liat khusus untuk kerajinan tangan) warna-warni bisa diperoleh di sini. Beberapa orang tua tampak mengantarkan anak-anak mereka mengikuti lomba atau sekedar melihat-lihat.
Bagi para pengunjung yang membeli buku atau majalah dengan nilai nominal minimal Rp 50.000,- akan memperoleh sebuah kupon untuk mengikuti lomba meraup buku. Dalam lomba ini akan diundi kupon-kupon para peserta. Bagi peserta yang beruntung akan memperoleh kesempatan mengikuti lomba meraup buku. Masing-masing peserta diberi waktu sekitar beberapa puluh detik untuk meraup dan mengambil buku sebanyak-banyaknya dengan target minimal yang harus dicapai. Bila buku dan majalah yang diambil melebihi dari jumlah target minimal, maka buku dan majalah tersebut berhak dibawa pulang secara gratis. Namun bila buku dan majalah yang diambil peserta lomba tidak memenuhi target minimal, maka berarti peserta tersebut belum beruntung, dan buku harus dikembalikan lagi ke dalam wadah gerobak buku. Lomba ini terbukti menyedot perhatian para pengunjung. Pengunjung mulai dari usia muda hingga Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu, turut serta berpartisipasi tak mau ketinggalan mengikuti lomba ini. Tentu saja setelah kupon mereka diundi terlebih dahulu oleh panitia dari Gramedia. Beberapa rekor yang pernah bisa dipecahkan oleh para peserta adalah beberapa diantara mereka bisa meraup lebih dari seratus buku, yang dicapai oleh baik peserta pria maupun wanita. Padahal rata-rata target minimal yang harus dicapai oleh setiap peserta yaitu harus berhasil meraup buku minimal 70 buku, bila ingin membawa pulang buku secara gratis. Namun tampaknya target ini bisa terlampaui, karena banyak diantara pengunjung yang berhasil meraup lebih dari seratus buku. Banjir hadiah ini tampaknya bukan hanya untuk para pembeli buku saja. Para pengunjung pameran yang hanya melihat-lihat alias cuci mata pun tidak ketinggalan bisa memperoleh kesempatan membawa pulang majalah atau komik secara gratis. Cukup dengan menukarkan brosur pameran buku yang bisa diambil di pintu masuk pameran, brosur ini selanjutnya bisa ditukarkan dengan aneka majalah atau komik gratis yang telah disediakan oleh panitia pameran. Jadi tidak sia-sia untuk mengunjungi pameran buku yang diadakan oleh Toko Buku Gramedia ini. Semoga acara seperti ini semakin sering diadakan, baik di kota Malang, maupun di kota-kota lain di Indonesia, tidak hanya oleh Toko Buku dan Penerbit Gramedia, namun juga oleh penerbit dan toko-toko buku lain yang ada di Indonesia.

Di Balik Penterjemahan Buku Sidney Sheldon – The Other Side Of Me
Diliput oleh : Haryo Bagus Handoko

Pada hari Sabtu, 18 Agustus 2007, Wawan Eko Yulianto, salah seorang anggota Forum Penulis Kota Malang, secara simbolis menyerahkan sumbangan berupa buku hasil karya terjemahannya, yang berjudul Sidney Sheldon, Memoar – The Other Side of Me, Sisi Lain Diriku, (diterbitkan oleh Penerbit Gramedia), untuk menjadi salah satu koleksi buku komunitas penulis Forum Penulis Kota Malang. Buku setebal 480 halaman ini cukup menarik untuk dibaca, khususnya bagi para penulis, baik penulis pemula maupun penulis yang sudah berpengalaman sebagai bahan referensi serta pembelajaran.
“Sebagai seorang penulis kawakan yang telah menulis 18 novel sekaligus penulis skenario lebih dari 25 film Hollywood, Sidney Sheldon tidak diragukan lagi kepiawaiannya dalam dunia tulis menulis,” demikian pengakuan Wawan Eko Yulianto saat ditanyai pendapatnya tentang penulis kawakan asal Amerika, Sidney Sheldon. Buku yang tergolong cukup laris ini diterjemahkan oleh Wawan Eko Yulianto dalam kurun waktu sekitar empat bulan dan baru selesai sekitar bulan Juli 2006. Cetakan pertama buku Sidney Sheldon, Memoar – The Other Side of Me, Sisi Lain Diriku, diterbitkan oleh Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama pada bulan Juni 2007. “Buku ini banyak memberikan pencerahan dan begitu banyak pelajaran yang bisa dipetik setelah membaca buku ini,” tutur Wawan Eko Yulianto, penterjemah buku ini. Pria yang gemar menulis aneka cerpen dan esai ini cukup aktif mengisi mailing list Forum Penulis Kota Malang (FPKM) di dunia maya, http://groups.yahoo.com/group/forum_penulis_kota_malang .
Wawan Eko Yulianto bisa dihubungi baik melalui mailing list FPKM atau pun dengan mengakses blog profil pribadinya yang beralamat di http://berbagi-mimpi.blogspot.com atau http://wawanekoyulianto.multiply.com . Penulis sekaligus penterjemah ini pernah menterjemahkan beberapa buku novel terbitan Penerbit JalaSutra selain menterjemahkan buku terbitan Gramedia. Saat ini Wawan Eko Yulianto sedang sibuk menyelesaikan penterjemahan salah satu buku pesanan Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama. “Judulnya masih rahasia,” katanya. “Yang jelas sampai sekarang aku masih sibuk menyelesaikan terjemahan buku ini,” sambungnya lagi. Wawan Eko Yulianto cukup aktif dalam komunitas Forum Penulis Kota Malang baik dalam pertemuan mingguan maupun di dunia maya. Bahkan sering pula chatting baik di mailing list FPKM, maupun di yahoo.messenger serta di fasilitas chatting gmail pada saat waktu senggang dengan sesama anggota komunitas penulis FPKM. Saat ini Wawan Eko Yulianto bekerja sebagai penterjemah situs Universitas Brawijaya http://www.brawijaya.ac.id untuk menterjemahkan content web Universitas Brawijaya ke dalam bahasa Inggris.

Kemenangan Harry Potter
Oleh : Haryo Bagus Handoko, SP*)
*) Haryo Bagus Handoko adalah seorang penulis, penterjemah, dan pecinta buku. Sekarang aktif sebagai salah satu pengurus komunitas penulis di kota Malang – Forum Penulis Kota Malang.

Buku Harry Potter seri terakhir yang berjudul “Harry Potter and The Deathly Hallows” cukup membawa kehebohan tersendiri sebagai akhir dari kisah panjang Harry Potter – seorang tokoh penyihir yang bersekolah di sekolah sihir Hogwarts. Buku yang tebalnya 607 halaman ini dibawakan dengan cara bercerita yang begitu piawai oleh penulisnya, Joanne Kathleen Rowling. Joanne sendiri adalah seorang pecinta buku dan sudah dibiasakan gemar membaca sejak kecil oleh kedua orang tuanya. Rumah kedua orang tua Joanne Kathleen Rowling di Chepstow dipenuhi dengan begitu banyak buku. Joanne Kathleen Rowling menulis buku pertamanya di usia enam tahun dengan judul “Rabbit” (Kelinci) yang diberi judul sendiri olehnya.
Cerita dalam buku Harry Potter seri terakhir ini diawali dengan diadakannya pertemuan rahasia oleh Lord Voldermort yang berencana untuk membunuh Harry Potter dengan mengerahkan segenap kekuatan bala tentara sihir kejahatan beserta antek-anteknya. Severus Snape yang pada awal cerita ini menjadi salah satu antek Lord Voldemort diserahi tugas sebagai salah satu orang kepercayaan Sang Penguasa Kegelapan. Walau akhirnya pada akhir cerita, Severus Snape dibunuh oleh tangan Lord Voldemort sendiri, namun alur cerita Harry Potter seri terakhir ini demikian berliku dan seru.
Harry Potter yang memperoleh peringatan dari para pendukung setianya akan bahaya pembunuhan yang direncanakan Voldemort akhirnya memutuskan untuk mengungsi pindah dari rumah paman dan bibinya yang ada di Jalan Privet Drive. Harry yang akan mengungsi ke rumah keluarga Weasley harus dihadapkan pada bahaya pencegatan oleh kawanan Voldemort. Walau telah diantisipasi dengan menyulap segenap sahabatnya berubah menjadi Harry Potter gadungan dengan ramuan Polyjuice dan terbang berpencar untuk mengalihkan perhatian Voldemort dan anteknya, namun nyaris saja nyawa Harry Potter terenggut oleh Voldemort saat Harry membonceng sepeda motor terbang yang dikemudikan oleh Hagrid. Kalau saja tak ada dinding benteng sihir pelindung tak nampak yang dibuat oleh Ted Tonks dan Dromeda Tonks (kedua orang tua Nymphadora Tonks, salah satu sahabat Harry Potter), mungkin Harry Potter sudah tewas oleh kutukan sihir mematikan “Avada Kedavra” yang dilontarkan oleh Voldemort.
Harry Potter dan Hagrid yang jatuh di kubangan lumpur halaman kebun belakang rumah keluarga Tonks segera diketemukan dan dirawat oleh keluarga tersebut. Setelah keduanya sadar, barulah mereka segera melanjutkan perjalanan dengan melalui pintu teleportasi alias port key yang ada di rumah keluarga Tonks untuk mengantarkan Harry dan Hagrid dengan aman sampai di rumah kediaman keluarga Weasley. Kisah penyelamatan yang kacau ini belum-belum sudah memakan korban, Mad Eye Moody -salah seorang auror akhirnya mati di tangan Voldemort dan anteknya, sementara George Weasley (kakak Ronald Weasley, sahabat Harry Potter) harus kehilangan salah satu daun telinganya akibat diserang Severus Snape. Padahal beberapa hari lagi mereka semua harus bersiap merayakan pesta pernikahan Bill Weasley – kakak Ronald Weasley (yang asli Inggris) dengan Fleur Delacour (yang berasal dari Perancis).
Buku ini penuh dengan lika-liku perebutan horcruxes – semacam jimat rahasia kekuatan Voldemort, lika-liku kelicikan Voldemort, infiltrasi licik kawanan Voldemort yang berusaha menguasai Departemen Kementrian Sihir dengan menggunakan Imperius Curse – yang mengubah para anggota kementrian bagaikan zombie-zombie patuh yang taat melaksanakan perintah Voldemort. Satu per satu sahabat dan pendukung Harry Potter pun mati di tangan Voldemort dan anteknya. Begitu banyak kesedihan yang terungkap dalam buku cerita tebal ini, diungkapkan bagaimana orang-orang terdekat Harry Potter seperti Fred Weasley (saudara kembar George Weasley), Nymphadora Tonks, Dobby (kurcaci sahabat Harry Potter), Remus Lupin, Colin Creevey (fans berat Harry Potter sejak masa sekolah), dan 50 orang lain terpaksa harus mati demi membela Harry Potter. Walau akhirnya Voldemort sendiri akhirnya mati oleh pentalan sihirnya sendiri saat melontarkan japa-japu sihir “Avada Kedavra” yang bertemu dengan “Expelliarmus” japa-japu sihirnya Harry Potter. Kedua efek japa-japu sihir itu menimbulkan ledakan yang luar biasa besar sehingga mengenai tubuh Voldemort yang tongkat sihirnya sampai terpental jauh ke udara dan langsung ditangkap oleh tangan terampil Harry Potter yang sudah terbiasa bermain Quidditch. Kemenangan Harry Potter tercermin dengan kematian Voldemort dan dua tongkat sihir yang ada dipegang Harry Potter, tongkat sihir milik Draco Malfoy dan juga tongkat sihir milik Lord Voldemort sendiri.
Kalau boleh berpendapat, sebetulnya akhir ceritanya sedikit mengecewakan karena ternyata cuma sebegitu saja kekuatan dan kesaktian Voldemort yang mati konyol akibat pentalan japa-japu sihirnya sendiri. Namun secara keseluruhan, para penggemar dan fans berat Harry Potter bisa bernapas lega karena isyu yang selama ini menyebutkan kematian Harry Potter di akhir cerita sama sekali tidak terjadi. Bahkan sembilan belas tahun kemudian diceritakan bahwa Harry Potter akhirnya telah menikah dengan Ginny Weasley (adik Ronald Weasley, sahabat Harry Potter), dan dikaruniai tiga orang anak yang masing-masing diberi nama James Potter, Lily Potter, dan Albus Severus Potter, demi untuk mengenang kedua orang tua Harry Potter, James dan Lily Potter, mengenang kepala sekolah Hogwarts – Professor Albus Dumbledore dan juga guru pengajar – Severus Snape. Sementara itu Ronald Weasley, sahabat Harry Potter akhirnya menikahi Hermione Granger (juga sahabat Harry Potter) dan dikaruniai dua orang anak yaitu Rose Weasley dan Hugo Weasley. Diceritakan bahwa kedua keluarga yang bersahabat itu sedang mengantarkan anak-anak mereka ke stasiun kereta api King’s Cross di pusat kota London dimana kereta api sekolah sihir Hogwarts seperti biasa akan mengantarkan anak-anak mereka untuk berangkat menuntut ilmu di sekolah sihir Hogwarts. Semenjak tewasnya Voldemort, digambarkan bahwa dunia menjadi lebih baik. Kini tiada lagi bayang-bayang ancaman kekejian Voldemort. Dunia menjadi lebih aman bagi semua orang, baik bagi para penyihir maupun orang biasa (muggle). Yang cukup mengejutkan di sini adalah bahwa sahabat Harry Potter yang dulu terkenal tidak begitu pandai dalam ilmu sihir, yaitu Neville Longbottom, akhirnya bisa menjadi seorang pengajar di Hogwarts dan mengajar ilmu herbologi, ilmu tanaman obat sihir yang menjadi salah satu kurikulum pelajaran di sekolah sihir Hogwarts.
Bagi Anda yang penasaran untuk membaca lebih detil kisah Harry Potter seri terakhir dalam bahasa Indonesia, sayangnya baru bisa terwujud sekitar awal tahun 2008, karena menurut kabar, konon versi bahasa Indonesianya baru diterbitkan oleh Penerbit Gramedia sekitar awal tahun 2008. Bagi yang tidak sabar untuk segera membaca kisah cerita Harry Potter ini dalam bahasa aslinya bisa mendapatkan buku “Harry Potter and The Deathly Hallows” versi bahasa Inggris terbitan penerbit Bloomsbury (Inggris) yang sudah bisa diperoleh di toko buku Gramedia maupun di toko-toko buku lain di seluruh Indonesia, walaupun memang dalam persediaan yang sangat terbatas. Buku ini sangat menarik untuk dibaca karena kepiawaian J.K. Rowling dalam meramu cerita dan menghidupkan tokoh-tokoh ceritanya, sehingga tidaklah mengherankan bila buku ini kembali mengulang sukses dinobatkan sebagai salah satu buku best seller dunia.

Pameran Budaya Jepang di Perpustakaan Kota Malang
Oleh : Haryo Bagus Handoko

Suasana Perpustakaan kota Malang pada hari Jumat, tanggal 27 Juli 2007 begitu meriah dan dipadati pengunjung. Terutama sekali para pelajar, wartawan surat kabar, wartawan televisi lokal, dan masyarakat umum. Hari itu adalah hari pembukaan pameran budaya Jepang yang diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut di perpustakaan kota Malang. Walikota Malang hadir untuk secara resmi membuka acara pameran budaya tersebut. Hadir pula konsul dari konjen Jepang beserta rombongannya.
Acara dimulai dengan tari-tarian Jepang yang dibawakan oleh para mahasiswa Sastra Jepang Universitas Brawijaya. Atraksi seperti ini memang bukan hal yang biasa. Tari-tarian yang begitu indah dibawakan oleh para mahasiswi Universitas Brawijaya Malang ini seolah membawa imajinasi penonton melihat langsung budaya Jepang yang hadir di depan mata. Dengan pakaian tradisional kimono dan tata rambut khas Jepang, gerak tari gemulai tampak membius para hadirin yang datang. Semua mata mengamati setiap gerak tari yang dibawakan oleh para mahasiswi Malang tersebut. Demikian pula beberapa kamera televisi lokal di kota Malang tampak sibuk meliput jalannya acara. Setelah beberapa patah kata sambutan, maka secara resmi dibukalah acara pameran budaya Jepang.
Di urutan paling depan, Walikota Malang, Drs. Peni Suprapto, M.AP, berjalan beriringan dengan Mr. Sato, wakil dari konjen Jepang yang kemudian diikuti oleh para pejabat baik dari konjen Jepang maupun dari kantor pemerintah kotamadya Malang. Rombongan berduyun-duyun menuju ke ruang galeri pamer di Anjungan Ken Arok – Gedung Perpustakaan Kota Malang. Di urutan selanjutnya adalah para undangan yang hadir, para anggota dan pengurus komunitas penulis Forum Penulis Kota Malang, beberapa anggota dan pengurus komunitas penulis Forum Pelangi (tampak pula Mbak Ratna Indraswari Ibrahim selaku pendiri Forum Pelangi, yang sekaligus merupakan novelis ternama Indonesia, juga turut hadir dalam acara ini), juga para seniman, wartawan media dan televisi, serta pengunjung / masyarakat umum. Tampak seorang kameraman dari televisi lokal – Mahameru TV, terlihat mondar-mandir meliput acara demi acara. Rombongan pengunjung langsung dipandu menuju ruang galeri seni Ken Arok di Gedung Perpustakaan Kota Malang, yang sering menjadi ajang berbagai pameran seni, budaya dan pameran buku. Tampak beberapa anggota pengurus dari Forum Penulis Kota Malang menjadi panitia dan penjaga stan pameran.
Saat memasuki galeri pameran, para pengunjung seakan dibawa mengunjungi negeri Jepang. Berbagai kerajinan tradisional khas Jepang, aneka lampion khas Jepang, hiasan bunga sakura tiruan, aneka alat permainan, miniatur bangunan-bangunan bersejarah di Jepang, serta aneka boneka Jepang yang biasa digunakan saat upacara adapt Jepang tampak berderet menghiasi masing-masing stan pameran. Tak lama kemudian tampak beberapa wartawan media surat kabar dan televisi memanfaatkan waktu untuk mewawancarai Walikota Malang, Drs. Peni Suprapto, M.AP maupun Mr. Sato, wakil dari konjen Jepang.
Saat keluar dari gedung galeri di sisi kanan kiri tampak berjajar aneka stan pameran yang menjual aneka penganan dan jajanan khas Jepang. Tak ketinggalan pula stan penjualan buku komik anime/manga khas Jepang yang ternyata merupakan hasil karya para seniman komik kota Malang yang mencoba mengusung pesona anime/manga dalam bentuk buku komik. Stan buku komik ini dipenuhi pengunjung, dan aneka buku komik yang dijual laris manis bak kacang goreng diserbu para penggemar komik maupun penggemar buku. Tampak pula beberapa orang generasi muda kota Malang berpakaian khas Jepang, mulai dari pakaian tradisional Jepang, hingga berkostum para tokoh komik dan action figur Jepang. Stan pameran aneka permainan khas Jepang terbukti pula dipadati para pengunjung yang ingin tahu lebih dekat mengenai bagaimana permainan tradisional khas Jepang. Berbagai alat permainan tradisional yang terbuat dari kayu, tampak begitu indah dipajang di area pameran. Alat-alat permainan ini ternyata boleh dimainkan dengan dipandu oleh beberapa petugas penjaga stan pameran. Kontan saja, para pengunjung, tua maupun muda langsung asyik mencoba aneka permainan yang ada, karena ada iming-iming hadiah suvenir yang asli didatangkan dari Jepang. Di salah satu stan yang lain, tampak pula stan penjualan aneka suvenir miniatur tokoh-tokoh film anime Jepang yang terbuat dari karet maupun plastik. Walaupun harganya agak mahal, namun tampaknya begitu banyak pengunjung yang turut memadati stan penjualan aneka suvenir tersebut.
Para pengunjung pameran pun dimanjakan oleh berbagai jenis penganan dan jajanan Jepang yang ternyata disediakan pula secara gratis. Berbagai jenis sushi (makanan tradisional Jepang, semacam kue lemper) dan makanan khas Jepang lainnya disediakan secara gratis bagi para pengunjung yang penasaran untuk mencicipi makanan tradisional Jepang tersebut.
Tidak lama kemudian diselenggarakan acara pemutaran film presentasi budaya Jepang serta aneka slide yang menggambarkan aneka festival tradisional tahunan yang biasa dilaksanakan di Jepang. Antusiasme pengunjung pun tidak dapat dibendung. Ruang seminar yang ada di lantai satu Gedung Perpustakaan Kota Malang segera dijejali oleh pengunjung yang jumlahnya membludak. Beberapa terpaksa harus berdiri karena keterbatasan ruang dan tempat duduk yang disediakan. Di akhir acara pemutaran film dan slide tersebut diadakan acara tanya jawab langsung dengan para pejabat dari konjen Jepang dengan dibantu oleh penterjemah. Begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh para pengunjung sehubungan dengan budaya Jepang hingga cara memperoleh beasiswa studi di Jepang. Setiap penanya berhak memperoleh hadiah suvenir kenang-kenangan yang didatangkan langsung dari Jepang.
Keesokan harinya, yaitu hari Sabtu tanggal 28 Juli 2007 digelar workshop gratis seni menulis indah khas Jepang (semacam kaligrafi Jepang). Sebagai pembicara adalah seorang ahli seni menulis indah yang didatangkan dari Jepang. Dengan dibantu oleh seorang penterjemah, para pengunjung perpustakaan kota Malang pun memadati area ruang lobby yang disulap menjadi ruang acara workshop singkat menulis Jepang itu. Para peserta workshop yang berhasil menuliskan namanya sendiri dengan gaya tulisan paling indah akan memperoleh hadiah uang tunai. Antusiasme pun semakin menjadi-jadi, beberapa pengunjung semakin asyik mengikuti petunjuk dan pengarahan dari tutor wanita yang memang asli orang Jepang itu.
Setelah acara worshop gratis menulis huruf Jepang, acara pun dilanjutkan dengan pemutaran berbagai film yang bertempat di ruang lobby perpustakaan kota Malang. Mulai dari film dokumenter, seni budaya hingga film anime Jepang diputar hingga sore hari. Tempat duduk yang disediakan pun penuh sesak oleh para pengunjung. Beberapa lainnya terpaksa harus rela berdiri bila ingin menyaksikan aneka film yang secara non stop diputar hingga sore hari.
Pada hari Minggu, 29 Juli 2007, perpustakaan kota Malang semakin dipadati pengunjung yang ingin menyaksikan dari dekat dan turut aktif dalam workshop gratis seni melipat kertas (origami tiga dimensi). Acara workshop gratis ini dibawakan oleh seorang pakar origami pengelola klub origami kota Malang, yang juga sekaligus dosen Sastra Jepang Universitas Brawijaya Malang. Para pengunjung yang hadir disediakan pula aneka kertas warna-warni secara cuma-cuma. Bagi yang ingin mengetahui lebih banyak tentang berbagai kreasi origami yang lain, disediakan pula buku origami yang dijual dengan harga cukup terjangkau. Buku ini terbukti cukup laris diserbu pembeli. Sebagian memang merupakan para peserta workshop yang semakin penasaran setelah mengetahui lebih dekat seni melipat kertas khas Jepang itu. Berbagai kreasi yang diajarkan antara lain yaitu tehnik membuat pembatas buku cantik dari kertas, boneka penguin dari kertas, boneka beruang teddy dari kertas, boneka ikan dari kertas, hingga wadah kertas tisyu berbentuk angsa cantik yang terbuat dari kertas. Acara workshop origami ini berlangsung hingga sore hari. Di sisi lain bangunan perpustakaan kota Malang juga masih digelar aneka stan pameran, mulai dari stan buku komik Jepang, kerajinan tangan khas Jepang, hiasan dinding khas Jepang, aneka miniatur, boneka upacara adat, hingga stan penjualan aneka penganan khas Jepang. Acara pameran budaya Jepang baru ditutup sekitar pukul empat sore. Tampaknya setiap acara yang diselenggarakan di Gedung Perpustakaan Kota Malang selalu saja dipadati oleh para pengunjung dan berjalan cukup sukses.

Pembagian Buku Tulis Gratis di Tahun 2007 bagi Pelajar Kota Malang Oleh Walikota Malang
Diliput oleh : Haryo Bagus Handoko

Walikota Malang, Drs. Peni Suprapto, M.AP, bekerja sama dengan Forum Penulis Kota Malang telah membagi-bagikan buku tulis gratis untuk para pelajar kurang mampu di wilayah kota Malang. Pembagian buku tulis gratis bergambar sampul walikota Malang – Drs. Peni Suprapto, M.AP, yang berdiri di tengah hijaunya pepohonan di taman kota Malang ini, sekaligus sebagai propaganda gerakan cinta lingkungan dan penghijauan di wilayah Malang Raya. Gerakan cinta lingkungan hendaknya dimulai dari lingkungan sekolah dan selanjutnya dilanjutkan di sekitar lingkungan tempat tinggal. Pembagian buku tulis gratis ini sekaligus sebagai upaya untuk menumbuhkan semangat menulis di kalangan para pelajar kota Malang. Sebagai tindak lanjut sejak diluncurkannya buku bertema penghijauan yang berjudul “Mari Menanam & Merawat” yang baru diluncurkan beberapa saat yang lalu, maka diharapkan dengan propaganda program penghijauan melalui pembagian buku tulis gratis kali ini dapat memberikan inspirasi bagi setiap warga kota Malang terutama para pelajar sekolah untuk senantiasa peduli pada pelestarian lingkungan yang dimulai dari lingkungan sekolah maupun lingkungan sekitar tempat tinggal. Bagi pelajar kurang mampu yang berdomisili di kota Malang dan membutuhkan bantuan buku tulis, dapat menghubungi Forum Penulis Kota Malang (yaitu menghubungi Sdr. Liga Alam selaku pelaksana distribusi buku tulis gratis). Setiap pelajar kota Malang yang kurang mampu berhak mendapatkan sekurang-kurangnya satu buah buku tulis atau maksimal lima buah buku tulis yang diberikan secara cuma-cuma (selama persediaan masih ada). Pembagian buku tulis gratis tahap I sudah lewat dan cukup sukses karena persediaan langsung habis beberapa waktu setelah dilakukannya peluncuran buku penghijauan “Mari Menanam & Merawat”, sementara saat ini sudah memasuki tahap II karena panitia sudah sempat memesan ke percetakan dalam jumlah yang cukup banyak sehingga bisa dibagikan secara gratis hanya untuk pelajar yang berdomisili di wilayah Malang raya.

ACARA BEDAH BUKU “MARI MENANAM & MERAWAT” DI KOTA MALANG
Diliput oleh : Haryo Bagus Handoko*)
*) Peliput berita ini adalah salahsatu pengurus komunitas penulis di kota Malang selain sebagai penulis fiksi, dan penulis kreatif untuk berbagai media.

Acara peluncuran dan bedah buku karya Walikota Malang, Bpk. Drs. Peni Suparto, M.AP yang berjudul “Mari Menanam & Merawat – Panduan Gerakan Lingkungan Bagi Kawasan Perkotaan” yang dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2007 di Gedung Perpustakaan Kota Malang, Jl. Raya Ijen 30 A Malang, berlangsung cukup semarak dengan dihadiri lebih dari 200 pengunjung serta terbuka untuk umum. Acara dimulai pada pukul 19.00 WIB yang didahului dengan acara ramah tamah dan santap malam di ruang lobby Gedung Perpustakaan Kota Malang. Baru sekitar pukul 20.00 WIB, acara bedah buku dimulai dan kegiatan ini dilaksanakan di Studio Mahameru TV yang terletak di lantai 3 Gedung Perpustakaan Kota Malang dan berlangsung selama kurang lebih tiga jam karena baru berakhir sekitar pukul 23.00 WIB. Para pengunjung dan para undangan yang hadir antara lain para pejabat di lingkungan Kotamadya Malang, Rektor Universitas Brawijaya Malang dan Universitas-Universitas di Malang, Remaja Karang Taruna di Kotamadya Malang, pelajar, mahasiswa, dosen, guru pengajar, praktisi dan pecinta lingkungan, wartawan dari berbagai media cetak dan televisi lokal kota Malang, para seniman, penulis serta para pecinta buku di kota Malang. Buku ini digagas oleh Walikota Malang, Bpk. Drs. Peni Suparto, M.AP, seiring dengan Gerakan Malang Ijo Royo-Royo (Gerakan Kota Malang yang Hijau Subur) yang sudah mencapai pada tahap ketiga penghijauan di seluruh pelosok kota Malang dan juga Gerakan Malang Sejuta Bunga yang digagas untuk segera direalisasikan demi indahnya kota Malang.
Kecantikan dan keindahan Kota Malang (yang sering menghiasi halaman-halaman majalah majalah manca negara seperti misalnya Majalah Moesson terbitan Belanda) akan semakin ditingkatkan dan dipertahankan. Dengan bekerja sama dengan berbagai sekolah dan universitas di Malang, gerakan penghijauan dan penanaman bunga di seluruh pelosok kota Malang ini ke depannya diharapkan akan dapat menularkan ide yang sama ke seluruh kota-kota di Indonesia. Untuk itu Kepala Perpustakaan Kota Malang, Bpk. Drs. Jemianto berencana akan mendukung publikasi buku karya Walikota Malang ini dengan mengirimkannya kepada Kepala-Kepala Daerah di Seluruh Indonesia dan juga berbagai perpustakaan yang ada di seluruh Indonesia. Buku yang tebalnya 114 halaman ini dihiasi oleh begitu banyak ilustrasi dan foto-foto kegiatan penghijauan dan penanaman bunga di kota Malang yang diharapkan dapat menginspirasi seluruh rakyat Indonesia agar mencintai lingkungan dan melestarikan serta merawat tanaman serta lingkungan sekitar. Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Metrofile bekerjasama dengan UMM Press ini cukup menarik untuk dibaca demi menumbuhkan kesadaran nasional untuk mencintai lingkungan. Editor buku ini kebetulan dipercayakan kepada Mas Liga Alam seorang penulis buku biografi, dan penulis novel yang kebetulan adalah juga salah satu anggota dari komunitas penulis “Forum Penulis Kota Malang” .
( http://klipingfpkm.multiply.com dan http://forumpenuliskotamalang.blogspot.com )

BEDAH BUKU “PEREMPUAN KEMBANG JEPUN” KARYA LAN FANG
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Acara bedah buku “Perempuan Kembang Jepun” karya Lan Fang, yang digelar Forum Penulis Kota Malang di hall ruang lobby Gedung Perpustakaan Kota Malang berlangsung pada hari Sabtu, 26 Mei 2007. Dengan pembicara yaitu penulisnya sendiri, Lan Fang yang jauh-jauh datang dari Surabaya, acara bedah buku ini baru dimulai pukul setengah satu siang. Sebagai pembanding sekaligus moderator yaitu penulis novel teenlit Liga Alam yang juga merupakan salah satu anggota dari komunitas penulis FPKM. Acara bedah buku ini berlangsung cukup semarak dengan begitu banyak pengunjung yang memadati ruangan, karena kehebohan sang penulis yang tanpa tedeng aling-aling membahas beberapa bagian dari bukunya yang berisi isu seputar gender, pelecehan seks pada wanita Indonesia di era penjajahan Jepang, serta korelasi antara cinta, nafsu, kasih sayang, kebersamaan, kebutuhan materi dan juga kebutuhan penghargaan atau emansipasi, serta harkat martabat wanita yang ditandingkan dengan keterpaksaan dari segi ekonomi sehingga mendorong tokoh utama dalam buku ini untuk mau menjadi wanita peliharaan seorang pria pribumi yang sama sekali tidak kaya. Dengan setting kota Surabaya yang multi etnis di era 1940-an, buku novel ini mencoba mengungkapkan suatu sudut pandang lain mengenai upaya keras dua orang wanita berbeda bangsa yang bergulat untuk memperjuangkan hidup di jaman serba sulit saat penjajahan Jepang di Indonesia. Acara bedah buku baru berakhir sekitar pukul empat sore hari.

SEMINAR KEPENULISAN DAN WORKSHOP DI KOTA MALANG
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Sebuah seminar kepenulisan yang berjudul “Recipes of Depth Emotic On Short Story” digelar pada tanggal 3 Juni 2007 di Gedung Kuliah Bersama Universitas Brawijaya Malang. Acara yang digelar oleh Forum Penulis Kota Malang (FPKM) bekerja sama dengan Writing Club Universitas Brawijaya Malang ini bertujuan untuk menggugah semangat dan minat baca tulis para warga kota Malang. Seminar dan workshop yang dipadati oleh para pelajar, mahasiswa dan seniman ini semarak oleh berbagai pertanyaan dan diskusi seputar penulisan karya cerita pendek, tips-tips praktis dalam menulis sebuah karya cerita pendek serta cara mengajukan naskah cerita tersebut ke penerbit majalah dan surat kabar. Para peserta workshop begitu antusias mengikuti jalannya acara, dan bahkan CD kompilasi FPKM yang berisi kumpulan e-magazine berformat PDF (e- majalah) laris manis terjual bak pisang goreng. Hal ini membuktikan begitu besarnya minat baca di kalangan warga Malang, terutama para pelajar dan mahasiswanya.

PAMERAN BUKU ISLAM DI PERPUSTAKAAN KOTA MALANG
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Pameran buku Islam yang digelar di halaman perpustakaan Kota Malang – Jawa Timur, dipadati oleh para pengunjung yang mayoritas adalah para pecinta buku di kota Malang. Acara pameran yang berlangsung sejak 1 Juni hingga 7 Juni 2007 ini dimeriahkan oleh berbagai acara pendukung seperti aneka bedah buku bertema Islam, gerakan amal hibah buku nasional, talkshow seputar dunia kepenulisan, pemutaran film, konser musik nasyid, lomba penulisan esai, hingga jumpa fans dan bedah buku novel “NAGA BONAR 2” yang sempat dihadiri oleh Akmal Nasery Basral, penulisnya. Acara pameran buku yang dipadati oleh ribuan pengunjung setiap harinya ini cukup sukses mengingat antusiasme warga Malang yang sangat mencintai dunia perbukuan dan kepenulisan. Apalagi bertempat di halaman gedung perpustakaan kota Malang yang setiap harinya saja selalu dipadati pengunjung sekitar 1500 orang. Untuk momen penting seperti halnya pameran buku yang diselenggarakan setiap tahun, jumlah pengunjung bisa melonjak berkali lipat dari hari kunjungan biasa. Memang terbukti saat pelaksanaan pameran, pengunjung tak henti-hentinya terus berdatangan mulai pagi hari sekitar pukul delapan hingga pukul sepuluh malam.

DIALOG SANTAI ANTAR PENULIS
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Acara diskusi santai antar penulis yang tergabung dalam komunitas Forum Penulis Kota Malang dengan penulis novel “NAGA BONAR 2”, Akmal Nasery Basral berlangsung akrab di sebuah kafe lesehan di kawasan Payung, Kotamadya Batu, Malang, Jawa Timur. Obrolan seputar dunia perbukuan, sastra, hingga tips seputar dunia kepenulisan pun berlangsung cukup akrab, dengan diwarnai acara foto bersama, tukar menukar alamat telepon, alamat mailing list, URL situs serta alamat pos-el masing-masing anggota dengan penulis novel sekaligus wartawan Tempo, Akmal Nasery Basral. Dalam kesempatan itu dibicarakan pula mengenai ide untuk mengadakan acara bedah buku antologi puisi Mila Duchlun, di mana sang penulis sendiri (Mila Duchlun) juga sempat turut bergabung dalam acara dialog santai tersebut. Acara baru berakhir pukul sepuluh malam, dan rombongan pun kembali bertolak menuju pusat kota Malang.

PEREMPUAN BERSAYAP, SEBUAH ANTOLOGI PUISI MILA DUCHLUN
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Acara bedah buku karya penyair muda berbakat, Mila Duchlun, dengan buku kumpulan puisinya yang berjudul PEREMPUAN BERSAYAP, berlangsung dengan semarak di Toko Buku Toga Mas – Malang, Jawa Timur, pada hari Kamis, 14 Juni 2007. Acara bedah buku ini terselenggara berkat kerjasama Mila Duchlun dengan Forum Penulis Kota Malang (FPKM) – sebuah komunitas penulis di kota Malang serta Toko Buku Toga Mas di Malang. Bertempat di lantai tiga ruang audio visual Toko Buku Toga Mas, acara bedah buku ini dihadiri oleh puluhan pecinta buku, seniman, pengajar, penulis, pelajar dan mahasiswa di kota Malang. Beberapa penyair asal kota Malang, seperti Abdul Mukhid dan penyair-penyair kota Malang sempat membacakan beberapa puisi yang ada dalam buku kumpulan puisi Mila Duchlun tersebut. Puisi-puisi Mila yang lugas, polos,serta ekspresif mengangkat isu-isu seputar gender, kisah hidup seorang wanita Indonesia, dan juga rasa nasionalisme para generasi muda Indonesia. Puisi yang berjudul “Bendera” bahkan ditulis Mila di kedalaman samudera Hindia, 17 meter di bawah permukaan laut dengan menggunakan peralatan tulis khusus, sambil mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Buku antologi puisi setebal 83 halaman dengan ilustrasi gambar sosok perempuan yang mempunyai sepasang sayap ini rupanya ingin menggambarkan sosok wanita Indonesia yang selalu ingin terbang meraih mimpi dan cita-citanya.

PAMERAN BUKU ISLAM MENYAMBUT MUSYAWARAH DAERAH MUHAMMADIYAH
Oleh: Haryo Bagus Handoko

Pameran buku bertema Islam kembali digelar di kota Malang. Kali ini diselenggarakan oleh Pengurus Daerah Muhammadiyah kota Malang. Bertempat di pelataran parkir gedung PDM (Pengurus Daerah Muhammadiyah) Jl. Gajayana – Malang, pameran buku bertema Islam ini berlangsung pada 15 Juni hingga 17 Juni 2007, dengan diikuti oleh toko-toko buku Islam di kota Malang, Penerbit Agromedia group, toko buku rabat “Yusuf Agency” dengan potongan harganya yang fenomenal, serta penerbit-penerbit lainnya, seperti Penerbit Pena yang sempat mengadakan bedah buku “Khadijah The True Love Story of Muhammad”. Tak ketinggalan dalam pameran buku ini juga dimeriahkan oleh berbagai lomba untuk anak-anak seperti lomba baca puisi, lomba menulis dan berbagai kegiatan menarik lainnya. Diskon besar-besaran pun digelar. Seorang teman bahkan berhasil membeli edisi terbaru majalah “Ummi” terbitan Ummigroup hanya dengan harga Rp 3000,-, padahal harga normalnya biasanya lebih dari nominal tersebut. Acara ini cukup sukses digelar terbukti oleh jumlah pengunjung yang cukup membludak.

Komentar (2) »