Arsip untuk Agustus, 2008

E-book Gratis untuk Anda

Anda suka membaca atau bahkan gemar mengkoleksi e-book? Anda bisa mengunjungi situs pusat download e-book dan e-magazine gratisan di link http://e-zine-fpkm.blogspot.com

Ada juga dua buah e-book gratis yang langsung bisa Anda download di sini!

E-book 1

E-book 2

Semoga bisa berguna untuk Anda semua!

Komentar (1) »

Preview Buku “Pachypodium” – terbitan Gramedia Pustaka Utama

Sinopsis buku tanaman hias terbaru – “Pachypodium”,  terbitan Gramedia Pustaka Utama

Judul buku: Pachypodium – Panduan Lengkap Merawat dan Membudidayakan Pachypodium Anda agar Tumbuh Prima
Jumlah halaman: 126 halaman
Pengarang: Haryo Bagus Handoko
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan  : Pertama, Agustus 2008
Bisa juga dibeli di toko-toko buku terdekat di kota Anda.
Available in http://www.gramedia.com

Pachypodium Panduan Lengkap Merawat dan Membudidayakan Pachypodium Anda agar Tumbuh Prima

Pachypodium Tanaman Purba yang Langka nan Eksotis

Tanaman hias Pachypodium sebenarnya pernah populer di Indonesia sekitar era tahun 1990-an.  Namun entah mengapa baru pada awal tahun 2007 minat terhadap tanaman ini kembali marak.  Padahal di luar negeri, sudah lebih dari seratus tahun, para peneliti maupun para hobiis dan kolektor tanaman langka memburu dan mengkoleksi tanaman yang terancam punah ini.  Pachypodium yang konon dipercaya sudah hidup sejak jutaan tahun lalu sebelum era jaman kapur, merupakan tanaman yang secara fleksibel terus berevolusi dan menyesuaikan diri terhadap habitat di mana ia tumbuh.  Sisa tanaman purba yang tetap bisa bertahan hidup dan lestari hingga sekarang ini telah menarik minat para peneliti maupun para kolektor tanaman langka sejak akhir abad ke-18.  Spesies-spesies baru Pachypodium terus bermunculan, karena evolusi yang terjadi pada tanaman ini terus melahirkan spesies-spesies maupun hibrida-hibrida baru, tidak hanya di habitat aslinya di Madagaskar, namun juga di berbagai belahan benua di mana tanaman ini dapat tumbuh dan berevolusi.  Konon masih ratusan spesies tanaman Pachypodium yang belum teridentifikasi maupun terklasifikasi, sementara baru sekitar 25 spesies saja yang dikenal secara luas di dunia.  Di Indonesia, yang baru mengenal tanaman ini sejak era tahun 1990-an, spesies-spesies yang dibudidayakan masih terbatas (sekitar kurang lebih 15 species yang beredar/dijumpai di Indonesia) karena kesesuaian syarat tumbuh maupun terhambat masalah proteksi yang diberlakukan di negara asalnya, yaitu Madagaskar, maupun negara-negara lain di Afrika Selatan.  Walau demikian beberapa spesies tanaman Pachypodium telah menarik perhatian para pecinta tanaman hias di Indonesia karena bentuk bonggolnya yang ditumbuhi duri serta bentuk daun maupun bunganya yang cantik.
Buku yang sederhana ini mencoba mengupas berbagai hal di balik budidaya dan perawatan tanaman Pachypodium.  Kehadiran buku ini diharapkan dapat menambah wawasan maupun mengobati rasa penasaran para pecinta Pachypodium untuk mengenal lebih jauh jenis-jenis yang ada dan belajar lebih banyak mengenai bagaimana cara budidaya dan perawatannya.
Pachypodium merupakan tanaman asli (tanaman endemik) di Pulau Madagaskar maupun Afrika bagian selatan seperti Angola, Botswana, Mozambique, Namibia, Afrika Selatan, Swaziland, dan Zimbabwe. Walau banyak orang menganggap bahwa Pachypodium serupa dengan tanaman kaktus, dan bahkan ada pula yang menganggapnya tergolong tanaman hias palem.  Beberapa orang Eropa bahkan menjuluki tanaman yang satu ini dengan sebutan Madagascar palm atau palem dari Madagaskar.  Tentu saja hal ini salah kaprah. Sesungguhnya tanaman hias Pachypodium masih terhitung kerabat dekat tanaman Adenium.  Hal ini karena Family Apocynaceae memiliki tiga genera (genus) yang dapat digolongkan sebagai tanaman sukulen, yaitu Adenium, Pachypodium dan Plumeria (pohon Kamboja). Maka sungguh tak mengherankan bahwa penampakan morfologis Pachypodium ini mirip sekali dengan Adenium, mulai dari batang, daun, maupun bunganya, walau secara fisiologis serta dalam beberapa hal, Pachypodium memiliki sifat khusus yang membedakannya dengan tanaman Adenium.
Di masa lalu, klasifikasi tanaman Pachypodium sempat menjadi bahan perdebatan dalam genus mana ia harus digolongkan.  Beberapa ahli ada yang menggolongkan tanaman purba ini dalam genus Echites sementara yang lain beranggapan bahwa tanaman ini sebaiknya diklasifikasikan dalam genus yang berbeda atau pun genus yang baru.  Akhirnya pada tahun 1830, atas inisiatif Leandley, tanaman ini disepakati untuk digolongkan sebagai genus yang unik terpisah dari genus Echites, yaitu genus Pachypodium.  Perdebatan masih terus berlanjut seputar spesies-spesies unik Pachypodium yang ditemukan di belahan selatan benua Afrika.  Pada tahun 1892, Baker menemukan bahwa spesies-spesies unik sebetulnya lebih banyak ditemukan di sisa pecahan benua kuno, yaitu di Pulau Madagaskar dan akhirnya penelitian mengenai tanaman Pachypodium mulai terfokus pada spesies-spesies yang ada di Pulau Madagaskar sehingga penelitian mengenai Pachypodium mulai terfokus pada spesies-spesies yang ada di Pulau Madagaskar hingga pada sekitar tahun 1907, Constantin dan Bois – dua orang peneliti tanaman mulai membuat monograf pertama (peta lokasi habitat dan persebaran spesies-spesies Pachypodium lengkap dengan klasifikasinya) yang saat itu sudah ditemukan sekitar 17 spesies Pachypodium, dimana 10 spesies berasal dari Madagaskar sementara 7 lainnya dari berbagai lokasi yang ada di benua Afrika.   Monograf ini mirip dengan monograf yang pernah dibuat oleh Alexander von Humboldt, seorang ahli biologi yang pernah membuat monograf berbagai jenis flora dan fauna yang ada di Pulau Galapagos, seperti yang pernah dilakukan pula oleh Charles Darwin untuk berbagai spesies flora dan fauna yang ada di Pulau Galapagos.  Bahkan Pulau Madagaskar dipercaya lebih mempunyai keanekaragaman flora dan fauna dibanding Pulau Galapagos yang sama-sama merupakan sisa-sisa peninggalan atau pecahan benua kuno.
Tanaman Pachypodium hadir dengan pesona yang mengagumkan, seakan merangkum pesona keindahan bunga dan batang Adenium sekaligus pesona duri unik dari Euphorbia sebagai tanaman hias berduri. Walau sosok tanaman Pachypodium tampak cantik, namun tanaman ini hanya bisa difungsikan sebagai tanaman hias dan tidak bisa dimakan, karena seluruh bagian tanaman, terutama getahnya sangat beracun.  Getahnya yang beracun bisa menimbulkan iritasi pada kulit bila terkena tangan, dan bahkan bisa menyebabkan kebutaan bila getah tersebut sampai terkena mata. Getah Pachypodium yang beracun, di Afrika bahkan bisa dimanfaatkan untuk membalur ujung mata panah atau mata tombak untuk keperluan berburu. Durinya juga cukup beracun dan dapat menyebabkan iritasi pada kulit bila tangan kita sampai tertusuk oleh duri tersebut.  Nama Pachypodium sendiri berasal bahasa latin yang berarti si kaki gemuk (pachy = gemuk , podium =  kaki). Semua tanaman Pachypodium merupakan jenis tanaman sukulen yang batangnya berbonggol gemuk (pachycaule) serta memiliki duri hampir di sekujur bagian tubuhnya.   Kedua ciri utama ini merupakan adaptasi Pachypodium terhadap lingkungan habitat aslinya di Afrika yang beriklim gurun (arida) yang kering, serta bersuhu ekstrim di mana perbedaan suhu antara siang dan malam sangat fluktuatif.   Di Afrika dan Madagaskar, tempat tanaman ini berasal, Pachypodium biasa tumbuh di bebatuan yang ada di lereng-lereng pegunungan kapur, atau tebing-tebing cadas berbatuan granit yang curam, karang terjal, dan bukit atau tebing berbatuan kuarsa (quartzite).  Kemampuan adaptasi secara fleksibel inilah yang membuat spesies-spesies Pachypodium mampu bertahan hidup dan terus lestari hingga sekarang sejak jutaan tahun yang lalu (diduga sudah ada sejak akhir jaman Triasik – antara 160 juta hingga 230 juta tahun yang lalu).  Walau begitu, anehnya hingga saat ini belum ditemukan satu pun fosil spesies tanaman Pachypodium, padahal Pachypodium diduga sudah ada sejak daratan Afrika dan Pulau Madagaskar bersatu dalam sebuah benua kuno yang bernama Gondwana di akhir jaman Triasik.  Gondwana adalah sebuah benua kuno berukuran raksasa di mana saat itu benua Afrika, Pulau Madagaskar, India, benua Amerika bagian selatan, benua Australia, New Zealand, dan Antartika masih bersatu dalam satu daratan.  Pada saat itu Pulau Madagaskar bersambungan langsung dengan bagian selatan daratan benua Afrika yang sekarang, dan juga daratan India yang sekarang merupakan semenanjung India (Peninsular India).  Setelah benua kuno – Gondwana, tersebut pecah (yang terjadi pada akhir jaman Cretaceous / jaman kapur – 90 hingga 88 juta tahun yang lalu), akibat pergerakan lempeng tektonik bumi, Pulau Madagaskar yang saat itu masih bersatu dengan daratan India serta benua-benua lain seperti Afrika, Amerika, Australia, dan Antartika memisah.  Selama berjuta tahun, Pulau Madagaskar dan daratan India kuno bersatu dalam benua kecil (pulau besar) yang terisolir. Hingga akhirnya pada sekitar 88 juta tahun yang lalu, Madagaskar dan India yang tadinya bersatu dalam satu daratan kemudian memisah.  Daratan India kemudian bersatu dengan benua Asia hingga sekarang.  Itulah sebabnya tanaman Pachypodium masih terus lestari yang bertahan hidup hingga sekarang dan paling banyak dijumpai tumbuh di Pulau Madagaskar.  Tanaman ini telah melewati berbagai tahap adaptasi dan evolusi selama jutaan tahun hingga tetap hidup lestari hingga sekarang.  Walau banyak orang mengemukakan bahwa Pachypodium adalah tanaman endemik Afrika dan Pulau Madagaskar, namun beberapa spesies baru maupun spesies yang belum dikenal, banyak bertebaran di India, Amerika dan Australia.  Hal ini tidak mengherankan, karena jutaan tahun yang lalu, Afrika, Madagaskar, India, Amerika dan Australia adalah tergabung dalam satu daratan atau benua kuno yang bernama Gondwana.  Di Afrika dan Madagaskar sendiri hingga saat ini, masih ratusan jenis Pachypodium liar yang masih belum dikenal dan juga belum teridentifikasi atau pun diklasifikasi.  Jadi penyebaran tanaman Pachypodium mungkin sudah terjadi sejak jutaan tahun yang lalu.  Itulah sebabnya, spesies-spesies Pachypodium tidak hanya dijumpai di daratan Afrika dan Pulau Madagaskar saja, namun juga dijumpai di gurun-gurun pasir yang ada di India, Amerika dan Australia.   Bukan hanya spesies-spesies tanaman saja yang mirip antara yang ada di Madagaskar dan di India, spesies-spesies hewan yang ada di Madagaskar, beberapa jenis juga bisa dijumpai di India.
Di masa sekarang, dalam perkembangan selanjutnya, tanaman Pachypodium  kemudian menyebar dari Afrika ke seluruh penjuru dunia, termasuk Eropa, dan Asia.  Di Eropa yang beriklim subtropis, umumnya tanaman ini dibudidayakan dalam rumah kaca dengan pengaturan mikroklimat dan juga media tanam yang diatur semirip mungkin dengan habitat aslinya di Afrika.  Pachypodium berasal dari kerabat atau Famili Apocynaceae atau di beberapa negara barat biasa dikenal dengan kerabat tanaman Periwinkle (Catharantus roseus). Beberapa tanaman yang berasal dari famili Apocynaceae dan cukup dikenal antara lain adalah Periwinkle (Catharantus roseus), Adenium (Adenium sp) atau biasa disebut mawar gurun / desert rose, kamboja (Plumeria sp) dan Oleander (Oleander sp).  Pachypodium banyak tumbuh dan dijumpai di Benua Afrika dan Pulau Madagaskar.  Di daratan Afrika terdapat 4 spesies utama Pachypodium yang berasal dari daratan benua Afrika yaitu Pachypodium succulentum, Pachypodium bispinosum, Pachypodium namaquanum dan Pachypodium lealii.  Juga terdapat pula sebuah subspesies yang dikenal dengan Pachypodium lealii Saundersii.  Semuanya tumbuh dengan baik di bagian selatan benua Afrika, khususnya di Afrika Selatan. Sedangkan jenis-jenis Pachypodium yang lain (sekitar 20 spesies) merupakan tanaman asli Pulau Madagaskar, sebuah pulau kecil yang berdekatan dengan benua Afrika.  Tanaman ini sering disamakan dengan tanaman kaktus, walau tanaman ini termasuk tanaman sukulen.  Memang tanaman kaktus termasuk tanaman sukulen, tetapi tidak semua tanaman sukulen adalah tanaman kaktus.  Tanaman ini semakin digalakkan budidayanya di habitat aslinya di Madagaskar mengingat semakin berkurangnya hutan di pulau tersebut dalam beberapa ratus tahun terakhir, yang mengakibatkan spesies Pachypodium ini termasuk dalam kategori tanaman langka yang dilindungi karena hampir punah.  Penelitian terhadap tanaman Pachypodium sudah berjalan sejak lebih dari seratus tahun lalu, di mana pemerintah Madagaskar telah bekerja sama dengan begitu banyak instansi dan lembaga penelitian baik di dalam negeri maupun yang berasal dari luar negeri.   Tanaman Pachypodium sendiri bahkan juga digolongkan sebagai salah satu tanaman langka dunia dan terdaftar dalam appendiks 1 indeks CITES (The Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora), yaitu daftar tanaman langka dunia yang dilindungi.
Di Asia, termasuk Indonesia yang beriklim tropis, tanaman ini mulai dikenal di awal tahun 90-an dan terus dikembangkan hingga saat ini. Beberapa hobiis tidak hanya mengimpor biji-biji Pachypodium dari Afrika Selatan melalui Thailand, namun ada pula yang mengimpor komoditi ini dalam bentuk jadi.   Tujuannya tak lain adalah untuk membudidayakan dan mengintroduksi tanaman ini untuk lebih dikembangkan di tanah air.  Baru pada sekitar awal tahun 2007 mulai banyak para hobiis dan nurseri-nurseri di Indonesia yang mengimpor biji, maupun tanaman dewasa Pachypodium berbagai spesies dari Afrika, Thailand, Jerman, Perancis, Australia dan bahkan dari Amerika, karena tanaman ini kembali digemari para pecinta tanaman hias.  Dalam buku terbaru yang membahas tentang tanaman Pachypodium ini, akan banyak dijumpai berbagai informasi terbaru mengenai bagaimana teknik budidaya yang baik, trik merangsang tanaman Pachypodium agar tumbuh menjadi tanaman yang kristata maupun varigata, serta trik bagaimana menstimulasi agar tanaman Pachypodium cepat berbunga.  Teknik-teknik rahasia ini belum pernah dibahas sebelumnya dalam buku-buku yang lain.  Hanya buku Pachypodium terbitan Gramedia Pustaka Utama inilah yang menyajikan berbagai informasi terlengkap dan terakurat yang bisa Anda dapatkan.  Buku ini bisa diperoleh di toko-toko buku terdekat, terutama di toko buku Gramedia dan juga toko buku TogaMas.

Komentar bertahan »

INTERESTING IN TRANSLATING AND PUBLISHING THIS BOOK IN OVERSEAS COUNTRY OUTSIDE INDONESIA? CONTACT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA – “INDONESIAN LEADING BOOK PUBLISHER” NOW!

Pachypodium have been acknowledge as ancient ornamental plant that still exist until nowadays.
It plant is classified as rare and endangered species. That is why this exotic and beautiful plant have been searched by any collectors, researchers, and even nurseries around the world.
Many have been succeeded in develop new varities or subspecies and trade it internationally with a higher price.
But unfortunately there are only few books that review and explain about this ancient plant.
If I am not mistaken, there are only 2 books around the world that describe in details about this plant. One of them written by Dutch palaeobotanist and other by German researcher. But those two book written along time ago (in 1970’s if I am not mistaken), so you can not expect to get more new information from those two books. But now, in August 2008, there is new book that describe more detail about this ancient plant “Pachypodium” published by PT. Gramedia Pustaka Utama, one of leading publisher company in Indonesia.
This book written by Haryo Bagus Handoko, an Indonesian writer, that graduated from Brawijaya University (majoring in Agribusiness) Indonesia. This book written in Bahasa Indonesia (Indonesian languange).
So, if you are interesting to order/buy this book or even interesting in translating this book into english or your local language and publishing this book in your country (overseas country outside Indonesia), you may contact this Indonesian book publisher – PT. Gramedia Pustaka Utama.
You can visit this book publisher website at:
http://www.gramedia.com
http://www.gramedia-online.com
http://www.gramediacyberstore.com
or search in www.google.co.id or www.google.com and type key word: “GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA”

Or you can make direct contact to this Indonesian book publishing company:
PT. Gramedia Pustaka Utama
Gedung Gramedia, Lantai 2 & 3. Jl. Palmerah Barat 33-37, Jakarta 10270 – Indonesia.
Telp. +62-(021) 53677834 (hunting) line 3201, 3211, 3273, 3253, 3256, 3258.
Fax. +62-(021) 5300545, 5360315, 5360316

You can also make direct contact to writer of this book by visiting its website:
http://pachypodium-indonesia.blogspot.com
or
http://www.haryobagushandoko.co.cc (and chose category: “Tanaman Hias”), then you will redirect to http://pachypodium-indonesia.blogspot.com.
You can also write an e-mail letter to writer of this book at:
haryobagushandoko.penulis at gmail.com (please exchange the word “at” with @ when you sending an e-mail)
Or you can contact his book editor at:
ketut at gramedia.com

By the way, this rare and ancient plant has been well developed and growth in Indonesia, and also trade well and legally. So, if you wish to buy this ancient and rare plant (Pachypodium), you may contact nurseries and plant shop in Indonesia. (All contact address and phone number of this plant shop and nurseries are available in this book “PACHYPODIUM” – published by PT. GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA, INDONESIA).

Please do not hesitate to contact us, for more details about this book.
We invite you, writers, translator and book publisher around the world to contact Indonesian book publisher if you are interested to translate this book into your own language.
Of course for this you should ask for any details and information to publisher of this book before starting the translation of this book to your local language.
Once again, you may contact publisher of this book by visiting its website or contact them by phone, e-mail, or write a letter and send by airmail.
You can visit this book publisher website at:
http://www.gramedia.com
http://www.gramedia-online.com
http://www.gramediacyberstore.com

I hope this information would be of use for you or your organization, book club, or ornamental plant club.
And thank you for taking your time in reading this e-mail.

Komentar bertahan »

TELAH TERBIT BUKU TENTANG TANAMAN HIAS PURBA BERJUDUL “PACHYPODIUM” TERBITAN GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA. JANGAN KELIRU BELI YANG LAIN!

Telah terbit, buku hobi tanaman hias yang mengulas tuntas tanaman langka purba yang hampir punah, yang berjudul “PACHYPODIUM”. Buku ini ditulis oleh Haryo Bagus Handoko, seorang alumni fakultas pertanian Universitas Brawijaya – Malang yang selain profesinya sebagai penulis juga seorang peminat tanaman hias. Tanaman purba yang bernama “Pachypodium” ini sebenarnya sudah ada sejak jaman prasejarah, jutaan tahun yang lalu, dan uniknya tetap bertahan lestari hingga sekarang. Oleh karena kelangkaan dan keunikannya itulah, maka tanaman ini banyak diburu dan dicari oleh para kolektor dan pecinta tanaman hias. Bahkan tanaman yang sudah dewasa harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Kalau pamor dan pesona tanaman hias gelombang cinta saja yang terbukti mendulang rupiah, maka tidak diragukan lagi bahwa tanaman Pachypodium ini juga menjanjikan rupiah yang tidak sedikit. Bahkan saking larisnya, tanaman yang berasal dari habitat aslinya di benua Afrika ini telah tercatat sebagai tanaman langka dunia yang harus dilindungi, hingga tindakan penyelundupan bibit maupun bijinya keluar dari Afrika saat ini bisa diancam dengan hukuman berat. Dengan kondisi yang demikian inilah, nilai jual tanaman hias ini semakin melambung tinggi, karena semakin langka dan semakin jarang dijumpai. Namun untunglah, beberapa nurseri dan rumah pembibitan tanaman hias terkemuka di Indonesia sudah berhasil menangkarkan dan memperbanyak tanaman ini hingga kita para pecinta tanaman hias di Indonesia pun dapat turut menikmati keindahan tanaman eksotis nan langka ini. Tanaman Pachypodium yang ada di Indonesia biasanya didatangkan tidak langsung dari Afrika, melainkan melalui negara lain (negara perantara) seperti misalnya Thailand, Taiwan, Australia, hingga Amerika. Bila Anda penasaran untuk mengetahui lebih jauh mengenai bagaimana budidaya tanaman unik ini serta perawatannya, sudah seharusnya Anda memiliki buku yang satu ini. Karena begitu banyak buku yang membahas mengenai Pachypodium yang beredar di pasaran, sebaiknya Anda pintar-pintar memilih, karena tidak semuanya menyajikan informasi yang lengkap dan tuntas. Hanya buku tanaman hias “Pachypodium” tulisan Haryo Bagus Handoko yang diterbitkan oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama yang menyajikan informasi terlengkap beserta foto-foto ilustrasi yang cantik, dan tentu saja buku ini bisa diperoleh dengan mudah di toko-toko buku yang ada di kota Anda dengan harga yang relatif terjangkau. Istimewanya lagi, di halaman lampiran buku hobi tanaman hias ini, terdapat pula daftar penjual bibit Pachypodium, biji Pachypodium, hingga berbagai jenis Pachypodium langka dan juga berbagai jenis Pachypodium unik yang mengalami kelainan mutasi genetik sehingga bentuknya menjadi semakin cantik dan menarik. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa memperolehnya langsung di toko buku terdekat.
Anda bahkan dapat juga membelinya di situs-situs toko buku di internet, baik di situs toko buku Gramedia maupun di situs-situs toko buku yang lain, karena buku ini sudah terdistribusi secara luas di seluruh Indonesia. Bila Anda kesulitan memperoleh atau mendapatkan buku ini di pasaran, Anda bisa menghubungi penulis atau langsung ke penerbit Gramedia Pustaka Utama.

Profil singkat mengenai tanaman hias Pachypodium bisa Anda baca di blog PACHYPODIUM INDONESIA, yang beralamat di:
http://pachypodium-indonesia.blogspot.com

Atau masuk melalui blog penulisnya, lalu pilih kategori “tanaman hias”, Anda akan masuk ke dalam situs PACHYPODIUM INDONESIA
http://www.haryobagushandoko.co.cc

Bila ingin memesan dalam jumlah banyak, Anda bisa menghubungi langsung GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA.

Yang bisa dihubungi:
Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama
Gedung Gramedia, Lantai 2 & 3. Jl. Palmerah Barat 33-37, Jakarta 10270 – Indonesia.
Telp. +62-(021) 53677834 (hunting) pesawat 3201, 3211, 3273, 3253, 3256, 3258.
Fax. +62-(021) 5300545, 5360315, 5360316

Kantor Perwakilan:

Surabaya: Jl. Berbek Industri I No. 29-31, Waru, Sidoarjo 60293. Telp. (031) 8483033/34/35/36.
Fax. (031)8483032

Yogyakarta: Jl. Sudarsan Cakra No. 197, Maguwoharjo, Depok, Sleman. Yogyakarta 55282.
Telp. (0274)885030, 887329. Fax. (0274)887618.

Pekanbaru: Jl. Ronggowarsito Ujung 13B. Gobah, Pekanbaru 28132. Telp (0761)7052400. Fax. (0761)47352.

Bandung: Graha Kompas Gramedia Lantai 4, Jl. Martadinata/Riau No. 46, Bandung 40115. Telp. (022) 4203623, 4262924 ext 7411, 7410. Fax. (022) 4261510.

Komentar bertahan »