Archive for Kesehatan dan Nutrisi

Telah Terbit Buku Tulisanku: Rahasia Pengobatan Naturopati

Seri Rahasia Sehat dan Awet Muda:

Judul buku: Rahasia Pengobatan Naturopati Agar Tetap Sehat dan Panjang Umur
ISBN: 9786020012933
Pengarang: Haryo Bagus Handoko, SP
Editor: Yulia
Target Pengguna: umum
Harga: Rp. 78.800
Ukuran: 14 X 21 Cm
Tebal: 460 halaman
Terbit: 07-Des-11
Media: Kesehatan
Kelompok: Kesehatan
Kategori: Kesehatan Umum

Orang biasanya cenderung tidak memedulikan kesehatan tubuhnya sendiri, dan demikian mudah mengonsumsi pil-pil farmasi yang bisa diperolehnya walau tanpa resep dokter. Sering kali ia merasa mampu menjadi dokter bagi dirinya sendiri sehingga dengan mudahnya bersikap ceroboh mengonsumsi sejumlah pil penghilang rasa sakit atau obat-obatan tertentu untuk mengobati rasa sakit yang dialaminya.

Dalam buku ini, Anda akan diajak untuk memahami, bagaimana sayur-sayuran, daun-daunan, rumput-rumputan, biji-bijian, akar tanaman, hingga aneka jenis buah-buahan mampu membuat tubuh Anda menjadi lebih sehat, awet muda dan panjang umur, serta sangat ampuh dalam mencegah risiko timbulnya berbagai penyakit ataupun mengobati berbagai penyakit itu sendiri.

Baca seluruh isi buku ini dengan cermat dan saksama, niscaya Anda akan memperoleh manfaat bagi diri Anda maupun bagi keluarga dan teman-teman di sekeliling Anda. Anda pun dapat menyebarkan informasi ini pada orang-orang yang Anda kasihi.

Untuk membeli buku ini silahkan mengakses: http://www.gramedia.com/book/page/author/Haryo_Bagus_Handoko
Info pemesanan: http://www.gramedia.com/faq/subject/pemesanan
Gramedia.com
Gedung Kompas Gramedia lantai 6
Jl. Palmerah barat 29 – 37
Jakarta pusat 10270
Telp : 021-35880760
021-53650110, 021-53650111 ext 87627
email : cs@gramediashop.com

Leave a comment »

Telah Terbit Buku Tulisanku: Makanan untuk Awet Muda dan Panjang Umur

Seri Rahasia Sehat dan Awet Muda:

Judul buku: Makanan untuk awet muda dan panjang umur
ISBN: 9786020014524
Pengarang: Haryo Bagus Handoko, SP
Editor: Yulia
Target Pengguna: umum
Harga: Rp. 88.800
Ukuran: 14 X 21 Cm
Tebal: 536 halaman
Terbit: 07-Des-11
Media: Kesehatan
Kelompok: Kesehatan
Kategori: Kesehatan Umum

Siapa yang ingin awet muda dan panjang umur? Jawabnya pasti, semua orang! Topik mengenai rahasia panjang umur dan awet muda terus menjadi bahan perbincangan. Berbagai teori mengenai rahasia panjang umur dan awet muda terus dikemukakan melalui serangkaian hasil penelitian.

Pro dan kontra mengenai teori-teori tersebut pun terus diperdebatkan. Ratusan riset telah dilakukan dan semakin membuktikan kebenaran fakta ini, bahwa kalau seseorang ingin panjang umur, ia tidak saja harus mengubah pola pikirnya agar selalu optimis dan bersikap positif, namun juga perlu mengubah gaya hidupnya secara lebih sehat, terutama dalam hal mengatur menu makan dan pola makannya.

Sejumlah riset ilmiah yang pernah dilakukan para pakar ahli dan para pakar arkeologi menemukan bahwa penyebab manusia abad ini memiliki umur harapan hidup lebih pendek daripada umur manusia kuno yang hidup di masa lalu adalah karena menu makanan kita yang telah bergeser menjadi pemakan segala (omnivora).

Padahal nenek moyang kita ribuan tahun lalu telah mengajarkan untuk lebih banyak mengonsumsi bahan pangan nabati agar tubuh kita lebih kuat, lebih sehat, dan lebih panjang umur. Jadi, biasakanlah makan lebih banyak sayur dan buah-buahan bila ingin tubuh kita senantiasa sehat dan bugar. Keawetmudaan dan panjang umur bersumber pada badan yang sehat serta pikiran dan jiwa yang sehat pula.

Dalam buku ini akan dibahas beberapa bahan pangan penting yang memiliki khasiat ampuh untuk keawetmudaan dan panjang umur.

Untuk membeli buku ini silahkan mengakses: http://www.gramedia.com/book/page/author/Haryo_Bagus_Handoko
Info pemesanan: http://www.gramedia.com/faq/subject/pemesanan
Gramedia.com
Gedung Kompas Gramedia lantai 6
Jl. Palmerah barat 29 – 37
Jakarta pusat 10270
Telp : 021-35880760
021-53650110, 021-53650111 ext 87627
email : cs@gramediashop.com

 

Leave a comment »

Telah Terbit Buku Tulisanku : Rahasia Awet Muda dan Panjang Umur

Seri Rahasia Sehat dan Awet Muda:

Judul buku: Rahasia Awet Muda dan Panjang Umur
ISBN: 9786020010984
Pengarang: Haryo Bagus Handoko, SP
Editor: Yulia
Target Pengguna: umum
Harga: Rp. 99.800
Ukuran: 14 X 21 Cm
Tebal: 656 halaman
Terbit: 09-Nov-11
Media: Kesehatan
Kelompok: Kesehatan
Kategori: Kesehatan Umum

Apa saja rahasia awet muda dan panjang umur? Ada begitu banyak faktor yang perlu diperhatikan agar kita dapat mencapai panjang umur dan awet muda. Semuanya dibahas lengkap dalam buku ini.

Tidak saja pola makan dan jenis makanan, gaya hidup, pola pikir dan banyak lagi faktor yang membuat seseorang mempunyai peluang untuk hidup panjang umur. Untuk dapat mencapai panjang umur dibutuhkan begitu banyak usaha dan kesadaran diri. Keawetmudaan dan panjang umur bersumber pada badan yang sehat serta pikiran dan jiwa yang sehat pula.

Dalam buku ini dibahas berbagai upaya yang bisa ditempuh untuk mencapai hidup yang panjang umur dan berkualitas, serta senantiasa tetap sehat dan tampak awet muda. Semuanya terpulang pada kemauan Anda untuk berusaha karena tanpa kemauan dan usaha, mustahil untuk dapat mencapai hidup yang panjang umur.

Untuk membeli buku ini silahkan mengakses: http://www.gramedia.com/book/page/author/Haryo_Bagus_Handoko
Info pemesanan: http://www.gramedia.com/faq/subject/pemesanan
Gramedia.com
Gedung Kompas Gramedia lantai 6
Jl. Palmerah barat 29 – 37
Jakarta pusat 10270
Telp : 021-35880760
021-53650110, 021-53650111 ext 87627
email : cs@gramediashop.com

Leave a comment »

Jamur – Makanan Berkhasiat Bagi Kesehatan

Oleh : Haryo Bagus Handoko, SP

Sudah banyak hasil penelitian yang membuktikan bahwa pemanfaatan bahan makanan tertentu dapat meningkatkan derajad kesehatan manusia, membentuk tubuh yang indah, menjaga tubuh agar tetap awet muda, dan bahkan bisa memperpanjang umur manusia.  Menurut hasil penelitian, beberapa jenis jamur mempunyai khasiat memperpanjang umur hidup seseorang.  Mungkin ada benarnya bila Anda menyimak ulasan berikut ini.
Diantara kita tentunya sudah banyak yang mengenal bahan makanan yang satu ini.  Apalagi kalau bukan jamur yang sudah dikenal umat manusia sejak ribuan tahun lalu sebagai makanan lezat nan mewah para raja.  Sepanjang sejarah, jamur sudah dikenal oleh peradaban manusia, mulai dari jamur yang tumbuh di atas kayu yang lapuk, hingga jamur yang dibudidayakan oleh manusia.  Jamur banyak dimanfaatkan sebagai sayuran yang berkalori rendah, sedikit lemak namun kaya akan protein, karbohidrat, serat, vitamin, garam mineral dan asam amino.  Sementara itu dari 8 macam asam amino yang dibutuhkan manusia, 6 – 7 macam diantaranya dikandung oleh jamur.
Sampai saat ini konsumsi jamur masih terbatas pada kalangan menengah ke atas.  Umumnya jamur yang berkualitas tinggi ditemui di supermarket-supermarket yang ada di kota-kota besar.  Ada begitu banyak jenis jamur yang bisa dimakan, namun umumnya hanya beberapa jenis yang dikenal luas di Indonesia, diantaranya adalah jamur tiram (Pleurotus sayor caju  dan Pleurotus obalonus), jamur kuping (Auricularia polytricha), dan jamur Champignon (Agaricus bisporus).  Di Indonesia, tampaknya tidak banyak perusahaan yang bergerak di bidang usaha budidaya jamur, mengingat komoditi yang satu ini tidak bisa disimpan terlalu lama, sehingga membutuhkan jalur distribusi yang cepat dan baik selain ruang penyimpanan (cool storage) yang baik agar komoditi ini tidak cepat busuk.  Selain itu kendala yang lain yang biasa dihadapi pengusaha budidaya jamur adalah bahwa tidak semua jenis serbuk kayu bisa dijadikan sebagai media tumbuh bagi jamur.  Yang paling baik adalah serbuk kayu yang diperoleh dari jenis kayu sengon laut (Albizzia falcataria) dan kayu randu (dari pohon kapuk randu).  Dengan menggunakan serbuk kayu dari jenis kayu tersebut maka hasil dan kualitas jamur yang dihasilkan juga akan lebih baik.
Budidaya jamur sendiri sebenarnya tidaklah terlalu rumit.  Serbuk kayu (serbuk gergaji) dilapukkan selama kurang lebih satu bulan, kemudian ditambahkan dengan unsur hara yang diperoleh dari pemberian pupuk dasar NPK lengkap.  Dengan perbandingan urea, SP36 dan KCl  sebanyak 1 : 1 : 1.  Serbuk kayu dimasukkan ke dalam polybag untuk dikukus atau dimasak selama 8 jam nonstop pada suhu 100 derajat celsius, kemudian diinokulasikan agar keluar miseliumnya.  Jika miselium sudah terbentuk ¾ bagian, maka berarti sudah siap unuk dimasukkan ke dalam ruang tanam.  Suhu ruang tanam diatur agar tetap konstan 25 – 26 derajat celsius.  Kelembaban dipertahankan pada kisaran 80 – 90%.  Penyiraman dilakukan 3 kali sehari, yaitu pagi, siang dan malam.  Sebaiknya gunakan air sumber atau air pegunungan setiap kali penyiraman agar bebas dari bahan kimia.  Bibit jamur biasanya didatangkan dari Taiwan atau Jepang.
Seorang pakar jamur, Roy Gender, dalam bukunya “Mushroom Growing for Every One” menyebutkan khasiat jamur.  Di Amerika misalnya jamur digunakan untuk pengobatan kekurangan darah (anemia), karena mengandung folic acid yang lebih tinggi daripada sayur bayam dan hati sapi.  Orang Perancis mengkonsumsi jamur untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan juga agar terhindar dari penyakit kanker.  Di Perancis, jamur biasa dikonsumsi seperti layaknya sayur mayur.
Yu Hsuen Yu, spesialis jamur dari Taiwan sempat menyebutkan beberapa jenis jamur yang dapat dimakan yaitu jamur Champignon, jamur tiram, jamur kuping dan jamur Shitake.  Dalam jamur, terkandung komposisi beraneka zat yang baik untuk kesehatan.  Sebagai contoh, jamur Champignon mengandung air,  protein,  lemak,  gula,  abu,  kalsium, fosfor, kalium, zat besi, tembaga, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, Niacin, dan Panthotenic acid.  Sementara pada jamur tiram mengandung air, protein murni, lemak kasar, nitrogen terlarut, gula reduksi, pentose, methyl pentose, gula rangkap, hexose, serat kasar, abu dan zat-zat terlarut lainnya.
Selain meningkatkan kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari resiko serangan penyakit kanker, mengkonsumsi jamur juga dipercaya dapat memperhalus kulit wajah dan kulit tubuh, sehingga semakin banyak kaum wanita yang mengkonsumsi jamur untuk kesehatan dan kecantikan.  Sebenarnya masih banyak khasiat jamur bila dikonsumsi secara rutin, yaitu antara lain dapat mengatasi kolesterol, diabetes, hipertensi dan avitaminosis (kurang vitamin).  Bagi penderita ginjal, mengkonsumsi jamur diyakini dapat memperlancar proses metabolisme tubuh karena kandungan kalorinya cukup tinggi (200 kal/100 gr bahan segar).  Dengan mengkonsumsi jamur secara rutin dalam menu makanan, semoga bisa semakin meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.

Comments (5) »

SEKILAS TENTANG ROTI YANG BERKUALITAS

Oleh : Haryo Bagus Handoko, SP

Pada mulanya biji-bijian (beras, jagung, sorgum) digunakan pada pembuatan berbagai hidangan tetapi lama kelamaan juga dipakai untuk membuat kue berikut campuran dengan madu, minyak, arak, aneka padi-padian, buah dan daging.  Sebenarnya penemuan roti fermentasi adalah secara kebetulan saja yaitu oleh orang-orang Mesir yang menggunakan ragi, sisa dari pembuatan roti dan ampas anggur yang kemudian diuleni dengan terigu dan dijemur di bawah sinar matahari.  Pembuatan roti fermentasi ini kemudian menyebar dengan cepat oleh karena pembuatannya tidak menyimpang dari pembuatan roti tradisional yang umum dimakan oleh tentara Romawi.  Pada abad pertengahan, roti tradisional ini dipakai sebagai pengganti piring yang kemudian dimakan atau diberikan kepada fakir miskin.
Pembuatan roti secara komersial.
Terigu yang telah digiling halus dan disimpan paling sedikit 15 hari dimasukkan ke dalam tempat yang cekung lalu tambahkan ragi dan air hangat ke bagian tengah terigu dan campur hingga rata.  Ragi (ragi alkohol dan jamur-jamur sejenis) yang membuat adonan berfermentasi penting pada pemindahan gula ke alkohol dan karbondioksida.  Tinggalkan ulenan ini selama 4-5 jam agar berbentuk adonan biang.  Tambahkan terigu dengan berat yang sama untuk mendapatkan ‘biang pertama’ dan tambahkan tepung terigu lagi akan memberikan ‘biang kedua’.  Pada saat ini roti akan bertambah besar setengah atau sepertiga besar roti semula. Pada ulenan yang terakhir tambahkan sisa terigu dan basahi adonan dengan air garam hangat.  Pekerjaan ini berat bila dilakukan dengan tangan.
Adonan kemudian dibagi-bagi menjadi beberapa bagian kemudian biarkan sejenak agar mengembang, membesar, merekah lalu diuleni menjadi satu kembali.  Pekerjaan ini harus dikerjakan dengan cepat.  Pada perusahaan-perusahaan roti modern, tahap-tahap tersebut dikerjakan dengan mesin.  Bila ulenan sudah lengkap, biarkan dahulu sambil ditutup dengan serbet.  Roti yang diuleni dengan ragi dadak lebih putih dan lebih gurih dibandingkan dengan roti yang diuleni dengna ragi yang sebelumnya harus dilarutkan lebih dahulu.
Melalui kerja ragi, karbondioksida akan terbebaskan. Bila adonan sudah mengembang dua kali dari besar semula, adonan dibagi-bagi lalu ditaburi dengan terigu, tepung beras atau tepung jagung yang sudah dihaluskan kemudian masukkan ke dalam oven.
Panaskan oven antara 220-300°C (425°F-575°F), agar permukaan roti lebih cepat kering sementara sebelah dalamnya melanjutkan fermentasi.  Karbondioksida akan membuat adonan mengembang, membentuk pori-pori di bagian tengah roti sehingga menyebabkan permukaan roti menjadi besar.  Apabila suhu di dalam roti sudah mencapai 60°C (140°F), pati berubah menjadi gumpalan pati. Dan bila suhu sudah mencapai 100°C (212°F), kulit roti menjadi keras disebabkan hilangnya sebagian air karena evaporasi (penguapan).
Bila suhu dalam oven (yang dapat pula turun sementara roti dimasukkan ke dalamnya) telah mencapai 200°C (400°F), pati akan terbakar.  Uap air kemudian ditambahkan ke dalam oven (atau oven disemprot air) untuk menghindari kulit roti terlalu keras.  Waktu pembakaran bermacam-macam tergantung ukuran roti demikian pula halnya dengan jumlah air yang hilang.
Bila fermentasi berlebihan maka karbondioksida akan terbebaskan sebelum dimasukkan ke dalam oven akibatnya roti menjadi lebih berat dan padat dengan rongga-rongga di antara remahan dan kulit roti.  Alkohol yang terbentuk selama fermentasi akan menguap pada waktu pembakaran seperti halnya karbondioksida yang terbebaskan pada waktu pendinginan.  Proses kondensasi dari uap air terjadi pada waktu pendinginan yang menyebabkan roti menjadi berlemak dan mengkilat.
Kualitas roti.
Kualitas roti yang baik haruslah memiliki kulit bawah yang berwarna kuning muda atau coklat muda dan kulit atas yang berwarna kuning tua atau coklat muda yang sebaiknya pula tebal menggelembung dan beresonansi (berbunyi) bila diketuk-ketuk.  Kulit harus kuat melekat pada remahan.  Dan bila mengiris roti maka irisan roti harus cepat kembali ke bentuk semula.  Remahan roti harus homogen tanpa gumpalan putih atau kuning dan tanpa bintik ungu, merah atau hitam.  Sebaiknya tidak melekat di jari (itu berarti adonan jelek) atau terlalu kecil (tandanya fermentasi belum cukup), aroma roti harum, rasanya enak dan gurih.
Bila remahan roti terlalu putih itu menandakan adanya tepung beras, bila remah berwarna coklat keabu-abuan menunjukkan adanya tambahan gandum.  Bila disimpan untuk waktu yang lama, roti akan menjadi tua, remahan akan mengering dan kulit roti melunak.  Ini menyebabkan roti kehilangan banyak air (roti tua hanya mengandung kira-kira 1% air dibandingkan roti segar). Dengan memanaskan roti tua (yang akan menyebabkan roti mengeluarkan kira-kira 3%  air) proses destilasi akan tercapai.  Cairan dari roti akan masuk ke dalam remahan sehingga memberikan kesan bentuk roti segar.
Macam-macam roti.
Di Perancis, roti-roti tradisional (pain ordinaire atau pain de menage) berbentuk silinder dan panjang. Bagian atasnya tawar dan dipotong miring atau paralel.  Roti ‘boulot’ atau ‘bouleau’ berbentuk sama tetapi dengan taburan tepung di atasnya. Roti ‘polka loaf’ panjang atau bulat dengan kulit roti keras, dipotong dengan dekorasi berbentuk lozenge (bulat).  ‘Split loaf’ terbuat dari paduan dua roti yang panjangnya sama, lebih tebal dengan sedikit kulit roti.  ‘Round loaf’ adalah jenis roti tradisional berbentuk menggelembung pada bagian atasnya dan ‘crown loaf’ yang seperti namanya, terdapat bentuk melingkar di bagian tengah roti.
‘Vienna loaf’ adalah jenis roti yang diuleni dengan susu kaleng atau ‘Pan loaf’, berbentuk seperempat dengan kulit roti yang amat tipis.  Di Prancis, roti ini dibakar, dipotong-potong persegi untuk camilan (canapes), sebagai hiasan atau dipotong-potong sampai kering (crouton) ataupun sebagai roti isi.  Adonan yang dibuat antara pembuatan roti dan kue-kue kecil adalah adonan brioche dan roti berbentuk bulan sabit (croissant).   Roti mengandung sedikit atau banyak barn (sejenis gandum) dari sari biji-bijian serta endosperma yang secara teoritis mengandung banyak zat-zat makanan tetapi tidak mudah dicerna oleh usus, sehingga keadaan yang lebih jauh akan menimbulkan kesulitan. ‘Wholemead bread’ mengandung seluruh bagian gandum.  Di beberapa tempat di Jerman, roti hitam (pumpernickel) terbuat dari gandum yang digiling kasar.
Tepung terigu umum digunakan untuk roti jenis baik tetapi di beberapa negara gandum adalah bahan pokok untuk roti.  ‘Barley bread’ adalah roti yang dibuat dari barley (sejenis gandum juga) dan terigu.  Roti ini amat kasar dan biasa disimpan dalam bentuk segar untuk waktu yang lama.  Secara bergurau orang barat kerap mengatakan istilah sindiran seperti misalnya ‘sekasar roti barley’, karena barley memang sukar dikupas.  ‘Gluten bread’ diproduksi untuk penderita diabetes yaitu dengan menambahkan gluten ke dalam adonan.  Roti mengandung 40% pati.  ‘Unleavened bread’ (roti tidak beragi) lebih sedikit dipakai dibandingkan dengan roti-roti tradisional, meskipun demikian di beberapa negara seperti Swedia misalnya roti ini disajikan bersama hors-d’oeuvre’ (makanan pembuka).
Pemalsuan roti.
Cara yang banyak dilakukan orang untuk memalsukan roti (roti berkualitas jelek seakan berkualitas baik) adalah dengan memasukkan air sebanyak mungkin ke dalam adonan roti.  Tetapi ada pula yang memalsukannya dengan cara memasukkan tepung yang jelek ke dalam gluten serta menambahkan pula beberapa bahan lain yang secara kimiawi dapat mempercepat proses pembuatan roti.  Proses ini akan menghancurkan zat-zat makanan sehingga sama sekali tidak menunjang bagi orang yang sedang berdiet.
Roti sulit dicerna.
Di Perancis, dan di banyak negara lain, roti merupakan makanan pokok di mana anak-anak juga diajarkan untuk memakan roti secara rutin sebagai sumber energi bagi tubuh.  Roti dapat pula dimakan bersama aneka penganan lain.  Kulit roti lebih mudah dicerna daripada remah-remahnya, tetapi sebetulnya keduanya sulit dicerna dengan baik.  Perbedaan antara kulit roti dan remah-remah roti terletak pada jumlah kandungan air di dalamnya.  Di antara macam-macam roti yang ada maka roti tawar putih adalah yang paling buruk dan sulit dicerna.  Pada waktu-waktu dahulu roti ini disajikan untuk kalangan atas para bangsawan eropa, walau sekarang sudah umum dikonsumsi oleh semua kalangan di seluruh dunia.  Kejelekan roti tawar putih adalah karena roti ini hanya enak dimakan dalam keadaan segar, dan bila sudah beberapa jam dibiarkan maka roti biasanya akan menjadi alot dan sulit dicerna saat saat dimakan.
Roti untuk diet.
Sebenarnya para ahli gizi tidak sepenuhnya setuju pada kandungan gizi dalam ‘wholemead bread’ tetapi mereka juga tidak sepenuhnya setuju pada roti tawar putih sebagai makanan ideal selama roti tersebut berasal dari gandum yang ditanam di daerah berbatu-batu, diasamkan dengan ragi asli dan dibakar dalam oven dengan bara kayu api.
‘Wholemead bread’ sebenarnya masih merupakan makanan ideal tetapi konsumen hendaknya yakin bahwa roti tersebut benar-benar ‘wholemead bread’ dan bukan roti yang terbuat dari campuran tepung terigu dengan barn ataupun roti yang diperkaya dengan sari gandum atau bahan-bahan lainnya.  Roti yang baik dibuat dari tepung terigu asli, diasamkan dengan ragi asli dan dibakar di atas bara api.  Bagaimana pun tidak semua lambung manusia dapat dengan mudah mencerna ‘wholemead bread’.  Perlu dicatat, bahwa ‘wholemead bread’ tidak sesuai dimakan dengan roti tradisional.  Juga, ‘wholemead bread’ tidak sesuai dimakan dengan roti yang terlalu berempah atau berbumbu maupun minuman beralkohol, karena efek samping yang umum terjadi adalah gejala sakit perut bagi yang lambungnya sensitif.  Menurut para ahli gizi, ‘wholemead bread’ sebenarnya hanya cocok bagi mereka yang benar-benar vegetarian.

Comments (1) »

COKLAT SEBAGAI BAHAN MAKANAN OLAHAN BERGIZI

Oleh : Haryo Bagus Handoko, SP

Bubuk coklat dan produk-produk makanan olahan dari coklat yang lain sebenarnya terbuat dari biji buah tanaman yang berasal dari Trinidad (Amerika Selatan).  Di tanah air, pohon tersebut dikenal dengan nama pohon coklat, yang bernama latin Theobroma cacao.  Pohon coklat tumbuh di daerah tropis, pada ketinggian 10 hingga 500 meter di atas permukaan laut.  Di Indonesia, pohon coklat banyak terdapat di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sumatra Utara.  Pohon coklat umumnya dapat mencapai tinggi 5 – 6 meter, dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun sejak umur 4 -5 tahun.  Batangnya merupakan tumbuhan berkambium yang dapat berdiri kokoh berkat adanya akar tunggang yang tumbuh kuat. Daun yang tua berwarna hijau, sedang yang muda berwarna hijau kemerahan.  Bunganya berwarna putih, sedangkan buahnya berwarna ungu atau kuning.  Bentuk dan ukuran buah berbeda, tergantung jenis tanaman coklatnya, yang umumnya biasa tumbuh bergelantungan di pohon dan mempunyai panjang antara 15 – 20 cm.
Pengolahan coklat.
Setiap buah coklat terdiri atas kulit buah, biji coklat dan pembungkus biji coklat (sekam buah).  Kulit buah biasanya dibuang, tetapi kadang-kadang digunakan sebagai makanan ternak setelah diproses lebih dulu.  Sekam buah (pembungkus biji) pada umumnya langsung dibuang atau untuk pupuk, sedangkan biji buahnya diambil dan diolah agar dapat dikonsumsi manusia.
Pengolahan coklat di perkebunan biasanya hanya sampai pada tahap pengeringan biji coklat.  Untuk memperoleh biji coklat yang kering, buah mengalami beberapa proses pengolahan khusus yaitu pengupasan buah, fermentasi, pencucian, pengeringan dan sortasi.  Selanjutnya sebelum dibuat bubuk coklat dan produk olahan lainnya, dilakukan penggarangan biji coklat (disangrai).  Tahap fermentasi dan penggarangan, pada pengolahan di atas, merupakan tahap pengolahan yang penting, sebab tahap tersebut sangat mempengaruhi sifat organoleptik dan komposisi kimia produk akhir.
Rasa dan aroma khas coklat sebagian besar terbentuk setelah dan selama proses fermentasi yang disempurnakan oleh proses penyangraian (penggarangan).  Rasa coklat dipengaruhi oleh kandungan senyawa-senyawa alkaloid.  Theobromin dan kafein menyebabkan rasa pahit dan rasa kecanduan, sedangkan tanin mengandung rasa yang tajam (astringency).  Selama fermentasi kandungan theobromin dan kafein menurun, sehingga rasa pahit coklat berkurang.  Demikian pula rasanya yang tajam (astringency) juga menurun akibat zat tanin sudah banyak berkurang akibat teroksidasi.  Hal inilah yang menyebabkan sebagian besar harga coklat ditentukan oleh kandungan tanin yang belum teroksidasi.  Aroma khas coklat terbentuk dari bahan-bahan hasil pemisahan senyawa-senyawa semacam glukosida. Glukosida tersebut diuraikan oleh suatu enzim menjadi komponen-komponen penyusunnya, seperti gula, dan senyawa alkohol serta aldehid.  Senyawa aldehid inilah yang menimbulkan aroma coklat karakteristik.
Penyangraian biji coklat.
Penggarangan atau penyangraian juga merupakan tahap yang penting sebab tahap ini berfungsi menyempurnakan aroma dan rasa coklat selama proses.  Panas dari penyangraian menyebabkan zat-zat yang terbentuk selama fermentasi (mempunyai rantai panjang) berubah menjadi molekul rantai pendek dan bersifat mudah menguap.  Zat-zat tersebut (aldehid, asam amino bebas, gula dan sebagainya) menguap pelan-pelan dan menimbulkan bau aroma khas yang dapat ditangkap oleh indra penciuman.  Rasa coklat semakin baik dengan bertambahnya kekerasan biji dan komposisi gula, asam serta alkaloid yang tepat.  Dengan pemanasan dalam penyangraian, warna coklat lebih baik dan tidak berubah lagi sehingga lebih sedap bila dilihat.
Biji-biji yang telah disangrai, sebelum dikonsumsi, biasanya diolah lebih lanjut sesuai dengan tujuan penggunaan coklat.  Pengolahan tersebut biasanya berupa penghancuran sehingga diperoleh bubuk coklat, lalu diikuti dengan pencampuran berbagai bahan tambahan lain, seperti gula, susu, dan sebagainya (tergantung selera yang memasak).  Bubuk coklat dapat dibuat minuman seperti lazimnya orang membuat kopi atau teh.  Minuman dari coklat tergolong dalam minuman yang tidak beralkohol (non alkoholic beverages).  Dari coklat selain dapat dibuat minuman, dapat juga digunakan sebagai bahan makanan seperti manisan coklat, atau gula-gula coklat dan aneka kue coklat.  Pengolahan lebih lanjut biji coklat dapat menghasilkan minyak coklat dan mentega coklat.  Dalam penyajian makanan, coklat selain sebagai bahan dasar, dapat juga digunakan sebagai penghias makanan bergizi.  Hiasan tersebut dapat berupa kombinasi warna, aroma, maupun bentuk.  Partisipasinya sebagai penghias makanan bergizi tidak dapat dipungkiri lagi.

Comments (1) »

MENGKONSUMSI HIDANGAN LAUT DEMI KESEHATAN

Oleh : Haryo Bagus Handoko, SP

Ikan laut atau ikan air tawar memang lebih murah daripada daging.  Namun kandungan atau nilai gizinya tak kalah dengan daging.  Ikan sangat baik untuk anak-anak maupun remaja yang sedang tumbuh, juga untuk orang dewasa.  Sebagai sumber gizi keluarga, ikan sebaiknya paling sedikit sekali dalam seminggu dihidangkan.
Menurut Daftar Komposisi Bahan Makanan, 100 gram ikan segar mengandung 113 kalori, 19 gram protein atau zat putih telur, 4,5 gram lemak, 20 miligram kalsium, 200 miligram fosfor, 1 miligram besi, 150 S.I. vitamin A dan 1,05 miligram vitamin B1.  Bagian ikan yang terbuang atau tidak dapat dimakan diperkirakan sebanyak 30% pada ikan besar dan 50% pada ikan berukuran kecil.  Hal ini tidak berlaku pada ikan kecil yang memang biasa kita makan seluruhnya, seperti misalnya ikan teri.
Bagian ikan yang biasa dimakan adalah jaringan ototnya.  Antara jaringan otot daging dan jaringan otot ikan terdapat perbedaan yang menonjol.  Pada ikan, jaringan otot diliputi oleh selaput-selaput tipis terdiri dari jaringan ikat.  Sedangkan jaringan otot daging dibungkus oleh selaput jaringan ikat yang lebih tebal.  Itulah sebabnya ikan hanya memerlukan waktu sebentar saja jika dimasak.  Dalam saluran pencernaan kita, jaringan otot ikan akan cepat terpisah menjadi bagian-bagian kecil yang menyebabkan pembesaran permukaan, sehingga bagian-bagian sel jaringan otot ikan dapat mudah dicapai oleh getah-getah lambung pada proses pencernaan makanan.
Ikan tidak banyak mengandung lemak, sebaliknya dalam daging ikan terkandung protein sementara lemak hanya dijumpai dalam jumlah yang sedikit.  Kandungan air adalah yang terbanyak dalam daging ikan bila dibanding dengan daging sapi yang tidak berlemak misalnya.  Oleh karena tidak banyak mengandung lemak dan jaringan ikat yang dimiliki lebih tipis, maka ikan yang tidak banyak berlemak dapat lebih mudah dicerna daripada daging yang tidak berlemak sekalipun.  Jadi bagi seseorang yang memerlukan makanan yang mudah cerna, dianjurkan untuk menggunakan ikan sebagai pengganti daging.
Oleh karena ikan mudah dicerna, dan karena ikan tidak banyak mengandung zat-zat ekstraktif maka lain halnya dengan daging, ikan hanya memiliki daya kenyang yang rendah, sehingga tidak beberapa lama setelah makan ikan maka seseorang akan merasa lapar lagi.  Hal ini sangat menguntungkan dalam keadaan tiada nafsu makan, sedangkan seseorang harus banyak makan.  Sebaliknya daya kenyang yang rendah ini akan menjadi halangan bagi orang yang harus melakukan kegiatan fisik yang keras.  Kegiatannya akan menambah kegiatan saluran pencernaan sehingga makanan akan lebih cepat meninggalkan lambung dan rasa lapar akan lebih cepat dirasakan.  Dalam keadaan seperti ini, sebaiknya dipilih ikan yang mengandung lebih banyak lemak.  Jalan lain yang dapat ditempuh ialah, menggunakan lemak dalam bentuk lain.  Misalnya minyak goreng untuk memasak ikan tersebut.
Ikan baik untuk pertumbuhan.
Nilai biologis protein ikan tinggi.  Ini berarti, ikan sangat baik untuk anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan ataupun bagi orang yang sedang dalam masa penyembuhan setelah sakit.  Lemak ikan berkisar antara 0 dan 27%.  0% untuk ikan beunteur, 13% untuk ikan tawes dan 27% untuk ikan belut.  Lemak ikan lebih mudah cerna karena tidak berselaput jaringan ikat dan karena memiliki titik leleh yang rendah.  Ikan mengandung banyak yodium dan fosfor. Lemak ikan banyak mengandung vitamin A dan vitamin D.  Juga jenis-jenis ikan yang murah mengandung vitamin-vitamin ini dalam jumlah yang menggembirakan.  Vitamin D ditemukan pada hati ikan dan pada daging ikan itu sendiri.  Hati dan telur ikan pun kaya akan vitamin B.
Ikan kurang baik bila direbus.
Seperti diketahui, vitamin-vitamin dan mineral kebanyakan larut dalam air.  Hal ini akan terjadi juga jika kita memasak ikan dengan air atau merebusnya.  Semakin lama dimasak, semakin banyak zat-zat berharga ini akan masuk dalam air pemasak.  Oleh karena itu, sebaiknya ikan dikukus, dipepes atau digoreng, agar zat-zat berharga ini tidak hilang begitu saja.  Tentu lain halnya jika kita masak gulai ikan atau sop ikan dimana air kuahnya juga kita konsumsi.  Mengingat bahwa ikan mengandung zat makanan yang berharga, maka sebaiknya kita mengkonsumsi ikan paling sedikit sekali seminggu.
Memilih ikan yang baik.
Dengan cara mencium, menjamah dan melihat, kita harus memeriksa ikan pada waktu membelinya.  Ikan yang segar seharusnya juga harus berbau segar, memiliki kulit yang mengkilap, warna insang harus merah segar, mata ikan harus bening, serta daging ikan yang kenyal, jika ditekan dengan jari makan daging harus segera kembali ke keadaan semula.  Pada hewan laut bercangkang seperti jenis udang dan kepiting, maka sebaiknya dibeli dalam keadaan hidup dan masih segar agar kualitasnya terjaga dengan baik.
Oleh karena jauhnya jarak antara tempat penangkapan ikan dan tempat penjualan untuk konsumsi, maka cara lama yang dipakai untuk mengawetkan ikan ialah dengan cara menjemur, tanpa atau dengan penambahan garam.  Ikan dapat diawetkan dengan tambahan sedikit garam saja, sehingga tidak rusak selama 1 atau 2 hari.  Akan tetapi ikan dapat juga dijemur dan diberi garam banyak agar bertahan lebih lama bila disimpan.  Cara pengawetan lain adalah dengan dibuat menjadi pindang ikan, yaitu ikan dimasak dengan garam dan bumbu.  Penambahan garam seringkali tidak harus diikuti dengan tindakan penjemuran.  Maka terkadang dijumpai ikan pindang asin (diberi garam namun tidak dijemur) yang berbeda dengan ikan asin (yang diberi garam lalu dijemur).
Cara pengawetan ikan yang umum adalah dengan cara pembekuan. Dengan cara ini, ikan segar dalam waktu singkat akan menjadi beku dengan bantuan penurunan suhu jauh di bawah nol derajat celcius.  Dalam keadaan tetap beku, ikan konon bahkan bisa disimpan selama 6 bulan!
Terasi dan kerupuk ikan bukanlah sumber protein.
Terasi merupakan hasil olahan ikan atau udang.  Kerupuk udang atau kerupuk ikan juga merupakan olahan ikan atau udang yang sering digunakan sebagai teman makan atau pun teman minum teh. Baik terasi dan kerupuk sebagai olahan ikan atau udang, keduanya bukanlah sumber protein. Terasi bukan sumber protein oleh karena pemakaiannya sedikit sekali, hanya sebagai penyedap saja, dan kerupuk bukan pula sumber protein karena bahan campurannya jauh melebihi jumlah ikan atau udang yang digunakan dalam proses pembuatannya.

Comments (1) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.