Arsip untuk Kesehatan dan Nutrisi

Jamur – Makanan Berkhasiat Bagi Kesehatan

Oleh : Haryo Bagus Handoko, SP

Sudah banyak hasil penelitian yang membuktikan bahwa pemanfaatan bahan makanan tertentu dapat meningkatkan derajad kesehatan manusia, membentuk tubuh yang indah, menjaga tubuh agar tetap awet muda, dan bahkan bisa memperpanjang umur manusia.  Menurut hasil penelitian, beberapa jenis jamur mempunyai khasiat memperpanjang umur hidup seseorang.  Mungkin ada benarnya bila Anda menyimak ulasan berikut ini.
Diantara kita tentunya sudah banyak yang mengenal bahan makanan yang satu ini.  Apalagi kalau bukan jamur yang sudah dikenal umat manusia sejak ribuan tahun lalu sebagai makanan lezat nan mewah para raja.  Sepanjang sejarah, jamur sudah dikenal oleh peradaban manusia, mulai dari jamur yang tumbuh di atas kayu yang lapuk, hingga jamur yang dibudidayakan oleh manusia.  Jamur banyak dimanfaatkan sebagai sayuran yang berkalori rendah, sedikit lemak namun kaya akan protein, karbohidrat, serat, vitamin, garam mineral dan asam amino.  Sementara itu dari 8 macam asam amino yang dibutuhkan manusia, 6 – 7 macam diantaranya dikandung oleh jamur.
Sampai saat ini konsumsi jamur masih terbatas pada kalangan menengah ke atas.  Umumnya jamur yang berkualitas tinggi ditemui di supermarket-supermarket yang ada di kota-kota besar.  Ada begitu banyak jenis jamur yang bisa dimakan, namun umumnya hanya beberapa jenis yang dikenal luas di Indonesia, diantaranya adalah jamur tiram (Pleurotus sayor caju  dan Pleurotus obalonus), jamur kuping (Auricularia polytricha), dan jamur Champignon (Agaricus bisporus).  Di Indonesia, tampaknya tidak banyak perusahaan yang bergerak di bidang usaha budidaya jamur, mengingat komoditi yang satu ini tidak bisa disimpan terlalu lama, sehingga membutuhkan jalur distribusi yang cepat dan baik selain ruang penyimpanan (cool storage) yang baik agar komoditi ini tidak cepat busuk.  Selain itu kendala yang lain yang biasa dihadapi pengusaha budidaya jamur adalah bahwa tidak semua jenis serbuk kayu bisa dijadikan sebagai media tumbuh bagi jamur.  Yang paling baik adalah serbuk kayu yang diperoleh dari jenis kayu sengon laut (Albizzia falcataria) dan kayu randu (dari pohon kapuk randu).  Dengan menggunakan serbuk kayu dari jenis kayu tersebut maka hasil dan kualitas jamur yang dihasilkan juga akan lebih baik.
Budidaya jamur sendiri sebenarnya tidaklah terlalu rumit.  Serbuk kayu (serbuk gergaji) dilapukkan selama kurang lebih satu bulan, kemudian ditambahkan dengan unsur hara yang diperoleh dari pemberian pupuk dasar NPK lengkap.  Dengan perbandingan urea, SP36 dan KCl  sebanyak 1 : 1 : 1.  Serbuk kayu dimasukkan ke dalam polybag untuk dikukus atau dimasak selama 8 jam nonstop pada suhu 100 derajat celsius, kemudian diinokulasikan agar keluar miseliumnya.  Jika miselium sudah terbentuk ¾ bagian, maka berarti sudah siap unuk dimasukkan ke dalam ruang tanam.  Suhu ruang tanam diatur agar tetap konstan 25 – 26 derajat celsius.  Kelembaban dipertahankan pada kisaran 80 – 90%.  Penyiraman dilakukan 3 kali sehari, yaitu pagi, siang dan malam.  Sebaiknya gunakan air sumber atau air pegunungan setiap kali penyiraman agar bebas dari bahan kimia.  Bibit jamur biasanya didatangkan dari Taiwan atau Jepang.
Seorang pakar jamur, Roy Gender, dalam bukunya “Mushroom Growing for Every One” menyebutkan khasiat jamur.  Di Amerika misalnya jamur digunakan untuk pengobatan kekurangan darah (anemia), karena mengandung folic acid yang lebih tinggi daripada sayur bayam dan hati sapi.  Orang Perancis mengkonsumsi jamur untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan juga agar terhindar dari penyakit kanker.  Di Perancis, jamur biasa dikonsumsi seperti layaknya sayur mayur.
Yu Hsuen Yu, spesialis jamur dari Taiwan sempat menyebutkan beberapa jenis jamur yang dapat dimakan yaitu jamur Champignon, jamur tiram, jamur kuping dan jamur Shitake.  Dalam jamur, terkandung komposisi beraneka zat yang baik untuk kesehatan.  Sebagai contoh, jamur Champignon mengandung air,  protein,  lemak,  gula,  abu,  kalsium, fosfor, kalium, zat besi, tembaga, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, Niacin, dan Panthotenic acid.  Sementara pada jamur tiram mengandung air, protein murni, lemak kasar, nitrogen terlarut, gula reduksi, pentose, methyl pentose, gula rangkap, hexose, serat kasar, abu dan zat-zat terlarut lainnya.
Selain meningkatkan kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari resiko serangan penyakit kanker, mengkonsumsi jamur juga dipercaya dapat memperhalus kulit wajah dan kulit tubuh, sehingga semakin banyak kaum wanita yang mengkonsumsi jamur untuk kesehatan dan kecantikan.  Sebenarnya masih banyak khasiat jamur bila dikonsumsi secara rutin, yaitu antara lain dapat mengatasi kolesterol, diabetes, hipertensi dan avitaminosis (kurang vitamin).  Bagi penderita ginjal, mengkonsumsi jamur diyakini dapat memperlancar proses metabolisme tubuh karena kandungan kalorinya cukup tinggi (200 kal/100 gr bahan segar).  Dengan mengkonsumsi jamur secara rutin dalam menu makanan, semoga bisa semakin meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.

Komentar (5) »

Tempe – Makanan Unggulan Masa Depan

Oleh : Haryo Bagus Handoko, SP

Tempe telah lama dikenal sebagai bahan pangan lauk bagi masyarakat Indonesia. Walau beberapa kalangan menganggap remeh bahan pangan murah ini sebagai makanan kalangan menengah ke bawah, namun sebetulnya bahan pangan yang satu ini tidak boleh dipandang remeh. Sebagai bahan pangan yang dibuat dari kedelai melalui proses fermentasi, berbagai perubahan biokimia oleh mikrobia berlangsung pada pembuatan tempe. Para pakar pangan dan gizi telah berhasil mengungkapkan bahwa perubahan-perubahan tersebut dinilai dari gizi menguntungkan. Penelusuran dokumen sejarah membuktikan bahwa tempe telah dibuat di Indonesia sejak dahulu. Tempe diyakini berasal dari Jawa yang selanjutnya menyebar ke berbagai daerah, sejalan dengan penyebaran masyarakat Jawa yang berimigrasi ke wilayah nusantara dan ke mancanegara. Pengamatan terhadap teknologi pembuatan tempe juga semakin menguatkan asal tempe dari Jawa, khususnya dari Jawa Tengah dan lebih khusus lagi yaitu berasal dari wilayah Yogyakarta dan Solo. Kata “tempe” bila dikaji lebih lanjut tampaknya berasal dari bahasa Jawa kuno, dan bukannya berasal dari bahasa Cina. Kisah yang dihimpun dalam Serat Centhini diperkirakan terjadi pada tahun 1600-an. Saat itu kerajaan Mataram di bawah pimpinan Sultan Agung Anyakrakusuma menaklukkan Giri, mengakibatkan putra-putri Giri melarikan diri dan berkelana ke seluruh pelosok pulau Jawa. Kata “tempe” ditemukan pada “Serat Centhini” jilid 3 yang menggambarkan perjalanan Mas Cebolang dari Candi Prambanan menuju Pajang dan mampir di dusun Tembayat wilayah Kabupaten Klaten. Bahwa tempe dibuat dari kedelai dipertegas dalam Surat Centhini jilid 12, yang menggambarkan perjalanan Jayengresmi dan rekan-rekannya, sampai di dusun Bustam yang termasuk wilayah kerajaan Mataram, Jawa Tengah. Mereka kemudian dijamu oleh Ki Arsengbudi, dan salah satu hidangan yang disuguhkan adalah tempe kedelai serundeng. Kenyataan ini menunjukkan bahwa dalam pembuatan tempe terkandung budaya nenek moyang yang memiliki nilai tinggi. Pengolahan tempe di Indonesia pada dasarnya sangat bervariasi dan belum ada standar yang dapat digunakan secara nasional untuk pengukuran terutama dalam hal kualitasnya. Pada prinsipnya perlakuan pendahuluan adalah menyiapkan biji kedelai mentah menjadi matang tanpa kulit dan mempunyai kondisi yang cocok untuk pertumbuhan kapang. Banyaknya variasi proses tersebut, mengakibatkan keragaman dalam produk tempe yang dihasilkan. Hal ini menimbulkan kesulitan apabila dikembangkan menjadi produk tempe generasi kedua maupun ketiga. Padahal produk lanjutan ini bisa jadi mempunyai nilai tambah (secara ekonomi) berpuluh kali lipat. Ragi tempe tidak hanya dijualbelikan dalam bentuk usar, tetapi ada pula yang berbentuk tepung atau bubuk. Ragi tempe jenis ini telah diproduksi oleh LIPI Bandung sejak tahun 1976. Di luar negeri seperti Jepang dan Eropa, produsen tempe menggunakan biakan murni kapang Rhizopus oligosporus NRRL 2710 yang merupakan strain paling baik untuk tempe. Penyebaran tempe di luar negeri banyak dipengaruhi oleh kehadiran orang Indonesia khusunya suku Jawa serta warga Belanda yang pernah menetap di Indonesia. Di Eropa tempe mulai populer melalui orang-orang Belanda, menurut Stahel, pada tahun 1946, tempe mulai diperkenalkan di Amerika. Tempe juga berkembang di negara Jepang yang dirintis oleh Kiku Murata seorang guru besar di Universitas Osaka yang juga pendiri Japanese Tempeh Society. William Shurtleff dan Akiko Aoyagi pada tahun 1984 pernah menerbitkan monograf “sejarah tempe” dan telah mengakui asal tempe secara turun temurun berasal dari Jawa (Indonesia). Temuan rujukan pertama didapatkan tahun 1875. Sebagai gambaran, yang sempat tercatat oleh Soy-Foods Centre di California (Amerika) terdapat 616 dokumen yang diterbitkan mengenai tempe, dan juga masih ada 247 dokumen arsip yang masih belum diterbitkan. Sebagian proses telah dipatenkan di Amerika maupun Jepang. Disamping itu telah diidentifikasi 423 produk komersial tempe. Pada tahun 1984 tercatat 18 perusahaan tempe di Eropa, dan di Amerika melonjak dari sejumlah 13 perusahaan (di tahun 1975) menjadi 53 perusahaan di tahun 1984. Sekarang diperkirakan jumlahnya lebih dari 100 perusahaan mengingat banyaknya produk generasi kedua yang dihasilkan. Bahkan di Jepang, diyakini bahwa tempe dapat menjadi obat bagi penyakit AIDS, walau hal ini masih dalam taraf penelitian, seperti halnya bawang putih yang juga diyakini suatu saat dapat menyembuhkan AIDS. Sungguh ironis bahwa perkembangan industri tempe di tanah air justru kurang menggembirakan. Inovasi-inovasi baru produk tempe olahan masih jauh dari yang diharapkan, apalagi bila dibandingkan dengan negara-negara Eropa, Jepang dan Amerika yang sudah lebih dulu mengembangkan produk olahan tempe generasi kedua dan ketiga. Agaknya di tanah air, potensi tempe masih dimanfaatkan oleh industri-industri rumah tangga yang berskala kecil. Bahan pangan yang telah mendunia ini tampaknya masih tetap dipandang sebelah mata karena terkait dengan selera masyarakat yang masih menganggap tempe sebagai makanan kelas bawah. Meski masih sering dipandang sebagai produk makanan kalangan bawah, ternyata tempe memiliki nilai gizi yang tinggi. Tempe bermanfaat sebagai makanan fungsional yang menambah asam amino, menurunkan dampak kolesterol serta bermanfaat dalam penanggulangan diare, serta masih banyak sederet fungsi positif dari bahan pangan yang satu ini terhadap kesehatan manusia. Aktivitas mikroorganisme selama proses pengolahan menyebabkan tempe mempunyai nilai gizi lebih daripada sekedar kedelai. Fermentasi kedelai menjadi tempe telah mengubah aroma kedelai yang langu menjadi aroma khas tempe yang gurih. Tempe mempunyai beberapa sifat yang berguna bagi kesehatan. Kandungan proteinnya sangat lengkap, terdiri dari 8 macam asam amino esensial. Makanan ini pun memiliki kandungan vitamin B12 yang tinggi. Kolesterol yang selama ini menjadi momok bagi penderita penyakit jantung koroner, konon dapat ditekan setelah mengkonsumsi tempe. Tempe memiliki tekstur seluler yang unik sehingga mudah dicerna dan diserap oleh usus halus. Bahkan dalam tempe terdapat zat berkhasiat antibiotik dan stimulasi pertumbuhan yang sangat baik bagi manusia. Enzim-enzim yang dihasilkan kapang/jamur tempe selama proses fermentasi kedelai menimbulkan perubahan pada protein, lemak maupun karbohidrat. Kadar protein tidak meningkat, tetapi jumlah nitrogen terlarutnya bertambah 0,5 – 2,5%. Beberapa asam amino meningkat kadarnya berkisar antara 5 hingga 10 %. Aktivitas enzim lipolitik menguraikan lemak pada kedelai menjadi asam lemak bebas. Asam lemak bebas dalam kedelai rebus berjumlah 0,5% meningkat menjadi 21% dalam tempe. Karbohidrat yang berupa oligosakarida juga diuraikan, sehingga tidak terjadi pembentukan gas dalam perut yang menyebabkan kembung. Oleh sebab itu, tempe dapat dianjurkan sebagai makanan bergizi tinggi bagi bayi atau anak-anak. Dalam proses fermentasi kedelai menjadi tempe dihasilkan enzim fitase, lipase, protease dan amilase yang dapat membantu proses pencernaan dan penguraian lemak, protein, dan zat pati yang berasal dari makanan lain yang dikonsumsi. Tempe bukan hanya sumber protein tetapi juga mengandung mineral makro dan mikro dalam jumlah yang cukup. Selama proses fermentasi terjadi peningkatan ketersediaan zat besi dan mineral seng. Proses penuaan dapat dihambat apabila dalam makanan yang dikonsumsi mengandung senyawa antioksidan yang cukup untuk mencegah oksidasi. Ternyata tempe mengandung alfa dan rho tokoferol yang merupakan antioksidan yang sangat potensial mencegah oksidasi. Di samping itu, ketersediaan kalsium dan zat besi akan meningkat dengan adanya fermentasi tempe. Demikian pula ketersediaan mineral seng pada tempe cukup besar. Oleh karena itu potensi tempe dalam mencegah oksidasi maupun sebagai pembersih radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh, perlu dikembangkan dalam upaya mencegah penuaan secara dini. Tempe sebagai produk teknologi asli Indonesia yang unggul dalam aspek gizi harus terus dikembangkan. Pola konsumsi masyarakat yang menganggap tempe sebagai makanan rendahan harus dihilangkan. Juga perlu ditunjang adanya pengendalian kualitas yang baik sehingga tempe benar-benar dapat dijadikan produk andalan Indonesia.

Komentar bertahan »

KADAR SULFIT YANG MEMBAHAYAKAN DALAM GULA MERAH

Oleh : Haryo Bagus Handoko, SP

Pengolahan bahan pangan seringkali menggunakan bahan tambahan khususnya sulfit untuk pengawetan.  Tetapi sering kali tidak memperhatikan batasan yang telah ditetapkan.  Dalam pengolahan hasil pertanian terutama bahan pangan, saat ini memang perlu adanya penambahan zat aditif dari bahan-bahan tertentu, misalnya bahan pengawet, yang bertujuan untuk mempertahankan bahan pangan dari serangan mikroorganisme.  Namun perlu diingat, bahwa dalam pemberian zat tambahan tersebut haruslah sesuai dengan standard yang telah ditetapkan oleh Departemen Kesehatan maupun Departemen Perindustrian.
Saat ini banyak sekali ditemukan bahan pangan atau bahan pangan olahan yang mengandung residu zat tambahan yang melebihi ambang batas maksimum yang dianjurkan.  Misalnya saja kandungan residu sulfit / SO2 (merupakan zat aditif untuk menghambat pertumbuhan jamur, khamir dan kadang-kadang bakteri selama dalam penyimpanan) yang terkadang melebihi batas maksimum yang telah ditentukan.  Perlu diketahui bahwa zat aditif sulfit mempunyai sifat karsinogenik (stimulan penyebab penyakit kanker).
Karena kurangnya pengetahuan para pengusaha industri rumah tangga sebagai penghasil gula merah terkadang menjadi penyebab penambahan zat aditif secara berlebihan.  Terkadang alasan lain yang sering muncul adalah hasil produk jadi yang kelihatan lebih bagus warna penampilannya bila diberi zat tambahan berupa sulfit, walau terkadang jumlah yang ditambahkan melampaui jumlah yang ditetapkan.  Tampilan yang menarik adalah yang paling sering menjadi alasan mengenai penambahan zat aditif sulfit secara berlebih, padahal secara kualitas, dengan semakin banyak penambahan sulfit pada gula merah, maka semakin tidak layak produk tersebut untuk dikonsumsi.
Sulfit merupakan senyawa kimia yang memiliki sifat korosif dan berbentuk gas, sehingga dapat menempati ruang kosong di mana senyawa tersebut berada.  Ruang kosong ini ada hubungannya dengan mekanisme perusakan struktur protein dalam mikroorganisme.  Penggunaan sulfit dalam bahan pangan biasa dikenal dengan istilah sulfitasi.  Sulfitasi dalam bahan pangan tersebut biasanya menggunakan sodium metabisulfit (Na2SO2O5) teknis.  Untuk memperkecil residu sulfit di dalam bahan pangan maka sodium metabisulfit dapat dikombinasikan dengan senyawa organik lain yang berfungsi mirip dengan sodium metabisulfit, antara lain adalah senyawa tannin yang diekstrak dari bahan kulit kayu nangka, kulit kayu mente, sabut kelapa, dan dari kulit manggis.  Di samping itu juga bisa ditambahkan kurkumin yang diekstrak dari rimpang kunyit.  Senyawa tannin berfungsi membantu sodium metabisulfit untuk menonaktifkan enzim, karena dapat menyebabkan denaturasi protein yang dikandung dalam mikroorganisme.  Sedangkan kurkumin digunakan untuk membunuh mikroorganisme, karena bersifat sebagai antimikroorganisme.  Kedua zat tersebut kemudian dilakukan aktivasi (proofing) sehingga penggunaan zat organik tersebut relatif lebih sedikit, sehingga tidak menimbulkan dampak kadar abu yang tinggi pada makanan hasil olahan.  Sedangkan untuk menstabilkan hasil formulasi, diperlukan penambahan KCl agar pH-nya tidak berubah.  Di samping KCl itu sendiri juga berfungsi sebagai desinfektan terhadap mikroorganisme.  Dengan demikian maka penggunaan sodium metabisulfit relatif lebih sedikit. Dengan formulasi ini, maka residu sulfit pada gula merah atau gula kelapa dapat ditekan hingga 150 – 170 ppm.  Residu sulfit yang ditemukan pada gula merah yang banyak beredar di pasaran, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh universitas maupun lembaga konsumen, mengandung residu sulfit rata-rata di atas 500 ppm, sedangkan batas maksimum yang diperbolehkan adalah 300 ppm.  Oleh karena itu, konsumen perlu lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan olahan produk industri rumah tangga, lebih-lebih yang tidak mempunyai sertifikat yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan.  Dalam jangka panjang, resiko mengkonsumsi produk makanan olahan yang tidak tersertifikasi secara baik ataupun yang lolos dari pengawasan berkala dari Departemen Kesehatan maupun Departemen Perindustrian dapat membahayakan kesehatan masyarakat.  Penyuluhan dan pengawasan secara ketat dari pemerintah sebaiknya perlu terus menerus dilakukan demi terjaganya kualitas serta keamanan bahan pangan dan produk olahan yang beredar secara luas dan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat.

Komentar bertahan »

SEKILAS TENTANG ROTI YANG BERKUALITAS

Oleh : Haryo Bagus Handoko, SP

Pada mulanya biji-bijian (beras, jagung, sorgum) digunakan pada pembuatan berbagai hidangan tetapi lama kelamaan juga dipakai untuk membuat kue berikut campuran dengan madu, minyak, arak, aneka padi-padian, buah dan daging.  Sebenarnya penemuan roti fermentasi adalah secara kebetulan saja yaitu oleh orang-orang Mesir yang menggunakan ragi, sisa dari pembuatan roti dan ampas anggur yang kemudian diuleni dengan terigu dan dijemur di bawah sinar matahari.  Pembuatan roti fermentasi ini kemudian menyebar dengan cepat oleh karena pembuatannya tidak menyimpang dari pembuatan roti tradisional yang umum dimakan oleh tentara Romawi.  Pada abad pertengahan, roti tradisional ini dipakai sebagai pengganti piring yang kemudian dimakan atau diberikan kepada fakir miskin.
Pembuatan roti secara komersial.
Terigu yang telah digiling halus dan disimpan paling sedikit 15 hari dimasukkan ke dalam tempat yang cekung lalu tambahkan ragi dan air hangat ke bagian tengah terigu dan campur hingga rata.  Ragi (ragi alkohol dan jamur-jamur sejenis) yang membuat adonan berfermentasi penting pada pemindahan gula ke alkohol dan karbondioksida.  Tinggalkan ulenan ini selama 4-5 jam agar berbentuk adonan biang.  Tambahkan terigu dengan berat yang sama untuk mendapatkan ‘biang pertama’ dan tambahkan tepung terigu lagi akan memberikan ‘biang kedua’.  Pada saat ini roti akan bertambah besar setengah atau sepertiga besar roti semula. Pada ulenan yang terakhir tambahkan sisa terigu dan basahi adonan dengan air garam hangat.  Pekerjaan ini berat bila dilakukan dengan tangan.
Adonan kemudian dibagi-bagi menjadi beberapa bagian kemudian biarkan sejenak agar mengembang, membesar, merekah lalu diuleni menjadi satu kembali.  Pekerjaan ini harus dikerjakan dengan cepat.  Pada perusahaan-perusahaan roti modern, tahap-tahap tersebut dikerjakan dengan mesin.  Bila ulenan sudah lengkap, biarkan dahulu sambil ditutup dengan serbet.  Roti yang diuleni dengan ragi dadak lebih putih dan lebih gurih dibandingkan dengan roti yang diuleni dengna ragi yang sebelumnya harus dilarutkan lebih dahulu.
Melalui kerja ragi, karbondioksida akan terbebaskan. Bila adonan sudah mengembang dua kali dari besar semula, adonan dibagi-bagi lalu ditaburi dengan terigu, tepung beras atau tepung jagung yang sudah dihaluskan kemudian masukkan ke dalam oven.
Panaskan oven antara 220-300°C (425°F-575°F), agar permukaan roti lebih cepat kering sementara sebelah dalamnya melanjutkan fermentasi.  Karbondioksida akan membuat adonan mengembang, membentuk pori-pori di bagian tengah roti sehingga menyebabkan permukaan roti menjadi besar.  Apabila suhu di dalam roti sudah mencapai 60°C (140°F), pati berubah menjadi gumpalan pati. Dan bila suhu sudah mencapai 100°C (212°F), kulit roti menjadi keras disebabkan hilangnya sebagian air karena evaporasi (penguapan).
Bila suhu dalam oven (yang dapat pula turun sementara roti dimasukkan ke dalamnya) telah mencapai 200°C (400°F), pati akan terbakar.  Uap air kemudian ditambahkan ke dalam oven (atau oven disemprot air) untuk menghindari kulit roti terlalu keras.  Waktu pembakaran bermacam-macam tergantung ukuran roti demikian pula halnya dengan jumlah air yang hilang.
Bila fermentasi berlebihan maka karbondioksida akan terbebaskan sebelum dimasukkan ke dalam oven akibatnya roti menjadi lebih berat dan padat dengan rongga-rongga di antara remahan dan kulit roti.  Alkohol yang terbentuk selama fermentasi akan menguap pada waktu pembakaran seperti halnya karbondioksida yang terbebaskan pada waktu pendinginan.  Proses kondensasi dari uap air terjadi pada waktu pendinginan yang menyebabkan roti menjadi berlemak dan mengkilat.
Kualitas roti.
Kualitas roti yang baik haruslah memiliki kulit bawah yang berwarna kuning muda atau coklat muda dan kulit atas yang berwarna kuning tua atau coklat muda yang sebaiknya pula tebal menggelembung dan beresonansi (berbunyi) bila diketuk-ketuk.  Kulit harus kuat melekat pada remahan.  Dan bila mengiris roti maka irisan roti harus cepat kembali ke bentuk semula.  Remahan roti harus homogen tanpa gumpalan putih atau kuning dan tanpa bintik ungu, merah atau hitam.  Sebaiknya tidak melekat di jari (itu berarti adonan jelek) atau terlalu kecil (tandanya fermentasi belum cukup), aroma roti harum, rasanya enak dan gurih.
Bila remahan roti terlalu putih itu menandakan adanya tepung beras, bila remah berwarna coklat keabu-abuan menunjukkan adanya tambahan gandum.  Bila disimpan untuk waktu yang lama, roti akan menjadi tua, remahan akan mengering dan kulit roti melunak.  Ini menyebabkan roti kehilangan banyak air (roti tua hanya mengandung kira-kira 1% air dibandingkan roti segar). Dengan memanaskan roti tua (yang akan menyebabkan roti mengeluarkan kira-kira 3%  air) proses destilasi akan tercapai.  Cairan dari roti akan masuk ke dalam remahan sehingga memberikan kesan bentuk roti segar.
Macam-macam roti.
Di Perancis, roti-roti tradisional (pain ordinaire atau pain de menage) berbentuk silinder dan panjang. Bagian atasnya tawar dan dipotong miring atau paralel.  Roti ‘boulot’ atau ‘bouleau’ berbentuk sama tetapi dengan taburan tepung di atasnya. Roti ‘polka loaf’ panjang atau bulat dengan kulit roti keras, dipotong dengan dekorasi berbentuk lozenge (bulat).  ‘Split loaf’ terbuat dari paduan dua roti yang panjangnya sama, lebih tebal dengan sedikit kulit roti.  ‘Round loaf’ adalah jenis roti tradisional berbentuk menggelembung pada bagian atasnya dan ‘crown loaf’ yang seperti namanya, terdapat bentuk melingkar di bagian tengah roti.
‘Vienna loaf’ adalah jenis roti yang diuleni dengan susu kaleng atau ‘Pan loaf’, berbentuk seperempat dengan kulit roti yang amat tipis.  Di Prancis, roti ini dibakar, dipotong-potong persegi untuk camilan (canapes), sebagai hiasan atau dipotong-potong sampai kering (crouton) ataupun sebagai roti isi.  Adonan yang dibuat antara pembuatan roti dan kue-kue kecil adalah adonan brioche dan roti berbentuk bulan sabit (croissant).   Roti mengandung sedikit atau banyak barn (sejenis gandum) dari sari biji-bijian serta endosperma yang secara teoritis mengandung banyak zat-zat makanan tetapi tidak mudah dicerna oleh usus, sehingga keadaan yang lebih jauh akan menimbulkan kesulitan. ‘Wholemead bread’ mengandung seluruh bagian gandum.  Di beberapa tempat di Jerman, roti hitam (pumpernickel) terbuat dari gandum yang digiling kasar.
Tepung terigu umum digunakan untuk roti jenis baik tetapi di beberapa negara gandum adalah bahan pokok untuk roti.  ‘Barley bread’ adalah roti yang dibuat dari barley (sejenis gandum juga) dan terigu.  Roti ini amat kasar dan biasa disimpan dalam bentuk segar untuk waktu yang lama.  Secara bergurau orang barat kerap mengatakan istilah sindiran seperti misalnya ‘sekasar roti barley’, karena barley memang sukar dikupas.  ‘Gluten bread’ diproduksi untuk penderita diabetes yaitu dengan menambahkan gluten ke dalam adonan.  Roti mengandung 40% pati.  ‘Unleavened bread’ (roti tidak beragi) lebih sedikit dipakai dibandingkan dengan roti-roti tradisional, meskipun demikian di beberapa negara seperti Swedia misalnya roti ini disajikan bersama hors-d’oeuvre’ (makanan pembuka).
Pemalsuan roti.
Cara yang banyak dilakukan orang untuk memalsukan roti (roti berkualitas jelek seakan berkualitas baik) adalah dengan memasukkan air sebanyak mungkin ke dalam adonan roti.  Tetapi ada pula yang memalsukannya dengan cara memasukkan tepung yang jelek ke dalam gluten serta menambahkan pula beberapa bahan lain yang secara kimiawi dapat mempercepat proses pembuatan roti.  Proses ini akan menghancurkan zat-zat makanan sehingga sama sekali tidak menunjang bagi orang yang sedang berdiet.
Roti sulit dicerna.
Di Perancis, dan di banyak negara lain, roti merupakan makanan pokok di mana anak-anak juga diajarkan untuk memakan roti secara rutin sebagai sumber energi bagi tubuh.  Roti dapat pula dimakan bersama aneka penganan lain.  Kulit roti lebih mudah dicerna daripada remah-remahnya, tetapi sebetulnya keduanya sulit dicerna dengan baik.  Perbedaan antara kulit roti dan remah-remah roti terletak pada jumlah kandungan air di dalamnya.  Di antara macam-macam roti yang ada maka roti tawar putih adalah yang paling buruk dan sulit dicerna.  Pada waktu-waktu dahulu roti ini disajikan untuk kalangan atas para bangsawan eropa, walau sekarang sudah umum dikonsumsi oleh semua kalangan di seluruh dunia.  Kejelekan roti tawar putih adalah karena roti ini hanya enak dimakan dalam keadaan segar, dan bila sudah beberapa jam dibiarkan maka roti biasanya akan menjadi alot dan sulit dicerna saat saat dimakan.
Roti untuk diet.
Sebenarnya para ahli gizi tidak sepenuhnya setuju pada kandungan gizi dalam ‘wholemead bread’ tetapi mereka juga tidak sepenuhnya setuju pada roti tawar putih sebagai makanan ideal selama roti tersebut berasal dari gandum yang ditanam di daerah berbatu-batu, diasamkan dengan ragi asli dan dibakar dalam oven dengan bara kayu api.
‘Wholemead bread’ sebenarnya masih merupakan makanan ideal tetapi konsumen hendaknya yakin bahwa roti tersebut benar-benar ‘wholemead bread’ dan bukan roti yang terbuat dari campuran tepung terigu dengan barn ataupun roti yang diperkaya dengan sari gandum atau bahan-bahan lainnya.  Roti yang baik dibuat dari tepung terigu asli, diasamkan dengan ragi asli dan dibakar di atas bara api.  Bagaimana pun tidak semua lambung manusia dapat dengan mudah mencerna ‘wholemead bread’.  Perlu dicatat, bahwa ‘wholemead bread’ tidak sesuai dimakan dengan roti tradisional.  Juga, ‘wholemead bread’ tidak sesuai dimakan dengan roti yang terlalu berempah atau berbumbu maupun minuman beralkohol, karena efek samping yang umum terjadi adalah gejala sakit perut bagi yang lambungnya sensitif.  Menurut para ahli gizi, ‘wholemead bread’ sebenarnya hanya cocok bagi mereka yang benar-benar vegetarian.

Komentar (1) »

COKLAT SEBAGAI BAHAN MAKANAN OLAHAN BERGIZI

Oleh : Haryo Bagus Handoko, SP

Bubuk coklat dan produk-produk makanan olahan dari coklat yang lain sebenarnya terbuat dari biji buah tanaman yang berasal dari Trinidad (Amerika Selatan).  Di tanah air, pohon tersebut dikenal dengan nama pohon coklat, yang bernama latin Theobroma cacao.  Pohon coklat tumbuh di daerah tropis, pada ketinggian 10 hingga 500 meter di atas permukaan laut.  Di Indonesia, pohon coklat banyak terdapat di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sumatra Utara.  Pohon coklat umumnya dapat mencapai tinggi 5 – 6 meter, dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun sejak umur 4 -5 tahun.  Batangnya merupakan tumbuhan berkambium yang dapat berdiri kokoh berkat adanya akar tunggang yang tumbuh kuat. Daun yang tua berwarna hijau, sedang yang muda berwarna hijau kemerahan.  Bunganya berwarna putih, sedangkan buahnya berwarna ungu atau kuning.  Bentuk dan ukuran buah berbeda, tergantung jenis tanaman coklatnya, yang umumnya biasa tumbuh bergelantungan di pohon dan mempunyai panjang antara 15 – 20 cm.
Pengolahan coklat.
Setiap buah coklat terdiri atas kulit buah, biji coklat dan pembungkus biji coklat (sekam buah).  Kulit buah biasanya dibuang, tetapi kadang-kadang digunakan sebagai makanan ternak setelah diproses lebih dulu.  Sekam buah (pembungkus biji) pada umumnya langsung dibuang atau untuk pupuk, sedangkan biji buahnya diambil dan diolah agar dapat dikonsumsi manusia.
Pengolahan coklat di perkebunan biasanya hanya sampai pada tahap pengeringan biji coklat.  Untuk memperoleh biji coklat yang kering, buah mengalami beberapa proses pengolahan khusus yaitu pengupasan buah, fermentasi, pencucian, pengeringan dan sortasi.  Selanjutnya sebelum dibuat bubuk coklat dan produk olahan lainnya, dilakukan penggarangan biji coklat (disangrai).  Tahap fermentasi dan penggarangan, pada pengolahan di atas, merupakan tahap pengolahan yang penting, sebab tahap tersebut sangat mempengaruhi sifat organoleptik dan komposisi kimia produk akhir.
Rasa dan aroma khas coklat sebagian besar terbentuk setelah dan selama proses fermentasi yang disempurnakan oleh proses penyangraian (penggarangan).  Rasa coklat dipengaruhi oleh kandungan senyawa-senyawa alkaloid.  Theobromin dan kafein menyebabkan rasa pahit dan rasa kecanduan, sedangkan tanin mengandung rasa yang tajam (astringency).  Selama fermentasi kandungan theobromin dan kafein menurun, sehingga rasa pahit coklat berkurang.  Demikian pula rasanya yang tajam (astringency) juga menurun akibat zat tanin sudah banyak berkurang akibat teroksidasi.  Hal inilah yang menyebabkan sebagian besar harga coklat ditentukan oleh kandungan tanin yang belum teroksidasi.  Aroma khas coklat terbentuk dari bahan-bahan hasil pemisahan senyawa-senyawa semacam glukosida. Glukosida tersebut diuraikan oleh suatu enzim menjadi komponen-komponen penyusunnya, seperti gula, dan senyawa alkohol serta aldehid.  Senyawa aldehid inilah yang menimbulkan aroma coklat karakteristik.
Penyangraian biji coklat.
Penggarangan atau penyangraian juga merupakan tahap yang penting sebab tahap ini berfungsi menyempurnakan aroma dan rasa coklat selama proses.  Panas dari penyangraian menyebabkan zat-zat yang terbentuk selama fermentasi (mempunyai rantai panjang) berubah menjadi molekul rantai pendek dan bersifat mudah menguap.  Zat-zat tersebut (aldehid, asam amino bebas, gula dan sebagainya) menguap pelan-pelan dan menimbulkan bau aroma khas yang dapat ditangkap oleh indra penciuman.  Rasa coklat semakin baik dengan bertambahnya kekerasan biji dan komposisi gula, asam serta alkaloid yang tepat.  Dengan pemanasan dalam penyangraian, warna coklat lebih baik dan tidak berubah lagi sehingga lebih sedap bila dilihat.
Biji-biji yang telah disangrai, sebelum dikonsumsi, biasanya diolah lebih lanjut sesuai dengan tujuan penggunaan coklat.  Pengolahan tersebut biasanya berupa penghancuran sehingga diperoleh bubuk coklat, lalu diikuti dengan pencampuran berbagai bahan tambahan lain, seperti gula, susu, dan sebagainya (tergantung selera yang memasak).  Bubuk coklat dapat dibuat minuman seperti lazimnya orang membuat kopi atau teh.  Minuman dari coklat tergolong dalam minuman yang tidak beralkohol (non alkoholic beverages).  Dari coklat selain dapat dibuat minuman, dapat juga digunakan sebagai bahan makanan seperti manisan coklat, atau gula-gula coklat dan aneka kue coklat.  Pengolahan lebih lanjut biji coklat dapat menghasilkan minyak coklat dan mentega coklat.  Dalam penyajian makanan, coklat selain sebagai bahan dasar, dapat juga digunakan sebagai penghias makanan bergizi.  Hiasan tersebut dapat berupa kombinasi warna, aroma, maupun bentuk.  Partisipasinya sebagai penghias makanan bergizi tidak dapat dipungkiri lagi.

Komentar (1) »

MENGKONSUMSI HIDANGAN LAUT DEMI KESEHATAN

Oleh : Haryo Bagus Handoko, SP

Ikan laut atau ikan air tawar memang lebih murah daripada daging.  Namun kandungan atau nilai gizinya tak kalah dengan daging.  Ikan sangat baik untuk anak-anak maupun remaja yang sedang tumbuh, juga untuk orang dewasa.  Sebagai sumber gizi keluarga, ikan sebaiknya paling sedikit sekali dalam seminggu dihidangkan.
Menurut Daftar Komposisi Bahan Makanan, 100 gram ikan segar mengandung 113 kalori, 19 gram protein atau zat putih telur, 4,5 gram lemak, 20 miligram kalsium, 200 miligram fosfor, 1 miligram besi, 150 S.I. vitamin A dan 1,05 miligram vitamin B1.  Bagian ikan yang terbuang atau tidak dapat dimakan diperkirakan sebanyak 30% pada ikan besar dan 50% pada ikan berukuran kecil.  Hal ini tidak berlaku pada ikan kecil yang memang biasa kita makan seluruhnya, seperti misalnya ikan teri.
Bagian ikan yang biasa dimakan adalah jaringan ototnya.  Antara jaringan otot daging dan jaringan otot ikan terdapat perbedaan yang menonjol.  Pada ikan, jaringan otot diliputi oleh selaput-selaput tipis terdiri dari jaringan ikat.  Sedangkan jaringan otot daging dibungkus oleh selaput jaringan ikat yang lebih tebal.  Itulah sebabnya ikan hanya memerlukan waktu sebentar saja jika dimasak.  Dalam saluran pencernaan kita, jaringan otot ikan akan cepat terpisah menjadi bagian-bagian kecil yang menyebabkan pembesaran permukaan, sehingga bagian-bagian sel jaringan otot ikan dapat mudah dicapai oleh getah-getah lambung pada proses pencernaan makanan.
Ikan tidak banyak mengandung lemak, sebaliknya dalam daging ikan terkandung protein sementara lemak hanya dijumpai dalam jumlah yang sedikit.  Kandungan air adalah yang terbanyak dalam daging ikan bila dibanding dengan daging sapi yang tidak berlemak misalnya.  Oleh karena tidak banyak mengandung lemak dan jaringan ikat yang dimiliki lebih tipis, maka ikan yang tidak banyak berlemak dapat lebih mudah dicerna daripada daging yang tidak berlemak sekalipun.  Jadi bagi seseorang yang memerlukan makanan yang mudah cerna, dianjurkan untuk menggunakan ikan sebagai pengganti daging.
Oleh karena ikan mudah dicerna, dan karena ikan tidak banyak mengandung zat-zat ekstraktif maka lain halnya dengan daging, ikan hanya memiliki daya kenyang yang rendah, sehingga tidak beberapa lama setelah makan ikan maka seseorang akan merasa lapar lagi.  Hal ini sangat menguntungkan dalam keadaan tiada nafsu makan, sedangkan seseorang harus banyak makan.  Sebaliknya daya kenyang yang rendah ini akan menjadi halangan bagi orang yang harus melakukan kegiatan fisik yang keras.  Kegiatannya akan menambah kegiatan saluran pencernaan sehingga makanan akan lebih cepat meninggalkan lambung dan rasa lapar akan lebih cepat dirasakan.  Dalam keadaan seperti ini, sebaiknya dipilih ikan yang mengandung lebih banyak lemak.  Jalan lain yang dapat ditempuh ialah, menggunakan lemak dalam bentuk lain.  Misalnya minyak goreng untuk memasak ikan tersebut.
Ikan baik untuk pertumbuhan.
Nilai biologis protein ikan tinggi.  Ini berarti, ikan sangat baik untuk anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan ataupun bagi orang yang sedang dalam masa penyembuhan setelah sakit.  Lemak ikan berkisar antara 0 dan 27%.  0% untuk ikan beunteur, 13% untuk ikan tawes dan 27% untuk ikan belut.  Lemak ikan lebih mudah cerna karena tidak berselaput jaringan ikat dan karena memiliki titik leleh yang rendah.  Ikan mengandung banyak yodium dan fosfor. Lemak ikan banyak mengandung vitamin A dan vitamin D.  Juga jenis-jenis ikan yang murah mengandung vitamin-vitamin ini dalam jumlah yang menggembirakan.  Vitamin D ditemukan pada hati ikan dan pada daging ikan itu sendiri.  Hati dan telur ikan pun kaya akan vitamin B.
Ikan kurang baik bila direbus.
Seperti diketahui, vitamin-vitamin dan mineral kebanyakan larut dalam air.  Hal ini akan terjadi juga jika kita memasak ikan dengan air atau merebusnya.  Semakin lama dimasak, semakin banyak zat-zat berharga ini akan masuk dalam air pemasak.  Oleh karena itu, sebaiknya ikan dikukus, dipepes atau digoreng, agar zat-zat berharga ini tidak hilang begitu saja.  Tentu lain halnya jika kita masak gulai ikan atau sop ikan dimana air kuahnya juga kita konsumsi.  Mengingat bahwa ikan mengandung zat makanan yang berharga, maka sebaiknya kita mengkonsumsi ikan paling sedikit sekali seminggu.
Memilih ikan yang baik.
Dengan cara mencium, menjamah dan melihat, kita harus memeriksa ikan pada waktu membelinya.  Ikan yang segar seharusnya juga harus berbau segar, memiliki kulit yang mengkilap, warna insang harus merah segar, mata ikan harus bening, serta daging ikan yang kenyal, jika ditekan dengan jari makan daging harus segera kembali ke keadaan semula.  Pada hewan laut bercangkang seperti jenis udang dan kepiting, maka sebaiknya dibeli dalam keadaan hidup dan masih segar agar kualitasnya terjaga dengan baik.
Oleh karena jauhnya jarak antara tempat penangkapan ikan dan tempat penjualan untuk konsumsi, maka cara lama yang dipakai untuk mengawetkan ikan ialah dengan cara menjemur, tanpa atau dengan penambahan garam.  Ikan dapat diawetkan dengan tambahan sedikit garam saja, sehingga tidak rusak selama 1 atau 2 hari.  Akan tetapi ikan dapat juga dijemur dan diberi garam banyak agar bertahan lebih lama bila disimpan.  Cara pengawetan lain adalah dengan dibuat menjadi pindang ikan, yaitu ikan dimasak dengan garam dan bumbu.  Penambahan garam seringkali tidak harus diikuti dengan tindakan penjemuran.  Maka terkadang dijumpai ikan pindang asin (diberi garam namun tidak dijemur) yang berbeda dengan ikan asin (yang diberi garam lalu dijemur).
Cara pengawetan ikan yang umum adalah dengan cara pembekuan. Dengan cara ini, ikan segar dalam waktu singkat akan menjadi beku dengan bantuan penurunan suhu jauh di bawah nol derajat celcius.  Dalam keadaan tetap beku, ikan konon bahkan bisa disimpan selama 6 bulan!
Terasi dan kerupuk ikan bukanlah sumber protein.
Terasi merupakan hasil olahan ikan atau udang.  Kerupuk udang atau kerupuk ikan juga merupakan olahan ikan atau udang yang sering digunakan sebagai teman makan atau pun teman minum teh. Baik terasi dan kerupuk sebagai olahan ikan atau udang, keduanya bukanlah sumber protein. Terasi bukan sumber protein oleh karena pemakaiannya sedikit sekali, hanya sebagai penyedap saja, dan kerupuk bukan pula sumber protein karena bahan campurannya jauh melebihi jumlah ikan atau udang yang digunakan dalam proses pembuatannya.

Komentar (1) »

PENTINGNYA SARAPAN PAGI

Oleh : Haryo Bagus Handoko, SP

Lebih kurang empat puluh macam zat gizi yang diperlukan seseorang untuk mempertahankan tubuh yang sehat.  Jika seseorang itu kurang memperhatikan susunan makanan yang dikonsumsinya, maka ia akan mengalami berbagai macam kekurangan zat gizi.  Misalnya saja, jika kekurangan zat gula atau karbohidrat selama beberapa jam saja, maka sepanjang hari badan akan terasa kurang sehat dan Anda kurang gesit dalam beraktivitas pada hari itu.
Pemilihan makanan.
Anda sendirilah yang menentukan bagaimana keadaan kondisi tubuh Anda sehari-hari.  Hal ini tergantung dari cara Anda memilih makanan, terutama pada menu sarapan.  Anda dapat menjadi penyebab dari efisiensi dan produktivitas diri Anda dengan cara makan terlalu sedikit atau dengan memilih terlalu banyak makanan yang kurang baik jika dipandang dari sudut gizi.  Sarapan Anda menentukan kesiapan tubuh Anda bagi jumlah energi yang tersedia pada suatu hari tertentu atau dengan kata lain: kadar gula darah Anda.
Produksi energi oleh tubuh Anda erat berhubungan dengan kadar gula yang tersedia, yang selanjutnya akan menentukan bagaimana Anda berpikir, berlaku dan merasa.  Energi itu dihasilkan tubuh Anda dengan jalan pembakaran atau oksidasi gula dan lemak secara simultan. Dan hanya jika plasma darah mengandung cukup gula, maka setiap sel dapat memilih jumlah yang ia perlukan.  Kadar gula darah merupakan indeks dari sejumlah banyak yang tersedia bagi setiap sel.  Kadar darah seorang dewasa sehat yang telah berpuasa selama 12 jam akan mengandung 80-120 mg gula setiap 100 ml darah.  Angka ini, yang dinamakan kadar darah puasa, tergantung tingginya dari jumlah makanan yang telah dimakan sebelumnya.  Rata-rata tingginya sekitar 90-95 mg. Pada titik ini energi dapat dihasilkan dengan baik.  Jika persedian gula telah terpakai, produksi  energi akan menurun dan rasa lesu tiba.  Jika kadar gula darah turun hingga mencapai 70 mg, maka akan terasa lapar dan rasa lesu lambat laun akan akan menjadi rasa letih.  Jika kadar gula turun sampai pada tingkat 65 mg, kita akan ingin sekali makan yang manis-manis.  Dan jika kadar gula darah masih terus menurun juga, badan akan terasa lemas sekali, kepala pusing, jantung mulai berdebar, kaki menjadi lemas, semua ini kerap kali disertai dengan rasa mual bahkan muntah.
Seseorang yang kadar gula darahnya rendah akan merasa kesal, tertekan dan ingin marah saja.  Sementara itu, jika makanan Anda cukup untuk menyebabkan meningkatnya kadar gula darah diatas kadar puasa, maka energi akan mudah dihasilkan dan Anda akan merasa sehat dan bersemangat.  Anda pun dapat berpikir jelas dan cepat. Anda tidak lagi berkeinginan untuk makan. Anda berada pada keadaan terbaik, sikap Anda ramah, gembira dan bersahabat. Pada tingkat ini, hidup rasanya tanpa kesukaran yang berarti.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar gula darah.
Banyak penelitian telah dilakukan mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kadar gula darah itu.  Pada salah satu penelitian E.Orent Keiles & L.F. Hallman, yang berjudul ‘The Breakfast Meal in Relation to Blood Sugar Values’ terhadap 200 sukarelawan, telah diberikan berbagai macam sarapan.  Kadar gula darah setiap orang ditentukan sebelum makan pagi dan setiap jam setelah makan pagi itu.
Jika mereka hanya diberi minum kopi hitam saja, ternyata kadar gula darah akan menurun dan para sukarelawan menjadi lesu, cepat marah, dan gelisah.  Mereka merasa lapar, lelah, pusing kepala, dan kehabisan tenaga.  Semua gejala ini semakin lama semakin memburuk.
Jika kemudian diberikan 2 potong kue donat kepada mereka disertai kopi dengan susu dan gula, kadar gula darah mereka ternyata meningkat dengan cepatnya, akan tetapi setelah 1 jam berlangsung, kadar gula darah menurun kembali menjadi rendah.  Para sukarelawan kembali berada dalam keadaan lelah dan kurang efisien.
Kemudian diambil sebagai sarapan pilihan yang telah menjadi kebiasaan orang Amerika untuk makan pagi (selanjutnya disebut sarapan dasar) yaitu segelas jus jeruk, 2 potong bacon, roti bakar, selai dan kopi dengan susu dan gula.  Setelah makan sarapan ini, ternyata gula darah tampak cepat melonjak tinggi, tetapi kemudian jatuh kembali jauh di bawah kadar sebelum sarapan dalam waktu 1 jam saja.  Kadar gula darah ini tetap di tingkat di bawah normal sampai pada waktu makan siang.
Selanjutnya dipilih makan pagi yang sama seperti di atas dengan tambahan menu sarapan berupa sereal.  Ternyata terulang lagi, kadar gula darah meningkat dan jatuh kembali dengan cepat serta berada di bawah normal sampai waktu makan siang tiba.
Sementara pada menu sarapan yang lain, yaitu sarapan dasar ditambah bubur havermut dengan gula dan susu, kadar gula relawan ternyata meningkat dengan cepat, tetapi dalam waktu yang lebih singkat daripada yang terdahulu, jatuh kembali sampai pada tingkat yang lebih rendah lagi daripada sebelumnya.
Setelah itu, maka pada sarapan dasar ditambahkan 250 ml susu yang diperkuat (fortified) dengan 2,5 sdm bubuk susu skim tanpa lemak.  Sebagai hasil sarapan ini kelihatan kadar gula darah meningkat sampai di atas normal dan tetap pada tingkat itu sepanjang pagi (kira-kira 120 mg).
Jika 2 butir telur ditambahkan kepada sarapan dasar untuk menggantikan susu yang telah diperkuat, sekali lagi ketepatgunaan yang tinggi dapat dipertahankan.  Menu sarapan percobaan terakhir terdiri dari sarapan dasar ditambah dengan telur atau susu kuat, kemudian ditambah pula dengan roti bakar dan selai.  Di sini ketepatangunaan (efisiensi sarapan) juga tetap pada tingkat yang tinggi.
Setelah itu, maka diperiksa juga pengaruh berbagai macam sarapan itu terhadap rasa sejahtera para sukarelawan sepanjang siang dan sore hari.  Mereka yang telah makan sarapan yang berlainan diberi makan siang yang sama, terdiri dari roti dan keju dengan segelas susu.  Contoh darah diambil setiap jam.  Pada semua sukarelawan ternyata kadar gula darah akan meningkat segera setelah makan siang.  Mereka yang makan telur atau susu kuat sebagai sarapan menunjukkan kadar gula darah yang tinggi sepanjang siang dan sore hari.
Jika sarapan mereka telah menyebabkan kadar gula darah yang rendah sepanjang pagi hari, ternyata kenaikan setelah makan siang terlihat meningkat sampai pada tingkat gembira dan tepat guna (efisien) hanya untuk beberapa menit saja setelah makan siang.  Setelah itu kadar gula darah akan menurun sampai pada tingkat rendah di mana ia akan berada sepanjang siang dan sore hari.
Oleh karena itu, pilihan makanan yang dikonsumsi sebagai sarapan ternyata dapat mencegah atau menghasilkan rasa lelah sepanjang hari.  Setelah kita mengetahui betapa pentingnya makan pagi itu bagi kegiatan kita sepanjang hari, sebaiknyalah kita lebih memperhatikan menu sarapan pagi yang kita pilih.  Sebenarnya sarapan pagi itu tidak harus berlebihan ataupun terlampau mewah, asalkan terdiri dari sejumlah makanan yang mengandung cukup satuan protein serta sejumlah satuan karbohidrat dan lemak.  Seperti terlihat dari ilustrasi sebelumnya, sebenarnya yang berperan dalam meningkatnya atau menurunnya kadar gula darah bukanlah gula ataupun karbohidrat, melainkan protein.  Protein yang pada contoh sarapan tadi untuk sebagian besar diperoleh dari telur dan susu.
Jika ada yang mengatakan, “Ah, tapi saya tidak mempunyai nafsu makan di pagi hari,” itu berarti bahwa ia telah makan terlalu banyak pada malam sebelumnya.  Lapar baru akan terasa jika kadar gula darah menurun hingga 70 mg.  Sedangkan 12 jam setelah makan malam yang terlalu banyak, kadar gula darah akan berada pada tingkat 95 mg. Oleh karena itu harus diusahakan agar Anda makan malam tidak terlalu banyak.  Benarlah kiranya pepatah yang mengatakan, “Makanlah di pagi hari seperti raja, di tengah hari seperti seorang pangeran dan di malam hari seperti seorang pengemis!”
Jadi bersikap bijaksanalah dalam memilih menu makanan untuk sarapan pagi Anda.  Dari percobaan-percobaan di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa menu sarapan ideal adalah yang cukup protein, dalam hal ini adalah ketersediaan telur dan susu dalam menu sarapan pagi.  Sarapan pagi yang ideal adalah menu makanan sehat yang dilengkapi oleh satu gelas susu sehat berenergi.

Minuman susu sehat berenergi (untuk satu gelas besar):
Cara membuatnya cukup sederhana, yaitu:
Sediakan 1 gelas besar (250 ml susu sapi murni yang diperkuat dengan penambahan 2,5 – 3 sdm susu skim bubuk).  Aduk campuran tersebut hingga rata, tambahkan 1 – 2 sendok makan sirup atau madu ke dalam susu. Masukkan 8 buah crackers ke dalam campuran tersebut, serta tak ketinggalan 6 kotak kecil es batu (tergantung selera). Lumatkan sampai halus semuanya dengan menggunakan blender atau food prosesor.  Bila telah tercampur rata, minuman siap diminum segera setelah selesai sarapan pagi.
Dalam satu satu gelas besar minuman ini, terkandung 240 kalori, 10 gram protein, 46 gram karbohidrat, 3 gram lemak, 5 miligram kolesterol, 310 miligram sodium, dan 30% DV kalsium.
Sedangkan untuk menu makanan yang dipilih untuk sarapan pagi, variasinya bisa sangat beragam, namun berikut ini disajikan beberapa menu makanan sarapan pagi yang dianjurkan.

Menu sarapan pagi alternatif 1:
- 1 buah pisang, mengandung 105 kalori
- 3 potong pan cake (martabak manis) yang dituangi madu, mengandung 500 – 800 kalori
- 1 gelas (250 ml) jus buah (jeruk atau apel), mengandung 100 kalori

Menu sarapan pagi alternatif 2:
- 1 buah pisang, mengandung 105 kalori
- semangkuk kecil bubur ayam, mengandung 500 – 800 kalori
- 1 gelas (250 ml) jus buah (jeruk atau apel), mengandung 100 kalori

Menu sarapan pagi alternatif 3:
- 1 buah pisang, mengandung 105 kalori
- 5 butir telur rebus, mengandung 385 – 450 kalori
- 2 buah sosis sapi, mengandung 374 kalori
- 1 gelas (250 ml) jus buah (jeruk atau apel), mengandung 100 kalori

Menu sarapan pagi alternatif 4:
- 1 buah pisang, mengandung 105 kalori
- 1 tangkup (2 lembar roti tawar) sandwich isi ayam atau daging asap dan keju chedar parut, mengandung 500 – 800 kalori
- 1 gelas (250 ml) jus buah (jeruk atau apel), mengandung 100 kalori

Menu sarapan pagi alternatif 5:
- 1 buah pisang, mengandung 105 kalori
- 2 tangkup (4 lembar roti tawar) roti bakar isi selai buah/madu dan meisyes, mengandung 500 kalori
- 1 gelas (250 ml) jus buah (jeruk atau apel), mengandung 100 kalori

Sebenarnya masih banyak alternatif lain menu sarapan pagi yang bisa dipilih.   Sekedar sebagai pedoman, hendaknya jangan memilih menu sarapan pagi yang terlalu berat dan banyak mengandung lemak, seperti misalnya nasi goreng atau masakan Padang yang cenderung banyak mengandung lemak dan santan seperti misalnya gulai dan sejenisnya.  Makanan yang terlalu berlemak yang dikonsumsi pada saat sarapan pagi bisa menimbulkan rasa kantuk, lemas dan mudah lelah.  Makanan-makanan berlemak atau yang mengandung minyak boleh saja disantap saat makan siang, dan bukannya saat sarapan pagi. Namun, tentu saja jumlah yang dikonsumsi tidak boleh berlebihan, agar tubuh tetap sehat dan stamina prima.

Komentar (1) »

Aneka Ramuan Tradisional Leluhur Kita

Berbagai Khasiat Kunyit
Oleh: Haryo Bagus Handoko, S.P.

Jerawat atau bisul yang tumbuh secara liar di wajah, biasanya akan meninggalkan noda hitam yang sangat mengganggu pada wajah jika penyembuhan jerawat dan bisul dilakukan secara sembarangan. Apalagi jika jerawat yang tumbuh di wajah sering dipencet-pencet, maka biasanya akan meninggalkan noda bekas jerawat yang sulit hilang.  Kehadiran noda bekas jerawat, selain membuat rasa percaya diri kurang, juga cukup mengganggu penampilan bila jumlahnya banyak.  Mungkin ramuan sederhana berikut ini bisa mengatasi masalah noda bekas jerawat pada wajah.  Ramuan ini terdiri dari segenggam beras yang telah direndam selama 30 menit yang kemudian ditumbuk bersama dengan kunyit ukuran besar.  Oleskan ramuan ini pada bagian wajah yang bernoda hitam dan dibiarkan selama mungkin, sampai khasiat kunyit terasa meresap ke dalam pori-pori kulit.  Setelah terasa mulai mengering, bersihkan wajah Anda dengan air bersih atau air mawar.  Bila dilakukan secara teratur menjelang tidur, niscaya noda hitam yang membandel berangsur-angsur akan hilang dan wajah kembali mulus.
Tanaman kunyit yang dikenal dengan nama latin Curcuma domestica, selain sangat populer sebagai bumbu dapur juga memiliki banyak khasiat.  Tanaman ini memiliki daun yang berwarna hijau panjang serta berlekuk pada pangkalnya.  Umbinya berbau wangi dengan aroma yang khas.  Kunyit mengandung minyak atsiri dan zat oleoresin yang ampuh untuk menghilangkan penyakit disentri atau diare.  Ramuan campuran antara kunyit dan asam yang dilarutkan dalam air minum, juga berkhasiat untuk mengatasi nyeri saat datang bulan bila diminum secara teratur saat datang bulan.  Cara membuatnya cukup sederhana, yaitu mengupas kunyit dan memotong umbi kunyit tipis-tipis secara melintang.  Kemudian potongan-potongan tersebut dicampur dengan air asam, gula merah, dan sedikit garam.  Seduh dengan air panas.  Minum ramuan ini dalam keadaan hangat setiap kali Anda mengalami datang bulan.  InsyaAllah rasa nyeri yang biasa dialami akan berkurang atau bahkan hilang.

Manfaat Tanaman Lombok
Oleh: Haryo Bagus Handoko, S.P.

Lombok atau cabe telah lama dikenal sebagai salah satu bumbu penyedap masakan, namun mungkin belum banyak yang tahu bahwa komoditi yang satu ini ternyata memiliki fungsi lain yang tak kalah penting bagi kesehatan tubuh bila kita mengkonsumsinya.  Lombok atau cabe ternyata bisa bermanfaat sebagai bahan ramuan obat tradisional.  Lombok kecil atau cabe rawit misalnya, tanaman yang dikenal dengan nama latin Capsicum frutescens ini ternyata mengandung vitamin A yang dapat mencegah penyakit kebutaan, selain fungsinya menyembuhkan sakit tenggorokan atau radang tenggorokan.  Daun tanaman lombok ternyata juga ampuh untuk mengobati luka lecet atau luka luar pada bagian tubuh kita.  Daun tanaman lombok yang dihancurkan dan kemudian dibalurkan pada bagian luka akan mempercepat penyembuhan dan penutupan serta keringnya luka.  Jenis lombok yang lain seperti lombok atau cabe keriting yang termasuk jenis lombok besar (Capsicum annum var. longum) kaya akan vitamin C yang bisa juga dimanfaatkan sebagai bahan campuran dalam industri makanan, obat-obatan. Cabe keriting juga mengandung semacam minyak atsiri (capsicol) yang bisa dimanfaatkan untuk mengurangi penyakit pegal-pegal, gatal-gatal dan bisa juga dimanfaatkan sebagai obat penenang.  Kandungan bioflavonoids yang terdapat dalam cabe keriting bahkan dipercaya dapat menyembuhkan penyakit polio serta menyembuhkan peradangan akibat udara dingin.  Ternyata banyak juga manfaat dari tanaman lombok yang banyak terdapat di sekitar kita, terutama bagi penyembuhan penyakit atau gangguan kesehatan.

Mengatasi Panas Dalam dan Tubuh Meriang dengan Ramuan Daun Randu
Oleh: Haryo Bagus Handoko, S.P.

Seringkali akibat terlalu lelah bekerja, stres, atau pun kurang tidur, tubuh kita menjadi lesu, stamina dan nafsu makan menurun, gangguan pencernaan, dan tidak enak badan.  Gejala ini biasanya disertai dengan bibir yang pecah-pecah, sariawan,  mata merah dan susah buang air besar.  Bila dibiarkan berlama-lama, hal seperti ini bisa sangat mengganggu aktivitas keseharian kita.  Di pasaran, memang sudah banyak beredar larutan penyegar untuk mengatasi panas dalam dan sariawan, namun apa salahnya bila larutan penyegar tersebut kita buat sendiri. Selain lebih murah, juga kita bisa membuatnya dalam jumlah banyak sehingga bisa lebih berhemat.
Larutan penyegar untuk panas dalam ini dibuat dari daun randu.  Caranya, ambil beberapa lembar daun randu.  Cuci bersih dan rebus dengan air secukupnya selama lebih kurang 10 menit.  Setelah dingin, saring airnya, dan diminum secara teratur sebelum makan.  Niscaya, masalah panas dalam akan segera lenyap, dan tubuh Anda kembali sehat untuk beraktivitas.

Beberapa Jenis Tanaman Pelancar Air Susu Ibu
Oleh: Haryo Bagus Handoko, S.P.

Air susu ibu (ASI) adalah minuman nutrisi untuk bayi yang paling bersih, higienis, serta kaya akan bergizi.  Bagi seorang bayi, ASI merupakan sumber makanan utama, oleh karena itu ketersediaan ASI dalam jumlah yang cukup sangat menunjang bagi pertumbuhan, kecerdasan dan tingkat imunitas bayi.  Pemberian ASI bagi bayi yang baru lahir adalah mutlak sampai usia penyapihan.  Selain mengandung gizi yang lengkap, air susu ibu yang pertama kali keluar mengandung banyak sekali antibiotika yang dapat mencegah infeksi pada bayi dan juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas) terhadap penyakit, karena bayi yang baru lahir sangat rawan terkena penyakit maupun berbagai jenis infeksi.  Ketersediaan ASI sangat bergantung kepada kondisi kesehatan sang ibu sendiri.  Semakin banyak para ibu di jaman modern ini yang mulai meninggalkan kebiasaan memberikan ASI kepada putra-putrinya yang masih bayi dan mulai banyak tergantikan dengan susu instan yang bisa dengan mudah diperoleh di toko atau supermarket.  Banyak yang beranggapan bahwa kehidupan modern yang serba praktis telah memberikan kemudahan bagi para ibu sehingga tidak perlu menyusui anak-anaknya.  Padahal dari sekian banyak penelitian kedokteran, menunjukkan bahwa para ibu yang tidak mau menyusui putra-putrinya, akan lebih rawan terkena penyakit kanker payudara.  Selain itu, anak-anak yang sejak kecil tidak diberikan asupan minuman air susu ibu, setelah tumbuh besar biasanya mempunyai daya tahan tubuh (imunitas) yang buruk, mudah sakit-sakitan dan juga memiliki daya intelejensia (kepandaian) yang rendah dibanding dengan anak-anak yang sejak bayi telah diberikan air susu ibu hingga usia tertentu.
Ada beberapa macam tanaman berkhasiat yang dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk melancarkan pengeluaran air susu ibu. Jenis-jenis tanaman ini mudah didapat di pasar-pasar tradisional di pedesaan.
-    Katuk.  Merupakan tanaman bersemak kecil, yang tingginya dapat mencapai 3 meter.  Batang tanaman ini yang masih muda biasanya berwarna hijau, sedang yang tua berwarna coklat.   Secara umum, daunnya berwarna hijau gelap, tumbuh berselang-seling pada satu tangkai, serta berbentuk lonjong.  Untuk keperluan ini, daun katuk sebaiknya diambil yang masih agak muda sehingga dapat digunakan sebagai lalapan atau dimasak sebagai sayur.  Dewasa ini sudah terdapat pula pil daun katuk maupun minuman dalam kemasan yang terbuat dari daun katuk dan juga sudah bisa diperoleh di apotik maupun toko obat.  Namun demikian, konsumsi daun katuk secara alami akan lebih baik daripada mengkonsumsi daun katuk olahan dalam bentuk pil atau minuman dalam kemasan.
-    Temulawak.  Merupakan tanaman berbatang semu, dengan tinggi bisa mencapai 2 meter, berwarna hijau atau coklat gelap, memiliki akar rimpang yang terbentuk dengan sempurna, serta memiliki percabangan yang kuat. Daun tanaman ini berbentuk lanset dengan bunga berwarna merah ungu.  Rimpang temulawak terdiri atas rimpang induk dan anak rimpang yang mempunyai bau khas yang menyengat.  Untuk memperoleh khasiat demi memperlancar keluarnya ASI, maka bagian tanaman yang digunakan adalah daun dan rimpangnya dengan jalan merebus rimpang segar dengan gula jawa sampai air rebusan tinggal setengahnya.  Dewasa ini sudah banyak dijumpai pula bubuk temulawak instan maupun pil temulawak yang bisa diperoleh di toko-toko obat maupun apotik, namun akan lebih baik bila yang dikonsumsi adalah temulawak yang masih segar dan bukan yang olahan sehingga khasiatnya akan lebih manjur.
-    Lobak.  Merupakan jenis sayuran yang berdaun lonjong, berdaun hijau muda hingga hijau dengan pinggiran daun bergerigi.  Tanaman ini memiliki umbi berwarna putih kehijauan dan beraroma khas (baunya agak pesing).  Walau bagi beberapa orang agak kurang nyaman karena baunya yang kurang sedap, namun lobak sangat baik untuk dibuat lalapan atau dibuat sayur demi kelancaran dan ketersediaan ASI secara alami.
Demikian beberapa jenis tanaman yang dapat menstimulasi ketersediaan dan kecukupan air susu ibu bagi para ibu yang sedang menyusui.  Walau kini sudah banyak obat-obatan medis yang bertujuan untuk menstimulasi ketersediaan air susu ibu, namun asupan nutrisi secara alami akan lebih baik dan lebih berkualitas karena selain bisa diperoleh dengan harga yang lebih murah, ketersediaannya masih berlimpah di alam.

Komentar (1) »

Cara Mudah Mengatasi Bau Badan Tak Sedap

Oleh: Haryo Bagus Handoko, S.P.

Tumbuhnya bulu pada ketiak bagi kaum wanita sering kali bisa membuat risih, apalagi bila bulu ketiak tersebut tumbuh terlalu lebat, maka biasanya akan menyebabkan timbulnya bau badan yang tidak sedap sehingga menimbulkan rasa tidak percaya diri dalam pergaulan dan mungkin dalam keharmonisan rumah tangga. Terkadang pemakaian deodoran saja tidak mempan untuk mengatasi bau badan yang ditimbulkan oleh bulu ketiak yang tumbuh berlebihan.  Ada sebuah cara yang mudah dan murah tanpa harus pergi ke salon dan menyakiti diri sendiri dengan menggunakan wax (lilin).  Cara tradisional ini ditempuh dengan membalurkan ramuan pada daerah sekitar ketiak sehingga dalam waktu tidak lama, bulu ketiak akan rontok dengan sendirinya, dan bau badan Anda yang tidak sedap akan hilang bersamaan dengan rontoknya bulu pada ketiak.  Ramuan tradisional ini terdiri dari campuran satu sendok makan merica bubuk yang dicampur dengan kapur barus yang sudah ditumbuk, minyak tanah, air limau, dan kapur sirih secukupnya.  Seluruh bahan ini dicampur hingga rata kemudian baru dibalurkan di daerah sekitar ketiak.  Setelah beberapa saat, ramuan ini akan mulai bereaksi.  Rasanya memang agak panas, namun bila dilakukan secara teratur setiap pagi dan sore, maka masalah bulu ketiak dan bau badan akan segera hilang berkat ramuan merica ini.  Tapi bila masalah bau badan belum juga hilang, mungkin ramuan air rebusan daun sirih (5 lembar daun sirih) yang direbus dalam 2 gelas air hingga mendidih dan tersisa hingga 1 gelas bisa mengatasi masalah bau badan yang tidak sedap.  Bila diminum secara teratur sehari sekali setiap sehabis makan siang, InsyaAllah masalah bau badan tak sedap akan segera hilang.
Tanaman merica yang dikenal dengan nama latin Piper nigrum ini merupakan tanaman yang tumbuh bersulur dan sosoknya menyerupai tanaman sirih.  Daunnya agak kaku dan kasar.  Tanaman ini memiliki buah berbentuk bulat kecil yang tumbuh bergerombol pada tangkai.  Merica mengandung berbagai zat kimia alami seperti piperine (4 – 6%), piperidine (0,19%), dan minyak terbang (0,9%).  Selain berfungsi sebagai bumbu atau rempah yang banyak dipakai pada masakan, merica juga berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit rematik, perut mulas, dan penyakit beri-beri.  Air rebusan akar tanaman merica yang merupakan akar lekat juga dapat dimanfaatkan sebagai obat kumur antiseptik dan manjur pula untuk meringankan sakit gigi karena dapat berfungsi sebagai penawar rasa sakit dan nyeri.
Tanaman sirih (Piper betle atau Chavica auriculata atau Artanthe hixagona) sudah banyak dikenal sebagai antiseptik alami. Tanaman ini biasa ditanam di pekarangan, dengan ciri khas batangnya yang berwarna hijau kecoklatan dan memiliki permukaan batang yang kasar dan berkerut, merupakan tumbuhan yang tumbuh merambat, memiliki daun tebal dan tumbuh berselang-seling, bertangkai pendek, dan daunnya berbentuk seperti jantung dengan ujung daun yang meruncing.  Tanaman ini mengeluarkan bau aromatik yang khas bila diremas.  Tanaman sirih mengandung begitu banyak zat kimia yang sebagian besar berfungsi sebagai antiseptik dan juga penyembuh luka dan pembengkakan organ tubuh.  Zat-zat kimia yang dikandung oleh tanaman sirih antara lain yaitu minyak atsiri (1% – 4,2%), hidroksikavicol, kavicol (7,2% – 16,7%), kavibetol (2,7% – 6,2%), allylpyrokatekol (0 – 9,6%), karvakrol (2,2% – 5,6%), eugenol (26,8% – 42,5%), eugenol methyl ether (4,2% – 15,8%), p-cymene (1,2% – 2,5%), cineole (2,4% – 4,8%), caryophyllene (3,0% – 9,8%), cadinene (2,4% – 15,8%), estragol, terpenena, seskuiterpena, fenil propana, tanin, dan diastase (0,8% – 1,8%).

Komentar bertahan »

Manfaat Tanaman Buah bagi Kesehatan dan Kecantikan

Oleh: Haryo Bagus Handoko, S.P.

Tanaman buah tidak hanya enak dimakan buahnya saja, namun ternyata buah maupun bagian tubuh tanaman lainnya pun memiliki khasiat yang tidak boleh dipandang remeh yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan bila kita tahu manfaat dan khasiat yang terkandung di dalamnya.
Buah anggur selain enak untuk dikonsumsi ternyata juga bisa bermanfaat untuk merawat kecantikan kulit wajah Anda.  Kulit wajah yang halus mulus dan bersih adalah idaman hampir semua orang.  Walau dewasa ini sudah banyak produk kosmetik yang menawarkan berbagai khasiat untuk menghaluskan dan memutihkan wajah, namun cara tradisional dengan menggunakan buah anggur bisa juga menjadi alternatif yang patut dipertimbangkan.  Caranya cukup mudah dan sederhana.  Sediakan kurang lebih 250 gram buah anggur yang terutama berwarna hijau, buang kulit dan bijinya, dan kemudian dilumatkan sampai halus dengan menggunakan blender atau food prosesor.  Kemudian campurkan dengan tepung beras atau tepung terigu secukupnya.  Aduk hingga bercampur rata dan campuran ini digunakan sebagai masker wajah maupun dibalurkan di bagian leher.  Bisa juga dibalurkan ke seluruh tubuh dan dipakai sebagai lulur.  Biarkan selama kurang lebih 20 menit, baru kemudian dibilas dengan air bersih atau bisa juga dengan air mawar.  Jika dilakukan secara teratur, maka niscaya kulit wajah maupun kulit tubuh Anda akan halus mulus dan juga lambat laun akan kuning langsat serta berwarna lebih cerah.  Untuk pembuktiannya silakan mencobanya sendiri di rumah.
Buah alpukat (avocado) juga bisa digunakan untuk masker wajah.  Selain untuk menghaluskan kulit wajah, buah ini juga dipercaya dapat mengencangkan kembali kulit wajah yang sudah mulai keriput, serta membuat kulit wajah berwarna lebih cerah dan tidak kusam.
Buah tomat (Solanum lycopersicum) juga berkhasiat bagi kecantikan wajah, terutama untuk mengatasi kulit kasar dan berjerawat, karena selain mengandung vitamin C, juga mengandung protein dan karbohidrat yang baik untuk kesehatan kulit. Selain bisa dipakai sebagai masker wajah, buah tomat yang dikonsumsi secara teratur juga akan membuat kulit kita akan menjadi halus, karena buah ini berkhasiat memperbarui dan membangun sel-sel kulit yang telah mati, sehingga kulit tidak mudah keriput dan tetap segar sepanjang hari. Bila dipakai sebagai masker wajah, sebaiknya dilakukan seminggu sekali.  Hal yang perlu diperhatikan saat memakai masker wajah dari bahan buah-buahan adalah sebaiknya melakukan sedikit masase (gerakan memijat wajah) dengan gerakan dari bawah ke atas untuk mengencangkan dan menarik bagian-bagian kulit wajah yang kendur atau mulai keriput, selain itu juga untuk melancarkan peredaran darah pada wajah agar wajah senantiasa kelihatan segar dan tidak kusam.
Tanaman pisang, yaitu getah pohonnya, ternyata bisa digunakan sebagai ramuan untuk mengatasi kerontokan rambut.  Caranya pohon pisang ditebang kira-kira setengah bagian dari ketinggian, kemudian dibuat lubang di bagian tengahnya (diameter batang), biarkan selama semalaman sampai lubang pada bekas tebangan batang pisang itu dipenuhi oleh getah bening tanaman pisang.  Ambil getah itu dan ditampung dalam sebuah wadah.  Getah pohon pisang itu kemudian dioleskan pada rambut sambil dipijit-pijit perlahan selama lima menit.  Selanjutnya bungkus rambut dan kepala Anda dengan handuk selama semalaman.  Keesokan harinya, rambut dikeramas dan dicuci bersih.  Bila hal ini dilakukan secara teratur, maka problem rambut rontok atau kurang subur sedapat mungkin bisa teratasi.
Lain lagi dengan khasiat pepaya (Carica papaya).  Buah yang satu ini bukan main manfaat dan khasiatnya. Buahnya sangat baik untuk menyehatkan saluran pencernaan karena kaya akan serat sehingga bisa mengatasi gangguan sembelit atau panas dalam. Zat getah dari buah pepaya muda mengandung damar dan papayachine, yang mampu melarutkan zat putih telur, sehingga cocok untuk mengobati luka bakar, jerawat pada wajah dan penyakit kulit lainnya.  Sari daun pepaya terbukti mampu memperkuat sekresi empedu, menghilangkan perut mulas dan merangsang nafsu makan.  Itulah makanya, akan sangat baik bila sering-sering makan pecel sayur daun pepaya.  Kulit akar pepaya juga tak kalah dalam hal kemanfaatannya.  Kulit akar pepaya bila diseduh dengan air panas, cukup manjur untuk mengobati penyakit ginjal dan kencing batu.  Biji pepaya pun tidak kalah dalam hal khasiatnya, karena biji pepaya yang ditumbuk dan dicampur dengan cuka, berkhasiat dapat menghilangkan demam dan influenza.  Biji pepaya juga dapat bermanfaat untuk menyehatkan rambut.  Rambut yang semula kusut dan kemerahan bisa berubah menjadi rambut hitam yang berkilau sehat bila sering menggunakan cem-ceman tumbukan biji pepaya yang sudah dicampur dengan minyak kelapa.  Cara membuat ramuan cem-ceman ini sebenarnya sangat sederhana.  Cukup ambil segenggam biji pepaya dari buah yang telah masak.  Kemudian biji-biji tersebut dijemur hingga kering di terik matahari.  Setelah kering, biji-biji tersebut disangrai sampai gosong, lalu ditumbuk sampai halus seperti bubuk.  Bubuk biji pepaya kemudian dicampur dengan minyak kelapa hingga bercampur rata.  Campuran ini kemudian bisa dibalurkan ke seluruh kulit kepala maupun seluruh bagian rambut sambil dipijat-pijat hingga merata.  Biarkan selama 30 menit, baru kemudian keramas dengan menggunakan shampo herba atau pun shampo merang yang banyak beredar di pasaran.  Bila dilakukan secara rutin, niscaya rambut yang rusak, kusut dan berwarna kemerahan akan segera berubah menjadi rambut hitam subur dan kemilau.

Komentar (2) »