MAKANAN BERSERAT PENCEGAH KANKER USUS

Sebuah studi terhadap 725.000 orang selama 20 tahun telah menunjukkan bahwa seseorang akan mudah terserang penyakit kanker usus bilamana makanan yang dikonsumsinya mengandung serat kurang dari 20 gram per hari.  Untuk mencegah terkena penyakit kanker usus, seseorang setiap harinya sekurang-kurangnya harus mengkonsumsi minimal 20 gram makanan berserat.  Makanan berserat yang dianjurkan tidak hanya sayur dan buah-buahan saja, melainkan juga sereal, gandum, nasi dan biji-bijian.  Jadi tidak cukup hanya mengkonsumsi makanan berserat saja, namun jumlah minimal yang harus dikonsumsi perlu juga untuk diperhatikan agar kesehatan senantiasa terjaga dengan baik.  Seperti kata pepatah kuno,”Semua penyakit berasal dari perut”, jadi berhati-hatilah!

Tepung Ghol, Tepung Biji Teratai Putih  – Alternatif Pengganti Tepung Terigu
Oleh:  Haryo Bagus Handoko

Biji teratai putih, atau yang biasa disebut ghol, juga dapat berpotensi sebagai makanan alternatif pengganti beras, karena kandungan gizinya yang cukup tinggi.  Dalam bentuk tepung, ghol memiliki kandungan gizi yang setara dengan tepung beras, terigu dan jagung.  Pemanfaatan ghol, tentu merupakan angin segar dalam hal pemenuhan kebutuhan tepung untuk bahan olahan roti atau cake.  Mengingat selama ini kebutuhan bahan baku ketiga tepung diatas di Indonesia, masih harus dipasok dari luar negeri.
Jika diamati lebih jauh, terutama unsur kimianya, kandungan abu yang terdapat dalam ghol mencapai 0,4 persen, sedang amilosa-nya sekitar 27 persen.  Kedua unsur ini, sangat sesuai untuk proses produksi roti atau cake.  Begitu pula unsur proteinnya, yang mencapai 10,2 persen.  Angka tersebut akan menghasilkan adonan yang baik jika dibuat menjadi berbagai jenis penganan.  Selanjutnya, kandungan lemaknya yang cukup tinggi, yaitu 2,5 persen, akan berfungsi bagus sebagai penghantar panas, emulsifier, pemberi cita rasa, meningkatkan kerenyahan, serta menentukan kemampuan menahan sel-sel udara jika lemak yang terkandung di dalamnya dikocok kuat-kuat, terutama saat dicampur dengan bahan adonan kue yang lain, seperti misalnya gula dan telur.
Berdasarkan unsur-unsur di atas, tepung ghol berpengaruh mencolok jika dibuat cake.  Dalam hal warna misalnya, tepung ghol yang selama hidupnya banyak terendam air, mengakibatkan warna cake menjadi kecoklatan.  Ini cukup menguntungkan dari segi kesehatan, karena untuk mendapatkan warna coklat pada cake, produsen kue tidak lagi memerlukan zat pewarna tambahan.  Seperti yang marak terjadi penambahan zat warna tambahan yang tidak sesuai pada makanan bisa menimbulkan efek keracunan yang dapat membahayakan konsumen. Dalam hal aroma atau bau, tepung ghol ini akan memberikan aroma khas dan lebih mencolok bila dibandingkan dengan pemakaian tepung terigu dalam pembuatan kue.  Aroma khas pada cake, setidaknya dapat menambah selera makan bagi para penikmat cake.  Dari segi tekstur, kelebihan khusus dari tepung ghol adalah hamper tidak adanya perbedaan antara tepung ghol dengan terigu sehingga tidak ada alasan untuk menolak penggunaan jenis tepung ini karena alasan tekstur kue misalnya.  Tekstur kue yang dihasilkan oleh tepung ghol cukup baik terutama bila digunakan untuk pembuatan cake.  Dalam hal rasa, keunggulan tepung ghol tiada tandingannya, karena memiliki rasa yang alami dan khas.  Kedudukan inilah yang tidak dapat digantikan oleh tepung dari bahan lainnya.
Buah ghol, merupakan putik bunga teratai putih yang membesar dan berbiji.  Setelah dikupas, akan diperoleh biji-biji berwarna hijau.  Bentuknya bulat menyerupai kacang hijau, tapi ukurannya lebih kecil.  Sebelum digunakan sebagai bahan penganan, biji ghol harus disortir.  Cara yang umum adalah dengan cara ditampi/disosoh dengan menggunakan tampah.  Tujuannya untuk menghilangkan sekam yang membalut biji-biji ghol.  Rendemen biji ghol setelah terpisah dengan sekam, ternyata cukup tinggi, yaitu dapat mencapai 78 persen.
Sebelum ditampi atau disosoh, biji ghol berwarna kehitam-hitaman.  Namun secara alami akan berubah kuning setelah melalui proses penyosohan.  Permukaannya akan halus dan rata.  Teksturnya menyerupai butiran pasir (sandy), yang panjangnya antara 0,7 – 1 mm dengan lebar 0,5 – 0,7 mm.  Berat bijinya setelah disosoh berkisar 1,5 – 1,7 gram per 1000 biji.  Dengan ukuran biji yang kecil tersebut, akan memudahkan proses penepungan dan pengolahan sebagai campuran beras.
Nilai pH tepung ghol sebesar 6,2.  Sementara untuk pembuatan cake dengan hasil bagus dibutuhkan tepung yang ber-pH sekitar 5,5 – 6,5, agar tidak terlalu asam. Dengan demikian, ghol sangat tepat menjadi pilihannya.  Andai pH tepung di bawah 5 atau terlalu asam, tentu saja sangat berpengaruh dalam proses pembuatan cake.
Pemanfaatan tepung ghol sebagai pencampur tepung terigu juga cukup masuk akal.  Untuk bahan kue, perbandingan pencampuran antara tepung ghol dan tepung terigu bisa berbanding 30% : 70%, sementara untuk bahan baku cake, tepung ghol bisa digunakan hingga 60%  berbanding 30% tepung terigu.  Ini membuktikan bahwa tepung ghol merupakan sumber pangan yang potensial khususnya untuk diversifikasi pangan dan bahan baku makanan terutama dalam efisiensi penggunaan bahan dalam industri skala kecil ataupun besar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: