MENGANTISIPASI SIRKULASI UDARA BURUK DI GEDUNG PERKANTORAN

Sirkulasi udara yang jelek di gedung-gedung bertingkat menjadi sumber racun bagi penghuninya.  Ini menjadi masalah. Solusinya sederhana, tempatkan tanaman hias di dalam gedung.
Bermula dari keinginan manusia untuk menciptakan kenyamanan kerja dengan membangun gedung bertingkat yang serba tertutup dan dilengkapi dengan segala alat-alat perkantoran.  Ternyata alat-alat perkantoran terkadang juga mengandung gas beracun yang membahayakan kesehatan penghuni gedung.  Apalagi jika gedung itu serba tertutup dan tanpa dilengkapi sistem sirkulasi yang baik.  Penempatan tanaman hias pada dasarnya untuk menambah nilai estetika dan menetralisir kejenuhan maupun rutinitas keseharian yang terkadang membosankan.  Pada umumnya tanaman hias yang dikembangkan masyarakat adalah tanaman hias di luar ruangan, tapi kini tanaman hias dalam ruangan mulai disukai.  Tanaman hias dalam ruangan kerja mampu menyegarkan suasana kerja para karyawan.
Penempatan tanaman hias dalam ruangan tertutup di samping menambah keindahan juga mampu menjadi penetralisir beberapa bahan beracun dalam ruangan.  Hal ini merupakan salah satu kegunaan tanaman hias yang masih baru bagi masyarakat kita.
Dari hasil penelitian Badan Antariksa Amerika Serikat – NASA, terungkap bahwa tanaman hias ternyata mampu berfungsi sebagai pembersih udara.  Penelitian ini berawal dari munculnya “Sick Building Syndrome” atau biasa disebut SBS.  Gejala ini muncul di daerah perkotaan terutama kota besar yang banyak memiliki gedung bertingkat dan tertutup.  Akibat dari gedung yang tertutup itu menyebabkan sirkulasi udara yang buruk sehingga membahayakan kesehatan.
Udara kotor hasil pernapasan dan racun yang dikeluarkan peralatan gedung kantor tidak mampu keluar sehingga terhisap oleh penghuninya.  Belum lagi jika udara pernapasan itu mengandung bakteri patogen.  Udara yang mengandung bakteri ini, menyebabkan terjangkitnya beberapa gangguan pernapasan.  Cara paling efektif untuk membersihkan udara yang kotor itu adalah memadukan metode teknologi tinggi dan metode alami.
Metode berteknologi tinggi ini adalah penggunaan AC sentral lengkap beserta filter anti debu dan anti virus.  Sedangkan metode alami yaitu dengan menggunakan tanaman hias tertentu yang ternyata mampu menghisap racun dan membersihkan udara kotor.
Mekanisme pembersihan udara secara alami yaitu dengan memanfaatkan aktivitas fotosintesa, penghisapan racun oleh stomata (mulut daun), dan pengikatan partikel oleh media tanaman.  Sebagaimana diketahui, bahwa aktivitas fotosintesa tanaman berhijau daun membutuhkan gas CO2 dan menghasilkan gas O2.  Kebutuhan gas karbondioksida diperoleh dari lingkungannya, di mana aktivitas itu menyebabkan ruangan kerja mempunyai kandungan gas CO2 yang kecil dan kandungan O2 yang besar. Kondisi demikian diperlukan oleh penghuni gedung sebagai kebutuhan untuk hidup sehat.
Ativitas fotosintesa dapat berlangsung selama ada pasokan bahan baku yaitu CO2 dan H2O serta ketersediaan cahaya, terutama cahaya hijau.  Cahaya bisa bersumber dan diperoleh dari sinar matahari langsung atau sinar lampu.  Lampu yang bisa digunakan adalah lampu yang mampu mengeluarkan sinar hijau, antara lain: lampu pijar atau bohlamp, lampu tabung atau TL neon, lampu mercuri, metal halide, dan sodium.  Diantara lampu-lampu tersebut yang terbaik adalah lampu tabung karena cahayanya lembut dan tidak membakar daun tanaman dalam ruangan.
Stomata yang ada pada seluruh permukaan tanaman merupakan jalan untuk pertukaran gas CO2 dan O2 serta H2O (uap air berupa gas) dalam proses transpirasi.  Di samping fungsi tersebut stomata juga mampu menyerap partikel-partikel toksik (racun) dari udara sekelilingnya.  Partikel itu bisa berupa partikel gas beracun atau partikel debu.  Tetapi partikel logam berat seperti Ag (argentum), Pb (plumbum – timah hitam), dan Hg  (hidrarginum – air raksa) tidak mampu dihisap stomata.
Tanaman hias yang tumbuh dalam media tanam karbon juga mempunyai peran yang tak kalah penting dibanding tanaman hias yang ditanam dengan menggunakan media tanam tanah. Beberapa zat beracun mampu diserap oleh media tanaman karbon dan selanjutnya akan diuraikan secara perlahan-lahan.
Dari hasil penelitian, diketahui bahwa beberapa tanaman hias mampu menyerap udara beracun.  Tanaman-tanaman tersebut antara lain adalah Sri Rejeki (Aglaonema), Sirih Belanda (Scindapsus), Dracaena, Palem (Chamaedorea), Krisan (Chrysanthemum morifolium), Philodendron, Daun laba-laba, dan Gerbera (gerbera jamesonii).
Serangkaian penelitian telah membuktikan bahwa tanaman hias yang terefektif menyerap racun dari golongan formaldehida adalah Philodendron, Daun laba-laba, dan Sirih Belanda.  Sedangkan gas-gas golongan benzena mampu diserap dengan baik oleh gerbera, krisan dan Sirih Belanda.  Secara garis besar gas beracun yang biasa terdapat pada ruangan kerja antara lain adalah:
1.Golongan benzena, berasal dari bensin, tinta, cat, plastik, karet, deterjen, peledak, obat-obatan, dan bahan pencelup tekstil.  Golongan racun ini bisa menyebabkan iritasi kulit dan mata, mutasi gen sel-sel bakteri, membunuh janin, menyebabkan leukimia, dan kontak dengan kulit menyebabkan kulit melepuh dan kering.  Menghirup secara akut menyebabkan kepala pusing, lemah, sakit kepala, euforia, mual, pandangan kabur, dan gangguan pernapasan.
2.Golongan formaldehida, berasal dari busa insuli ruangan, papan partikel, produk kayu pres, produk kertas dengan resin urea formaldehida, kantung belanja, kertas lilin, bahan pembersih rumah tangga, kertas tissu, obat anti serangga, karpet, dan bahan bakar.  Racun-racun itu menyebabkan iritasi membran hidung, mata, dan tenggorokan, sakit kepala, dan bila berkombinasi dengan protein akan menyebabkan gangguan kulit atau alergi, menyebabkan asma dan kanker tenggorokan.
3.Trichloro etilen, berasal dari industri logam, binatu, tinta cetak, cat, furnish (pernis), dan bahan perekat.  Zat ini dapat menyebabkan kanker hepato seluler pada hati.
4.Xeon, karbon monoklorida, dan karbon dioksida merupakan gas-gas beracun yang banyak dijumpai pada gedung-gedung yang memiliki ruang bawah tanah, seperti parkir bawah tanah, ruang arsip bawah tanah, atau ruang apapun yang terletak di bawah permukaan tanah.  Semakin dalam suatu ruangan terletak di bawah tanah, maka kandungan gas-gas beracun semacam xeon, CO dan CO2 akan semakin tinggi.  Untuk mengantisipasinya sebaiknya dibuatkan saluran-saluran sirkulasi udara yang dilengkapi dengan kipas-kipas angin bertenaga besar, yang diimbangi dengan meletakkan banyak tanaman pot yang memiliki daun berwarna hijau.  Semua tanaman yang memiliki daun berwarna hijau sangat baik menyerap gas beracun ini.  Akan lebih baik bila dipilih jenis tanaman yang memiliki daun yang cukup lebar dan besar agar daya menyerap gas beracun juga semakin baik.
Dengan ditemukannya fungsi tanaman hias sebagai penghisap racun dalam ruang, terutama ruangan kerja, diharapkan masyarakat akan semakin sadar akan arti penting tanaman hias.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: