Potensi Bunga Mawar

Tinjauan Tentang Mawar Dari Segi Historis
“Katakanlah dengan bunga”, begitulah ungkapan yang sering kita dengar. Bunga yang biasanya dijumpai dalam bentuk rangkaian sering digunakan sebagai sarana untuk berkomunikasi antar manusia baik sebagai ungkapan rasa terima kasih, rasa sayang atau cinta, penyesalan atau permintaan maaf dan bahkan untuk merayakan suatu momen penting dalam kehidupan seperti ulang tahun, pernikahan, pindah rumah atau kantor maupun hanya sebagai asesoris penghias interior ruangan karena nilai estetisnya.
Tiap jenis bunga dan juga warnanya memiliki suatu pesan tersirat yang bisa dipahami oleh tiap orang menyesuaikan dengan kepentingan, momen acara atau peristiwa. Sebagai contoh, bunga lily putih memberikan kesan suci, damai dan kasih sayang sehingga banyak dipakai sebagai penghias interior gereja. Bunga anggrek berkesan elegan, aristokrat, meramaikan suasana sehingga banyak dijumpai dalam rangkaian bunga bercampur dengan bunga lain. Bunga mawar yang terdiri dari berbagai macam warna juga mempunyai pesan-pesan khusus yang tersirat. Misalnya, bunga mawar merah tua mengisyaratkan cinta yang membara, hasrat, nafsu dan berani. Itulah sebabnya bunga mawar merah tua banyak digemari dan dipakai untuk merayakan hari Valentine di bulan Februari (14 Februari), khususnya untuk kawula muda yang sedang jatuh cinta. Bunga mawar merah muda mengisyaratkan cinta dan kasih sayang yang lembut dan penuh penantian. Bunga mawar kuning mengisyaratkan persahabatan, kasih sayang, dan permohonan maaf, sedangkan bunga mawar putih mengisyaratkan kesucian, perdamaian, ketulusan hati dan persahabatan murni.
Banyak diantara kita yang tidak menyadari bahwa sebenarnya bunga mawar sudah ada sejak lama, bahkan jauh sebelum manusia membudidayakannya atau memperbanyaknya secara komersial. Fosil bunga mawar yang ditemukan di Colorado dan Oregon (Amerika Serikat) membuktikan bahwa bunga mawar liar sudah ada sejak empat puluh juta tahun yang lalu. Beberapa kelompok ilmuwan percaya bahwa bunga mawar berasal dari Asia Tengah dan menyebar melalui belahan bumi bagian utara. Namun ada pula yang berpedapat bahwa bunga mawar berasal dari belahan bumi bagian selatan, dari Amerika Selatan menyebar sampai Eropa, Cina, dan Jepang.
Bunga mawar liar dapat tumbuh hampir di semua tempat, bahkan di kondisi yang sulit sekali pun seperti iklim Arktik yang dingin di Alaska dan Siberia maupun di daerah yang beriklim panas seperti di India dan Afrika Utara. Bunga mawar bisa ditemukan hampir di semua negara di seluruh dunia, sehingga ia dijuluki sebagai “Ratu segala Bunga (Queen of Flower)”.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa mawar liar dibawa dan dikembangbiakkan di Cina sekitar 5000 tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan bahwa pada masa dinasti Han di Cina (sebelum era Kristiani), taman bunga mawar menjadi sangat popular pada jaman itu dan sebagian besar taman di kerajaan Cina pada jaman itu adalah taman bunga mawar, tetapi karena lahan untuk pertanian pangan semakin terbatas maka Kaisar Cina (Emperor) akhirnya memerintahkan untuk merombak sebagian taman bunga mawar untuk dijadikan menjadi lahan pertanian tanaman pangan. Pada masa yang sama, bangsa Mesir kuno telah menanam mawar untuk kepentingan bangsa Romawi (jaman kekaisaran Nero) yang dibuktikan dengan beberapa catatan sejarah bahwa bangsa Mesir kuno telah mempelopori pengiriman bunga mawar potong ke Roma (ibukota kerajaan Romawi kuno yang sekarang adalah Italia). Bangsa Romawi kuno yang terkesan dengan keindahan mawar kemudian mendukung pendirian sejumlah rumah pembibitan mawar (nursery) di Italia Selatan khususnya di daerah Paestum (pada masa sekarang adalah dekat dengan kota Salerno). Berbeda dengan bangsa-bangsa lain pada masa itu, bangsa Yunani kuno lebih suka memanfaatkan bunga mawar bukan untuk dinikmati keindahannya tetapi untuk dimanfaatkan sebagai obat dalam pengobatan tradisional (ramuan tradisional).
Pada masa sekarang ini, bunga mawar dapat diproduksi sepanjang tahun di mana produsen terbesarnya adalah negara Belanda, Italia, Spanyol, Perancis dan Columbia. Beberapa negara di dunia bahkan ada yang menjadikan bunga mawar sebagai lambang kebanggaan atau identitas seperti Bulgaria, Cekoslowakia, Inggris, Irak, Iran, Korea dan Luxembourg. Bose (1989), mengemukakan bahwa perdagangan bunga potong ternyata mencapai 45% dari total perdagangan produk florikultura (bunga) di pasaran internasional. Bunga potong yang paling banyak digemari dalam perdagangan adalah mawar, anggrek, carnation, krisan (Chrysanthemum sp) dan gladiol, di mana bunga-bunga potong tersebut umumnya digunakan sebagai hiasan atau dekorasi rumah yang telah menyatu dengan keseharian kehidupan manusia di banyak negara.

Manfaat Bunga Mawar
Menurut manfaat penggunaannya, tanaman mawar sebagai salah satu komoditi hortikultura (florikultura) dapat dikelompokkan dalam enam manfaat penggunaan, antara lain :
1.Mawar untuk tanaman hias kebun atau taman (outdoor). Tanaman mawar untuk keperluan ini lebih diutamakan bau bunganya, bentuk bunga, warna serta bentuk kanopi pohonnya, dan untuk itu harus rajin dipangkas untuk mempertahankan keindahan bentuk pohonnya, selain juga untuk merangsang pembentukan bunga. Contohnya : beberapa kelompok dari mawar kuno (Old Roses), mawar pagar (Climbing Roses), mawar Hybrid Perpetual (Hybrid Perpetual Roses), mawar teh (Tea Roses), dan mawar semak (Shrub Roses).
2.Mawar untuk tanaman hias pot (outdoor and indoor). Tanaman mawar untuk keperluan ini umumnya lebih mengutamakan ukuran pohonnya yang tidak terlalu tinggi (sehingga bisa dipakai di dalam ruangan maupun di luar ruangan), bau bunganya, bentuk bunga dan warnanya serta ukuran besar bunganya. Contohnya : kelompok mawar Polyantha (Baby Roses), beberapa kelompok dari mawar kuno (Old Roses), mawar pohon (Tree Roses) dan mawar mini atau biasa disebut sebagai mawar bonsai (Miniature Roses).
3.Mawar sebagai bunga potong. Tanaman mawar untuk keperluan ini umumnya lebih diutamakan yang memiliki tangkai panjang dan tidak mudah patah, bentuk bunganya indah, ukuran bunga proporsional, helai mahkota bunganya rangkap (sehingga helai bunga atau petal tidak mudah rontok dan tahan lama kesegarannya), bunganya tidak terlalu cepat mekar (biasanya dipanen saat bunga setengah mekar dan bukan pada saat bunga sedang mekar penuh), frekuensi berbunga dalam satu tahun tinggi atau berbunga sepanjang tahun, warna bunga serta bau bunganya. Contohnya : kelompok mawar Holland (Rosa indica fragrans hybrids) atau mawar Hybrid Tea, kelompok mawar Floribunda, dan kelompok mawar Grandiflora. Beberapa ahli ada pula yang menganggap bahwa kelompok mawar Polyantha masih bisa dianggap sebagai bunga potong, namun ada pula yang beranggapan bahwa kelompok bunga tersebut tidak memenuhi syarat sebagai bunga potong.
4.Mawar sebagai bunga tabur. Semua kelompok tanaman mawar bisa digunakan sebagai bunga tabur asalkan memenuhi kriteria syarat utama, yaitu bunganya haruslah wangi dan berwarna indah atau cerah. Sebagai bunga tabur tidaklah diperlukan tangkai bunga. Seringkali dijumpai bahwa bunga mawar tabur sudah berupa helai-helai bunga saja (petal) dan tidak lagi berbentuk bunga utuh. Contohnya : kelompok mawar Polyantha, mawar pagar, mawar Hybrid Perpetual, mawar teh, kelompok mawar kuno (Old Roses), mawar pohon (Tree Roses), mawar semak (Shrub Roses), dan bahkan mawar mini (Miniature Roses).
5.Mawar sebagai bahan baku parfum dan bahan baku obat. Hampir semua kelompok tanaman mawar bisa digunakan untuk keperluan bahan baku parfum (yaitu dengan mengekstraksi minyak mawar) maupun untuk bahan baku obat, asalkan memenuhi syarat harus berbau wangi cukup kuat (untuk bahan baku parfum) dan mengandung zat antibiotika atau senyawa kimia penting yang dibutuhkan seperti sitral, sitronelol, geraniol, linalol, nerol, eugenol, fenil etil alkohol, farnesol, dan nonilaldehid (untuk bahan baku obat ataupun jamu tradisional). Untuk bahan baku parfum biasanya digunakan mawar jenis mawar teh (Tea Roses), sedangkan untuk bahan baku obat hampir semua jenis mawar bisa digunakan.
6.Mawar sebagai bahan makanan, miuman ataupun zat aditif bagi makanan olahan. Karena kandungan vitamin C-nya yang tidak kalah dengan kandungan vitamin C pada buah jeruk, kelopak atau helai bunga mawar (petal) bisa diolah menjadi sirup, selai ataupun unsur vitamin tambahan yang ditambahkan pada makanan olahan.

Daerah Penghasil Mawar di Indonesia
Pemerintah mulai memberikan perhatian yang lebih besar terhadap tanaman hias sejak tahun 1990 dalam rangka menyambut “Tahun Kunjungan Wisata Indonesia 1991”, sehingga konsumsi bunga dimaksudkan untuk meningkatkan daya tarik kepariwisataan di Indonesia. Bahkan untuk keperluan ini dalam bebrapa kali kesempatan bangsa Indonesia telah beberapa kali turut meramaikan pawai bunga “Tournament of Roses” di Pasadena, Amerika, dengan float atau mobil pawai yang dihias dengan bunga mawar, anggrek dan bunga-bunga lain yang mencerminkan corak budaya Indonesia. Walaupun sejak krisis moneter melanda Indonesia, Indonesia tidak lagi ikut berpartisipasi dalam pawai bunga di Pasadena tersebut, namun bisnis bunga potong di Indonesia tetap saja ramai dan menjadi primadona, terutama untuk merayakan momen-momen penting negara, hari-hari besar keagamaan maupun perayaan-perayaan yang diselenggarakan di negeri ini.
Sentra produksi bunga mawar potong di Indonesia terdapat di beberapa daerah produsen bunga-bungaan seperti Cipanas, Lembang (Jawa Barat), Brastagi (Sumatera Utara), Bandungan (Jawa Tengah), Kecamatan Bumiaji di wilayah Batu dan Kecamatan Pujon (Malang – Jawa Timur). Sementara bunga mawar tabur banyak diusahakan di daerah Ambarawa, Boyolali (Jawa Tengah), Bangil (Jawa Timur), Kebun Jeruk (Jakarta), Tangerang dan Bogor (Jawa Barat). Mawar pot banyak dikembangkan dan dibudidayakan di Bandung (Jawa Barat) dan Kecamatan Batu serta Kecamatan Pujon (Malang – Jawa Timur). Dari daerah-daerah sentra produksi bunga potong mawar kemudian menular dan ditiru oleh daerah-daerah lain yang cocok kondisi alamnya serta turut pula mengusahakan bisnis bunga potong. Sasaran pemasarannya terutama adalah kota-kota besar dan juga daerah-daerah wisata di Indonesia.

8 Tanggapan so far »

  1. 1

    sri said,

    Bunga adalah lambang keindahan, para malaikat menyukai bunga

  2. 2

    di4n said,

    lebih di perluas donk tentang bunga mawar .

    al nya aQ tuh shuka bgt ma’ bunga mawar.

    and infonya yg lengkap ya………………..!!

  3. 3

    acengnurjaya said,

    apakah benar bunga mawar dapat mengebalikan ingatan kita…?

  4. 4

    Nia Ondo said,

    thank U OM….
    infonya Q copy buat data karya tulisQ

  5. 5

    oyay said,

    Bunga mawar mangandung minyak dalam jumlah besar, namun tidak dapat dieskstraksi dengan cara penyulingan. Ekstraksi minyak mawar dilakukan dengan menggunakan pelarut menguap.

  6. 6

    ahmad ghozaly said,

    aku baru terinspirasi mawar untuk karya lukisan saya, terimakasih telah memuat artikel tentang mawar, semoga semua ini dapat bermanfaat untuk orang banyak, terimakasih atas ilmu pengetahuannya. salam hangat

  7. 7

    Bagaimana dengan kata mawar untuk sebuah nama?

  8. 8

    Ghasi said,

    makasih ats infonya….

    Sy sekarang bs tw apa aja mnfaat2 lain bunga mwr…

    Sy juga ijin untuk ngopy manfaat dr bunga mawar, bwt tmbah2 ilmu gitu…


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: