Apa Yang Perlu Anda Ketahui tentang Gizi Buruk

Oleh: Haryo Bagus Handoko

Yang dimaksud dengan gizi buruk dalam hal ini adalah Kurang Kalori Protein (KKP) atau disebut juga Protein Energi Malnutrition (PEM). Ada tiga macam KKP yaitu kwashiorkor, marasmic-kwashiorkor, dan marasmus.

Dengan mengetahui permasalahan gizi buruk, maka tindakan yang dianggap perlu dapat dilakukan, yaitu memberikan makanan tinggi energi dan tinggi protein secara bertahap sesuai dengan keadaan pasien untuk mencapai keadaan gizi optimal.

Persyaratan makanan yang sebaiknya diberikan pada penderita gizi buruk:
1. Makanan diberikan secara bertahap sesuai dengan berat badan dan umur serta keadaan
klinis pasien,
2. Energi tinggi,
3. Protein tinggi,
4. Banyak cairan diatur untuk menjaga
keseimbangan cairan dan elektrolit,
5. Vitamin dan mineral tinggi,
6. Mudah dicerna dan tidak merangsang,
7. Porsi kecil dan sering,
8. Bentuk makanan disesuaikan dengan keadaan pasien

Indikasi Pemberian
Tahap Penyesuaian
– Tujuannya adalah menyesuaikan kemampuan pasien menerima makanan hingga ia mampu
menerima diit TETP.
– Tahap penyesuaian berlangsung singkat dan bergantung pada kemampuan pasien untuk  menerima dan mencerna makanan.
– Jika BB pasien < 7kg, makanan yang diberikan berupa makanan bayi. Makanan utama adalah  formula yang dimodifikasi. Contoh: susu rendah laktosa + 2.5-5% glukosa + 2% tepung. Secara
berangsur ditambahkan makanan lumat dan makanan lembek. Bila ada berikan ASI.
– Jika BB pasien 7Kg atau lebih, makanan diberikan seperti makanan untuk anak usia di atas 1 tahun.
Pemberian makanan dimulai dengan makanan cair, kemudian makanan lunak dan makanan biasa.
Ketentuan pemberian makanan BB pasien 7Kg atau lebih:
1. Pemberian energi dimulai dengan 50kkal/kg BB sehari,
2. Jumlah cairan 200ml/kg BB sehari,
3. Sumber protein utama adalah susu yang diberikan secara bertahap dengan keenceran 1/3, 2/3, dan 3/3, masing-masing tahap selama 2-3 hari. Untuk meningkatkan energi ditambahkan 5% glukosa, dan
4. Makanan diberikan dalam porsi kecil dan sering, yaitu 8-10 kali sehari tiap 2-3 jam.

Tahap Penyembuhan
Bila nafsu makan dan toleransi terhadap makanan bertambah baik, secara berangsur tiap 1-2 hari, pemberian makanan ditingkatkan hingga konsumsi mencapai 150-200 kkal/kg BB sehari dan 2-5 gram protein /Kg BB sehari.

Tahap Lanjutan
Sebelum pasien dipulangkan, hendaknya ia sudah dibiasakan memperoleh makanan biasa yang bukan merupakan diit TETP.
Suplementasi zat gizi yang mungkin diperlukan:
1. Glukosa, bila terdapat tanda-tanda hipoglikemia.
2. KCl, bila terdapat hipokalemia.
3. , berupa MgSO4 50%, bila terdapat hipomagnesima.
4. Vitamin A, bila terdapat xeroftalmia.
5. Vitamin B dan Vitamin C.
6. Zat besi (Fe) dan asam folat, bila terdapat anemia yang biasanya menyertai KKP berat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: